
Sebulan kemudian
Hari ini adalah hari upacara kelulusanku, besok aku bukan lagi mahasiswa kedokteran yang berada di kampus. Aku akan menyandang gelar Sarjana Kedokteran, dan akan memulai tugasku sebagai coass di Beijing bersama Fanfan.
“Ma, di mana dasi hitamku?"
“Memangnya kau menyimpannya di mana?” teriak Ibuku
Aku mencari dasi hitam yang akan aku pakai di upacara kelulusan nanti. Kami memakai baju hitam putih untuk hari kelulusan, kampus memberikan peraturan seperti ini agar ada namanya kesetaraan di mana semua fakultas dan jurusan berbaur, tidak ada pembeda kasta atau pun derajat yang dapat dilihat dari pakaian.
“Kau benar-benar teledor Xiao Xi, bagaimana sih?"
Ibuku pun membantuku mencari dasi hitamku, sambil mengomeliku dia mencari di sudut-sudut kamarku.
“Ma, aku bisa terlambat nih. Fanfan pasti akan mengomeliku lagi” ujarku
“Eh, kau kan yang salah. Tunggu sebentar…”
Ibuku keluar dari kamarku dan terlihat membawa sesuatu saat kembali.
“Ini, kau pake ini saja" ujar Ibuku sambil membawa dasi hitam
“Eh ini kan punya Dery gē. Dan dasi ini benar-benar sudah jelek" gerutuku
Ibuku mengomeliku, aku yang tidak ingin mendengar omelan ibu lagi, pergi meninggalkannya dan menemui Fanfan yang sudah menungguku.
“Eh dasimu, pasanglah dengan benar…” teriak Ibuku
Aku melihat Fanfan dengan pakaian hitam putih. Kalau boleh jujur Fanfan terlihat tampan memakai pakaian apa pun
“Ayo kita pergi" kataku
“Eh dasimu itu, kau terlihat seperti preman saja. Sini aku perbaiki" ujar Fanfan sambil menarik dasiku yang acak-acakan.
“Perempuan bukankah harus pandai memasang dasi, tetapi lihatlah dirimu Xiao Xi. Kau bahkan tidak bisa memasangnya” celoteh Fanfan sembari memasangkan dasi untukku.
Saat dia memasangkan dasi untukku, aku menatap wajahnya. Entah mengapa jantungku berdegup kencang lagi. Apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini?
Setelah selesai Fanfan pun memboncengku, hari ini aku tidak membawa sepeda karena aku memakai rok selutut yang akan menyulitkanku mengayuh sepeda
“Hah, sudah bertahun-tahun kita melewati sungai HaungPu ini yah Fanfan, dan sekarang mungkin terakhir kalinya, mari kita kesini lagi saat kita sudah tua” ujarku
“Apa kau mau menghabiskan hari tua mu bersamaku? ” balas Fanfan
“Tentu saja! aku akan menjadi sahabatmu hingga tua, bahkan hingga di surga nanti"
“Kau memang bodoh Xiao Xi..” ujar Fanfan
“Kau lebih bodoh" teriakku
Fanfan pun mengayuh sepedanya dengan kencang menuju aula penamatan mahasiswa di Universitas Fudan.
*/
*Aula*
Saat di aula, aku duduk bersama Jing. Sementara Fanfan hilang entah ke mana. Guru besar pun memberikan sambutan di hari kelulusan.
“Hari ini adalah hari membahagiakan bagi kalian mahasiswa yang telah menyelesaikan studi kalian di Universitas Fudan ini, untuk itu kami mengucapkan selamat kepada kalian semua. Dan untuk merayakan hari kelulusan ini marilah kita dengarkan pidato kelulusan dari salah satu mahasiswa beprestasi dikampus ini, dia adalah mahasiswa berbakat dari fakultas kedokteran Universitas Fudan. Beri sambutan untuk Liu Fanfan"
👏👏👏👏👏
Aku yang tidak tau awalnya tentu merasa kaget. Fanfan bahkan tidak mengatakan apa-apa kepadaku. Saat dia naik podium terdengar sorakan menggema dari para fans Fanfan.
“Fanfan gēge, kau tampan sekali” teriak penggemar Fanfan
Fanfan pun berdiri dengan percaya diri di atas podium dan memberikan pidatonya.
__ADS_1
“Apa kabar semua? Perkenalkan saya Liu Fanfan dari fakultas Kedokteran Universitas Fudan , sebagai perwakilan lulusan, saya merasa terhormat bisa berada di panggung ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan Professor yang telah membimbing kami semua. Dan untuk para junior , kalian harus semangat belajar" Ujar Fanfan sambil mengedipkan sebelah matanya dan membuat seisi ruangan bersorak.
Setelah menyampaikan pidatonya dia pun turun dari panggung. Dan lagi, sorakan fansnya menggema di aula.
“Bukankah dia keren sekali Xiao Xi, aku bangga bisa menjadi temannya..” ujar Jing
“Kapan dia mengganti bajunya?, dasar narsis” ujarku
Aku akui dia memang keren tadi, dia benar-benar berkharisma saat menyampaikan pidatonya. Sekarang aku sadar kenapa dia banyak disukai oleh orang, termasuk ibuku yang selalu memujinya.
Setelah upacara kelulusan selesai, aku Jing, dan Fanfan berfoto bersama. Tiba-tiba Shangyan muncul, dan aku pun mengajaknya berfoto.
“Crystal ada yang ingin aku bicarakan padamu" ujar Shangyan
“Oh benarkah?"
“Bisa nggak temui aku di ruang latihan sore ini?" tanya Shangyan
“Oh baiklah…”
Setelah itu Shangyan pergi meninggalkan kami.
