
Lama tak bertemu, rupanya sifat nyonya Wong ini masih tidak berubah. Usianya sudah lebih dari setengah abad, tapi rasa ingin tahunya melebihi anak remaja berusia 18 tahun.
Suara pintu kamar FanFan terbuka, berderit dengan sangat lemah. Dengan mata menoleh keluar kamar, ibuku masuk kedalam kamar dengan mengendap-ngendap.
Matanya berbinar, suaranya berbisik, "shhuutt, jangan ribut"
"Ma, ada apa?" Aku menyahut mengikuti alunan nada
Ibuku duduk di ranjang, tepat disampingku. Wanita nomor satu dihatiku ini mulai mengutarakan niatannya.
"Nanti, mama akan rumah sakit untuk melihat Hendery. Mama bisa mati penasaran.."bisik Ibuku
Aku mencibir, "Ma, bukankah dia akan datang kesini, kenapa harus ke Rumah Sakit ? Lagi pula aku juga tidak tau siapa pacar Dery ge. Memang dia kerja disana? "balasku
Ibuku menepuk pundakku," Eh, firasat seorang ibu itu tidak pernah meleset"
Aku, "…."
Ada-ada saja ini ibuku, dia ingin ke Rumah Sakit hanya karena ingin mengetahui siapa pacar Dery ge. Ibuku bilang mungkin saja dia akan bertemu dengan wanita idaman kakakku itu. Awalnya aku juga mengira bahwa dokter Yu Tang lah orang itu, tapi ternyata bukan. Apa ada dokter lain yang dekat dengan kakakku selain dokter Yu Tang?
"Terserah mama saja,tapi ingat aku harus bekerja yah. Aku tidak mau bergabung dengan ide konyol mama ini"
Sesuai prediksi, aku pergi ke rumah sakit bersama ibuku. Dery ge yang berangkat lebih dulu tidak tau akan hal ini. Ibu sudah menyiapkan tameng jikalau dia bertemu anak sulungnya itu, katanya ia akan berdalih ingin mengecek kadar gulanya di rumah sakit. Sungguh rencana yang matang dari nyonya Wong.
*Beijing United Family Hospital*
"Kau masuklah…" ujar ibuku
Aku pergi meninggalkan ibu di lobi rumah sakit, membiarkannya melaksanakan rencana konyolnya itu. Tubuhku sudah tidak bersamanya lagi, tapi rohku bergentayangan diseluruh rumah sakit. Aku takut ibu akan berbuat hal aneh.
"Dokter pasien di ranjang no 5 mengalami nyeri dada dan sulit bernapas, apa yang harus aku lakukan??"tanya dokter Chen
"Lakukan EKG, aku akan segera kesana melihatnya.." ujar dokter Yu Tang yang masih sibuk menangani pasien
(Elektrokardiogram/ EKG: tes sederhana untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung)
Di tengah-tengah kesibukan, aku melihat ibuku yang datang ke IGD untuk mengamati. Mata kami saling bertemu, aku memberinya kode agar dia tidak mengganggu. Hingga akhirnya dia pergi.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter Yu Tang menyuruhku membawa pasien itu ke ruang rawat inap. Ketika akan pergi ke ruang gawat inap,aku tidak melihat ibuku lagi.
"Kemana dia pergi?" ujarku
Setelah selesai mengurus pasien tadi, aku bergegas keluar untuk mencari ibuku. Aku tidak bisa menemukannya di mana-mana. Aku bahkan mencoba menelponnya tapi tidak di angkat.
Aku pergi ke ruangan staff untuk mencarinya, tapi nihil. Aku hanya melihat Yang ge yang sedang bersiap ke ruang operasi.
"Ge, apa kau melihat Dery ge..?"tanyaku
"Hendery? dia sepertinya sedang ada operasi. Dia baru saja masuk tadi…"ujar Yang ge
Yang ge melanjutkan, "Oh iya dokter Yu Tang mencarimu, dia ada di kantin. Kau lebih baik kesana"
__ADS_1
Aku pun berlari, bergegas meninggalkan Yang ge yang masih terlihat kebingungan. Aku segera pergi ke kantin rumah sakit. Karena jam makan siang, kantin dipenuhi oleh staff dan pegawai Rumah Sakit. Aku mengamati dari kejauhan, sambil memfokuskan mataku untuk mencari dokter Yu Tang dan ibuku.
Satu sosok teridentifikasi, di tengah keramaian aku melihat ibuku tengah mengobrol dengan seorang dokter. Pakaian Ibuku yang berwarna ungu tampak mencolok diantara orang-orang berseragam putih.
Aku melangkah lebih dekat, tapi tiba-tiba kakiku berhenti, "Tunggu sebentar, yang dia temani bicara itu?"
Dokter yang ibuku temani mengobrol itu berbalik dan aku melihat wajahnya. Rambut lurus sebahu dan senyum anggunnya, itu dokter Yu tang!
Aku mengambil nampan makanan, lalu duduk di kursi belakang dokter Yu Tang. Ibuku memberiku kode agar aku diam, sementara aku berusaha menguping pembicaraan mereka. Pendengaranku sedikit terganggu karena keramaian, aku tidak bisa menangkap informasi apa-apa.
Tiba-tiba dokter Yu Tang berdiri dan pergi meninggalkan ibuku, aku pun langsung berbalik dan pindah ke kursi yang ditempati dokter Yu Tang tadi.
