
Karena nanti malam akan berangkat, FanFan hanya berjaga sampai sore di Rumah Sakit. Aku menyuruhnya untuk izin saja, tapi dia bersikeras untuk tetap datang di ke rumah sakit.
"Aku akan menggantikan shiftmu hari ini, jadi kau tidak akan kehilangan poin, bagaimana?" Aku membujuk FanFan agar tinggal di apartemen saja
"Ayo pergi! kau jangan berusaha bersikap romantis lagi" ledek FanFan
Sesampainya di rumah sakit, FanFan terlihat menyiapkan beberapa dokumen yanga akan dia bawa ke Macau. Aku sudah tau siapa dokter residen yang akan menemani FanFan ke Macau. Dokter Zhang terpilih sebagai residen yang akan pergi mengikuti pelatihan dokter muda di Macau.
"Kau tenang saja, FanFan aman bersamaku" ujar dokter Zhang padaku
Tentu saja ini lebih baik , dari pada harus dokter Chen yang terpilih. Aku takut dia akan menggoda FanFan lagi.
Sore harinya aku melihat FanFan bersiap pulang. Aku agak sedih karena tidak bisa mengantarnya ke Bandara karena harus jaga malam di rumah sakit. Aku ingin sekali pergi menemaninya ke Bandara, tapi aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit sekarang, apalagi dokter Zhang sedang tidak ada.
Tak lama setelah FanFan pergi, Dery gē dan Yang gē datang menghampiriku. Mereka bilang tadi mereka berpapasan dengan FanFan.
"Kau pergilah, kami akan menggantikan tugasmu" ujar Yang gē
"Lihatlah, wajah cemberutmu yang seperti bakpao itu. Langit bisa runtuh saat kau cemberut begitu, cepatlah kau kejar dia.." timpal Dery gē
Kalau YangYang gege yang baik aku tidak heran, tapi kali ini kakakku juga kerasukan sifat baik kakak FanFan itu. Biasanya dia hanya akan meledekku tanpa ada niatan membantu.
Aku pun melepas jas praktek ku dan berlari mengejar FanFan. Aku berlari dari Rumah Sakit menuju Halte Bus.
"FanFan! aku berteriak memanggil FanFan
Aku berlari ke arahnya
FanFan berbalik dengan tatapan heran, "Kau kenapa bisa kesini?bukankah kau ada shift jaga malam?"
"Malam ini, aku mengandalkan Dery gē dan Yang gē. Aku ingin mengantarmu ke Bandara lalu kembali ke rumah sakit" balasku
Aku menemani FanFan pulang ke apartemen untuk mengambil barangnya. Penerbangannya terjadwal pukul 9 malam, masih ada beberapa jam untuk FanFan berkemas-kemas.
"Kau hanya bawa baju sedikit?" Tanyaku
"Kan hanya 1 minggu, lagi pula aku bisa membeli baju disana nanti.." balas FanFan
Koper dan ransel yang akan dibawanya sudah siap. FanFan sedang menungguku diruang keluarga, duduk di sofa sambil bermain ponselnya.
"Ayo kita berangkat, sekarang sudah jam 8"
FanFan berdiri dan mengambil kopernya. Berjalan menuju pintu keluar apartemen, langkah kakinya terhenti saat ingin mengganti sleepers dengan sepatu.
Dia berbalik dan menatapku.
"Kenapa? Apa ada yang tertinggal" Tanyaku
"Mendekatlah "ujar FanFan
Aku yang tidak mengerti maksudnya, berjalan mendekat ke FanFan. Ekspresinya benar-benar datar dan serius. Saat itu aku teringat kejadian di sungai HuangPu. Wajah yang sama dan ekspresi yang sama, ketika FanFan akan menciumku
__ADS_1
"Aku akan merindukanmu.."ujar FanFan
Lalu dia menciumku, dia memelukku dengan erat. Pelukannya yang begitu erat hingga membuatku sesak. Aku hanya bisa diam dan merangkulnya, kaki-kaki pendekku secara otomatis meninggi. Menyesuaikan tinggi badanku yang tidak seberapa dibandingkan dengan FanFan. Dia menciumku cukup lama, sementara aku hanya bisa membeku saat merasakan kehangatan dibibirku ini.
*Beijing Capital International Airport*
Di Bandara aku melihat banyak rombongan dokter yang akan pergi ke Macau. Dari rumah sakit kami ada beberapa tim dokter terpilih, dan yang mewakili departemen bedah adalah FanFan dan dokter Zhang.
"Kau kembalilah, nanti keburu malam.."ujar FanFan
"Kalau kau berani bermain-main dengan perempuan lain, aku akan menendangmu" ujarku pada FanFan
"Baiklah istriku yang galak…" balas FanFan sambil menarik pipiku
*/
Penerbangan dari Beijing ke Macau kurang lebih memakan waktu 4 jam. Aku harap FanFan akan beristirahat dengan baik di pesawat. Dia bahkan tidak mengambil libur hari ini, dia pasti lelah. Aku akan menelponnya saat dia sudah sampai nanti.
"Eh, apa udah meminta tanda tangan wali pasien Pneumothorax ?" Tanya dokter Chen
(Pneumothorax :terkumpulnya udara pada rongga pleura, yaitu rongga tipis yang dibatasi dua selaput pleura di antara paru-paru dan dinding dada)
"Mereka belum datang dokter" balasku
Wajah dokter cantik ini semakin suram, dengan sekilas melihatnya saja, aku langsung tau kalau dia akan memarahiku.
