Love Me Now

Love Me Now
Doctor 🩺


__ADS_3

*Beijing United Family Hospital*



24 Jam Kemudian, setelah jaga malam.


Pukul 08.00


Pertama kali jaga malam, 2 kata yang bisa mendefinisikannya. Pertama "capek" dan yang kedua "ngantuk". Yap, aku dan FanFan serta beberapa teman coass kami terlihat seperti panda kebanggaan Cina pagi harinya.


Lingkar hitam di bawah mata kami terlihat sangat jelas sekali. Kami sih sempat tidur, walau bukan tidur yang semestinya. Tiap kali ada pasien masuk, kami harus tetap siaga. Tidurnya bukan di ranjang, kami harus tidur berbantalkan meja di nurses' station.


Kalau di tanya,apakah pagi harinya kalian udah bisa pulang dan tidur? jawabannya "NGGAK", pagi harinya kami masih harus follow up pasien di bangsal.


(Follow up pasien; evaluasi dan monitoring keadaan pasien)


Tugas kami di pagi harinya itu masih banyak, selain follow-up pasien, masih ada namanya morning report, dimana kita mempresentasikan kasus yang ditangani selama jam jaga malam, ikut visit konsulen, dan setelah itu kami akan kembali bertugas dibagian masing-masing.


*/


7 jam kemudian.


Pukul 1 siang ⏰


"Ah aku lelah sekali,aku mau tidur" ujar FanFan


"Oh, dan parahnya ini adalah hari pertama kita" ujarku


Akhirnya kami bisa pulang setelah lebih kurang 30 jam berada di Rumah Sakit. Kepalaku sakit sekali karena kurang tidur semalam. FanFan yang biasanya pecicilan, jadi lemas seperti tak makan 2 hari.


Berjalan menuju halte bus tidak membantu mengurangi rasa kantukku sama sekali. Alhasil, kami ketiduran di bus. Beruntung aku terbangun dan kami tidak kelewatan, sementara FanFan masih tidur berbantalkan pundakku.


*/


*Apartement*


Sesampainya di apartement aku melihat Dery gē yang sedang bersiap ke Rumah Sakit. Dengan jas kemeja putih kesukaannya dia berdiri tegak di depan cermin besar di ruang keluarga.


"Aku harap kalian akur terus, dan FanFan kau harus menjaga Xiao Xi yah" ujar kakakku.


Kata-kata aneh itu keluar dari mulut Dery gē, endengar ucapannya itu sepertinya ibuku sudah memberitahu Dery gē, kalau aku dan FanFan berpacaran.


Aku dan FanFan mengangguk mendengar ucapan kakakku, dan kami langsung masuk ke kamar masing-masing. Tanpa mandi, atau mengganti baju, aku melemparkan tubuhku ke ranjang.



*/


Malam Harinya..


Kami mempersiapkan bahan referat kami, jangan kira seorang coass sudah tidak perlu kerja skripsi, kami masih harus membuat yang namanya referat atau studi pustaka. Bisa dibilang referat itu adalah mini skripsi.


(referat: Dimana koas mengumpulkan segala macam sumber jurnal pengetahuan/ textbook tentang sesuatu sebuah topik tertentu yang berasal dari stase-stase yang di laluinya)


"Cpeknya, kita lanjutin besok aja lagi yah" ujarku.


"Kau kenapa menatapku?" tanya FanFan.


Aku yang duduk di samping FanFan, langsung berbaring dan meletakkan kepalaku di pengakuannya. Rasanya kepalaku ini berat sekali. FanFan hanya pasrah melihat kelakuanku ini, FanFan meletakkan buku pengobatan tradisional Cina yang masih dipegangnya itu hingga kemudian dia membelai rambutku dan berkata...



"JiaYou (semangat)" ujar FanFan


Kami tidak mau menjadi bosan,ada kalanya kami bertengkar seperti sahabat, ada kalanya kami bersikap romantis. Kebiasaan kami dari kecil pun masih terbawa,kami masih saling mengejek ataupun berebut barang. Kalau di tanya,apa sih arti FanFan bagiku?dia itu sahabatku, dia pacarku dan dia Mood boosterku.


"FanFan aku mau minta sesuatu padamu?"


"Apa?" tanya FanFan


"Aku mau kita merahasiakan hubungan kita saat di Rumah Sakit yah? aku hanya tidak mau senior-senior kita bersikap aneh, aku hanya ingin mereka bersikap seperti biasa, mereka pasti akan canggung kalau tau kita pacaran" pintaku


Sejenak FanFan terdiam mendengar permintaanku. tapi akhirnya dia hanya mengiyakan permintaanku. Malam semakin larut, aku membereskan buku-buku di meja, lalu pergi tidur. Sementara FanFan masih sibuk dengan bukunya.

