
💮Sebelum baca, jangan lupa Like dan vote dulu yah, XieXie💮
*/
Sepasang kekasih mempunyai rencana untuk menikah dan mereka yang sudah menikah pastilah akan berencana untuk memiliki anak. Dan itulah yang sedang aku pikirkan selama beberapa hari ini. Melihat kehidupan kakakku dan kakak FanFan yang tampak sangat berwarna setelah kehadiran anak, membuatku jadi iri dan ingin memilikinya juga. Xiao Bai memang tinggal bersama aku dan FanFan, tapi bukankah wajar kalau aku menginginkan anak dari suamiku?
Tapi lihatlah manusia tampan yang sedang berbaring ini, dia bahkan tidak mengatakan apapun. Setidaknya dia harus membuat rencana masa depan, apa ide cemerlangnya hanya sebatas saat melamarku saja?
Aku mulai jengkel pada FanFan, "Eh, kau benar-benar tidak mau punya anak yah? Dari tadi aku bicara tapi sepertinya kau pura-pura tuli."
FanFan,"Bukankah kita sedang berusaha? "
Aku,"…."
FanFan,"Baiklah, aku mau. Siapa yang tidak menginginkan anak dari wanita yang dicintainya? Kau terus mengoceh tentang anak, bagaimana kalau kita ke luar negeri?"
Aku,"Otakmu sudah error yah? Untuk apa ke luar negeri?"
FanFan,"…."
Tentu saja FanFan mengusulkan honey moon, bulan madu yang biasanya dilakukan oleh pengantin baru. Tentu saja ini akan memakan banyak biaya, bukan hanya biaya yang menjadi kendala, tapi kami berdua adalah orang yang sangat sibuk.
"Cuti tahun baru kan hanya beberapa hari saja. Kita bisa kemana?" Keluhku.
FanFan menghela nafas,"New Zealand, Perancis, atau Hawai?"
Aku,"New Zealand, bagaimana?"
FanFan segera memalingkan wajahnya ke arahku, "Kau tenang saja, pilih saja dimana kau mau bulan madu. Selebihnya serahkan padaku"
Dengan senyum bahagia yang muncul dari lengkungan bibirku aku langsung menarik laki-laki romantis itu. Lenganku yang pendek melingkari lehernya dan kaki-kaki pendekku mengekangnya,"Kau memang yang terbaik. Aku sangat menyukaimu."
FanFan segera menyeringai kegirangan,"Nyonya Liu, jangan berlebihan. Kau sekarang lebih berani yah? Jangan salahkan aku kalau aku akan menjadi sangat buas."
Aku memerah mendengar ucapan FanFan itu dan kemudian berbisik "Berhenti, disebelah ada YangYang gege dan Hexin jiejie."
*/
Cuti tahun baru yang aku dan FanFan miliki hanya 5 hari, tapi demi bulan madu konyol yang kami rencanakan itu, FanFan kembali berbisnis dengan Direktur. 2 hari tambahan, jadi total 1 minggu. 1 minggu bukanlah waktu yang lama, tapi setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
"Kesepakatan apalagi yang kau dan papa Gong Jun lakukan?" Tanyaku.
"Hmm..dia masih belum memberitahuku" kata FanFan.
Mencari tiket penerbangan ditengah-tengah festival musim semi ini sangatlah sulit. Banyak orang yang akan mudik atau pergi berlibur, itulah kenapa mudik saat imlek menjadi mudik terbesar kedua didunia. Wajar saja, belahan dunia mana sih yang tidak ada orang China?
Tapi ajaibnya FanFan berhasil mendapatkan tiket pesawat ke Swedia. Dan tentu saja dia akan pamer dan membanggakannya padaku.
"Suamimu ini adalah orang yang berpengaruh." kata FanFan.
__ADS_1
Aku,"Iya iya, kau memang yang terbaik."
Xiao Bai harus kembali tinggal bersama orangtuanya selama seminggu karena kami yang harus pergi. Tentu saja dia tidak akan melepaskan FanFan yang amat sangat disayanginya itu dengan mudah, Xiao Bai bersikeras ikut dengan kami. Tapi ibu Xiao Bai adalah wanita yang tangguh, hanya dengan bermodalkan tatapan ibu tiri khas Li Yu, Xiao Bai sudah menyusut seperti anak anjing yang ketakutan.
