
Hari ini adalah hari ke-3 aku berada di Beijing. Selama di Beijing aku pergi ke berbagai tempat menarik. Salah satu tempat favorit yang aku kunjungi adalah Wangfujing yang merupakan pusat perbelanjaan populer di distrik Dongcheng Beijing, dengan panjang jalanan sekitar 1,8 km.
Disana banyak sekali barang-barang fashion dan barang-barang branded favorit para wanita. Ibu Fanfan, ibuku, dan aku membeli beberapa barang di Wangfujing ini. Ibu membeli tas, sementara ibu Fanfan membeli banyak keperluan untuk pernikahan Yang gē besok.
Kami singgah di sebuah toko tas di Wangfujing. Desain tokonya tampak menarik dengan kesan vintage.
"Xiao Xi, ini sepertinya cocok untukmu" ujar Ibu Fanfan seraya menunjukkan tas kecil berwarna broken white kepadaku.
"Bibi, aku sudah punya kok"
"Terimalah, bibi yang akan membelikan untukmu, yah? bibi akan kecewa jika kau menolaknya"
"Sudahlah Xiao xi, terima saja" ujar Ibuku
"Terimakasih bibi"
Aku merasa sungkan menerimanya karena harga tas itu sangat mahal. Kemarin Fanfan, dan sekarang ibunya. Tapi karena ibu Fanfan memaksa, aku pun menerimanya.
Setelah selesai belanja kami makan disebuah kedai makanan yang ada di Wangfujing. Banyak sekali penjual makanan khas Tiongkok hingga makanan ekstrem seperti satai kalajengking, yang mungkin bagi sebagian orang terlihat menjijikan.
"Xiao xi, kau pasti capek yah, hari ini kita hanya belanja dan tidak jalan-jalan" ujar Ibu Fanfan
"Tidak apa-apa bibi, aku senang bisa pergi dengan kalian" kataku
"Lain kali pergilah jalan-jalan dengan Fanfan. Apa kalian tidak bosan pulang pergi kampus saja" ujar Ibuku
"Iya, setelah pernikahan YangYang selesai, bibi akan menyuruh Fanfan menemanimu jalan-jalan yah" ujar ibu Fanfan.
Aku bisa melihat bagaimana kedua orang tua ini, ibuku dan ibu Fanfan yang ingin mencoba menjodohkan aku dan Fanfan.
*/
*Apartemen*
Aku kembali ke apartemen setelah seharian ikut ibu dan ibu Fanfan berbelanja.
"Aku pulang!"
Apartemen terlihat sepi, sepertinya tidak ada orang. Dery gē juga belum kembali, tapi kemana Fanfan pergi?, setelah seharian berjalan aku merasa sangat gerah. Aku bergegas membersihkan diri, aku berjalan menuju kamar mandi lalu membuka pintu kamar mandi dan..
"Dasar gila !! kenapa kau tidak mengunci pintu?" teriakku sambil menutup pintu kamar mandi
Aku tidak sengaja melihat Fanfan sedang mandi didalam.
"Eh, kenapa kau tidak mengetuk?" teriaknya.
"Kau mandi kenapa tidak bersuara? dasar kau yah"
"Kenapa harus bersuara? kau juga harusnya mengetuk pintu" balas Fanfan
Aku shock melihatnya tadi, dia benar-benar teledor tidak bisa membedakan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, ini kan bukan kamarnya dan harusnya dia mengunci pintu.
Bip bip bip
Terdengar suara seseorang menekan password pintu apartement
"Xiao Xi, apa kabar? kapan kau datang?" Tanya YangYang gēge yang tiba-tiba datang
"Ah iya, aku sampai 3 hari yang lalu" balasku
__ADS_1
Untuk pertama kalinya aku melihat YangYang gēge membawa seorang gadis, apakah dia calon istrinya?
"Kau kenapa berdiri di depan kamar mandi?" tanya Yang gē
"Fanfan ada di dalam, aku menunggunya keluar" kataku
Aku memandangi perempuan itu, perempuan cantik dan berambut pendek dengan kulit putih bersih. Dia cantik dan imut, wajar kalau YangYang gēge jatuh hati padanya.
Fanfan tiba-tiba keluar dari kamar mandi...
"Wei, kau kenapa melamun?" tanya Fanfan
"Aku tidak melamun." balasku sambil berjalan masuk ke kamar mandi
*/
Setelah selesai berganti baju, aku keluar kamar untuk memberi salam pada calon istri YangYang gēge. Aku melihat Fanfan juga ada disana.
"Halo ,aku Crystal Wong. Aku adik Hendery Wong dan juga teman kecil YangYang gēge dan Fanfan hehhe" sapaku
"Halo Crystal, aku Hexin" balas perempuan cantik itu dengan senyum menawan
"Ah jiějie, kau jangan memanggilku Crystal, panggil saja aku Xiao Xi" kataku
"Baiklah" balas Hexin
(Jiějie; panggilan untuk kakak perempuan, Gēge; panggilan untuk kakak laki-laki)
Kami pun mengobrol di ruang keluarga sambil memakan camilan yang di bawa oleh Hexin jiějie, aku menatapnya dan mengaguminya. Dia benar-benar imut, senyumnya pun anggun. Caranya makan, semuanya sungguh serasi dengan YangYang gēge yang rapi.
