
Aku meraih ponselku dan menjawab telpon dari FanFan, "Kau kenapa menelponku?"
Suaranya berat,"Aku butuh bantuanmu"
Aku mendengarkan perkataan FanFan ditelpon. Dia memintaku untuk menemaninya ke pesta perayaan hari jadi Peking Hospital yang ke 20 tahun besok. Jadi benar yang ia ucapkan, bodohnya aku mengira FanFan sengaja mengikutiku ke Beijing.
"Apa harus membawa pasangan?" Tanyaku
FanFan ditelpon, "Bukankah memalukan kalau seorang wakil direktur yang tampan dan jenius sepertiku datang sendirian ke pesta. Setidaknya kau harus membayarku karena aku sudah mengantarmu tadi"
Aku,"..."
Aku diam mendengar celotehannya itu. Pikirku FanFan yang dulu telah kembali, bahkan lebih menyebalkan dari dulu. Dia akan tetap narsis dan percaya diri, memuja dirinya melebihi apapun.
Aku menjawab," Apa aku memintamu untuk mengantarku? Hah?"
"Sampai ketemu besok. Aku akan menjemputmu" katanya
Telpon terputus, FanFan mematikan telponnya bahkan sebelum aku mengiyakan permintaannya itu. Sungguh menyebalkan sekali.
*/
Keesokan harinya…
Entah kenapa hati dan otakku selalu tak sejalan, otakku menyuruhku untuk jangan pergi bersama FanFan. Tapi hatiku menguasai tubuhku dan secara otomatis aku tiba-tiba siap pergi untuk bertemu dengannya.
Aku melangkah keluar kamar, "Saozi, aku pergi dulu yah. Ada sesuatu yang harus aku urus"
Tanpa banyak bertanya, kakak iparku menjawab, "Oh, hati-hati"
Hari ini FanFan akan menjemputku di apartemen, maka aku pun menunggunya. Tak lama berselang FanFan datang dengan mobil CRV putih yang ia gunakan untuk mengantarkan aku dengan Xiao Bai.
"Naiklah" katanya dari dalam mobil.
Tanpa banyak bertanya aku pun naik ke mobilnya. Di dalam mobil kami hanya diam tanpa ada topik pembicaraan. Hingga akhirnya FanFan menghentikan mobilnya di depan butik mewah yang menjual banyak gaun. Awalnya aku berpikir dia akan mengambil barang, tapi dia juga menyuruhku turun.
Di depan butik yang terlihat begitu mewah itu langkah kakiku terhenti, "Eh, kau tidak mau membelikan aku gaun di butik ini kan?"
FanFan berbalik dan mendekat padaku, lalu berbicara "Memang kau siapaku? Apa kau pacarku? Istriku? Tidak mungkin aku akan membelikanmu gaun yang mewah berharga jutaan Yuan"
Aku, "…."
Ingin sekali aku menendangnya saat mendengar ucapannya yang sadis itu. Itu memang salahku, tidak seharusnya aku mengatakan hal bodoh seperti itu.
Kami melewati butik mewah itu, berjalan sedikit lebih jauh. Tepat disamping butik mewah itu berdiri toko baju yang nampak sederhana. FanFan masuk ke dalam toko itu dan aku pun mengikutinya.
"Halo" sapa FanFan yang tampak akrab dengan pemilik toko itu.
Pemilik toko itu sangatlah muda, dia laki-laki yang lebih muda dari FanFan. Mendengar pemilik toko memanggil FanFan dengan sebutan 'gege' pastilah mereka sangat dekat.
"Cobalah" kata FanFan sembari memberikan gaun berwarna hitam padaku
Tanpa banyak bicara aku mengambil gaun pendek itu.
Pemilik toko, "Eh nona, berapa nomor sepatumu? Aku akan mencarinya untukmu"
"Ah..aku 35"kataku
FanFan tiba-tiba menyahut, "Bukankah ukuran kakimu 34? Kenapa bisa bertambah?"