“Ooo..dia pasti ingin bilang kalau dia suka padamu Crystal, aku bisa melihat dari mata Shangyan ,iyakan Fanfan?" ujar Jing
Fanfan tidak merespon ucapan Jing, sementara aku hanya tertawa geli mendengarnya.
*/
*Sore Hari*
“Fanfan kau duluan saja yah" ujarku
“apa kau harus pergi ?” Tanya Fanfan
Setelah bermain bersama Jing dan Fanfan, aku pun bergegas menemui Shangyan di ruang latihan musik.
*Ruang Latihan Musik, Universitas Fudan*
Terdengar suara Piano dari dalam ruang latihan. Shangyan tampak sedang memainkan lagu Yiruma "Kiss in The Rain". Aku tidak mau mengganggunya bermain piano, sembari menunggu aku menikmati alunan instrumen piano yang dia mainkan. Setelah beberapa saat, dia pun berhenti.
“Wah, tadi indah sekali. Kau benar-benar hebat Shangyan" kataku
Shangyan tiba-tiba berbalik dan berjalan ke arahku, dia menatapku dengan tatapan serius.
“Crystal aku mau mengatakan sesuatu padamu, aku..aku menyukaimu Crystal” ujar Shangyan
Aku yang mendengar pengakuan Shangyan tentu saja kaget, aku bahkan tidak pernah mengira dia akan menyukaiku. Dan aku juga tidak pernah menganggapnya lebih dari sekadar teman.
“Shangyan, kau..”
“Aku menyukaimu saat kita pertama kali bertemu di sini, aku ingat bagaimana kau menatapku saat itu dan aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Dan hari-hari kita berlatih bersama, aku bahagia saat bersamamu" ujar Shangyan
Aku benar-benar bingung harus berbuat apa, aku bahkan tidak punya tempat untuk melarikan diri dari situasi yang canggung seperti ini
“Xiao Xi mau kah kau menjadi…”
belum selesai Shangyan melanjutkan perkataannya, tiba-tiba seseorang berteriak memanggilku
“Xiao Xi !!"
Teriak FanFan yang entah datang dari mana, FanFan berjalan ke arahku dan menarikku, sementara Shangyan hanya terdiam melihat perilaku FanFan ini.
__ADS_1
“Ayo ikut aku” ujar FanFan
Aku pun mengikuti FanFan yang masih menarik tanganku dan meninggalkan Shangyan. Sejujurnya aku lega FanFan datang, aku hanya tidak ingin menyakiti hati Shangyan. Kalau aku menolaknya dia pasti akan terluka, dan jika aku menerimanya aku sendiri yang tidak akan bahagia.
“Kau mau ke mana? kau mau berjalan sampai ke mana?” tanyaku
FanFan diam saja, tanpa sepatah kata dia masih menarik tanganku dan membawaku menuju sepedanya
“Ayo naik..” ujarnya
“Kau apa-apaan sih? memangnya kenapa? aku tidak mau..” balasku
“Naik kubilang” teriak FanFan
“Iya,iya! kau tidak usah berteriak, aku kan tidak tuli" balasku
FanFan mengayuh sepedanya dengan cepat, berjalan menyusuri jalan yang biasa kami lewati.
"Jadi dia hanya ingin mengajakku pulang, diakan tidak perlu marah marah" bisikku
Di bawah langit malam kami pulang melewati sungai HuangPu, dan tiba-tiba FanFan berhenti. Aku pun turun dari sepedanya.
“ada apa lagi?” tanyaku
FanFan tiba-tiba memarkir sepedanya, dan berbalik menatapku.
“Kau mau apa?" tanyaku lagi
Tanpa menjawab pertanyaanku, dia tiba-tiba menciumku. Mataku terbelalak dan jantungku berdegup sangat kencang, aku benar-benar kacau, jantungku serasa mau copot saat bibirnya menyentuh bibirku. Aku berusaha memberontak tetapi tangan FanFan memegangi tanganku, dan akhirnya aku diam.
Aku merasa bingung dengan apa yang aku rasakan saat itu, aku diam dan membiarkan perilaku FanFan ini. Perlahan dia pun melepaskanku dan suasana pun menjadi canggung.
“Kau? apa kau hanya akan diam saja setelah perbuatanmu tadi? ” ujarku sambil menatapnya.
Aku tau ini agak canggung, hanya saja aku tidak bisa menahannya lagi.
“Xiao Xi, aku menyukaimu. Aku tidak tau kapan aku mulai menyukaimu. Aku..aku hanya tidak bisa melihatmu bersama laki-laki lain. Aku menyukaimu Xiao Xi..” ujar FanFan
Sejenak aku terdiam mendengar ucapannya.
“Jadi kau marah-marah selama ini karena aku dekat dengan Shangyan, dan itu karena kau menyukaiku?” tanyaku
“Apakah kau tuli? aku kan sudah mengatakannya" ketus FanFan
“Hahahah kau lucu sekali" balasku
“Jadi?” tanya FanFan
“Apanya?” tanyaku
“Apa aku harus melakukannya lagi supaya kau tau?” ujar FanFan sambil mendekat kepadaku
“Entah sejak kapan, tapi aku rasa aku juga merasakan hal yang sama denganmu” ujarku malu-malu
“Hah? Bisa kau ulangi apa yang kau katakan sekali lagi?”
“Aku juga menyukaimu” Ujarku
FanFan pun memelukku. Aku benar-benar tidak tau, aku masih tidak percaya hari ini FanFan menyatakan perasaannya padaku. Sahabat kecilku FanFan, ternyata menyukaiku.
♡♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
__ADS_1
XÌEXÌE 😍
Mohon Dukungannya.