Love Me Now

Love Me Now
Beautiful Night


__ADS_3

Aku mengejar FanFan yang masih marah, dia terlihat kesal karena aku tidak memberitahunya mengenai kecelakaan yang menimpaku kemarin malam.


Dengan kaki yang hanya memakai sandal rumah sakit, aku menghampiri FanFan yang sedang duduk di bangku taman Rumah Sakit


Suaraku pelan, "Maafkan aku, aku memang salah karena tidak mengabarimu. Aku bahkan tidak memberitahu mama dan papa juga. Aku takut kalian akan khawatir. Apalagi kau, aku takut kau tidak fokus pada pelatihanmu di Macau sana"


FanFan berdiri dan berbalik menatapku, pandangannya mulai melunak, "apakah itu penting? Pelatihan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu"


"Maafkan aku, maafkan aku" aku tertunduk lesu


Tangan FanFan meraih lenganku, lengan panjangnya mulai melingkari tubuhku yang kecil ini. Dengan tangan kanannya membelai rambutku, dia memelukku dengan erat.


“Kau jangan pernah mengulanginya lagi yah? Aku adalah sahabatmu dan aku juga pacarmu. Kau jangan menyembunyikan apa-apa lagi padaku, sudah sewajarnya aku khawatir ketika mendengar pacarku kecelakaan. Dan juga maafkan aku, aku tadi membentakmu" balas FanFan


FanFan melepaskan pelukannya, mata elangnya melihat kakiku “Kau bahkan mengejarku kesini dengan kakimu yang masih sakit itu! Diam disitu, aku akan pergi mengambilkan kursi roda untukmu"


Saat FanFan pergi mengambilkan kursi roda untukku, aku teringat Li Yu yang masih berada di kamar kakakku. Aku rasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mereka bertemu. Aku mengirimkan pesan pada Li Yu, aku memintanya untuk segera pulang, sebelum FanFan melihatnya nanti.


"Ayo, aku akan membawamu ke kamar" ujar FanFan


"Baiklah"


Saat kembali ke kamar inap Li Yu sudah pergi, kalau tidak FanFan pasti akan kaget melihatnya.


“Dery ge, maafkan aku. Aku bahkan tidak menanyakan kabarmu dan hanya marah-marah" kata FanFan


"Kau memang bocah nakal. Eh iya, tadi aku mau mengenalkan seseorang padamu. Tapi dia sudah pulang" Dery ge menyeringai mendengar ucapan FanFan


"Siapa ge?" Tanya FanFan


"Pacarku, kau mungkin mengenalnya, kalian dulu satu SMA" balas Dery ge


Sebelum kakakku menceritakan soal Li Yu, aku menyuruh FanFan pulang ke apartemen untuk beristirahat, dia pasti lelah sekali. Dia baru sampai dari Macau dan langsung ke rumah sakit untuk melihatku. Dia bersikeras untuk tinggal di rumah sakit, tapi aku melarangnya.


*/


Keesokan harinya, aku terbangun dan melihat FanFan yang sedang duduk di depanku. Dia memakai jas dokternya, sepertinya dia telah siap kembali bertugas. Dagunya ditopang oleh kedua jari-jari rampingnya, FanFan menyeringai begitu melihat mataku terbuka.


“Kapan kau datang? Kenapa tidak membangunkanku?” tanyaku pada FanFan



“Tadi pagi, aku harus memeriksa pasien di IGD dan aku kemari untuk melihatmu…” ujar FanFan


“FanFan, boleh aku meminta seseuatu?” tanyaku pada FanFan


Aku berbisik pada FanFan, aku memintanya membelikanku chakwe dan susu kedelai kesukaanku. Begitu bangun tidur, aku benar-benar ingin makan chakwe dan susu kedelai. Selama 2 hari di rumah sakit, petugas hanya memberiku bubur yang tidak ada rasanya .


“Kau bisa kan?” ujarku


FanFan mengangguk dan segera pergi membeli pesananku, sementara Dery ge masih tertidur pulas di ranjangnya.


“Bagaimana dia bisa menjagaku? dia saja masih tidur..” ujarku sambil melihat kakakku yang tidur di ranjang sebelahku.


Ketika FanFan pergi, aku keluar untuk menelpon Li Yu. Aku khawatir dia akan datang dan bertemu dengan FanFan. Aku bingung sampai kapan aku harus merahasiakan semua ini. Aku seperti telah menelan bom waktu, tanpa tau kapan bom itu akan meledak.


Tak lama kemudian FanFan datang dengan membawa paper bag berisi makanan. Tapi anehnya aku tidak mencium bau cakhwe dan susu kedelai kesukaanku. Aku kemudian membuka paper bag yang FanFan bawa.