"Ah, kakiku bertambah besar" kataku
Argumen bodohku itu membuatku malu, aku terlalu bodoh sampai lupa ukuran sepatuku sendiri. FanFan bahkan masih ingat ukuran sepatuku.
Saat pemilik toko mencarikanku sepatu, aku masuk ke ruang ganti untuk mencoba dress yang dipilih oleh FanFan itu. Selera fashion FanFan memang bukan kaleng-kaleng, dibandingkan aku yang perempuan ini, dia lebih tau tentang mode.
Aku membuka pakaianku dan memasang gaun yang dipilih FanFan itu, tapi tiba-tiba rambutku yang pendek ini tersangkut di retsleting dress. Membuatku susah untuk menariknya.
__ADS_1
"Apa pemilik toko sudah kembali yah?" Bisikku
Aku berusaha melepaskan rambutku yang tersangut di retsleting dengan cara menarik retsleting itu. Tapi bodohnya aku, rambutku tertarik lebih jauh dan membuatku berteriak 'Ah'.
Mendengar suaraku itu, FanFan tanpa banyak bicara masuk ke dalam bilik ganti dengan menutup kedua matanya. Saat tiba-tiba masuk, dia membuatku kaget sekaligus tersenyum.
"Kau kenapa? Ada apa?" Tanya FanFan
"Kau bisa membuka matamu"kataku
FanFan membuka matanya dan melihat pose anehku dengan rambut yang tersangkut di retsleting gaun. Dia tersenyum seperti meledekku. Karena sudah terlanjur melihatku begini, maka aku pun menyuruhnya membantuku.
"Berbaliklah"katanya
Dengan lembut tangan FanFan melepaskan helai rambutku yang tersangkut. Saat berada di dalam ruangan sempit penuh kaca seperti ini, aku merasa sangat canggung.
FanFan meledek, "Aku sudah melepaskan rambutmu yang tersangkut. Apa kau ingin aku menarik retsletingnya juga?"
Aku berdecak, "Eh, aku bisa sendiri"
Kejadian konyol selalu saja terjadi saat aku bersama FanFan, bahkan setelah kami putus. Hari ini membawa ingatanku kembali ke kenangan konyol yang pernah aku alami dengannya dulu.
Saat aku sudah selesai berganti pakaian dan keluar dari bilik ganti, FanFan juga sudah siap. Dia telah berubah menjadi pria yang sangat tampan, duduk sambil memandangi tangannya. Kapan dia bersiap-siap?
*/
Tepat pukul 9 malam kami tiba di tempat pesta. Setibanya kami di gedung tempat pesta perayaan aku terus melihat kearah FanFan. Sedari tadi aku perhatikan dia terus memegangi perutnya. Aku penasaran, apa dia sedang sakit?
"Kau tidak apa-apa?" Tanyaku
"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit lapar. Ayo masuk" katanya seraya mengulurkan tangannya padaku
Aku membalas uluran tangannya dan kami pun masuk ke dalam gedung dengan bergandengan tangan. FanFan sudah seperti seorang selebriti, ketika dia masuk ke dalam aula, banyak sekali para dokter yang menyambutnya. Dia Profesor muda, wakil direktur Rumah Sakit besar di Shanghai, tampan, lajang pula. Wanita mana yang tidak menyukai manusia macam FanFan ini.
Sementara aku yang berdiri disampingnya terlihat begitu kecil. Aku takut membuatnya malu, jadi aku memutuskan untuk pergi dan membiarkannya mengobrol dengan para eksekutif Rumah Sakit Peking. Kebetulan saat itu aku melihat dokter Yu Tang.
"Aku akan pergi menemui dokter Yu Tang"kataku pada FanFan
"Dokter Yu Tang!" Sapaku
Dokter Yu Tang pangling saat melihatku. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Wajahnya tidak menua bahkan setelah 7 tahun. Dia masih energik dan ramah seperti biasanya.
