
*Kampus*
Sesampainya di kampus, FanFan memarkirkan mobilnya. Di tempat parkir aku bertemu dengan Shangyan yang juga baru datang.
"Eh Shangyan selamat pagi" sapaku
"pagi" balasnya
Aku mengobrol sebentar dengan Shangyan sambil menunggu FanFan yang tak kunjung keluar dari mobilnya.
Dukkk
Terdengar suara FanFan menutup pintu mobil dengan keras, membuat aku dan Shangyan kaget.
"Pagi" sapa Shangyan ke FanFan
"oh" balas FanFan dengan sikap acuh tak acuh
"Eh kalian berangkat bersama yah? atau kalian ketemu di jalan ?" Tanya Shangyan
"Ah iya kami..."Belum selesai aku bicara FanFan langsung memotong pembicaraanku
"Ah, kami selalu berangkat bersama" ujar FanFan
"Oo..jadi rumah kalian searah yah?"
"Ah iya Shangyan, kami..."
Untuk kedua kalinya, belum selesai aku bicara FanFan memotong perkataanku lagi.
"Kami tinggal bersama" kata ujar FanFan
Mataku terbelalak kearah FanFan, sedang Shangyan nampak kaget mendengar ucapan FanFan itu. Setelah membuat pengakuan konyol itu FanFan pun pergi meninggalkanku dan Shangyan. FanFan kekekanak-kanakan sekali, dia bermulut besar.
"Bagaimana menjelaskannya yah. Begini, rumah kami itu bersampingan, FanFan itu tetanggaku dan orang tua kami begitu dekat, saat ini kami tinggal bersama karena orang tua kami sedang ke Beijing. Jadi orang tuaku menyuruh FanFan menjagaku di rumah..."
Aku menjelaskan kepada Shangyan agar dia tidak salah paham. Aku tidak ingin Shangyan berpikir yang tidak-tidak. Dengan sikapnya yang tenang, Shangyan mengangguk tanda mengerti ucapanku.
"Nanti kita jadi latihan kan?" tanya Shangyan
"Oh" kataku
Aku memutuskan untuk melanjutkan latihanku dengan Shangyan, karena sudah beberapa hari ini aku sibuk, dan tidak sempat latihan piano.
*Laboratorium*
Aku masuk ke Lab dan melihat Lu Han bersama
seorang mahasiswi junior . Mereka terlihat serius..
"Ehm, apa kau sudah menyerahkan laporannya ke Profesoe Jiang" tanyaku
"Belum, dia sepertinya belum datang..." balas Lu Han
Aku pun duduk di samping jendela sambil membaca sebuah buku.
"Senior, bagaimana kalau ini.." tanya Junior itu pada Lu Han dengan suara manis
Aku pun diam-diam memperhatikan mereka. Lu Han terlihat serius mengajari junior itu, entah kenapa aku merasa kesal. Aku berdiam diri dan Lu Han sama sekali tidak menghiraukan aku. Aku menatap Junior itu dan memperhatikan sikapnya pada Lu Han.
"Kan banyak senior lain, kenapa harus Lu Han? dasar modus, dia pasti mau dekat-dekat dengan Lu Han" ujarku dalam hati
Setelah 30 menit menunggu, aku pun mulai bosan. Aku mulai mondar mandir di lab dan menggambar di papan tulis. Aku melakukan berbagai hal untuk menghilangkan kebosananku.
"Lu Han, sudah 30 menit nih. Lebih baik kita ke ruangannya saja yah?"
"Benarkah? kalau begitu ayo" katanya
Aku dan Lu Han pun pergi meninggalkan junior itu. Tampak jelas wajah junior itu marah dan kesal padaku.
*
Kami pergi ke ruangan Jiang jiàoshòu dan melihatnya sedang asyik membaca koran sambil minum teh. Aku dan Lu Han mengetuk pintu Profesor Jiang. Kami membuka pintu ruangannya dan melihat Profesor Jiang yang asyik membaca koran sambil menikmati teh hijau kesukaannya.
"Kau lihat hah ? dia sedang duduk santai, kalau kita tidak kesini, kita pasti akan menjamur di lab" bisikku ke Lu Han
__ADS_1
"Ini laporan yang sudah kami periksa, kami menunggu anda di lab tapi anda tidak datang, jadi kami kesini" ujar Lu Han
"Ah maafkan aku, aku lupa tadi. Xie Xie kalian sudah bantu, eh ayo duduk" ujar Jiang jiàoshòu
*/
Aku ingat ada janji dengan Shangyan hari ini, jadi aku menyuruh Lu Han pulang duluan.
