Love Me Now

Love Me Now
Crazy Rich Liu FanFan


__ADS_3

💮Sebelum baca, jangan lupa Like dan vote dulu yah, XieXie💮


*/


FanFan pergi keluar cukup lama, dia meninggalkanku di kamar mewah ini sendirian. Aku yang bosan hanya bisa mondar mandir seperti cacing yang kepanasan. Andaikan aku memiliki ponsel, aku pasti sudah kabur dari sangkar emas ini dan memilih berjalan-jalan mengitari kota Tokyo.


Tapi tanpa ponsel yang bisa membuat FanFan tau keberadaanku, dia pasti akan mengomel lagi kalau tau aku tidak ada di kamar ini.


"Membosankan sekali, kalau aku keluar dan FanFan kembali, dia pasti akan memarahiku." keluhku.


Rasa bosan berubah menjadi rasa kantuk, jadi aku putuskan untuk berbaring. Dan tanpa sadar aku malah ketiduran, parahnya itu bukan tidur singkat, tapi tidur pulas seperti orang mati. Hingga saat FanFan datang pun aku tidak dengar.


Mataku tiba-tiba terbuka saat menyadari adanya pergerakan disampingku, "Kau kapan datang?"


FanFan sudah berbaring disampingku dengan lengannya yang menjadi bantalku. FanFan, "1 jam yang lalu."


1 jam yang lalu? Itu berarti aku sudah tidur selama 3 jam. Suatu keajaiban dan keberuntungan yang mungkin tidak akan pernah aku dapatkan. Walau libur sekalipun, ibu tidak akan membiarkanku tidur pulas seperti ini. Aku benar-benar menghabiskan waktuku untuk tidur, baik itu di pesawat maupun di hotel.



FanFan berbalik dan merapikan rambutku yang berantakan, "Kau lapar?"


"Ehm," Mataku masih tertutup. Aku mengangguk, berharap dia akan membawaku keluar untuk makan malam bersama.


"Apa kau mau aku menelpon layanan kamar?" Kata FanFan lagi.


Aku, "…."


Dia tidak peka sama sekali, dengan wajah polosnya dia bertanya seperti itu padaku. Bukankau dia seharusnya mengajakku jalan-jalan dan mengitari kota Tokyo? Bukankah hari sudah sore? Tidak mungkin kan dia akan pergi bekerja dan menghadiri rapat yang membosankan itu lagi?


"Ihhh, rasakan ini. Kau benar-benar keterlaluan!!" Kataku sambil mencubit pipi FanFan.


FanFan melawan, "Kau mulai berani pada suamimu yah?"


FanFan membalasku dengan kekuatannya. Menindihku dengan kedua lengannya hingga aku tidak bisa bergerak sama sekali.


Aku memelas dan mencoba bersikap imut padanya "Okay, okay, aku minta maaf. Aku salah hehehe, aku hanya mau kau mengajakku keluar makan malam. Aku bahkan sudah sangat bosan berada disini. Kita jalan-jalan keluar yah?"


FanFan terdiam sejenak, lalu kemudian ia berbicara lagi, "Apa imbalannya untukku?"


Dengan naifnya aku menjawab "Hmm..aku akan rajin bekerja di Rumah Sakit. Aku janji akan menjadi dokter yang baik dan rajin. Aku juga akan baik pada coass"


FanFan menelengkan kepalanya, "Kau tau bukan itu yang aku maksud kan? Otakmu yang pintar sudah hilang yah?"


Aku memang tau bukan jawaban itu yang ia maksud. Dasar laki-laki, memang suka mengambil keuntungan. Tapi entah kenapa aku menyukainya, ini jauh lebih baik ketimbang harus melihat FanFan bersikap sok cool. Tingkahnya hari ini sama seperti saat pertama kali kami pacaran, ini adalah FanFan yang manis, manja, dan romantis.


"Aku akan memberikan apa yang kau mau. Bagaimana? Kau mau kan mengajakku keluar?" kataku.


"Hmm, apa menurutmu kita jangan keluar saja? Aku kira kau datang untuk menemuiku? " Kata FanFan dengan semangat menggebu-gebu.


"Eeh, enak saja. Aku mau jalan-jalan. Yah? yah?" Balasku.


FanFan melepaskan lengannya yang menindihku, "Pergilah ganti bajumu."


Dalam sekejap aku sudah siap, aku hanya memakai riasan sederhana dan mantel casual. Aku duduk di kursi sambil menunggu FanFan yang masih bersiap-siap.


"Ayo." kata FanFam sambil mengulurkan tangannya.


*/


Kami berjalan-jalan menikmati indahnya kota Tokyo, sebuah kota yang sangat ramai dan padat. Sepanjang jalan aku melihat hiruk pikuk orang-orang yang sibuk, lampu-lampu jalan yang menari-nari, serta lampu warna warni dari toko-toko tidak pernah padam.


"Bukankah ini mirip seperti jalan yang ada di Shanghai? Jadi begini rasanya berkencan seperti orang normal yah?" kataku.

