Love Me Now

Love Me Now
Quarrel


__ADS_3

Senin pagi, hari ini aku kembali masuk kuliah.


"Ah, baiklah Xiao xi, hari ini kau akan sibuk. Kau akan lupa rasa sakitmu. JiaYou Xiao Xi.." aku pun bergegas bangun


Hari ini, aku bangun lebih awal. Biasanya ibu akan berteriak-teriak memanggilku. Pukul setengah 5 aku bangun lalu pergi ke dapur. Ibu dan yang lain belum bangun. Aku menyiapkan sarapan untuk keluargaku. Aku membuka kulkas, dan melihat beberapa bahan makanan



"Hah, mari kita lihat. Aku akan membuat nasi goreng dan telur gulung kesukaan Dery gē, lalu menyiapkan teh untuk papa dan mama "


Aku menyiapkan segalanya, sambil bersenandung riang. Aku sengaja membuat diriku sibuk.


*Pukul 05:30* 🕠


"Ah akhirnya selesai. Sisa panaskan air untuk teh"


Ibuku terbangun mendengar suara yang aku buat. Dan kaget melihatku


"Eh..kau sudah bangun putriku..?" Tanya ibu padaku.


(gē \= panggilan untuk kakak laki-laki)


"Eng, aku udah buat sarapan untuk kalian. Ayo makan bersama. Ma ini air panas untuk teh papa yah. Susu untuk Dery gē juga. Aku mau mandi dulu yah"


Ibu, ayah, dan Dery gē mungkin merasa keheranan atas sikapku ini. Tapi inilah yang bisa membuat aku melupakan Yang gē.


Setelah bersiap-siap, aku berpamitan pada ibu dan Dery gē, sementara ayah sudah pergi ke kampus untuk mengajar. Aku dan ayah sebenarnya satu arah, ayah mengajar di kampus yang sama denganku, tapi akan terasa bosan jika satu mobil dengan ayah, beda saat bersama dengan FanFan.


"Eh, bukankah kau bersama FanFan, kenapa tidak tunggu dia?" tanya Dery gē


"Ah hari ini aku yang akan menunggunya hheheh..." jawabku sambil melahap sepotong roti


Aku pun keluar, dan menunggu FanFan.


Aku bersembunyi di balik pagar rumah dan berniat mengagetkannya. Setelah beberapa saat, aku bisa mendengar suara kaki dan sepedanya, aroma peach khas FanFan semakin tercium olehku.


"Dor!"


"Ah kau mengagetkan aku FanFan..."


Aku terkejut, padahal aku yang akan mengagetkannya, tapi aku kalah duluan.


"Hahahah kemampuan jahil mu masih level satu Xiao Xi, hahaha" ledeknya


"Bagaimana kau tau aku sembunyi disini?" Tanyaku yang penasaran


"Tuh.." tunjuk FanFan.


FanFan menunjuk kaca kecil yang ada di depan pagar rumahku. Ah, ternyata bayanganku terpantul di cermin. Aku kalah lagi darinya. Aku dan FanFan pun pergi ke kampus bersama.


"Eh, kau ingat hari ini kita ada seminar proposal?" Tanyaku pada FanFan


"Oh tentu saja. Eh Xiao Xi, tentang kejadian se...."


"Ah, gimana sepulang seminar kita ke Pepsi Cafe lagi, aku akan meminta Jing menjaga sepeda kita..." ajakku ke FanFan


Aku tau, FanFan akan membahas kejadian malam itu. Tapi aku sengaja memotong pembicaraanya, aku hanya merasa tidak ingin mengungkitnya lagi.


*Ruangan Profesor*


Aku pergi menghadap pembimbingku untuk menanyakan soal skripsiku. Aku pergi tanpa FanFan, karena dia sedang pergi menemui seseorang.


"Apa kabar Professor Jiang?" Sapaku


"Crystal, ayo masuk..."