__ADS_1


"Berhentilah membaca, tidurlah cepat. Besok kau kan kau harus pagi-pagi ke Rumah Sakit" jarku


"Kau seperti ibuku saja Xiao Xi.." FanFan pun bangun dan mencium keningku, lalu dia masuk ke kamarnya


♡♡♡♡♡


Keesokan Harinya…


Aku bangun pagi-pagi sekali, aku pergi keluar apartemen untuk membeli sarapan di kedai dekat apartemen, setelah itu aku membersihkan apartemen. Sementara kakak dan pacarku masih belum bangun.


Pukul 06.00 ⏰


Aku pergi ke kedai dekat apartemen untuk membeli dòujiāng (susu kedelai) dan yóutiáo (Cakhwe:,merupakan adonan kue berbentuk panjang yang digoreng garing).



Setelah bersih-bersih,aku pun membangunkan FanFan. Aku mengetuk pintu kamar FanFan, karena tidak ada respon aku pun masuk ke kamarnya. Aku tidak lagi menutup mataku, karena FanFan sudah berjanji akan tidur dengan memakai baju.


Aku melihat FanFan masih tertidur lelap, aku sebenarnya tidak tega membangunkannya, tapi aku juga takut dia akan terlambat. Dengan sikap lembut aku menepuk-nepuk bahunya agar dia mau terjaga.


"Aku masih ngantuk" katanya


FanFan mulai bersikap manja padaku, dia menarikku ke tempat tidurnya dan memelukku.


"FanFan, selagi aku masih memintamu baik-baik,kau sebaiknya bangun dan mandilah,lalu makan yah"


Dengan sedikit ancaman 'aku akan menendangmu' , FanFan seketika bangun dan melompat dari tempat tidurnya dan pergi mandi, sementara aku masih di kamarnya dan merapikan tempat tidurnya.


"Kau kenapa kembali lagi?"


"Aku lupa sesuatu" kata FanFan


"Apa?" tanyaku


"Ini" Katanya sambil mendekat padaku dan tiba-tiba mencium keningku.


Dia lalu berlari ke kamar mandi sambil berteriak


*/


Setelah merapikan kamar FanFan aku pun membangunkan kakakku.Tidak jauh berbeda dengan FanFan, dia masih molor dengan selimut putihnya yang menutupi sekujur tubuhnya.


"gē tidak bangun?" kataku


"Aku tidak ada jadwal jaga pagi ini , biarkan aku tidur lagi yah.."


Karena kakakku yang masih tidur, aku sarapan berdua dengan FanFan. Dia tampak terharu mendengar aku keluar pagi-pagi untuk membelikannya sarapan. Bukan terharu yang sebenarnya, tapi itu hanya pembelaan karena dia terlambat bangun.


Setelah selesai sarapan aku dan FanFan pun bersiap-siap untuk berangkat ke Rumah Sakit. Seperti biasa,FanFan terlihat tampan hari ini.



Memakai coat berwarna green bottle dan jeans berwarna dark blue semakin membuatnya terlihat keren. Apalagi dengan tingginya yang 188 cm membuatnya terlihat seperti seorang model. Aku melihatnya setiap hari, tapi entah kenapa aku masih takjub dengan ketampanannya.


"Eh tunggu sebentar, di rambutmu itu.."


"Apa?ada apa?"


"Kemarilah biar aku bantu.."


Aku yang pendek ini kesulitan menjangkau FanFan yang tinggi, dengan sikapnya yang genlte dia menunduk agar aku bisa mengambil benang yang menempel di rambutnya itu.


"Kau sudah rapi.."ujarku


FanFan menurunkan kepalanya lebih rendah lagi hingga wajahnya sejajar dengan wajahku, FanFan menelengkan kepalanya dan berkata..


"Kau belajar romantis dari siapa?" tanya FanFan


Aku tersenyum mendengar ucapannya itu, dengan wajah yang merona karena tersipu malu aku mengecup bibirnya. FanFan yang kaget hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyolku itu.


♡♡♡♡


*Beijing United Family Hospital*

__ADS_1


Hari ini aku mendapat pengalaman yang luar biasa, jadi ceritanya aku sedang berjaga di IGD, sementara FanFan bertugas di bangsal. Ketika sedang istirahat di nurses' station, tiba-tiba ada pasien yang datang.