__ADS_1



FanFan tersenyum sambil melihatku, "Ini Harajuku, tempat ini katanya adalah jantung kota Tokyo. Kau lihat kan? banyak remaja yang berpakaian unik disini. Ngomong-ngomong memangnya dulu kita tidak pernah kencan seperti ini? "


Mataku menyipit, "Jarang sekali, kita hanya berkencan di lab dan dirumah sakit. Sungguh tidak normal sekali, aku jadi merasa kehilangan masa mudaku."


Jepang memang identik dengan anime, oleh karenanya banyak sekali orang-orang yang memakai kostum layaknya tokoh anime. Mulai dari cosplay naruto hingga badut doraemon lucu yang menarik perhatianku.


"Eh, ayo berfoto dengan Doraemon" aku menarik FanFan menghampiri badut besar berbentuk kucing itu.



"Eh, kau sudah tidak muda lagi." kata FanFan.


"Memangnya kenapa? Si Tu Mo juga tidak berhenti menyukai doraemon bahkan setelah dia menikah dan melahirkan Gu Wei Mo? Kau harus bersikap romantis seperti Gu Wei Yi." cetusku.


FanFan bertanya,"Siapa itu Su Tu Mo? Lalu apa Gu Wei Mo anaknya? Dan apakah Gu Wei Yi itu suaminya?"


Aku,"…."


Aku lupa kalau Liu FanFan yang menakjubkan ini tidak pernah membaca novel romantis. Dia hanya akan membacanya karena terpaksa, minatnya akan novel romantis sangatlah minim. Dia tidak seperti aku yang menyukai semua hal yang berbau romantis. Tapi anehnya FanFan tau bagaimana caranya bersikap romantis ,tapi tentu saja dengan caranya sendiri.


(Si Tu Mo, Gu Wei Yi, Gu Wei Mo : adalah tokoh dalam novel Put Your Head on My Shoulder karya Zhao Qianqian)


Persetan dengan umurku, tidak ada batasan usia untuk menyukai doraemon. Lagi pula tubuhku mungil, kakiku pendek dan wajahku imut, orang pasti mengira aku masih sangat muda.


Setelah puas berjalan-jalan, kami pergi ke sebuah restoran bertemakan anime. Bukannya senang, tapi malah membuat moodku buruk. Salah satu pelayan berbaju sailor moon datang dan bersikap genit pada FanFan. Wanita itu cantik, tinggi, dan langsing, hampir sama persis dengan karakter Sailor Moon yang pernah aku idolakan dulu.


"Kau pasti senang." aku mencibir.


"Kau marah? Ayo kita pergi dari sini." FanFan menarikku keluar dari restoran itu.



Aku mengangguk, tentu saja aku senang. Setelah beberapa tahun dia masih saja di gandrungi oleh gadis-gadis. Tapi sikap FanFan sudah benar-benar dewasa, dia sekarang benar-benar tau apa yang mengusik hatiku.


Di masa lalu FanFan yang populer menerima banyak perhatian dari para gadis di sekolah kami. Mulai dari junior sampai kakak senior. Saat di pergururan tinggi pun dia masih sama, bahkan itu juga terjadi saat ketika kami menjadi coass di Beijing. Tapi mungkin sekarang FanFan sudah terbiasa, sangat terbiasa dengan semua perhatian itu. Caranya menolak dunia dan lebih memilihku yang tidak ada apa-apanya ini membuatku semakin mencintainya.


"Sebentar.." kata FanFan sambil mengeluarkan ponsel dari saku mantelnya.


FanFan melihat layar ponselnya, "Profesor Su, kenapa dia menelponku?"


FanFan mengangkat telpon dari Profesor Su itu, wajahnya berubah. Dan seketika itu pula dia memberikan ponselnya padaku, sambil berkata "Profesor Su merindukanmu."


Aku menerima panggilan telpon dari Profesor Su. Tentu saja aku mendapatkan kabar buruk darinya, dia tidak akan pernah menelponku kalau ini bukanlah hal yang mendesak. Kabar buruk yang aku dengar ini harus aku tebus dengan kesenanganku. Kadang profesi dokter memang harus mengorbankan kebahagiaan kita sendiri. Nyawa pasien lebih penting daripada kesenangan pribadi.


"Ada apa?" FanFan bertanya sesaat setelah aku mematikan telpon dari Profesor Su.


"Ah, bagaimana ini? Aku harus kembali ke Shanghai besok."kataku dengan nada lemas.


Siapa yang mengira kemalangan ini akan terjadi? Remaja laki-laki yang menjadi pasienku tempo hari mengalami usus buntu. Orangtuanya menyalahkan pihak rumah sakit karena kondisi putranya yang memburuk. Dan aku sebagai dokternya harus bertanggung jawab.


Aku berusaha tenang,"Ada masalah dengan usus buntunya. Aku tidak melakukan tindakan Appendektomi karena kondisi absesnya yang kurang mendukung. Tapi aku sudah memberikannya antibiotik agar absesnya mengering, tapi anehnya ini justru memburuk"


(Appendektomi : operasi pembedahan untuk mengangkat apendiks yang bermasalah. Abses: Kantong nanah)


"Kau tenang saja, semuanya akan baik-baik saja." kata FanFan.