"Eh, Fanfan dan Xiao Xi juga akan menjadi dokter loh" ujar Yang Gē
"Wah kalian pasti pintar" seru Hexin jiějie
"Ah, tidak juga. Aku memang pintar, tapi Xiao Xi..." ledek Fanfan
"Oh iya mereka akan menjalani coass di rumah sakit tempat kita bekerja, dan kemungkinan akan tinggal disini bersama Hendery, iyakan Fanfan?" ujar Yang gē
"Benar gē" balas Fanfan
Aku bisa melihat perhatian YangYang gēge pada Hexin jiějie, cara YangYang gēge menatap Hexin jiějie sangat berbeda dengan caranya menatapku. Mereka datang untuk menyapaku dan Fanfan sebelum pernikahan mereka besok.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun pulang. YangYang gēge sudah tidak tinggal di apartemen ini, dia pindah ke apartemen barunya, yang juga akan ia tempati bersama calon istrinya, Hexin jiějie.
Aku yang lelah pun masuk dan beristirahat di kamarku, Sementara Fanfan terlihat sedang asyik bermain game.
Aku berusaha memejamkan mataku tapi tidak juga terlelap. Jam menunjukkan pukul satu, aku keluar kamar dan memeriksa kamar Dery gē, dan ternyata dia belum juga pulang dari Rumah Sakit. Aku pun menunggunya di ruang keluarga.
"Dia pasti sibuk" ujarku
Besok adalah hari pernikahan YangYang gēge, aku harus melepasnya dengan hati bahagia. Aku lihat Hexin jiějie adalah perempuan yang baik, aku yakin mereka akan bahagia. Bukankah aku sudah berjanji untuk tidak menangis, aku akan berbahagia untuk orang yang aku cinta.
♡♡♡♡♡
Keesokan Harinya....
Alarmku berbunyi menandakan jam 07.00, aku bangun tempat tidurku dan bersiap-siap. Setelah mandi aku membangunkan Fanfan dan Dery Gē yang masih tertidur.
"gē, aku tau kau lelah. Tapi bangunlah, hari ini kan kau akan menjadi MC pernikahan YangYang gēge" teriakku sambil menarik selimut kakakku.
__ADS_1
Dia tampak sangat lelah karena pulang larut semalam. Setelah membangunkan Dery Gē, aku pun membangunkan Fanfan.
"Fanfan ayo bangun, kau mau sampai kapan tidur? hari ini hari pernikahan kakakmu." teriakku sambil menendangnya.
Aku tidak berani menarik selimutnya lagi, aku takut kejadian tempo hari terulang. Setelah membangunkan mereka berdua, aku pun bersiap-siap.
Aku memakai dress yang Fanfan belikan, tidak lupa clutch berwarna broken white yang dibelikan oleh Ibu Fanfan. Aku memadukannya dengan heels 34,5 inchi berwarna apricot. Aku menggunakan make up natural, dan aku pun siap pergi
Aku keluar kamar, dan melihat Dery gē dan FanFan sedang menungguku. Kakakku terlihat memakai Tuxedo berwarna hitam. Dan FanFan, dia memakai setelan jas yang aku rekomendasikan untuknya tempo hari.
"Kenapa kau lama sekali? bukankah kau yang pertama bangun" gerutu Dery gē
“Aku kan wanita. Bagaimana penampilanku? " ujarku
"Biasa saja, aku sudah melihatmu dari kecil. Jadi yah biasa saja" canda Dery gē
"Cantik, kau terlihat cantik Xiao xi" ujar Fanfan
Dag..dig..dug...
Mendengar Fanfan mengatakan hal itu membuat jantungku serasa mau pecah karena berdegup kencang. Aku senang saat Fanfan menyebutku cantik. Kami pun berangkat ke tempat pemberkatan pernikahan Yang gē.
Yang gē memilih pernikahannya di adakan indoor di sebuah aula gedung yang sudah disewa. Dengan dekorasi ruangan bernuansa grey.
Kami pun masuk, dan melihat banyak sekali orang yang datang.
Dery gē langsung pergi untuk mempersiapkan dirinya yang akan menjadi MC hari ini. Semetara aku mengajak FanFan untuk pergi ke suatu tempat.
"ayo ikut aku" ajakku sambil menarik tangan FanFan
"Mau kemana? hei pelan-pelan.."
Kami pergi ke waiting room, tempat pengantin perempuan menunggu.
"Hexin Jiějie, kau terlihat sangat menawan sekali" kataku
"Kau juga terlihat cantik Xiao xi" balas Hexin jiě
Aku menemui Hexin jiějie karena aku mau mengatakan sesuatu.
" Jiějie, kau adalah perempuan yang baik dan kau beruntung bisa bertemu Yang gē yang baik juga. Aku berdoa agar kalian hidup bahagia" ujarku seraya memegang erat tangan Hexin jiějie
"Terima kasih, aku juga berharap kau bertemu laki-lali yang baik dan hidup bahagia" ujar Hexin jiějie
Setelah mengobrol dan memberi selamat, aku dan Fanfan pun keluar dari waiting room. Kami menuju aula pernikahan. Fanfan tiba-tiba merangkulku dan berkata.
"Kau melakukannya dengan baik Xiao xi"
Di aula pernikahan, aku duduk di depan piano berwarna putih. Inilah kado yang aku maksud, aku akan memainkan piano untuk mengiringi YangYang Gēge menjemput kebahagiannya.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran juga yah 😉😂
__ADS_1
XÌEXÌE 😍
Mohon Dukungannya.