"Tenang saja, paman akan membawakanmu hadiah. Untuk Xiao Lu juga, eh Xiao Nai juga." kata FanFan yang murah hati.
Aku yakin FanFan sekarang sudah menjadi idola keponakan-keponakannya, dia sekarang sudah seperti idola baru. Entah itu Xiao Lu, Xiao Bai, atau bahkan Xiao Nai yang masih bau susu itu, semua anak laki-laki menyukainya. Aku jadi takut FanFan berencana menjadikan mereka sebagai pemain CTF.
*/
Hari keberangkatan kami pun tiba, dengan segala omelan FanFan aku terpaksa hanya membawa sedikit barang. Satu koper untuk dua orang, sungguh hal yang tidak biasa bagiku. Membawa banyak barang saat melancong adalah kebiasaanku, tapi FanFan menghentikan semuanya. Penawarannya sangat masuk akal, jadi aku menurutinya.
"Kita bisa membeli pakaian kalau itu semua masih belum cukup." begitu kata FanFan.
Aku terus saja menguap, baik ketika didalam taksi maupun saat sampai di bandara. FanFan hanya bisa pasrah pundaknya dipakai olehku. Kepalaku terus bersandar ke pundaknya, mungkin dia sudah lelah tapi dia hanya bisa diam tanpa banyak protes. Ini mungkin adalah sebuah pertanggungjawabannya. FanFan memang seorang yang ajaib karena mendapatkan tiket pesawat ditengah-tengah musim mudik imlek, tapi jam penerbangan yang ia dapatkan sangat tidak masuk akal dan melelahkan, kami harus terbang dari Shanghai pukul 00.10 tengah malam. Jadi tepat jam 11 malam kami berangkat dari apartemen ke bandara Pudong. Aku berjanji pada mataku untuk menebus waktu tidurku di pesawat nanti.
Kami akhirnya masuk ke kabin pesawat, pramugari dengan sopan mengarahkan aku dan FanFan ke kabin First Class. Sekarang aku tau kenapa FanFan bisa mendapatkan tiket, itu karena tiket kelas ekonomi dan business class sudah habis. Dan sekali lagi FanFan mengeluarkan uang yang fantastis untukku.
Dengan suara sengau aku bertanya pada FanFan,"Kau menghabiskan berapa Yuan untuk membeli tiket pesawat ini?"
FanFan santai, dia merapikan rambutku yang mulai berantakan. FanFan menyebutkan angka satu persatu,"37569,5 Yuan"
Mataku yang tadinya menolak terbuka langsung terbelalak,"Itu untuk satu orang kan? jadi kalau dua orang?"
Jari-jari pendekku mulai menjumlahkan angka-angka itu, tapi otakku mulai menyerah karena mengantuk. FanFan benar-benar royal.
Aku,"Kau adalah manusia kaya suamiku."
Lamanya penerbangan dari Pudong, Shanghai ke Auckland, New Zealand yang seharusnya memakan waktu 11 jam 30 menit menjadi lebih lama karena kami harus transit di Singapura. Jadi waktu kami selama 18 jam 25 menit habis di pesawat.
Setelah hampir satu hari penuh berada di perjalanan, akhirnya aku dan FanFan pun sampai di Auckland, New Zealand. Tapi sayang, kami tidak bisa menikmati indahnya Auckland, hanya langit bersih bertabur bintang yang menyambut kami. Bagaimana tidak? Kami sampai di Auckland tengah malam, tepatnya pukul 23. 35 malam.
FanFan yang mulai sempoyongan karena mengantuk sudah tidak berdaya lagi. Aku yang sedari tidur hanya bisa mengasuhnya. Sesampainya kami di hotel, FanFan sudah tidak peduli dengan kebersihan dirinya. Secara otomatis tubuh tingginya itu roboh ke tempat tidur, hingga aku harus membuka sepatunya dan menyeka wajahnya dengan handuk basah.
Aku masih mengelap wajahnya,"Kasihan sekali suamiku."
