Love Me Now

Love Me Now
Bye Shanghai 上海


__ADS_3

Setelah puas berjalan-jalan, aku dan FanFan pun pulang. Dia mengantarku seperti biasa, bukan mengantar sih, rumahnya kan bersampingan dengan rumahku.


"Sampai ketemu besok" katanya


Aku melambai padanya dan berjalan masuk ke rumah. Di dalam, aku melihat ayah dan ibu yang sedang menungguku.


"Pergilah ganti baju, lalu cepatlah kesini. Kami ingin bicara padamu" ujar ibuku


Setelah ganti baju, aku pun turun ke lantai satu. Aku penasaran sebenarnya apa yang ingin ayah dan ibuku bicarakan.


"Xiao Xi, ayo kemari dan duduklah bersama kami" ujar ayahku


“Kau kenapa baru pulang? dari mana saja? dan sama siapa kau pergi?” tanya ibuku.



Aku pun duduk dan mengobrol bersama orang tuaku. Aku akhirnya menceritakan perihal hubunganku dengan FanFan yang bukan lagi sebatas sahabat.


Ibuku tidak bisa menahan rasa gembiranya setelah mendengar pengakuanku itu, sementara ayahku bersikap tenang seperti biasa, dia hanya tersenyum.


"Xiao Xi, kau sudah dewasa dan tau mana yang baik dan buruk. Jadi Papa akan mendukungmu. Apalagi FanFan adalah anak yang pintar dan baik" ujar ayahku


"Kalau begitu mama lega melepasmu ke Beijing Xiao Xi. Awalnya mama takut kau akan bertengkar terus dengan Hendery atau FanFan, tapi mama yakin FanFan pasti bisa menjagamu. Ah kau benar-benar putri kesayanganku" kata ibuku


Malam ini aku merasa sangat bahagia sekali, aku tidak berhenti tersenyum melihat layar ponselku yang berisi chat-chat romantis dari FanFan. Tiba-tiba Shangyan mengirimiku pesan.


"Crystal aku minta maaf soal waktu hari, aku hanya tidak bisa menahan perasaanku padamu. Aku rasa kau sudah menemukan orang yang benar-benar kau cintai. FanFan adalah orang yang baik, dia pantas untukmu. Aku mendoakan kebahagiaan kalian. Oh iya aku akan ke London untuk melanjutkan karir bermusikku, jadi mungkin kita tidak akan bertemu dalam waktu yang lama. Jaga dirimu baik-baik yah" tulis Shangyan di pesan WeChat


Aku merasa lega Shangyan telah mengerti dan mau memahamiku. Aku juga berharap dia juga akan menemukan orang yang lebih baik dariku. Aku pun beristirahat dan tidur lebih awal malam ini. Karena besok aku akan ke Beijing untuk menjalani coass di sana.


♡♡♡♡♡


*Keesokan harinya*



Aku bangun dan segera mandi, sementara Ibuku terlihat menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa ke Beijing. Entah kenapa Ibuku yang biasanya cerewet tampak lesu hari ini. Dia bahkan tidak membangunkanku.


"Ma, kenapa? mama terlihat muram hari ini. Biasanya kan mama cerewet" godaku


"Xiao Xi, lihat mama, selama ini kau selalu ada dirumah ini


Kau membuat mama berteriak-teriak setiap hari, dan sekarang kau mau pergi. Kakakmu sudah lama meninggalkan mama dan bekerja di Beijing, dan sekarang putri mama akan menyusulnya" ujar Ibuku


"Ma, aku kan hanya coass di Beijing, dan lagi pula kalian kan juga bisa mengunjungiku kapan saja. Ayo lah, jangan menangis" ujarku sambil memeluk ibuku

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap, aku keluar dari kamar dengan membawa koperku. Ibuku benar-benar sedih melihatku akan pergi meninggalkannya. Sementara ayah yang pendiam hanya memandangiku.


"Apa sudah tidak ada yang ketinggalan?" Tanya ayahku


"Tidak ada pa" kataku


"Xiao Xi, kau peganglah yah" ujar ayahku sambil menyerahkan sebuah amplop putih yang ada di atas tasnya.


Ketika aku membukanya ternyata ada banyak uang di dalam amplop putih itu.


"Ini.."