Aku, "….."


Tidak heran, tidak mungkin praktisi kesehatan jenius macam FanFan akan mengingkari prinsipnya. Tidak ada susu kedelai apalagi cakhwe. Dia sengaja tidak membelinya karena tau aku belum bisa memakannya. Hanya kotak plastik berisi bubur sehat yang ada didalam paper bag itu.


“Kau harus memakan makanan yang bergizi. Kau kan sedang sakit. Ini .” ujar FanFan sambil membukakan wadah berisi bubur itu


“Bubur lagi?” keluhku


FanFan tertawa melihatku, sementara Dery ge terbangun karena mencium bau harum makanan yang FanFan bawa.



“Untukku mana?” Tanya Dery ge


“Ini, spesial untukmu Ge"

__ADS_1


Kakakku membuka wadah itu juga dan melihat bubur yang sama dengan yang aku punya.


“Kau benar-benar menakjubkan dokter Liu FanFan" keluh Dery ge


“Hahha aku ingin kalian cepat pulih. Oh iya kata dokter Chen, kau sudah oleh pulang hari ini" ujar FanFan sambil menatapku


Dery ge memotong “Lalu aku bagaimana?”


FanFan mengatakan Dery ge harus tinggal hingga 2 atau 3 hari lagi. Dokter Yu Tang masih harus memeriksanya. Dia khawatir ada luka serius karena kepalanya yang terbentur.


“Kalau begitu aku akan kembali bertugas, dan menjemputmu nanti malam..” ujar FanFan padaku.


*/


Menunggu hari menjadi gelap itu membosankan, bahkan waktu berjalan sangat lama. Saking bosannya aku dan Dery ge sampai bingung mau melakukan apa.


“Ge, bagaimana kalau kita main di luar saja? udara diluar sangat bagus hari ini..” ujarku


Dery ge hanya menghela napas mendengar usulanku, “Saat dokter Yu Tang mendapati kita bermain di luar, dia pasti akan mengomel habis-habisan. Lagi pula berapa usiamu sekarang?"


Jika berdua begini saja kami sudah bosan, bagaimana dengan Dery ge yang nantinya sendirian dia pasti akan merasa lebih bosan ketimbang sekarang. Kami bedua adalah saudara yang tidak suka keheningan, tidak melakukan sesuatu adalah kelemahan kami. Kakakku bahkan sudah muak dengan game yang dulunya sangat ingin ia mainkan.


“Bagaimana kalau kita bermain Mahjong, aku menyuruh FanFan membawanya dari apartemen" ujarku


(Mahjong ; Permainan boardgame yang berasal dari Tiongkok.)


"Kita hanya berdua, bagaimana bisa bermain?" tanya Dery ge.


"Iya juga, aku tidak terpikir sampai kesitu"


Kakakku menggapi tablet yang ada disampingnya, "Ah, sudahlah. Aku lebih baik main game saja, kau jangan menggangguku…"ujar Dery ge


Satu jam berlalu, aku masih membaca majalah. Membolak-balikkan halaman demi halaman, terkadang mencoret-coret figur yang ada di dalamnya.


Suara pintu terbuka, suara wanita memekik menahan kemarahan, "Bukankah aku melarangmu untuk bermain game, kau harus istirahat!"


Ditarik telinga kakakku itu didepanku oleh dokter Yu Tang. Aku tertawa terbahak-bahak sampai perutku menjadi keram.


Menyenangkan sekali mengerjai Dery ge yang tidak berdaya di depan dokter Yu Tang. Bukannya takut, aku malah mengolok-ngoloknya.


Dery ge memaki, "Awas kau…"


Dokter Yu Tang datang untuk membawa Dery ge ke lab untuk di periksa, dia takut benturan di kepalanya akan berdampak di masa depan.


"Aku akan membawanya ke departemen radiologi, aku akan membawamu untuk tes MRI "ujar dokter Yu Tang


(MRI: Magnetic Resonance Imaging)


*/


Malam yang aku tunggu-tunggu tiba. Dokter Chen datang untuk memeriksa kondisiku sebelum aku pulang ke rumah.


"Kau masih harus check up dan jangan bandel. Kau masih belum terlalu pulih.."ujar dokter Chen


Perawat pun melepas selang infus, dokter Chen mengganti perban yang melilit kepalaku dengan plaster luka yang lebih kecil. Cukup kecil sampai tidak terlihat karena poni yang menutupi.


Aku melihat kakakku, " Ge, kau tenang saja, aku akan selalu datang menjengukmu, hanya tinggal menunggu hasil MRI dan Aku yakin kau akan segera pulih"


"Kau jangan khawatir, Li Yu akan datang sebentar lagi" kata kakakku


Tak lama berselang, FanFan datang untuk menjemputku. Aku pulang ke apartemen besama FanFan dengan menaiki taksi.


