Love Me Now

Love Me Now
Child


__ADS_3

💮Sebelum baca, jangan lupa Like dan vote dulu yah, XieXie💮


*/


Pintu terbuka dan aku melihat ruangan apartemen kami penuh dengan bunga mawar merah. Sangat penuh sampai-sampai ikan koi gendut yang ada didalam akuarium tertutupi. Dengan berhati-hati aku berjalan masuk, melewati beberapa lilin yang menyala di atas lantai.


Tiba-tiba sosok laki-laki yang kini aku panggil 'suami' itu muncul dari balik pintu kamar dengan bucket bunga mawar ditangannya.



FanFan berjalan mendekat dan menyodorkan bucket bunga itu padaku. Bukan mengambilnya aku malah memukul FanFan dengan tasku.


"Kau, kau, kau jangan pernah membodohiku dengan kebohongan seperti tadi. Kau hampir membuatku mati karena terlalu mengkhawatirkanmu." kataku.


FanFan menyalakan lampu, seketika ruangan yang mulanya hanya diterangi oleh cahaya lilin yang redup berubah menjadi terang benderang.


Dengan bucket bunga yang masih dipegangnya itu FanFan berjalan mendekat padaku, "Maafkan aku, aku hanya ingin membuat kejutan untukmu."


Aku menghela nafas dan kembali menatapnya. Tatapan iba FanFan itu benar-benar kutukan untukku. Hanya dengan senyuman manis yang terpancar dari bibirnya itu aku menjadi seorang pemaaf.


FanFan meletakkan bunga bucket bunga mawar yang sedari tadi digenggamnya itu, seketika dia meregangkan tangannya seolah-seolah menyuruhku untuk masuk ke dalam lengannya itu "Kau sudah tidak marah kan? Nah, kemarilah."


Aku masih tidak bergeming, aku menyilangkan kedua lenganku sambil menyahut "Huh". Maka FanFan lah yang berjalan mendekat padaku, dia melingkarkan lengan panjangnya padaku dan memelukku dengan erat.


"Baiklah, aku kalah." katanya.


Aku segera memerintah padanya, "Kau harus membereskan semua kekacuan ini sendiri."


Dan akhirnya malam itu kami berakhir dengan bersih-bersih. Ratusan bunga mawar yang dibawa FanFan ini membuat kami harus bekerja keras. Tidak peduli berapa kali aku memungut tangkai-tangkai bunga yang cantik ini, mereka tetap masih berserakan.



Aku mulai mendidih, "Wakil Direktur, kau memang romantis dan penuh kejutan. Tapi lihatlah, sebenarnya kau itu dokter atau tukang bunga sih? Kenapa ada banyak sekali bunga mawar yang kau beli? Ada berapa tangkai?"


FanFan tertawa sinis, "Jangan memujiku kalau pada akhirnya kau hanya ingin memarahiku."


Tangannya masih penuh dengan bunga mawar yang ia pungut dari lantai, FanFan melanjutkan "Ada 200 tangkai."


Aku, "…."


Itu memang simbol angka yang romantis, tapi rasanya sudah cukup tempo hari dia memberiku bucket bunga raksasa berisi 520 tangkai bunga. Dan sekarang dia kembali memberiku 200 tangkai.


(200 adalah simbol angka atau bahasa slang/bahasa gaul yang dipakai oleh remaja China atau Taiwan. 200 memiliki arti "Ai Ni O" atau "Aku mencintaimu Loh")


*/


Hari ini FanFan dan aku kembali bekerja di rumah sakit. Hari ini juga Xiao Bai akan tinggal bersama kami, Xiao Lu dan Xiao Nai sudah kembali ke Beijing kemarin. Kami akan menjemput Wubai sepulang kerja nanti.


Sepulang kerja aku dan FanFan sudah berada di rumah ayah dan ibu. Wubai keluar dari kamarnya dengan koper kecilnya, tak lupa beberapa kardus mainannya juga.



Sementara bocah kecil ini menunggu di angkut, dia masih sibuk dengan ponselnya.


"Eh jangan main game terus, kau akan merusak matamu." kataku.


"Bibi juga sama." Xiao Bai acuh tak acuh.


FanFan tertawa geli, "Kau menuai apa yang kau tanam."


Dengan gesit FanFan mengankut semua barang-barang mungil itu ke dalam mobilnya. Menyiapkan tempat duduk anak yang baru dibelinya untuk Xiao Bai.