"Sudahlah ambil saja" ujar ibuku


"Ma, pa, bukan begitu, tentu saja aku akan mengambil uang ini, hanya saja di jaman sekarang siapa yang masih menyimpan uang di amplop? kan bisa lewat kartu kredit saja" kataku


"Kau banyak sekali maunya, masih untung Papamu memberimu uang" keluh ibuku


Orang tuaku dan orang tua FanFan tidak akan mengantar kami ke bandara. Mereka menelpon Taksi dan menyuruh kami berangkat sendiri dari rumah.


"Paman, bibi, kami pamit pergi dulu yah” ujarku


"Xiao Xi, kau jaga diri baik-baik yah. Dan juga bibi minta kau jaga FanFan" kata ibu FanFan


"Baik bibi, aku akan menjaganya" kataku


"Ini adalah pertama kalinya aku akan pergi jauh dari orang tuaku" ujarku


"Tidak apa-apa, kan ada aku. Aku akan selalu bersamamu, kau ingat waktu orang tua kita ke Beijing, aku yang merawatmu" balas FanFan


"Dasar, kau tukang pamer. Kalau begitu aku akan mengandalkanmu dokter Liu FanFan" ledekku


*/


*ShangHai Pudong International Airport*



Pesawat kami akan berangkat jam 11 siang, dan sekarang sudah jam 10. FanFan membantuku membawa koper. Dan kami pun antri di check In counter untuk memasukkan barang bawaan kami. Setelah selesai, kami pun naik ke lantai 2 menuju waiting room.


Saat berjalan dengannya, aku melihat banyak sekali perempuan memperhatikan kami. bukan "kami" tapi "FanFan", aku yang pendek bahkan tidak akan terlihat.



"Dia bersikap sok Cool lagi" bisikku

__ADS_1



"Kau tadi bilang apa?" tanya FanFan


"Aku tidak bilang apa-apa"


Setelah mendengar pengumuman pesawat akan boarding, kami pun masuk ke dalam pesawat. Setelah beberapa saat, pesawat kami pun terbang menuju Beijing. Saat di pesawat aku benar-benar mengantuk. Aku menyandarkan kepalaku ke sisi kiri kursiku. Melihat posisi tidurku yang tidak nyaman, FanFan pun berinisiatif..


"Eh, kemarikan kepalamu. Kepalamu akan sakit kalau kau tidur begitu.." ujar FanFan sambil memberikan bahunya untuk kusandari.


"Terimakasih FanFan.."


Aku yang merasa mengantuk dengan cepat tertidur, dengan bahu FanFan sebagai bantalku. Selama 2 jam lebih penerbangan aku benar-benar tertidur pulas. Hingga kami pun sampai di Beijing dan FanFan membangunkanku.


*/


*Beijing Capital International Airport* 🛬


"Xiao Xi, ayo bangun, apa kau akan tidur dan bermalam di pesawat ini. Kita sudah sampai di Beijing" bisik FanFan


"Benarkah?" aku yang masih setengah sadar akhirnya bangun dan berdiri tanpa membuka safety belt ku.


"Ah"


"Kau benar-benar teledor yah. Sini aku bantu" ujar FanFan sambil membukakan safety belt untukku.


Aku penasaran pada FanFan. Sejak kapan dia punya waktu untuk belajar menjadi romantis seperti sekarang?


Kami pun turun dari pesawat dan mengambil barang bawaan kami. Kami akan menelpon taksi karena Dery gē tidak bisa menjemput kami, dia benar-benar sibuk bekerja di rumah sakit.


(gē ; panggilan untuk kakak laki-laki)


"Apa kau sudah menelpon taksi?" tanyaku


"Sudah kok, ayo kita keluar" ujar FanFan


Kami naik taksi menuju apartemen Dery gē. Aku melihat pemandangan kota Beijing yang aku lihat sebulan yang lalu. Tidak ada yang berbeda dengan sebulan yang lalu, Beijing masih sama. Kecuali hubunganku dan FanFan yang sudah berubah.


Sebulan yang lalu aku masih terluka dan memikirkan Yang gē. Tapi sebulan kemudian, aku menemukan obat yang dikirim Tuhan untukku. FanFan adik Yang gē dan sahabat kecilku, adalah hadiah dari Tuhan yang aku maksud.


♡♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya.


__ADS_2