Pasien dengan lengan yang robek karena kecelakaan. Dokter Zhang yang saat itu berada di IGD menyuruh kami membawanya ke OR (Operating Room), betapa terkejutnya aku saat dokter Zhang menyuruhku menjadi asistennya. Aku baru dua hari masuk sebagai coass, dan dia menyuruhku menjadi asistennya.


"Kau adalah murid kesayangan Professor Jiang kan?dan aku juga lihat Profesor Chen menyukaimu, kau akan jadi asistenku!" Ujar dokter Zhang.


Pantang bagi coass untuk menolak permintaan konsulen. Walau dr. Zhang bukan konsulen utamaku,aku tetap mematuhinya dan mengiyakan permintaannya.


Ketika akan menjahit lengan pasien itu, dr. Zhang mengangkat kepalanya dan melihatku, seketika dia bilang...


"Crystal, Ini kau saja yang jahit, kau bisa kan?" Tanya dokter Zhang.


Sejenak aku terdiam, aku bingung harus bagaimana. Tapi aku memotivasi diriku dan mengiyakan permintaannya. Aku pun memakai handscoen dan mulai mengambil alih.


"Aku akan membimbingmu" ujar dokter Zhang


Aku benar-benar gugup saat itu, tapi beruntung dokter Zhang membimbingku hingga aku berhasil menjahit lengan pasien pertamaku. Aku berhasil menjahit untuk pertama kalinya. Pengalaman itu membuatku semakin termotivasi dan semangat untuk menjadi seorang dokter.


*/


*Istirahat*


Aku dan FanFan pergi ke ruangan staff untuk beristirahat sebentar. Tiba-tiba dr. Zhang dan dr.Chen masuk ke dalam ruangan staff. Aku dan FanFan yang sudah berjanji untuk merahasiakan hubungan kami pun langsung bersikap sewajarnya.


Selagi istirahat, kami mengobrol banyak hal. Tapi di saat itu juga aku menyadari sesuatu. Aku melihat bagaimana tatapan dr.Chen pada FanFan. Caranya merespon ucapan FanFan berbeda dengan caranya merespon ucapanku. Matanya terbuka lebar dan berbinar-binar saat berbicara dengan FanFan. Tapi sejauh ini aku masih berpikiran positif dan tidak menunjukkan rasa cemburuku. Aku tidak ingin membebani FanFan.


"Aku dengar kau adalah mahasiswa terbaik di Fudan yah?" tanya dr. Chen pada FanFan.


FanFan sih hanya meresponnya dengan biasa, dia hanya mengangguk dan menjawab 'iya'. Aku pikir aku tidak perlu terlalu khawatir.


Saat jam istirahat berakhir, mereka pun keluar dari ruangan staff sementara aku masih mencari stetoskopku. Tiba-tiba seseorang masuk. FanFan masuk kembali ke ruangan staff dan memelukku.


"Kau jangan khawatir, aku tidak akan tergoda dengan perempuan lain " ledek FanFan


"Aku tau"kataku


FanFan benar-benar berusaha menjaga perasaanku, dia takut aku akan marah dan salah paham. Aku penasaran kenapa FanFan bisa tau kalau aku cemburu. Aku bahkan tidak mengatakan padanya.


"Eh, tapi bagaimana kau tau?" Tanya ku


"Matamu yang melotot tadi hampir mengeluarkan api" balas FanFan.


*/


*IGD*


Setelah memeriksa pasien, aku dan dr. Zhang bercerita dan mengobrol di nurse station. Dr. Zhang menurutku adalah orang yang baik, hanya saja tingkat keingintahuannya sangat tinggi.


"Crystal, kau kenapa bisa akrab dengan FanFan?" tanya dr.Zhang.


"Kami teman dari kecil hehehe" jawabku.


"Wah jadi kalian dekat dong,apa dia punya pacar?" tanya dr.Zhang lagi.


"Aku pacarnya" ujarku dalam hati


"Ah aku tidak tau hehehe" jawabku


"Dia kan adik dr.Liu di pasti kaya, aku dengar ayahnya juga seorang dokter di Shanghai? " timpal dr.zhang


Mendengar celotehannya aku hanya tertawa canggung, sikapnya berbeda saat di OR tadi. beruntung seorang perawat datang dan memberitahu kami kondisi pasien, kalau tidak dr.Zhang akan mewawancaraiku semalaman.


Aku penasaran kenapa dr.Zhang bertanya tentang FanFan? tidak mungkin dia menyukai FanFan karena dr. Zhang sendiri katanya sudah bertunangan.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan Rate star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2