"Paman FanFan, aku sudah 6 tahun. Aku bisa duduk di kursi penumpang." Xiao Bai mencibir.

__ADS_1


FanFan dengan tenang langsung menggendong bocah 6 tahun itu dan menempatkanya di kursi khusus anak yang baru dibelinya itu.


"Kau bocah jangan melawan orangtua." kata FanFan.


Xiao Bai mendengus,"Ya, ya, ya asalkan paman membelikanku burger."


FanFan,"Baiklah."


Setelah berpamitan pada ayah dan ibuku kami langsung mengangkut bocah itu dan membawanya ke apartemen baru kami. Tidak ada penolakan sama sekali dalam diri Xiao Bai, dia sudah seperti bunglon. Dia menyesuaikan dirinya begitu dia sampai di apartemen kami, melihat sekilas ruangan yang masih agak asing untuknya itu.


"Kenapa? Apa kau bingung? Bukankah kau pernah berlarian disini bersama Xiao Lu?" Kataku.



"Bibi, kau galak sekali. Aku dan Lu gege hanya sedikit berolahraga dan itu bukan berlarian." kata Xiao Bai.


Aku mencubit pipi gemuknya,"Kau kenapa bisa sangat mirip ayahmu?"


FanFan menyiapkan kamar Xiao Bai dengan telaten, dia menata semua baju Xiao Bai dan memasukkannya ke dalam lemari. Beberapa box yang berisi mainan bocah 6 tahun itu juga telah tersusun rapi.


"FanFan kau pasti lelah, lebih baik kau istirahat. Aku yang akan mengasuh anak ini." kataku.


"Tidak apa-apa, aku juga mau mengasuhnya." kata FanFan.


Aku memperhatikan kedua orang ini, sekilas mereka tampak kompak. Yang satu memberi arahan dan yang satunya menjerit karena merasakan keseruan. Ini tampak tak asing, dulu Dery gege dan FanFan pernah melakukan hal semacam ini ketika mereka masih muda. Dan sekarang itu menurun pada Xiao Bai, aku jadi khawatir pada masa depan anak ini.


"Kau mengajarinya bermain game yah?" Tanyaku pada FanFan.


FanFan dengan bangga berbicara "Bukan game, ini adalah E-sport. Kau tau kan CTF? Ini akan melatih kecepatan tangan anak dan pola pikirnya."


Aku, "Benarkah?"


Aku sama sekali tidak mengerti apa yang FanFan katakan tadi. Aku tidak tau apa itu E-sport atau CTF, yang aku tau itu adalah sebuah game yang digemari oleh kaum laki-laki. CTF yang dibangga-banggakan oleh FanFan itu juga ada dalam novel favoritku, tapi aku tidak terlalu tertarik. Karena aku hanya tertarik pada hal-hal romantisnya saja.


CTF/Capture The Flag : Sebuah kompetisi dibidang keamanan informasi)


FanFan melanjutkan, "Maka dari itu Nyonya Liu, kau juga harus membaca detail setiap novel yang kau baca. Jangan hanya melihat adegan romantisnya saja."


Xiao Bai tertawa menyindir, "Bibi memang kuno."


Aku,"…"


Aku berdiri dan pergi meninggalkan kedua spesies sejenis itu untuk menikmati waktunya. Waktu belumlah cukup malam, tapi aku harus mengingatkan mereka tentang jam tidur. Terutama untuk Xiao Bai yang masih ingusan itu.


"Kau harus tidur sebelum jam 9 Nak." kataku.


Xiao Bai acuh tak acuh,"Bibi marah ketika aku memanggil bibi 'mama', dan sekarang bibi memanggilku 'nak' "


Aku membela diri,"Eh, kapan aku marah? Nainai yang menyuruhmu untuk memanggilku dengan sebutan 'mama'"


FanFan segera menjadi hakim, melerai pertikaian mulut antara aku dan bocah kecil itu. Kenapa jadi seperti ini? Bocah ini rupanya sudah pintar bicara, kapasitas otaknya bahkan sudah melampaui batas pemikiran anak seusianya. Tak heran, dia adalah putra Hendery Wong yang juga terkenal jenius.


FanFan membelai rambut Xiao Bai, "Sudahlah, Xiao Xi kau sebaiknya tidur duluan. Aku yang akan mengasuh anak ini."


"Aku menyerahkannya padamu." kataku.