"Aku harus kembali dan melakukan tindakan operasi jikalau memang memungkinkan. Kau tau kan? Bagaiamana menderitanya seseorang saat mereka mengalami usus buntu?" kataku dengan suara yang masih lemas.


Baru saja tiba di Tokyo dan belum sempat menghabiskan waktuku dengan FanFan, aku sudah harus kembali ke Shanghai keesokan harinya.


"Kau harus pulang, aku akan segera menyelesaikan semua urusanku disini dan menyusulmu." balas FanFan

__ADS_1


Pihak rumah sakit kami di Shanghai bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Tokyo untuk menderikan trauma center. Sungguh sayang, dipusat kota seperti Tokyo ini masih ada sumah sakit yang tidak memiliki fasilitas trauma center. Itulah alasan FanFan berada di Tokyo selama ini. Dia harus menggantikan direktur dan bekerja di Jepang selama 2 minggu lamanya.


(Trauma Center: fasilitas Rumah Sakit yang khusus menyediakan kebutuhan akan adanya dokter bedah spesialis, dokter spesialis, ahli anestesi, perawat dan peralatan "life support" secara cepat, selama 24 jam untuk menangani pasien yang terluka berat atau pasien terluka yang beresiko lukanya bertambah parah)


"Eh, ayo ikut aku sebentar." kata FanFan.


FanFan membawaku ke sebuah mall besar di pusat kota Tokyo. Kami berhenti tepat didepan toko yang menjual ponsel dan pernak-perniknya.


"Kenapa kita kesini? Eh kau mau membelikan aku ponsel yah? Jangan-jangan, sesampainya aku di Shanghai aku akan memperbaiki ponselku." kataku sambil berjalan keluar toko.


"Eh.." FanFan menelengkan kepalanya sambil menarik kerah jaketku. Dia menarikku kembali ke dalam tokoh seperti anak anjing.


"Kau kan seorang dokter, ponsel itu penting." kata FanFan lagi.


FanFan melangkah lebih jauh ke dalam toko. Mata elangnya melihat beberapa model ponsel yang terpajang di etalase toko.


"Aku mau membeli ponsel model terbaru." kata FanFan pada pemilik toko.


Dia menggunakan pengalaman berbahasa inggrisnya ketika di Amerika. Cukup fasih, tidak, tidak, dia benar-benar fasih berbicara bahasa Inggris.


"Eh, kau tadi bilang New Model yah? Yang biasa saja." kataku.


FanFan mengernyitkan dahinya, " Aku mengerti."


FanFan melajutkan, "Maaf, jangan model terbaru. Aku mau yang paling mahal."


Aku mengerti apa yang FanFan katakan tadi dan FanFan mengatakan kata "Expensive". Itu artinya dia mau yang paling mahal kan?


Mataku terbelalak, apa dia sedang mencoba memamerkan hartanya? Aku tidak mau model terbaru bukan berarti aku menginginkan ponsel yang paling mahal. Maksudku, aku mau ponsel yang biasa saja dengan harga yang paling murah.


"Eh, no,no I want the new model please." kataku terbata-bata


FanFan tersenyum padaku. Mungkin model terbaru jauh lebih baik dari pada yang paling mahal. Siapa sangka keputusanku untuk memilih ponsel model terbaru tadi adalah keputusan yang lebih buruk?


"Berapa harganya?" Tanyaku pada FanFan.


"120,000 yen." kata FanFan.


Aku merampas ponsel FanFan untuk mengecek harganya. Aku mengkonversi 120.000 yen itu kedalam mata uang yuan. Dan wow, ini harga yang gila!


"Apa? 7886 yuan! Kau sudah gila ya?" teriakku.


"Harganya 8,359 yuan kalau di Shanghai. Bukanlah lebih murah disini?" FanFan dengan santainya menjawabku.


Harga Iphone 11 pro max ini bahkan lebih mahal dari pada uang asuransiku setiap bulannya. Bagaimana dia bisa bilang ini murah? Sungguh kaya suamiku ini. Ponselnya bahkan lebih murah dariku dan dia malah membelikanku ponsel yang harganya selangit ini.


FanFan,"Uangku juga uangmu. Jangan sungkan padaku, katakan saja apa yang kau inginkan. Xiao Xi, selama ini aku belajar sampai gila dan menjadi sukses seperti ini hanya untukmu, hanya untuk memastikan kalau aku itu pantas untukmu."


Aku terharu sampai mau menangis,"Kemarilah aku akan memelukmu."


FanFan mendekat dan merendakan badannya. Memelukku seperti seorang anak kecil, seperti Xiao Bai yang biasa aku peluk.


Aku mengelus kepalanya, "Kapan kau belajar untuk menjadi anak anjing yang lucu seperti sekarang?"


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢


Mohon Dukungannya.

__ADS_1


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰


__ADS_2