"Kau kesini sama siapa?"tanya dokter Yu Tang
"FanFan, eh maksudku Wakil Direktur" jawabku
"Kalian balikan? Syukurlah" balas dokter Yu Tang
"Tidak dokter, kami hanya datang sebagai kerabat"kataku
Sementara FanFan asyik mengobrol bersama teman dokternya, aku yang kelaparan ini mengambil beberapa makanan untuk ku makan. Sejak pergi bersama FanFan tadi siang, aku tidak sempat makan. FanFan juga belum makan karena terlalu sibuk mengobrol.
"Dia bukan anak-anak lagi" kataku
Aku mengambil segelas champagne yang ada di meja, ketika hendak memutarkan badanku, seorang pelayan tidak sengaja menabrakku. Hingga akhirnya gelas champagne yang aku pegang itu jatuh dan pecah.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja"kataku sembari membantu pelayan itu memungut pecahan gelas
"Tidak apa-apa nona, biar saya yang bersihkan"
FanFan yang mendengar kegaduhan itu menghampiriku, "Kau tidak apa-apa? bangunlah"
Mendengar kata-katanya itu lantas tidak membuatku bangkit. Aku bersalah karena membuat kegaduhan ini, jadi aku akan membantu pelayan ini memungut pecahan gelas.
"Ah"
"Bukankah aku sudah bilang"ujarnya
__ADS_1
FanFan menarik tanganku dan membawaku keluar aula. Ia berjalan menuju tempat parkir dan berhenti di depan mobilnya.
'Bip'
Setelah pintu mobil tidak terkunci, FanFan membukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk. Aku mengira dia akan marah padaku karena aku sudah memperamalukannya tadi, lesung pipinya akan sangat nampak ketika dia menekuk wajahnya seperti sekarang, tapi nyatanya tidak.
FanFan masuk ke dalam mobil, lalu ia membuka dasbor mobil yang ada di depannya. Hingga tangannya keluar dengan memegang kotak berwarna putih yang nampak seperti kotak obat.
"Kemarikan tanganmu"katanya
Aku mengulurkan tanganku yang terkena pecahan kaca itu untuk dia obati. Tanpa banyak bicara FanFan mengoleskan antiseptik ke jariku.
"Jarimu ini sudah berapa kali terluka? Dulu kau juga pernah memecahkan gelas. Saat tengah malam, saat kau sakit, waktu itu Dery ge yang mengobatimu" katanya
FanFan masih ingat kejadian 7 tahun lalu, saat itu lenganku cidera. Karena haus aku mengambil air di dapur dan tanpa sengaja aku menjatuhkan gelas hingga akhirnya jariku juga teriris.
Tangan FanFan mengambil plester luka dan ditempelkan plester luka itu di jari telunjukku yang teriris.
Tiba-tiba dia berkata, "7 tahun yang lalu kau bilang putus dan selama itu pula aku menunggumu kembali untuk memohon padaku. Aku berharap kau akan menelponku dan mengatakan kalau kau menyesal. Andai saja kau lakukan itu aku pasti akan memaafkanmu, walau pada akhirnya aku akan mencela dan memakimu terlebih dulu. Aku bersumpah akan menjahit mulutmu kalau di masa depan kau mengucapkan kata 'putus' lagi. Tapi penantianku itu rasanya nihil" kata FanFan
Dia memulai topik pembicaraan dengan tema yang sangat berat.
"Apa kau harus berkata seperti itu padaku?" Tanyaku
Tangan FanFan meletakkan kotak obat itu kembali ke dalam dasbor, dia berbalik padaku "Kau berutang 2 hal padaku Xiao Xi"
Kalau dipikir-pikir aku memang berhutang sesuatu padanya. Aku berhutang maaf padanya, tapi apa yang satunya lagi? Apa aku pernah meminjam sesuatu darinya di masa lalu?