Aku masih terjaga, dengan mata yang hampir tertutup karena menahan kantuk aku menunggu FanFan. Selang beberapa saat pintu kamar terbuka, FanFan masuk tanpa membuat suara.


"Jam berapa sekarang?" Tanyaku.


"Jam 11 malam." kata FanFan.


"Apa?! Xiao Bai baru tidur?" tanyaku lagi.

__ADS_1


FanFan mendekat dan menaikkan badannya ke atas tempat tidur. Dia kemudian berbaring tanpa menjawab pertanyaanku.


"Eh..." kataku sambil mencubit perutnya.


"Ah." FanFan menahan sakit.


"Berbaringlah dulu, matikan lampu dan pejamkan matamu. Maka aku akan menjawabmu." kata FanFan.


Apa menjawab pertanyaan simpel yang aku ajukan harus sampai begini. Jangan-jangan FanFan akan menindasku lagi? Tapi untuk saat inu aku terlalu letih untuk melawannya. Jadi ku matikan lampu dan berbaring. Tanpa memejamkan mataku, aku mulai berbalik ke arah FanFan.


Benarkan apa aku bilang? FanFan hanya ingin mengambil keuntangan dariku. Kaki dan lengan panjangnya sudah menguasaiku, mengunciku hingga aku tidak bisa bergerak.


"Sudah aku duga." kataku.


"Apanya yang sudah kau duga?" FanFan menjawab.


"Kau hanya ingin menindasku kan?" Kataku.


FanFan berbisik,"Tidak, alergi Xiao Bai tadi kambuh. Jadi aku memeriksanya sebentar, dia sepertinya tidak bisa tidur."


Aku kaget, "Apa?!"


Aku meronta-ronta untuk lepas dari pelukan FanFan, tapi FanFan menahanku dan akhirnya aku tidak berhasil.


FanFan,"Inilah alasannya aku memelukmu. Aku tau kau akan melompat ke kamar Xiao Bai begitu mendengar jawabanku ini."


Aku kembali melawan,"Kalau begitu lepaskan aku, biarkan aku melihatnya."


FanFan tidak bergeming, pelukannya semakin kuat, "Kalau kau kesana dia akan bangun lagi. Kau tenang saja, aku berpengalaman dalam hal ini. Kau lihatkan? Xiao Bai bahkan tidak bersin-bersin."


Aku merasa sedikit tenang mendengar ucapan FanFan itu. Benar katanya, Xiao Bai bahkan tidak bersin-bersin. Itu karena FanFan telah mengobatinya. Aku rasa penyebab Wubai kambuh ini gara-gara debu, tapi kata FanFan bukan.


"Aku melihat beberapa helai bulu anjing di bajunya tadi. Aku yakin dia bermain dengan anjing sebelum datang kemari." kata FanFan.


Aku mendengus, "Anak itu.."


FanFan kembali menarikku lebih dekat dengannya, meraih kepalaku dan membelai rambutku, "Sudahlah, dia sudah baikan. Jangan terlalu galak padanya, aku bahkan bisa mengasuhnya lebih baik. Kami sesama laki-laki mempunyai ikatan batin."


Aku,"Yah terserah kau saja."


Bagaimana mungkin aku menyebut diriku ibu baptis Xiao Bai? Aku bahkan tidak tau kenapa alerginya bisa kambuh. Tidak, tidak, bukan hanya itu, aku bahkan tidak tau kalau alerginya kambuh. Tapi FanFan yang baru mengenalnya dan langsung menyadarinya, dia bahkan mengasuh Xiao Bai sangat baik. Aku yakin dimasa depan kelak, FanFan akan menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita. Dia begitu lembut dan perhatian.


"FanFan?"


"Hmm? Apa?" Tanya FanFan


"Xiexie, kau sudah baik padaku dan Xiao Bai." kataku.


FanFan mengalihkan pembicaraan, "Apa kau tidak mengantuk? Tidurlah kalau kau mengantuk atau kita akan melakukan hal lain."


Mendengar dia mengatakan "melakukan hal lain" membuatku sedikit bergidik. Dasar laki-laki, mereka adalah hewan buas.


Aku spontan menjawab,"Hehehe aku mengantuk, aku sangat mengantuk. Lebih baik kita tidur saja, melakukan hal lainnya lain kali saja."


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan VOTE yah


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢


Mohon Dukungannya.

__ADS_1


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰


__ADS_2