" Profesor saya datang kesini untuk menanyakan skripsi saya"


"Kerja bagus, aku telah membaca skripsi mu dan hasilnya sudah bagus, kalau sudah rampung aku bisa memberikan surat rekomendasi untukmu magang di sebuah rumah sakit, FanFan juga sudah menyelesaikan skripsinya. Aku melihat kalian adalah murid berbakat, jadi aku berani merekomendasikan kalian ke sebuah Rumah Sakit terkenal" timpal Profesor Jiang


"Terima kasih profesor, kami akan memikirkannya dan memberitahu anda "


Setelah mengobrol sebentar dengan Profesor Jiang, Aku pergi dari ruangannya dan bergegas menelpon FanFan.

__ADS_1


"FanFan, kau dimana?" tanyaku pada FanFan di telpon


Aku lupa kalau hari ini aku akan menghadiri seminar bersama FanFan. Aku berlari menuju auditorium, aku lupa kalau hari ini ada seminar yang ingin aku hadiri. Sementara FanFan, pasti marah-marah disana. Aku pun berlari, dan tanpa sengaja menabrak seseorang.


"Maaf, aku tak sengaja" ujarku sambil memungut lembaran kertas yang berserakan


"Ini seperti lembaran kertas musik" ucapku dalam hati


"Ah, ini punyamu, sekali lagi aku minta maaf, aku sedang terburu-buru"


"Tidak apa-apa" kata laki-laki itu


Suara yang tidak asing, aku mengangkat kepalaku dan mendongak melihatnya, ternyata dia Shangyan.


"Tidak apa, berhentilah meminta maaf. Kau mau kemana sampai lari-lari begitu?" tanya Shangyan padaku


"Ah, aku ada seminar, maaf ya aku pergi dulu, bye bye..."



Aku masuk ke Auditorium, dan melihat FanFan melambai padaku, aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Ee kau terlambat,dari mana saja?" tanya FanFan


"Aku menemui Profesor Jiang tadi, ada yang ingin aku sampaikan padamu nanti..." bisikku


Selesai Seminar….


Aku mencari-cari lembaran penting yang aku bawa tadi. Aku masuk kembali ke Auditorium untuk mencari kertasku itu.


"Ah, dimana kertas itu, itu kan jadwal praktikku, apa ada di Lab yah"?


Setelah tak menemukan kertas di auditorium, aku bergegas keluar menemui FanFan.



Aku melihat FanFan yang sedang berbicara dengan Li Yu. Tak sengaja aku pun menguping pembicaraan mereka



Sementara FanFan hanya terdiam melihatnya, FanFan tidak menggubrisnya dan berlalu meninggalkan Li Yu, tapi tiba-tiba Li Yu berkata...


"FanFan, aku benar-benar menyesal meninggalkanmu, aku bisa menjelaskannya Aku ke Amerika karena..."


"Berhentilah, aku sudah tak tertarik pada alasanmu, bukankah kau dulu pergi begitu saja, tidak ada gunanya kau kembali..." ujar FanFan pada Li Yu


Aku tidak pernah melihat FanFan begitu marah, aku yang mendengar pembicaraan mereka sudah tak tahan dengan sikap Li Yu.


"Eh, bisa tidak kau menjauh dari FanFan, berhenti mengusiknya, pergi saja seperti dulu..."


Aku yang tak tahan pun melampiaskan amarahku pada Li Yu. FanFan menarik tanganku dan membawaku pergi bersamanya.


*Di Lab*


Aku melihat FanFan kembali diam, sama seperti pas hari minggu lalu. Mungkin dulu aku hanya membiarkannya, tapi sekarang tidak lagi.


"FanFan, berhentilah memikirkan Li Yu, kau selalu seperti ini setiap kali memikirkan Li Yu, kau akan diam dan sedih..."


"Berhentilah mencampuri urusanku Xiao Xi.." ujar FanFan


"Apa kau bilang? mencampuri? aku tak bermaksud begitu, aku hanya.."


"Kau memang sahabatku, tapi tidak semua urusanku harus kau tau, jadi sekarang berhentilah, ku mohon.." Teriak FanFan


Sebelumnya dia tidak pernah berteriak seperti ini padaku. Aku tau dia emosi saat itu. Aku pun tidak bisa menahan emosiku, jadi aku pun marah padanya. Dan ujung-ujungnya, kami pun bertengkar.


"Kau tak perlu berteriak padaku, aku hanya ingin kau bebas dari ular itu..." teriakku


Dengan kesal, aku pun meninggalkan FanFan di Lab.