FanFan sudah tertidur seperti orang mati, dia tidak bergerak sama sekali. Bahkan dia tidak peduli jika aku berteriak-teriak, dia hanya akan tertidur seperti beruang yang mulai berhibernasi. Setelah mengasuh bayi besarku ini aku juga mulai bersiap untuk tidur.
*/
Matahari Selandia Baru menyilaukan mata kami yang masih terlelap. Tapi aku tau itu hanya akan merugikan niatan kami untuk berlibur disini, bukankah jutaan Yuan yang FanFan keluarkan akan sayang jikalau hanya dihabiskan dengan tidur.
"FanFan bangunlah, jangan mati. Ayo kita jalan-jalan." kataku.
FanFan bergumam,"Kalau aku mati kau akan jadi janda."
Aku meninggalkan FanFan yang masih ingin tidur, aku pergi ke kamar mandi dan membersihkan badanku. Hari ini adalah hari pertama kami di New Zealand, jadi kami harus benar-benar memanfaatkannya dengan baik.
Saat aku keluar dari kamar mandi, FanFan sudah terjaga. Dia hanya duduk di tepi ranjang dengan mata yang masih tertutup, posenya mirip dengan seorang biksu yang sedang bertapa dan mengumpulkan energi spritual.
__ADS_1
"Cepatlah mandi, kau bau." kataku.
Secara acuh tak acuh FanFan berjalan dan mengabaikanku. Dia masuk ke kamar mandi dengan langkah kaki yang berat.
Ada beberapa hal menarik yang bisa dilakukan saat berada di Auckland, salah satu tempat yang menarik perhatianku adalah Auckland Sky Tower. Tapi FanFan kan takut ketinggian.
Aku bergumam, "Pasti ada tempat lain, jangan disana..."
FanFan tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi yang masih menempel dibandannya,"Kenapa jangan? Memangnya itu dimana?"
Aku menjawab,"Auckland Sky Tower, tapi kau kan takut ketinggian?"
Sungguh aneh memang, FanFan takut ketinggian tapi tidak takut saat berada didalam pesawat. Jawabannya simple, selama FanFan tidak melihat dataran dari atas ketinggian maka ia tidak akan takut.
"Ayo kesana." kata FanFan.
Aku, "Bukankah kau fobia ketinggian?"
FanFan terlihat percaya diri, "Tenang saja."
Dengan cekatan aku langsung mengangguk dan menyetujuinya. Entah kejutan apalagi yang FanFan persiapkan untukku, tapi tidak biasanya dia berani ke tempat-tempat yang menawarkan wisata ekstrim yang berhubungan dengan ketinggian.
Dengan gembira aku keluar dari kamar hotel dan menunggu FanFan di lobi. Dari dalam lift FanFan muncul, dia tampak sangat modis saat ini.
FanFan tiba-tiba datang dan merusak mood bahagiaku, "Jangan terlalu bersemangat, kau harus ingat kenapa kita datang kesini."
Aku,"…"
Tentu saja aku ingat, niat awal aku dan FanFan datang karena ingin berbulan madu. Tapi surgawi yang diberikan oleh New Zealand membuatku sedikit lupa akan hal itu, tapi FanFan sudah mengingatkannya bahkan sebelum aku memulai liburan ini.
Aku mencela, "Bukankah awalnya kau yang tidak bersemangat, kenapa malah sekarang terbalik?"
FanFan,"Dasar bodoh, mana mungkin aku tidak bersemangat. Kau sendiri yang melabeliku dengan sebutan 'hewan buas'"
Aku sedikit menyusut mendengar ucapan FanFan yang terdengar sedikit menyeramkan itu.
FanFan kembali melanjutkan ucapannya,"Apa kau mau hewan buas ini memangsamu sekarang?"
Aku segera meredakan gejolak amarahnya,"Eh, suamiku yang baik hati, hari ini mari bersenang-senang diluar, jadilah anjing manis dan temani aku jalan-jalan."
Dengan wajah yang nyaris suram itu FanFan berjalan dan menarikku pergi. Kami pun pergi dari hotel menuju Auckland Sky tower.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan VOTE yah
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
__ADS_1
Mohon Dukungannya.
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