"Maafkan aku" kataku sambil menundukkan kepala
FanFan menghela napas, lalu kemudian dia kembali bilang, "1 hal lagi?"
Aku tidak mengerti apa maksudnya. Dia bermain tebak-tebakan denganku tanpa adanya clue yang dia berikan.
"Apa maksudmu?"tanyaku
"Dihari kelulusan kita dulu, kau pernah berjanji padaku kalau kau akan menjadi teman hidupku. Kau berjanji kita akan pergi ke sungai HuangPu disaat kita tua. Aku akan menagihnya sekarang" kata FanFan
Aku terdiam mendengar perkataannya itu. Aku tidak ingat,apa aku pernah bilang begitu padanya? IQ ku yang tinggi tidak mampu membawa ingatan masa laluku. Tentu saja IQ FanFan yang lebih tinggi mampu mengingatnya.
FanFan melanjutkan, "Maafkan aku Xiao Xi, aku menyesal meninggalkanmu 7 tahun yang lalu. Aku tau aku egois, aku kira dulu kau hanya bermain-main saat kau bilang putus. Saat itu aku marah dan parahnya kau bahkan tidak menahanku pergi"
Dengan perasaan yang masih emosional ini, aku menceritakan kejadian 7 tahun yang lalu pada FanFan. Mulai dari kebohonganku dan Li Yu, hingga aku marah karena FanFan menyembunyikan rencananya untuk belajar ke Amerika.
"Kalau kau menganggapku tidak menahanmu untuk pergi, kau salah besar FanFan. Sesaat setelah mendengarmu pergi ke bandara, aku langsung berlari menyusulmu. Aku bertanya pada petugas bandara dan dia bilang aku terlambat. Pesawat yang kau tumpangi sudah terbang 10 menit sebelum aku sampai" kataku panjang lebar
FanFan menghela nafas lalu dia berkata "kalau begitu kita balikan saja"
Aku benar-benar bingung menghadapi FanFan. Apakah semudah itu mengatakan kata 'balikan'? Mendengar ucapannya itu mengindikasikan bahwa selama 7 tahun ini dia tidak melupakanku. Selama 7 tahun lamanya dia hanya berpikir ini hanya pertengkaran sepasang kekasih tanpa akhir.
Karena terlalu lama diam, FanFan membangunkanku dari lamunanku itu dengan berkata, "Xiao Xi, kau tau kan kalau aku tampan, aku jenius, dan aku seorang dokter, ditambah lagi sekarang aku adalah Wakil Direktur di Rumah Sakit terbaik di Shanghai. Setiap kali aku berbalik pasti akan ada dokter dan perawat cantik yang berada di belakangku sambil tersenyum. Aku adalah laki-laki sempurna yang hanya dengan bermodal kedipan mata aku bisa membuat hati perempuan berdebar. Tapi kenapa hidupku harus selalu terikat padamu? Kenapa selama 7 tahun ini kau tidak bisa menghilang dari kepalaku?"
Saat itu aku berpikir 'Apakah FanFan sedang menyatakan perasaanya padaku atau dia sedang pamer?'
Mulutku yang murah ini tiba-tiba berkata, "Beri aku waktu untuk berpikir"
FanFan mengangguk tanda menyetujui permintaanku,"Besok, aku akan menunggumu di taman. Aku hanya akan menerima jawaban 'iya', tidak ada penolakan dan alasan"
Aku, " Lalu untuk apa kau memberiku waktu?"
FanFan tersenyum, "Oh, jadi kau ingin menerimaku sekarang juga?"
Aku benar-benar kehabisan kata-kata dalam menghadapinya. Dia akan menungguku besok di taman tempat kita biasa berkencan dulu. Aku mengatakan akan datang kalau aku setuju. Sebaliknya, aku tidak akan datang kalau aku menolaknya.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
__ADS_1
Mohon Dukungannya.
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