Love Me Now

Love Me Now
SPY


__ADS_3

Setelah kami berbaikan, FanFan mengajakku makan malam dan pergi ke Xidan, sebuah mall terbesar di Beijing.



"Kenapa kau membawaku kesini? kau mau membeli apa lagi ?kau mau beli kamera lagi yah?" tanyaku pada FanFan


"Sudahlah, ayo iku saja" seru FanFan seraya menarik tanganku.


Aku hanya mengikutinya,aku mengikuti langkahnya yang entah kemana dia akan membawaku. FanFan membawaku ke sebuah toko yang menjual gaun pengantin. Banyak sekali gaun pengantin yang terpajang di dalamnya.



"Aku ingin kau memakainya kelak dan aku akan memakai tuxedo itu, kita berdua akan berjalan di altar bersama" ujar FanFan.


"Berhentilah menjadi romantis" ledekku


FanFan menawariku untuk mencoba salah satu gaun pengantin. Tapi aku terlalu malu, jadi aku mengajaknya pergi bermain di Game Center.


Aku teringat hari itu, hari dimana aku mengajak FanFan ke mall. Hari dimana dia bilang aku cantik dan hari dimana dia memenangkan boneka untukku.


"Kau mau tidak boneka? aku akan memenangkan lagi untukmu, kau ingat aku pernah mengalahkan mesin capit?" seru FanFan


"Baiklah, tapi kali ini aku juga akan mendapatkan boneka untukmu." katanya


Aku menantang FanFan bermain mesin capit, kami bertaruh siapapun yang kalah,dia harus menggendong yang menang.



Kami pun bermain mesin capit dan mengeluarkan banyak koin. Aku tidak akan kalah dari FanFan, aku sudah kalah dalam pelajaran dan aku tidak akan kalah dalam permainan.


"Yes, aku aku mendapatkannya"


Aku berteriak kegirangan karena aku bisa memenangkan boneka dan mengalahkan FanFan.



Aku memamerkan boneka Elsa dan Anna yang aku dapatkan padanya. FanFan harus menggendongku karena dia kalah.


"Naiklah, aku akan membawamu kemanapun kau pergi tuan putri"


Aku pun naik ke punggungnya,dan dia berjalan sambil menggendongku di tengah keramaian mall.


♡♡♡♡♡


*Keesokan harinya*


Aku dan FanFan berangkat kerja bersama, sementara kakakku, masih tidur. Dia tidak pulang semalam karena harus membantu operasi di rumah sakit. Aku dan FanFan pergi ke Rumah Sakit naik bus, kami berpisah dan berjalan berjauhan saat di rumah sakit agar tidak ada yang melihat. Aku berjalan duluan, dan FanFan berjalan di belakangku. Aku masuk ke lift begitu pula FanFan, dan tiba-tiba dokter Chen menyusul.

__ADS_1


"Bagaimana dengan tawaranku waktu hari?" tanya dokter Chen.


Dia menanyakan ajakan makan malam pada FanFan, aku masih mendengarkan percakapan mereka dan berusaha bersabar. Aku ingin sekali teriak dan bilang padanya,kalau aku ini pacarnya FanFan. Aku menunggu bagimana respon FanFan.


"Maafkan aku dokter Chen, sudah ada janji dengan seseorang" jawab FanFan


"Apakah pacarmu?" tanya dokter Chen


"Iya" balas FanFan


Aku benar-benar tidak habis pikir pada dokter Chen, aku kira dia perempuan anggun dan elegan. Bagaimana bisa dia membahas masalah pribadinya di lift. Aku juga tidak menyangka FanFan akan menjawab seperti itu, aku senang tapi aku juga takut dia akan bilang kalau aku pacarnya.


FanFan berjalan dan meninggalkan dokter Chen di Lift. Sementara aku dengan wajah gembira mengikuti FanFan.


"kau kenapa?" tanya FanFan saat melihatku mendekat padanya.


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum pada FanFan. Aku berjalan sambil bersenandung meninggalkan FanFan yang tampak kebingungan dengan tingkahku, sesekali aku berbalik padanya dan melihatnya tersenyum padaku.


*IGD*


Setelah berganti pakaian aku pergi ke IGD untuk bertugas. Tak lama kemudian aku melihat dokter Chen yang sedang memeriksa pasien. Aku melihat bagaimana wajah dokter Chen yang tampak lesu.



" Dari tadi dia kelihatan murung. Sepertinya mood nya buruk. Dia bahkan cemberut saat memeriksa pasien" bisik suster itu padaku.


