Love Me Now

Love Me Now
Pain


__ADS_3

Seisi ruangan menjadi kaget, kecuali Dery gē yang tampak tenang. Nampaknya dia sudah tau hal ini. Tapi dia merahasiakan ini dariku, karena dia tau aku akan terluka.


Ayah dan ibu FanFan tidak dapat berkata-kata setelah mendengar pengakuan putra sulungnya itu. Sementara ayah dan ibuku, serta FanFan hanya diam. Ibuku mencoba menenangkan ibu FanFan yang terlihat kaget.


Sementara aku, aku hanya tidak percaya dengan apa yang sudah aku dengar barusan. Aku hanya berharap ini hanya mimpi buruk. Aku memandangi sosok laki-laki yang aku cintai. Aku memandang Yang gē, cinta pertamaku yang tertunduk lesu setelah mengakui perbuatannya.


"Tidak mungkin, ini pasti hanya mimpi" ujarku dalam hati


Aku hanya tidak bisa lagi menahan air mataku. Aku tak ingin menangis di depan orang tuaku. Aku memutuskan untuk keluar dari rumah FanFan


Aku berlari keluar, udara dingin tak terasa lagi di kulitku. Bahkan aku lupa memakai jaketku. Salju yang lebat turun dan menemaniku.Kenapa salju turun dengan lebatnya disaat seperti ini? Ini kan bukan saat yang romantis? apa salju juga menangis sama sepertiku.


Aku tak kuat lagi membendung air mataku. Dan akhirnya aku menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba FanFan datang dan memakaikan mantel untukku.


"Kau tidak apa-apa ?" tanya FanFan padaku


"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedikit kedinginan" aku berusaha terlihat kuat di depan FanFan, aku tidak mau dia melihatku menangis


Lalu tiba-tiba FanFan memelukku, dan berkata..


"Kau tak perlu malu padaku, menangislah di bahuku. Aku punya bahu yang lebar, aku akan menutupimu agar tidak ada orang yang melihatmu Xiao Xi. Kadang-kadang kau tak perlu berusaha kuat dan membohongi dirimu, menangislah jika kau ingin menangis. Aku akan menemanimu" katanya


Mendengar ucapan FanFan itu pun membuatku lega. Aku menangis di pelukan FanFan sementara dia hanya diam dan menepuk-nepuk lembut pundakku.


"Kau sudah lega?" Tanya FanFan padaku


"oh" kataku


"Kalau begitu, ayo ikut aku" ucap FanFan sambil menarikku


"Kemana?"


"Sudahlah, ayo ikut saja.." katanya


♡♡♡♡♡


Aku tidak tau kemana kami akan pergi, dengan sepedanya FanFan memboncengku. Dia mengajakku ke Jembatan sungai HuangPu.


"Kenapa kau mengajakku kesini?" tanyaku



"Kenapa? apa kau takut aku akan menyuruhmu bunuh diri? Dasar kau, lihatlah.." kata FanFan sambil menunjuk kelap-kelip kota Shanghai.

__ADS_1


"Wah~ aku tidak pernah melihat kota ShangHai seindah ini" jawabku sembari melihat jauh kota Sanghai


Tiba-tiba FanFan berbalik menatapku.



"Crystal kau lihat, Shanghai ini begitu luas. Dan di Shanghai ini ada jutaan laki-laki tampan yang baik, yang nggak kalah tampan dari kakakku. Hanya saja jika kau mencari yang lebih tampan dariku maka tidak ada, maka dari itu kau tidak boleh sedih lagi.."


"Kau masih saja narsis, dasar..." aku memukul kepala FanFan yang mulai pamer.


Tiba-tiba dia merangkulku


" Xiao Xi, lupakanlah kakakku dan carilah laki-laki yang baik. Eh, biar ku lihat wajahmu"


FanFan dengan kedua tangannya memegang wajahku, ia menatap wajahku yang bengkak karena menagis,


"Aku lihat kau tak begitu jelek, walau kau tak cantik juga sih, hidungmu mancung, walau tak semancung aku, hahaha bibirmu bagus, dan aku yakin kau akan mendapatkan laki-laki baik" ujarnya sambil menarik hidungku


Tiba-tiba dia berteriak ke arah Sungai HuangPu


"Aku, Liu FanFan akan selalu menjadi teman Xiao Xi..." teriaknya


Aku tersenyum melihat FanFan. Lalu aku juga ikut berteriak mengikutinya


"Hahah, bagus Xiao Xi" timpal FanFan


♡♡♡♡♡


Aku rasa malam tahun baru ini akan sesuai rencanaku. Malam tahun baru yang aku gadang-gadang akan menjadi malam tahun terbaik untukku malahan berbeda jauh dari harapanku. Sesuatu yang aku takutkan selama ini benar-benar terjadi. Yang gē, laki-laki yang sudah 7 tahun aku sukai akan menikah. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula,tak hanya mendengarnya akan menikah, ternyata perempuan yang akan dinikahinya hamil anak Yang gē.


