Love Me Now

Love Me Now
Stupid


__ADS_3

*Beijing United Family Hospital*



Keesokan harinya.


Setelah follow up pasien dan morning report aku mengecek ponselku untuk melihat notifikasi. 3 panggilan tak terjawab dari Dery gē, aku kira dari FanFan. Dia benar-benar tidak menelponku.


Aku benar-benar kesal pada FanFan dia bahkan tidak menelponku atau mengirimiku pesan,padahal aku sudah menunggunya. Aku bahkan tidak bisa fokus dengan pekerjaanku karena memikirkan FanFan. Aku tidak tau dia kemana,sejak semalam aku tidak pernah melihatnya lagi. Tugasnya berbeda bagian denganku, saat aku di IGD dia akan berjaga di bangsal. Tapi hari ini aku juga belum melihatnya


"Crystal, aku duluan yah. Sampai ketemu besok pagi yah" seru dr. Zhang yang pergi meninggalkanku di IGD


*/


Pukul 11 siang ⏰.


Aku benar-benar penasaran kemana FanFan pergi, hari ini aku belum melihatnya. Dia tidak ke IGD dan tidak ada pemberitahuan di WeChatku. Lamunanku seketika buyar, ketika perawat berteriak...


"dokter Crystal, ada pasien yang baru datang,seorang mahasiswa berusia 20 tahun keracunan makanan" seru Suster


Karena tidak ada dokter aku pun membantu pasien itu. Coass pengganti shift juga belum datang, karena hanya aku yang berjaga, maka aku pun tinggal di IGD. Aku sudah menghubungi rekan coass ku,tapi katanya dia terjebak macet, dan akan terlambat sampai di Rumah Sakit.


Setelah dua coass lain datang, aku pergi ke ruang staff untuk istirahat sebentar. Aku bahkan tidak tidur semalaman karena IGD yang sibuk.


*/


1 jam kemudian.


Alarm ku berbunyi, tidur yang begitu singkat, dengan mata yang masih mengantuk aku mencari ponselku dan melihat FanFan di depanku. Dengan kedua tanggannya menempel di sofa, matanya menatapku dengan.



"Kenapa kau melihatku begitu?"



"Aku tidak mau membangunkanmu" jawab FanFan


Aku lupa kalau aku sedang marah padanya. Dengan polosnya, aku malah bicara padanya. Aku bangun dari sofa tempatku tidur dan bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku.


Setelah mencuci wajahku, aku keluar dan melihat FanFan berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Kau marah yah padaku? " tanya FanFan.


Aku diam dan tidak merespon ucapannya, dia terus bertanya dan aku mengabaikannya. Aku membuka lokerku untuk mencari cream wajahku, tapi aku tidak menemukannya. Aku membongkar seluruh isi tasku, tapi tidak juga menemukannya. Sampai akhirnya FanFan bicara..



"Kau mencari ini?" tanya FanFan sambil memperlihatkan cream wajah yang aku cari dengan wajahnya yang menyebalkan.


"Berikan padaku" kataku.


"Memohonlah padaku" katanya.


Aku berusaha menggapai cream wajah yang di pegang FanFan, dia sengaja meninggikan tangannya agar aku tidak bisa menggapainya. Dia bermaksud bercanda denganku, tapi itu hanya membuatku semakin kesal.


Aku pun meninggalkan FanFan dan keluar dari ruangan staff,dia masih saja tidak mengerti kenapa aku marah padanya. Anehnya dia masih mempermainkanku. Awalnya aku ingin berbaikan kalau dia meminta maaf padaku,tapi dia malah bercanda seolah tidak terjadi apa-apa.


Aku berjalan-jalan di sekitar bangsal untuk melihat-lihat pasien dan FanFan tiba-tiba memanggilku.

__ADS_1


" Dokter Crystal, ikut aku" ujar FanFan


"Kau mau apa?" tanyaku


Tanpa menjawab pertanyaanku,FanFan langsung menarik tanganku. Aku berjalan mengikuti FanFan dengan tanganku yang masih di tariknya.


"Kau bisa tidak melepaskan tanganmu?" teriakku


"Kau kenapa marah padaku?" tanya FanFan.



"Ini Rumah Sakit, berhenti bertanya soal itu" balasku


*/


Setelah berganti pakaian aku pun bersiap pulang,aku harus pulang dan berisitirahat di rumah. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aku berjalan keluar rumah sakit menuju halte bus, tapi tiba-tiba FanFan datang dengan mengendarai mobil Dery gē.



"Ayo naik" ujar FanFan


"Aku akan naik bus saja" balasku


FanFan masih tidak mau menyingkir dan membuat mobil dibelakangnya kesal. Dengan terpaksa aku pun masuk mobil. Di dalam mobil aku diam dan memilih tidur, aku menghindari percakapan dengan FanFan, karena aku masih kesal padanya.


*/


*Apartemen*


Suara Seseorang yang mengetuk pintu kamarku membuatku terbangun. Aku pun bangkit dan membukankan pintu,aku melihat FanFan berdiri di depan pintu kamarku.


"Kenapa?" tanyaku.


Aku diam mendengar pertanyaanya,aku menutup pintu kamarku dan FanFan menghalanginya dengan tangannya hingga akhirnya tangannya terjepit pintu. Aku melihat tangannya yang memerah memerah.


"Aish, kemarilah"


FanFan masuk ke kamarku dan duduk di ranjangku,aku ingin mengobati tangannya.