*/


Aku sampai di IGD, mereka ternyata bukan orang tuaku, tapi orang tua FanFan, dokter Liu dan istrinya. Dengan tergesa-gesa aku pun menghampiri mereka.


"Paman, bibi" sapaku.


"Oh Xiao Xi, kami sengaja mampir, kami akan ke rumah YangYang untuk melihat cucu kami" ujar Ibu FanFan


"FanFan, dimana dia? bagaiman hub.." timpalnya


"Paman, bibi bagaimana kalau kita mengobrol di kantin saja, lagi pula ini IGD" ujarku seraya memotong ucapan Ibu FanFan itu.


Ayah dan Ibu FanFan datang dari Shanghai untuk menengok anak Yang gē, Xiao Lu. Ibu FanFan juga mampir ke Rumah Sakit untuk melihat FanFan dan aku. Tapi karena aku takut mereka bicara yang tidak-tidak tentang hubunganku dengan FanFan, jadinya aku mengajak mereka ke kantin Rumah Sakit.


"FanFan mungkin sekarang sedang membantu dokter"ujarku


"Tidak apa-apa, kami hanya ingin mampir melihatmu, nanti malam kau dan FanFan ke apartemen YangYang yah. Ajak juga Xiao Dery (Hendery), kami membawa banyak oleh-oleh dari Shanghai" timpal ibu FanFan


Setelah mengobrol cukup lama, FanFan tidak juga muncul,padahal aku menelponnya dari tadi dan tidak juga di angkat. Karena sudah bosan menunggu putra bungsunya yang tak kunjung datang itu, paman Liu dan istrinya pun pergi dari Rumah Sakit.


Aku kembali ke IGD setelah menemani paman dan bibi mengobrol di kantin. Di nurses' sudah berdiri wartawan yang siap menggali informasi dariku. Aku yang sudah terlanjur di lihatnya itu tidak bisa memalingkan badanku ke arah lain.

__ADS_1


"Crystal" panggil dokter Zhang.


"Kenapa kau memanggilku dokter Zhang?" tanyaku.


"Itu tadi bukan orang tuamu?" tanya dokter Zhang lagi.


"Ah, itu mama dan papa FanFan" balasku


"Oo..kau dekat dengan mereka?" tanya Dokter Zhang.


"Kami kan bertetangga jadi bisa dibilang seperti itu, maaf aku harus memeriksa pasien di bangsal dulu dokter"


Aku langsung pergi meninggalkan dokter Zhang yang terus bertanya-tanya padaku. Dokter Zhang adalah sahabat dokter Chen, tidak heran dia menggali-gali informasi tentang FanFan.


*/


Sepulang kerja, FanFan dan kakakku sudah menungguku di tempat parkir, kami akan pergi ke apartemen Yang gē. Saat berjalan keluar rumah sakit, aku bertemu dengan dokter Yu Tang. Dia menitipkan sesuatu untukku, sebuah paper bag berisi jaket. Dia ingin aku memberikannya pada kakakku.


Aku melihat kakakku dan FanFan di dalam mobil, aku pun menghampiri mereka dan duduk di kursi belakang mobil.


"gē, ini dari dokter Yu Tang" ujarku


"Makasih yah" balas kakakku sambil meletakkan paper bag itu di bawah kakinya.


Aku mulai penasaran dengan hubungan kakakku dan dokter Yu Tang, kenapa jaket kakakku sampai ada di dokter Yu Tang. Aku Crystal, ibuku adalah orang yang kepo maka jangan heran jika aku juga seperti itu.


"gē..kenapa jaketmu bisa ada pada dokter Yu Tang?" tanyaku pada Dery gē


"Ah..itu..kemarin aku mengantarnya pulang,dan kebetulan hujan karena tidak ada payung aku memberikannya jaketku" jawab kakakku


"Uuuuuuu" aku dan FanFan kompak berseru untuk meledek kakakku.


Sejujurnya aku setuju jika dia berasama dokter Yu Tang. Dia adalah wanita baik, cantik pula selain itu dia pintar.


"gē…kenapa kalian bisa kenal?" tanyaku lagi


"Dia temanku saat melaksanakan program residen, kami berada di satu departement. Dan dia juga salah satu sainganku yang tidak mudah di kalahkan" ujar kakakku


"Ooo, pantas dia pintar, kau harus bersikap baik padanya gē.." ujarku


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍

__ADS_1


Mohon Dukungannya.


__ADS_2