Aku tak pernah mengira Yang gē yang pendiam bisa berbuat seperti itu. Aku sangat kecewa padanya. Tapi,apa dayaku? aku hanya bisa merelakannya sekarang, kasihan perempuan itu dan anak yang di kandungnya.


"Walau sulit, aku akan coba melupakannya" Ujarku kepada FanFan


"JiaYou (semangat) Xiao Xi, aku akan selalu mendukungmu " jawab FanFan sembari tersenyum padaku


Aku menghabiskan malam tahun baru bersama FanFan, sambil melihat kembang api di jembatan Sungai HuangPu. Walau hatiku terluka, aku bersyukur aku masih punya FanFan, sahabatku yang selalu menjadi sandaran bagiku.


"Xìe Xie FanFan" ucapku dalam hati sambil menatap FanFan


♡♡♡♡♡


Setelah larut malam, FanFan memboncengku pulang kerumah. Aku masuk dan FanFan pulang. Begitu aku masuk terlihat Ayah, Ibu, dan Dery gē sedang menungguku. Mereka tampak khawatir padaku.

__ADS_1


"Kau dari mana saja Xiao Xi? kau pergi tanpa pamit, lupa memakai jaketmu pula, udara kan dingin,"


Ibuku yang khawatir mulai mengomel padaku. Sementara ayah hanya diam saja, ayahku memang tak banyak bicara. Tapi aku bisa merasakan kekhawatiran di matanya.


"Kau tak apa Xiao Xi?" Tanya Dery gē padaku


"Oh, aku baik-baik saja" jawabku


Dengan lemas aku lalu masuk ke kamarku. Tiba-Tiba seseorang mengetuk kamarku


"Masuk.."kataku


"Ada apa gē?" Tanyaku padanya


"Aku sebenarnya sudah tau masalah YangYang, hanya saja aku tak mau memberitahumu, aku takut kau akan terluka, maafkan aku Xiao Xi"


Aku melihat wajah bersalah Dery gē, dia tampak menyesal padaku, aku tau niatnya baik. Dia hanya berusaha menjaga perasaanku.


"Sudahlah, gē kau tak perlu meminta maaf padaku,aku mengerti kok. Berhentilah memasang muka masammu ini, kau terlihat jelek..."


Aku berusaha membuat kakakku ini baikan, aku jarang bersamannya. Jadi aku ingin satu minggu bersamanya ini menjadi hari-hari yang membahagiakan.


"Baiklah, kalau begitu beristirahatlah" ujar Kakakku sambil melangkah keluar dari kamarku.


Kalau boleh jujur, aku sedang tak baik-baik saja. Aku mungkin lupa sejenak, tapi ketika berdiam seperti ini aku teringat kembali kata-kata Yang gē. Aku berusaha, sangat berusaha untuk bisa tidur,tapi aku tak bisa.


"Tuhan tolonglah, aku hanya ingin tidur, hatiku sudah lelah jangan biarkan tubuhku ini lelah.."


Akhirnya aku bangun dan mengambil sesuatu dari laci kamarku. Aku mengambil benzodiazepine (sejenis obat tidur). Aku harap jika meminumnya aku akan tertidur. Aku pun mengambil segelas air dan meminumnya.


"Kenapa obat ini tak bereaksi? kau kenapa sih Xiao Xi? ayo tidur, kau ada kelas besok pagi.."


Aku memaksa diriku untuk tidur tapi aku tak bisa. Perlahan-lahan air mataku ini keluar, aku tak bisa lagi menahannya. Sesak rasanya, aku teringat kata-kata FanFan, bahwa aku tak boleh menahan tangisku. Aku menagis sejadi-jadinya di kamarku saat tengah malam.



♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran juga yah 😉😂


XÌEXÌE 😍

__ADS_1


Mohon Dukungannya...


__ADS_2