Dokter chen sepertinya kambuh lagi, dia masih saja marah-marah padaku. Dia bahkan tidak bisa melihat situasi dan kondisi. Ini kan IGD apa dia tidak malu diliat oleh pasien. Kalau dokter Yu Tang melihatnya, dia pasti akan dimarahi.
"Maafkan aku, aku.."
"Berhenti membuat alasan.." timpal dokter Chen
Ku tarik nafasku dalam-dalam, aku tidak bisa ditindas terus-terusan olehnya, "Aku bahkan belum selesai bicara, tapi dokter selalu memotongnya. Aku belum mendapatkan tanda tangan wali pasien, tapi lihatlah pasien menandatangani sendiri surat keterangan bersedia di operasi" ujarku panjang lebar
Dokter Chen terdiam dan merampas surat keterangan itu . Menyenangkan sekali bisa membungkamnya, dia bahkan tidak minta maaf karena telah memarahiku di depan semua orang di IGD.
Dua orang perawat yang berada di nurse station tampak tertarik dengan keributan tadi, mereka langsung mendatangiku.
"Dokter magang, kau pasti kesal dengan dokter Chen kan?"tanya perawat itu
"Aa..mungkin.."jawabku acuh tak acuh
"Kau harus bersabar, dia memang seperti itu" balas perawat itu
Aku kira hanya aku yang merasakan sifat aneh dan tidak menyenangkan dokter Chen, ternyata perawat ini juga merasakannya. Dokter Chen sebenarnya dokter yang berbakat, dia bahkan biasa menjadi asisten saat operasi. Dia cantik dan juga berasal dari keluarga kaya. Hanya saja kekurangannya terletak pada sikapnya, sikapnya yang temperamen dan suka menyimpan dendam. Dan aku adalah salah satu target sasarannya.
Sudah 4 jam sejak FanFan terbang ke Macau. Tapi sampai sekarang dia belum menghubungiku. Hingga tengah malam masih belum ada kabar, bahkan WeChat yang aku kirim juga tidak ada balasan. Aku pikir FanFan pastilah sangat lelah, lebih baik untuk tidak mengganggunya dulu.
Benar kataku, begitu mentari muncul FanFan langsung mengabariku. Tidak ada perbedaan waktu antara Beijing dan Macau, jadi kami bebas berkominikasi.
"Apa kau sudah istirahat?kau sudah makan?"ujarku di telpon
__ADS_1
Suara FanFan mengudara via ponsel, "Hmm..tengah malam aku sampai di hotel. Aku tau kau sibuk, jadi tidak menelponmu"
Suaranya sengau, terdengar lelah dan tidak berdaya. FanFan pasti kelelahan sekali, dia menutup telponnya begitu aku menyuruhnya istirahat.
Setelah semua selesai,aku bersiap-siap pulang ke apartement. Aku akan pulang dan beristirahat. Aku harap Dery gē sudah membersihkan apartemen kalau tidak aku yang capek ini masih harus bersih-bersih.
*/ Apartement
"Aku pulang…"
"Oh! Kau sudah pulang Xiao Xi? ujar kakakku
Aku masuk dan melihat Dery gē sedang membersihkan apartemen. Sapu ditangan kanannya dan lap ditangan kirinya. Tumben sekali, biasanya dia akan membiarkan apartemennya kotor seperti kandang kuda.
"Ge, apa kau sakit? kau sudah bertobat? " ujarku
Pandangannya sibuk, dia menjawab "Aku akan bertobat ketika tau mama dan papa akan datang. Kau cepat bantu aku"
Kebohongan Hendery Wong ini di masa lalu tak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu aku tidak akan mudah percaya pada kakakku. Mana mungkin ayah dan ibu akan ke Beijing tanpa mengabariku dulu.
"Mama bilang sudah menelponmu, tapi kau tidak mengangkatnya" seru Dery gē
Aku melihat ponselku dan benar saja 5 panggilan tidak terjawab dari ibuku. Mataku yang mengantuk langsung terbuka lebar, aku buru-buru membantu Dery gē membersihkan apartemen.
Mulai dari mengganti sprei kamarku, membersihkan kamar FanFan, sampai mengganti gorden. Ini bahkan lebih buruk dari inspeksi dadakan. Ibuku paling tidak suka melihat sesuatu yang berantakan.
Aku menjatuhkan ring gorden dan sepertinya menggelinding ke bawah sofa. Aku pun berusaha menggapainya dengan tanganku.
"Ha..apa ini?" Bukan ring gorden,tapi aku memegang sesuatu dengan tanganku, aku pun mengambilnya.
"Hendery Wong!!" teriakku
Aku memungut kaos kaki bau dari bawah sofa. Kecoa sekalipun tidak akan mau tinggal disini. Benar-benar kotor dan berantakan.
"Kenapa berteriak?" Tanya kakakku
Aku menunjukkan kaos kaki bau yang aku dapat di bawah kursi itu. Awalnya Dery gē menyangkal kalau itu punyanya. Setelah aku mengejarnya dengan membawa kaos kaki bau itu, akhirnya dia mau mengaku.
Setelah 2 jam membersihkan apartemen, akhirnya kami selesai. Sekarang apartemen Dery gē sudah jauh lebih baik, semuanya rapi dan terkendali.
Aku heran kenapa orang tuaku tiba-tiba datang ke Beijing, bahkan mendadak sekali. Aku dan kakakku bahkan tidak membuat ulah, kami akur dan berperilaku baik.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
Mohon Dukungannya.
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰
__ADS_1