
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.Hari-hariku menjalani coass adalah sebuah pengalaman yang benar-benar tidak akan pernah aku lupakan. Aku berhadapan dengan berbagai macam pasien,dari pasien yang mudah di atur sampai pasien yang sangat sulit untuk di ajak kerja sama.
Dulunya aku mengeluh karena harus jaga malam, dan jarang berisitirahat. Tapi sekarang aku sudah terbiasa dan menikmati proses.
Dan hubunganku bersama FanFan masih sama, yang membedakan adalah waktu kami berdua yang sedikit tersita karena terlalu sibuk. Kami tidak sempat berkencan atau menghabiskan waktu berdua. Waktu kami berduaan itu hanya saat di rumah. Dan lagi, di masa inilah cobaan hubungan kami di mulai, di tahap ini,aku mulai mengenal apa itu cemburu.
*Beijing United Family Hospital*
"Crystal, kau sudah memeriksa pasien di bangsal ?"tanya dr.Zhang
"Aku sudah memeriksanya" kataku
Setelah berkeliling dan memeriksa keadaan pasien aku dan dr.Zhang pun duduk dan mengobrol di nurses' station, kami harus tetap terjaga sampai besok.
Sejujurnya jaga malam itu susah banget,udara malam yang dingin membuatku mengantuk dan ingin tidur. Jaga IGD itu yang paling berat, kenapa? karena biar pun kami ngantuk dan lelah tapi kalau ada pasien kami harus tetap tersenyum, ramah dan melayani sepenuh hati, jantung, dan limpa.
"ponselmu, berdering tuh" seru dr. Zhang
"Ah iya"
Aku melihat hpku dan melihat kakakku menelpon.
"Kenapa kau menelponku gē?"
"Tolong kau ambilkan laporanku di lokerku yah, bawa besok saat kau pulang. Passwordnya tanggal lahirku okay" katanya di telpon dengan nada terburu-buru.
Belum sempat aku menjawab dan mengiyakan permintaannya, dia sudah menutup telponnya.
"Kebiasan sekali"
"Siapa yang nelpon? kok kau terlihat jengkel?" tanya dr.Zhang
"Ah kakakku, eh maksudku dr. Hendery" jawabku
"Kenapa dia menelponmu?"
"Aku harus mengambilkan laporannya di
loker, kalau begitu aku tinggal sebentar yah dr.zhang"
Aku pun pergi ke ruangan staff untuk mengambil laporan kakakku, tiba-tiba perawat datang dan memanggilku.
"dr.Crystal ada pasien darurat datang di IGD, dr.Zhang membutuhkanmu…" seru perawat itu
Aku pun berlari menuju IGD untuk membantu dr.Zhang. Sesampainya di IGD aku melihat seorang pria yang terluka parah karena kecelakaan mobil.
Kebetulan di malam itu hanya aku dan dr.Zhang yang berjaga malam, kami benar-benar bingung. Dokter Yu Tang tidak bertugas karena sakit, sementara aku hanya seorang coass dan dr.Zhang hanya dokter residen, dr.Zhang pun menyuruhku menelpon kakakku. Aku menelpon Dery gē,dan menyuruhnya cepat datang ke Rumah Sakit.
"Apa katanya?" tanya dr.Zhang
"Dia menyuruh kita menyiapkan proses Ligation" ujarku
(Ligation/ligasi pembuluh darah;prosedur untuk mengehentikan pendarahan)
Tak lama berselang, kakakku pun tiba…
"Apa persiapannya sudah selesai?" tanya Dery gē
"iya"
"Kalau begitu bawa pasiennya ke OR (Operating Room)"
"Tapi siapa yang akan mengoperasinya?" tanya dr.Zhang
"Aku sudah menelpon Profesor Chen,ayo kita bergegas" jawab Dery gē
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Dery gē berdering,Profesor Chen menelponnya dan mengatakan kalau dia akan sangat terlambat karena ada hambatan di jalan. Sementara tanda vital pasien semakin menurun karena kehilangan banyak darah. Profesor Chen pun mengambil keputusan agar kakakku yang menggantikannya mengoperasi pasien itu. Dengan berani Dery gē mengiyakan permintaan Profesor Chen.
Dery gē dan dr.Zhang pun pergi ke ruang operasi,sementara aku berjaga di IGD. Untuk pertama kalinya aku melihat kakakku begitu serius, dia yang biasanya suka bercanda tiba-tiba menjadi serius. Dan aku bangga padanya.
Tak lama berselang Profesor Chen pun datang.
"Profesor Chen"sapaku
"Oh Crystal,bagaimana?" tanya Profesor Chen
"mereka sudah masuk OR" kataku
Profesor Chen pun pergi ke OR untuk melihat situasi disana. Telponku tiba-tiba berdering. Siapa yang menelpon tengah malam begini?. Aku melihat layar Hpku dan melihat Nama FanFan. FanFan yang sedang bertugas di bangsal tiba-tiba menelponku. Berjaga di bangsal tidak separah berjaga di IGD, coass yang berjaga di bangsal sedikit lebih santai ketimbang yang berjaga di IGD.
"Kau kenapa menelpon tengah malam begini? kau tidak tidur?" tanyaku
"Oo,aku tidur kok, aku hanya ingin tau bagaimana keadaanmu? kau ngantuk tidak?" tanya FanFan dengan suara yang terdengar lesu.
"Aku baik-baik saja kok, kau tidur saja yah? kau masih ngantuk kelihatannya" ujarku
*/
Jam menunjukkan pukul 02.00 malam, aku yang mulai mengantuk masih memaksakan mataku untuk terbuka, beruntung ada seorang perawat yang menemaniku mengobrol. Kalau tidak, aku pasti sudah tertidur dari tadi.
