
Begitu memasuki pintu unit apartemen kakakku, aku langsung disambut oleh senyum manis ayahku dan juga aroma harum dari masakan ibuku. Aku melihat ibuku sedang menyiapkan makan malam, sepertinya dia memasak banyak makanan untuk menyambut pacar kakakku yang masih misterius itu.
"Mama tadi dari pasar?" Tanyaku
"Tentu saja, bagaimana bisa mama memasak banyak makanan seperti ini hanya dengan sayur layu di kulkasmu itu.."ledek Ibuku
Ibuku memasak banyak makanan, panci besar berisi kaldu sudah tertata rapi diatas kompor diatas meja makan. Itu adalah Hotpot, kuah merah pedas dan original sudah mendidih di dalam panci. Daging yang telah diiris memanjang juga sudah siap, beberapa sayuran juga sudah tertata rapi diatas piring.
(Hotpot : makanan khas China, berupa panci berisi kaldu yang direbus di tengah meja)
"Wah, malam ini kita akan benar-benar berpesta" ujarku
Setelah membersihkan diri, aku pun berganti baju. Aku hanya akan memakai setelan rumahan biasa. Setidaknya aku terlihat lebih sopan dan natural.
FanFan menelponku lagi, nampaknya ledekannya tadi masih belum selesai.
"Hai, Jenderal Sun Tzu.."nada suaranya masih semangat
"Kalau aku Jenderal Sun Tzu lalu kenapa kau mau menjadi pacarku?"balasku
"Itu karena aku sangat menyukaimu"ujar FanFan dengan senyum cerahnya
Sungguh miris, begitu dia tersenyum aku akan langsung KO. Tidak bisa marah, apalagi mengomel. Aku hanya bisa diam dan mempertahankan wajah pokerku. Ingin rasanya aku melompat terbang mendengar gombalan nakalnya itu.
FanFan bertanya kenapa aku rapi sekali malam ini, aku bilang padanya kalau hari ini pacar Dery ge akan datang ke apartemen kami. Aku lupa, aku belum menceritakannya pada FanFan.
"Aku akan menelponmu nanti. Kakak iparku sudah datang"
*/
Seseorang menekan password apartemen, itu pasti kakakku dan pacarnya. Aku dan orangtuaku berdiri dan bersiap menyambut mereka, begitu pintu terbuka kakakku masuk bersama seorang perempuan. Sosoknya tinggi dan cantik, matanya bulat dan tubuhnya langsing. Dia tidak asing, aku mengenal wajah perempuan yang digandeng kakakku ini. Dia Li Yu, dia mantan pacar FanFan.
Senyum Li Yu memudar begitu melihatku.
"Crystal.." ujar Li Yu
Wajah cantiknya tersamarkan oleh ekspresi terkejutnya. Sama sepertiku, Li Yu juga kaget dan heran. Jadi wanita yang akan dikenalkan Dery ge pada kami itu adalah Li Yu. Benar kata pepatah, dunia ini memang sangat sempit. Tapi bagaimana mungkin? Dari sekian juta wanita di dunia ini, Li Yu lah yang kakakku pilih.
"Kenapa kalian masih disitu? Ayo masuk" panggil ibuku
Aku masih terperangah, aku mematung karena masih tidak percaya akan melihat Li Yu. Sejak kapan dia dan kakakku berpacaran, setahun yang lalu aku masih ingat dia pernah bertemu FanFan. Apa ada sesuatu yang dia rencanakannya?
"Ni hao! " Sapa Li Yu pada orangtuaku
"Ni hao, kau cantik sekali. Namamu siapa?"sapa ayah dan Ibuku
"Paman, bibi, namaku Li Yu" ujar Li Yu seraya membungkuk memberi salam
__ADS_1
"Kau mengenal Li Yu?" Tanya Dery ge
Li Yu spontan menjawab, "Kami teman SMA"
"Benarkah? Jadi kau juga kenal FanFan?" Tanya Dery ge lagi
Li Yu terdiam mendengar pertanyaan Dery ge itu. Hatiku langsung berkecamuk, mana mungkin dia akan memberitahu kakakku kalau FanFan itu adalah mantan pacarnya.
"Mereka saling kenal kok" balasku
Li Yu memberikan parsel buah yang ia bawa. Senyum ibuku tidak pernah memudar sejak Li Yu datang, begitu pula kakakku yang nampak sangat bahagia. Keluargaku terlihat menyukai perempuan yang dulunya aku panggil 'rubah licik' itu.
Ibuku lalu menyuruh kami semua untuk duduk dan menikmati makan malam yang sudah dia masak tadi.
"Jangan sungkan, ayo makanlah. Bibi sudah memasakkan banyak makanan untukmu.." ujar Ibuku
Li Yu yang awalnya terlihat masih malu-malu sekarang sudah tampak lebih nyaman. Dia memakan hidangan yang sudah ibuku masak untuknya. Mata kami sering kali bertemu, saling melirik tanpa memgucapkan apa-apa.
Wajah tampan Dery ge juga bertambah cerah, dia bahkan tidak pernah berhenti tersenyum. Setahuku ada 3 hal yang akan membuat kakakku ini tersenyum. Yang pertama saat menjahiliku, yang kedua saat ia lulus sebagai dokter untuk pertama kalinya, dan yang ketiga saat dia bersama dengan Li Yu.