"Aku melihat WeChat dokter Chen di ponselmu kemarin,dia mengajakmu maka, aku keluar dari mobil karena aku marah. Untuk apa dia berterima kasih? kau kan juniornya. Dan kau, kau sama sekali tidak mengejarku saat aku keluar dari mobil, dan lagi aku menunggu telpon dan wechat mu tapi tidak ada kabar. Bahkan sampai pagi kau tidak menghubungiku, aku tidak tau pagi ini kau kemana saja. Apa kau paham sekarang kenapa aku marah padamu FanFan?" Ujarku pada FanFan sambil berusaha menahan air mataku.


Aku melapiaskan kekesalanku dan amarahku,aku bukanlah orang yang akan memendam segalanya dalam waktu lama,aku bicara terus terang padanya agar dia tau,kalau aku tidak mau kehilangan dia.


Perlahan FanFan mendekat padaku dan memelukku


"Maafkan aku, aku sama sekali tidak tau. Aku bahkan tidak mengecek WeChat dari dokter Chen, aku tidak tau dia mengirimiku pesan seperti itu. Dan juga ponsel rusak, aku meminjam hp Dery gē untuk menelponmu. Tapi kau tidak angkat, dari tadi malam hingga tadi pagi aku membantu Dery gē" balas FanFan


Aku teringat,tadi pagi aku melihat hpku dan melihat panggilan tak terjawab dari Dery gē.


"Jadi kau yang menelpon tadi pagi?" tanyaku pada FanFan


FanFan mengangguk menjawab pertanyaanku itu. Aku rasa aku sudah berpikiran yang tidak-tidak padanya. Aku mengabaikannya tanpa mau mendengar alasannya. Aku jadi merasa bersalah karena sudah mendiamkannya dari tadi malam.


" FanFan, maafkan aku yah?" kataku


"Entahlah, kau dari tadi mendiamkan aku tanpa mau dengar penjelasanku" katanya


FanFan bangkit lalu pergi dari kamarku, aku mengikutinya dan terus menggodanya. Dia tampak seperti akan balas dendam padaku. Dengan sikap angkuhnya, dia terus mengabaikanku. Sementara aku terus meminta maaf sambil terus mengikutinya seperti anak anjing yang meminta makanan pada majikannya.

__ADS_1


Dia masuk ke kamarnya dan aku masih mengikutinya, dia terlihat mengambil handuk dari kamarnya lalu keluar kamar. Seketika aku berhenti mengikutinya.


"Kau mau masih masuk dan mengikutiku?" tanya FanFan


Sementara FanFan berada di dalam kamar mandi, aku menunggunya di depan pintu kamar mandi sampai akhirnya dia pun keluar.


"Aku akan mengikutimu terus sampai kau mau memaafkanku"


FanFan membaca buku sambil bersandar di sandaran tempat tidurnya. Aku duduk di sampingnya sambil terus menatapnya. Aku tau dia tidak benar-benar marah, dia hanya ingin menggodaku saja. FanFan yang masih saja asyik membaca bukunya, karena tidak tahan di abaikan, aku pun mengambil buku yang dibacanya.


"Berikan padaku!" ujar FanFan


"Ambil sendiri" ujarku


"Kau jangan menyesal yah" katanya


FanFan mendekat padaku dan menggapai buku yang aku pegang, lalu tiba-tiba dia menarikku hingga terjatuh di ranjangnya dengan FanFan yang berada di atas tubuhku dengan tangannya memegang tanganku.


"Kau jangan mengujiku terus Xiao Xi, aku tidak tau sampai kapan aku akan terus bersikap sopan padamu" ujar FanFan yang sedang menatapku.


Aku benar-benar tidak tau harus melakukan apa,aku merasa canggung di saat seperti ini. Jantungku berdegup kencang saat FanFan menatapku.


"Hik..Hik..Hik.."


Aku cegukan saat merasa nerveous seperti ini, aku tidak biasanya cegukan kecuali saat benar-benar gugup, bahkan saat Presentasi case.


"Kau cegukan, kau gugup yah?" tanya FanFan


"Siapa yang gugup?hik..hik.." balasku sambil berusaha menahan cegukanku ini.


"Jadi kau tidak gugup?" tanya FanFan sambil menelengkan kepalanya.


FanFan mendekatkan wajahnya padaku dan aku menutup mataku dan tiba-tiba.


"Apa yang kau lakukan?" tanyaku


"Kau kan cegukan, tahan nafasmu sebentar supaya kau tidak cegukan, kenapa kau malah menutup mata? apa yang sedang kau pikirkan? "ujar FanFan yang menyumbat hidungku dengan tangannya.


Aku benar-benar malu. Aku kira dia akan menciumku,aku pun mendorongnya dengan keras hingga ia terhempas.


"Apa kau pegulat wanita?" tanya FanFan


FanFan tiba-tiba bangun dari duduknya dan duduk di bawahku sambil memegang tanganku.


"Xiao Xi Kau tenang saja,aku aku tidak akan melampaui batas. Aku masih bisa menahannya selama kau tidak mengujiku terus,aku akan terus bersikap sopan padamu,aku juga tidak akan melakukannya tanpa seizinmu" ujar FanFan


FanFan mendekat dan memelukku.



"Bodoh, kenapa aku bisa menyukaimu?" ledek FanFan sambil memelukku.


Aku senang bisa berbaikan dengan FanFan,aku juga tidak suka berlama-lama mengabaikannya. Aku merasa kesepian saat aku mendiamkannya,aku kasihan padanya saat dia mengejar-ngejarku, aku tidak tega saat aku mendiamkannya. Aku menyakati hatiku sendiri saat melihat FanFan seperti itu.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya.


__ADS_2