"Ma..apa yang tadi kalian bicarakan? Tadi mama tidak bicara sembarangan kan? Ma, ma dia itu bukan pacar Dery ge.."ujarku pada ibuku
"Benarkah? Mama kira dia orangnya, mama tadi melihatnya sangat akrab dengan kakakmu" balas Ibuku
"…."
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat ibuku. Sebelum Ibuku membuat masalah lagi, aku menyuruhnya pulang
*/
Aku bergegas menuju IGD untuk bertemu dengan dokter Yu Tang. Belum sempat aku bersuara, dia tiba-tiba menarikku tanpa bicara apa pun. Membawaku ke balik tirai di tengah tempat tidur pasien.
"Dokter, ada apa?" Tanyaku
"Sore nanti kau bisa temani aku tidak?"tanya dokter Yu Tang
Dokter Yu Tang, "Rahasia"
Aku, "…."
Dokter Yu Tang tidak memberitahu kemana dia akan mengajakku, aku hanya mengiyakan permintaannya karena kebetulan aku tidak bertugas malam hari ini. Aku juga berniat meminta maaf karena perilaku ibuku tadi.
Aku melanjutkan, " Kenapa harus bicara diam-diam begini?"
"Hanya saja, aku ingin terlihat seperti mata-mata di drama-drama" kata dokter Yu Tang sambil menahan tawa
"…." Aku kehabisan kata-kata
*/
Sore harinya, aku menunggu dokter Yu Tang di lobi rumah sakit. Kami janjian jam 5 di lobi, tapi dia juga tak kunjung datang. Suara high heels terdengar mendekat, nafasnya terengah-tengah karena berlari. Dokter Yu Tang akhirnya datang.
"Maafkan aku, aku harus membuat alasan agar kakakmu mau menggantikan shiftku"
Kami pun akhirnya pergi, dokter Yu Tang mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang aku sendiri belum tau.
Saat diperjalanan tiba-tiba FanFan menelpon. Bukan telepon biasa tapi Video Call, aku berpikir harus bagaimana? masa iya aku mengangkat telpon dari FanFan di depan dokter konsulenku, bukankah itu tidak sopan?
"Dari FanFan?"tanya dokter Yu Tang sambil melirik ponsel yang kupangku.
__ADS_1
Dokter Yu Tang melanjutkan, "Sudah jawab saja, aku tidak apa-apa.."
Aku pun mengangkat video call dari FanFan. Aku bahkan belum mengatakan 'halo' dan Liu FanFan sudah mengomel. Suaranya memenuhi mobil dokter Yu Tang
FanFan, "Kenapa kau lama sekali mengangkatnya?"
Aku merasa tidak enak karena ada dokter Yu Tang di sampingku, sementara FanFan masih saja berbicara dan tidak mau diam. Aku masih diam, berusaha memberikan kode untuk membungkam mulut FanFan yang tidak mau berhenti bicara itu.
"Eh, kenapa kau mengikat rambutmu seperti itu? Kau bahkan terlihat seperti Jenderal Sun Tzu" ledek FanFan sambil tertawa terbahak-bahak
(Jenderal Sun Tzu : pakar intelejen militer perang kenamaan dari daratan Cina)
Dokter Yu Tang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan FanFan itu. Sementara aku hanya tertawa sinis sambil menahan rasa geram. Beruntung aku sedang bersama dokter konsulenku kalau tidak, aku pasti sudah mengomelinya.
"Siapa itu?"tanya FanFan
Akhirnya pacar jeniusku sadar
"Maafkan aku, ini aku dokter Yu Tang. Tadi aku berniat diam tapi karena kau mengatakan Jenderal Sun Tzu, aku jadi tidak kuat dan tertawa" ujar dokter Yu Tang
FanFan langsung diam dan menyapa dokter Yu Tang. Dokter Yu Tang bilang gaya kami berpacaran sangat lucu.
*/
Mobil dokter Yu Tang berhenti didepan sebuah bangunan besar yang terang. Itu adalah mall besar yang ada di Beijing. Aku tidak banyak bertanya dan hanya mengikutinya.
"Aku mau membeli gaun baru dan juga buah tangan untuk orang tua tunanganku, kira-kira mereka menyukai apa?" Ujar dokter Yu Tang
Ternyata alasan dia mengajakku ke mall, karena dia ingin menyenangkan hati tungannya. Apa benar dokter Yu Tang bukan pacar kakakku? Tapi kenapa bisa berbarengan seperti ini.
"Aku sarankan dokter memakai pakaian yang simple saja. Dokter sudah cantik kok, dokter tinggi dan badan dokter juga bagus.."ujarku sambil menyarankan Length Dress berwarna maroon pada dokter Yu Tang
Selain dress, dokter Yu Tang juga bingung harus membeli buah tangan apa.
"Sebenarnya kau tidak perlu membawa apa-apa dokter. Asal dokter tulus, mereka pasti akan senang hanya dengan melihat dokter "ujarku
"Tapi aku rasa itu tidak sopan dan ini juga kan adat yang harus kita ikuti"ujar dokter Yu Tang
Akhirnya dokter Yu Tang membeli sebuah parsel buah untuk dia bawa nanti. Sudah jam 7 malam, kami pun bergegas keluar dari mall. Dokter Yu Tang bersikeras mau mengantarku tapi aku tidak mau, aku tau betul lamanya perempuan untuk merias diri. Aku akhirnya pulang sendiri dengan naik bus.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
Mohon Dukungannya.
__ADS_1
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