*/ Apartemen*


3 hari tidak pulang, membuatku rindu kamarku. Di rumah sakit tidak enak sama sekali, aku bahkan tidak bisa tidur nyeyak saat di rumah sakit.


"Pelan-pelan saja, kau jangan terburu-buru.."ujar FanFan sambil menuntunku berjalan


Aku masuk ke dalam kamarku, di dalam tampak lebih rapi. Sepertinya FanFan yang membersihkannya.


"Kau yang merapikan kamarku?" tanyaku


"Oh, aku membersihkannya begitu aku tau kau akan pulang, kau istirahat saja. Sudah malam" ujar FanFan

__ADS_1


Akhirnya aku bisa tidur secara manusiawi, tanpa adanya selang infus yang mengganggu pergerakanku, tanpa adanya bau obat yang menyengat, aku merindukan kamarku.


Malam semakin larut, kulihat jam di ponsel menunjukkan pukul 2 malam. Aku terbangun karena haus, tapi saat itu air di dalam gelasku kosong dan aku pun memutuskan untuk mengambilnya sendiri. Aku keluar dari kamar dan menyalakan lampu.


Aku mengambil air lalu duduk di meja makan, aku merenung memikirkan Dery ge dan Li Yu. Sejujurnya aku juga khawatir dengan masa depan mereka berdua.


"Lebih baik aku kembali tidur"


Aku meregangkan tanganku yang kaku hingga tak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di meja. gelas itu tersenggol dan akhirnya jatuh.


Pyarrr!


Suara pecahan kaca terdengar cukup keras. Cukup keras untuk membuat FanFan terbangun dari tidurnya.


"Ya ampun, aku harus membersihkannya" ujarku sambil memungut pecahan beling itu


"Ada apa?" Tanya FanFan yang tiba-tiba keluar dari kamarnya



"Heheheh…"


Aku menyeringai melihat FanFan yang sepertinya akan mengomeliku. FanFan menghela nafas, dia mengangkatku ke sofa dan akhirnya FanFan lagi yang harus membersihkannya untukku.


"Kau kenapa tidak memanggilku?" tanya FanFan


"Aku tau kau lelah, mana mungkin aku membangunkanmu…" balasku


FanFan tiba-tiba menggendongku dan membawaku ke kamar. Salah, ini bukan kamarku. Dia membawaku ke kamarnya.


"Kenapa kau membawaku kesini?" tanyaku


"Aku tidak akan membiarkanmu lagi. Kau akan membakar apartemen ini kalau aku membiarkanmu pergi sendiri, " ledek FanFan


FanFan membaringkanku di atas ranjangnya, sementara dia berdiri dan terlihat mengambil sesuatu dari dalam lemarinya. Dia mengambil alas tidur lain dan selimut.


"Eh…" kataku


"Apa?" FanFan melirik


Dengan ragu-ragu aku menepuk-nepuk kasur, mengisyaratkan agar dia jangan tidur di lantai yang dingin.


"Kau…" FanFan membeku


Suaraku lembut, "Maksudku, kau tidur disini bersamaku.."


Entah apa yang sudah aku pikirkan, tapi aku benar-benar ingin bersama FanFan saat ini. Aku benar-benar merindukannya.


FanFan duduk di sampingku dan menatapku, "Aku sudah bilang, kau jangan mengujiku. Aku tidak akan bisa bertahan lebih lama, apa kau tidak tau sekarang aku berusaha bersikap sopan padamu?" Balas FanFan


Aku terdiam, menelan ludah dan berkata "Siapa yang menyuruhmu untuk bersikap sopan padaku sekarang?"


Mata FanFan serius, dia menatapku , "Kau jangan menyesalinya.."


"Tidak akan.."


Malam itu aku dan FanFan melepaskan rindu dan mengahabiskan malam bersama. Aku melupakan semua masalah yang aku pendam selama ini. Aku akan berusaha menyembunyikan masa lalu FanFan dan Li Yu dari kakakku selama yang aku bisa. Aku juga akan berusaha agar FanFan tidak tau hubungan kakakku dan Li Yu. Entah sampai kapan, tapi aku akan berusaha. Hingga saat yang tepat nanti, saat kakakku sudah mau menerima masa lalu FanFan dan Li Yu.


Hatiku hanya berkata 'Mari fokus hanya untuk hari ini saja, besok adalah misteri. Mari berbahagia untuk hari ini'.


Membiarkan bom waktu ini berjalan, selama aku bisa menjaganya maka bom ini tidak akan meledak. Iya kan?


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢


Mohon Dukungannya.


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰

__ADS_1


__ADS_2