Melihatnya kakakku bahagia seperti ini, aku jadi bingung, apa yang harus aku lakukan? Di satu sisi Dery ge harus tau kalau FanFan dan Li Yu pernah menjalin hubungan, tapi di sisi lain aku tidak bisa membiarkan Dery ge terluka mendengar kenyataan ini.
Walau mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi, tapi apa bisa mantan kekasih FanFan menjadi calon istri kakakku. Dan juga aku tidak menyukai Li Yu. Aku takut kakakku akan terluka sama seperti FanFan dulu.
Awalnya aku merasa aku tidak akan pernah punya kakak ipar, karena Dery ge selalu saja berambisi dengan pekerjaannya, dia hanya keluar dan bermain-main saja dengan perempuan yang pernah dekat dengannya. Tapi siapa sangka? Dia sekarang dekat dan jatuh cinta dengan seorang Li Yu, orang yang sangat aku benci.
Pandanganku teralihkan, mataku fokus pada makanan yang ada di meja.
"Telur gulung satu-satunya itu milikku.."ujarku dalam hati
Aku mulai mengarahkan sumpitku untuk menggapai telur gulung yang sisa satu itu, tapi Dery ge tidak mau mengalah, dia bahkan berusaha merebutnya dari sumpitku.
"Ge, bukankah aku duluan yang mengambilnya?" keluhku
"Selama ini belum kau makan, maka aku bisa merebutnya…"balas Dery ge
Ibuku terlihat geram melihat kami berdua yang berdebat gara-gara sepotong telur gulung. Ibuku pun mengambil jalan tengah dengan membagi dua telur gulung itu.
Aku, "…"
Dery ge, "…."
"Ayo makan, jangan berkelahi lagi" timpal ayahku
Li Yu keheranan melihat aku dan kakakku berebut makanan. Mungkin dia berpikir 'berapa usia mereka sampai harus berebut makanan? Apa mereka anak-anak?' .
Ibuku berbicara, "Jangan hiraukan mereka, merek dari kecil memang seperti itu"
__ADS_1
Li Yu kembali tersenyum, "mereka lucu sekali bibi"
*/
Dari dapur aku memperhatikan Li Yu dan keluargaku, aku menunggu saat yang tepat untuk mengajaknya bicara. Aku mulai mendekat dan mengambil piring kotor di meja, Li Yu yang cerdas langsung menatapku. Tanpa sepatah kata, dia langsung bangkit dan berjalan menghampiriku.
"Aku akan membantumu" katanya
Li Yu mengikutiku ke dapur dengan kedua tangannya masih memegang piring kotor. Aku berbalik dan menatapnya.
"Aku mau kita ketemu besok, banyak yang harus aku bicarakan denganmu" ujarku
"Aku tau, dimana besok kita akan ketemu?" Tanya Li Yu
"Aku akan mengirimkan alamatnya padamu"
Kami berhenti bicara saat Dery ge datang dan melihat kami di dapur.
"Kau masuk saja,aku akan menyelesaikan ini" kataku seraya menyuruh Li Yu pergi bersama kakakku
Dari dapur aku kembali melihat kakakku yang bahagia, begitu pula ayah dan ibu. Ibuku bahkan memperlihatkan foto kecil kami yang masih ada di dompetnya pada Li Yu. Aku mendengarkan setiap obrolan yang mereka katakan, takut jikalau Li Yu mengatakan sesuatu yang konyol. Tapi aku yakin itu mustahil, dia adalah wanita cerdas.
"Lalu bagaimana dengan keluargamu?" tanya Ibuku
Li Yu menceritakan tentang keluarganya. Kampung halamannya berada di Shanghai. Ayahnya adalah seorang guru dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa seperti ibuku. Sementara adik laki-laki Li Yu masih duduk di bangku SMA.
"Jadi kau dari Shanghai ya? Lain kali datanglah ke rumah kami, lalu apa yang kau lakukan di Beijing?" tanya Ibuku
"Aku bekerja di sini" balas Li Yu
Mereka tampak mengobrol banyak hal dengan Li Yu. Jika dilihat ibuku sepertinya menyukai Li Yu. Keluarga kami memang tidak pernah memandang seseorang dari segi ekonomi, ayah dan ibuku selalu terbuka dengan setiap orang.
Perihal perkataan ibuku yang berharapakan memiliki menantu dokter hanyalah bualan semata, sejujurnya ibuku sangat mementingkan sikap dan kebaikan ketimbang materi yang selalu bisa di ukur.
Kalau di tanya apa buktinya? Jawabannya simple, ibuku tidak akan pergi ke rumah sakìt seperti tadi kalau dia hanya mementingkan materi saja. Ibuku ingin mencari tau orang seperti apa yang akan kakakku pacari. Tapi sayangnya dia tidak menemukannya. Dan mengenai Li Yu, aku belum bisa menyimpulkan apa-apa. Aku hanya tau Dery ge sangat menyukainya.
Hari semakin malam, Li Yu pun berpamitan untuk pulang. Ibuku memeluknya saat ia akan pergi.
Aku masuk ke kamar FanFan dan berbaring di ranjang. Aku sangat lelah sekali hari ini. Dalam keheningan malam aku berpikir, apa yang harus aku lakukan? Bagaiman caraku memberitahu FanFan soal Li Yu. Aku takut melihat reaksi kakakku dan FanFan. Mereka berdua adalah orang yang sangat aku sayangi.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
Mohon Dukungannya.
__ADS_1
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