"Dasar pemarah, kenapa dia membentakku? memang apa salahku?"


__ADS_1


Aku masih merasa kesal pada sikap FanFan. Aku memutuskan mencari Jing di ruang latihan musik, tapi aku tidak melihatnya. Aku melihat Shangyan yang sedang bermain piano.


"Wah, dia hebat sekali..." ujarku dalam hati


Tanpa sengaja dia melihatku, dan menghampiriku


"Eh Crystal, apa yang kau lakukan disini, apa kau mencari Jing?" Tanya Shangyan


"Ah iya, maaf aku mengganggumu yah, maaf yah Shangyan..."


"Ah, tidak apa-apa, aku hanya bermain (piano) karena merasa bosan. Oh iya, tadi kau melupakan kertasmu, aku lihat itu penting, aku panggil tapi kau tak dengar..." timpal Shangyan


Shangyan memberikan lembar berisi jadwal praktik itu padaku. Karena tak menemukan Jing, aku mengobrol dengan Shangyan sampai sore. Sebenarnya aku mencari Jing untuk curhat padanya. Tapi kata Shangyan dia pergi berlatih dengan dosennya.


"Shangyan, terima kasih ya kau sudah menemaniku dan mengobrol bersamaku. Aku senang bisa bicara denganmu"


*Di lab*


Aku melihat FanFan, dia tampaknya menungguku.Aku tak mau bicara duluan padanya. Aku juga perempuan, lagi pula aku juga tidak salah. Seharusnya dia yang minta maaf padaku.


Setelah beberapa saat aku menunggu responnya, tapi dia tak kunjung bicara. Aku yang kesal pergi sambil menutup pintu dengan keras.


"Ah..sakit, sepatu ini benar-benar kekecilan" keluhku


Hari ini aku memang memakai flat-shoes yang sudah tidak muat dan kekecilan di kakiku. Seharian aku memakainya, aku pikir rasa sakit yang akan aku rasakan dikaki ini bisa membuatku lupa rasa sakit karena Yang gē.


Kakiku yang sakit membuatku tidak bisa mengayuh sepeda. Aku memutuskan menaruh sepedaku di kampus. Aku juga terlalu malu dan gengsi untuk meminta FanFan memboncengku. Tapi aku tau dia ada dibelakangku, dia mengikutiku berjalan dari belakang.


"Eh kau kenapa? kakimu kenapa?" tanya FanFan


"Bukan urusanmu..."


"Kau, kau betul-betul yah. Kau kenapa pakai sepatu kecil ini? kau mau kakimu lecet?"


FanFan menarikku, dan menyuruhku duduk di sebuah bangku yang ada di pinggir jalan. Melihat perilakunya ini padaku, membuat aku tidak bisa marah lagi padanya, Aku hanya diam saat dia mengomeliku.


"Ayo buka sepatumu" ujar FanFan


"Apa? kau ingin aku melepas sepatuku ini? Lalu kau akan menyuruhku bertelanjang kaki di jalan yang dingin ini ?"


"Aku akan menjadi kakimu..." balasnya


"Apa maksudmu...?"


"Ini kau pegang..." ujarnya sambil menyuruhku memegang ranselnya


Lalu FanFan membuka sepatuku, dan ia menggendongku di punggungnya.


"Eh..kau apa-apaan ? turunkan aku..." teriakku pada FanFan


"Kau berat jadi diamlah..." balasnya


"Apa kau bilang? aku berat??"


"Oh, kau seperti karung beras, berhentilah makan-makanan yang manis" candanya


"Ih..kau..yah..."


Aku pun menggelitiki lehernya, dia tertawa, dan kami pun tertawa. FanFan tiba-tiba berhenti berjalan.


"Maafkan aku yah, aku tidak bermaksud membentakmu tadi..."


"Aaa, benarkah ? aku juga minta maaf, kau sih" balasku


Kami akhirnya berbaikan, sepanjang jalan kami tertawa.Aku tau, FanFan tak bisa marah terlalu lama padaku. Aku juga tidak bisa terlalu lama marah padanya atau aku akan merasa kesepian seperti tadi.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran juga yah 😉😂


XÌEXÌE 😍

__ADS_1


Mohon Dukungannya.


__ADS_2