2 jam kemudian, pasien yang di operasi oleh Dery gē pun keluar.
"Bawa dia ke ruangan PACU" ujar Dery gē
(Post-Anesthesia Care Unit/ unit rumah sakit di mana pasien yang baru menjalani operasi akan dipantau selagi efek obat bius menghilang)
Melihat ekspresi kakakku yang berseri-seri itu, aku bisa menyimpulkan kalau operasinya berhasil. Dan ini adalah operasi pertamanya. Profesor Chen dan dr.Zhang pun datang,mereka memberi selamat pada kakakku itu.
"Selamar atas operasi pertamamu " ujar Profesor Chen
Setelah berganti baju kakakku pun bergegas pulang, jam menunjukkan pukul 4 pagi. Dia ingin pulang dan berisitirahat sebentar.
"Kau harus membelikanku sesuatu gē, aku juga senang operasi pertamamu sukses" kataku
Setelah menyelesaikan operasi, Dery gē pun pulang, dr.Zhang datang menghampiriku.
"dr.Hendery sudah pulang?" tanya dokter Zhang
Aku mengangguk menjawab pertanyaannya.
"Kau akrab sekali sekali dengan kakakmu yah?"
Melihat dokter Zhang yang mulau bertanya-tanya padaku,aku mulai merasakan aura aneh lagi. Insting reporternya kambuh.
"Tentu saja kami akrab, dia kan kakakku"balasku
"Kalau begitu,apa dia sudah punya pacar?" tanya dr.Zhang
Benar apa ataku, dia mulai menggali informasi tentang kakakku,waktu itu dia bertanya tentang FanFan dan sekarang dia bertanya tentang kakakku. Aku heran kenapa dia bisa menjadi dokter, padahal kemampuannya dalam menggali informasi sangatlah luar biasa.
"Eh, kau kenapa melamun, kau belum jawab pertanyaanku"
"Aku tidak tau dokter" balasku
Aku tidak mau membeberkan privasi kakakku pada dr.Zhang yang kepo. Sejujurnya, aku memang tidak tau apakah kakakku sudah punya pacar atau tidak.
Aku pergi meninggalkan dr.Zhang yang masih duduk di nurses' station, aku akan pergi mengecek kondisi pasien. Lebih baik seperti ini, ketimbang aku harus menjadi narasumber dr. Zhang.
*/
"Aku istirahat sebentar deh"
Setelah menyelesaikan laporan,aku memasang alarm dan tidur sebentar. Bukan tidur di rumah atau di ranjang, tapi tidur di nurses' station.
__ADS_1
Setelah istirahat kurang lebih setengah jam,
Pagi harinya aku harus follow up pasien, aku harus tanya-tanya ke pasien bagaimana kondisi mereka apakah sudah membaik atau ada keFanFan lain, lalu lakukan pemeriksaan fisik, kemudian tulis di status pasien. Aku juga harus melaporkan perkembangan pasien pada konsulen (dokter yang menjadi pembimbing koas).
*/
Pukul 07.00 ⏰
"Crystal, aku pulang duluan yah. Capek banget nih, kau juga harus pulang" ujar dokter Zhang
"Kau sudah bekerja keras dr.Zhang" kataku sembari membungkuk 90° ke arahnya.
Aku menunggu coass yang akan menggantikan shiftku hari ini. Setelah coass lain tiba, aku berganti baju dan bersiap pulang. Tidak lupa aku membawa laporan yang Dery gē suruh bawa.
FanFan bilang akan menungguku di lobi rumah sakit.
Dengan mata yang mengantuk aku berjalan keluar untuk menemui FanFan. Tapi sesampainya di lobi, aku tidak melihatnya. Aku keluar dari lobi dan mencarinya di luar.
"Dia dimana?"
"Apa kau mau tidur di situ? ayo masuk" teriak FanFan dari dalam mobil sport berwarna kuning.
"FanFan, kau dapat mobil dari mana?" Tanyaku
"Ini mobil Yang gē, dia sedang bertugas dan aku meminta kunci mobilnya" ujar FanFan
Aku pun masuk ke mobil, FanFan sepertinya tidak terlalu lelah. Dia masih mengoceh saja di mobil. Aku benar-benar tidak bisa mendengar apa yang di katakan FanFan, aku terlalu mengantuk dan kelelahan.
"FanFan, bangunkan aku ketika sampai yah.."pintaku pada FanFan yang sedang menyetir mobil.
"Baiklah"
Aku benar-benar tertidur di mobil, aku tidak ingat apa-apa,aku tidak mendengar FanFan membangunkanku.
Ketika terbangun dan membuka mataku,aku sudah berada di kamarku.
Seseorang mengetuk pintu kamarku, dengan suara serak karena belum sepenuhnya tersadar, aku menyuruhnya masuk ke kamarku. FanFan masuk ke kamarku dengan membawa segelas susu kedelai kesukaanku.
"Apa aku tidur sambil berjalan lagi?" tanyaku
"Aku yang menggendongmu,aku tidak tega membangunkanmu, kau pasti lelah" balas FanFan
"Aaa..kau manis sekali" ujarku sambil bersandar di bahu pacarku
"Ini" FanFan memberikan segelas susu yang ia bawa tadi
"Kau tidur saja lagi, aku juga akan beristirahat. Dery gē sepertinya masih harus ke rumah sakit" ujar FanFan
Aku pun kembali berbaring di ranjangku,FanFan menyelimuti dan mencium keningku.
"Morning kiss" bisik FanFan seraya memberiku kecupan.
Dengan mata tertutup aku tersenyum, aku bisa mendengar suara FanFan menutup pintu. FanFan itu bagaikan obat bagiku, obat yang dikirim Tuhan untukku.
♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan Rate star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍
__ADS_1
Mohon Dukungannya.