"Eh, kau pulang duluan saja yah. Aku masih harus latihan Piano bersama Shangyan. Kau kan tau password rumahku" kataku
"Eh, aku mau ikut. Kau juga harus menemaniku sepulang latihan nanti" kata Lu Han
Aku bingung melihat sikap Lu Han, setiap aku berhubungan dengan Shangyan dia pasti akan bersikap seperti ini. Dia kekanak-kanakan sekali.
"Memangnya mau kemana?" tanyaku
"Nanti kau akan tau lah.." balas Lu Han
Di ruang latihan aku melihat Shangyan sedang menungguku sambil bermain gitar. Ternyata dia juga pintar bermain gitar.
"Eh ada Jing, Jing" teriakku sambil berlari ke arah Jing
"Eh Crystal, kau mau latihan yah?"
"iya nih"
"Eh, ada Fanfan juga yah, eh sini.." panggil Jing
Sementara Fanfan dan Jing mengobrol, aku berlatih piano bersama Shangyan.
2 jam berlalu...
Hari berubah menjadi gelap, dan aku juga sudah selesai latihan. Aku melihat Fanfan tertidur di sudut ruangan. Aku pun membangunkannya untuk mengajaknya pulang.
Ketika akan pulang, tiba-tiba Jing mengajak kami untuk makan malam bersama.
Aku setuju dengan permintaan Jing itu, aku juga agak bosan makan dirumah, akhirnya kami pun pergi ke restoran Cina.
*/
Kami menikmati makanan di restoran itu, setelah selesai makan, kami pun pergi ke kasir untuk membayar tagihan. Dan disitulah pertunjukan drama terjadi, dengan Fanfan dan Shangyan sebagai tokoh utamanya.
"Biar aku yang bayar" ujar Fanfan dan Shangyan serentak.
Aku dan Jing yang melihat mereka tampak kebingungan.
"Biar aku saja" ujar Fanfan
"Jangan, aku saja.." balas Shangyan
Cukup lama aku melihat mereka berdebat,dan akhirnya aku tidak tahan lagi. Aku pun mengambil kartu kreditku dan membayar tagihan.
"Kenapa kau yang bayar?" teriak Fanfan
"Ee, kalian lihat di belakang antrian itu? mereka juga mau membayar tagihan, tapi gara-gara kalian mereka jadi menunggu" ketusku pada Fanfan dan Shangyan
*/
"Shangyan, besok kita latihan jam berapa? aku besok tidak ada kegiatan apa-apa kok.." tanyaku pada Shangyan
"Gimana kalau sore, aku mau ke tempat les dulu" balas Shangyan
"Baiklah"
Tiba-tiba Fanfan menyela percakapanku dengan Shangyan...
"Kau tidak bisa latihan besok.."ujar Fanfan
"Memangnya kenapa?" tanyaku
"Kita akan ke Beijing besok"
"Hah? kok bisa?" Tanya Jing
"Aku dan Crystal akan ke Beijing besok, jadi dia tidak akan datang latihan" sambung Fanfan
__ADS_1
"Tiket pesawatnya kan belum di pesan?" tanyaku pada Fanfan
"Ini.." balas Fanfan sambil menunjukkan foto boarding pass yang ada di ponselnya
"Aku kan belum memberitahu mama kalau aku tidak ada jadwal"
"Aku yang memberitahunya" sahut Fanfan
Sudah aku duga dia pasti usil lagi. Ternyata Fanfan sudah memberitahu ibuku duluan. Aku bahkan belum berkemas, dan juga aku jadi tidak enak pada Shangyan.
Tiba-tiba Fanfan menarikku dan mengajakku pergi, sementara Jing dan Shangyan memandang kami dengan tatapan kebingungan.
*/
Aku pun penasaran, kemana sebenarnya Fanfan akan membawaku. Hingga akhirnya mobil yang dikendarainya itu berhenti di sebuah mall besar. Mall besar di Shanghai yang pernah aku dan Fanfan kunjungi waktu itu.
"Kenapa kita kesini?" Tanyaku
"Ayo turun, nanti kau juga akan tau.."
Fanfan mengajakku ke sebuah toko baju. Aku mengira dia akan membeli setelan jas untuk dia pakai di pernikahan kakaknya. Tapi ternyata bukan itu...
"Pilihlah! Aku akan menjadi ibu perimu malam ini" ujar Fanfan dengan bangga
"Kau apa-apaan sih.." balasku sambil menarik narik Fanfan agar keluar dari toko baju itu
"Tunggu..tunggu, dress berwarna putih itu, aku mau lihat.." ujar Fanfan sambil menunjuk-nunjuk sebuah gaun berwarna broken white yang terpajang di sudut toko.
Pelayan toko pun mengambilkan gaun putih yang terlihat elegan itu
"Cobalah.."ujar Fanfan
Aku melihat harga baju itu dan wow! harganya sangat mahal...
"Fanfan, ini mahal sekali.." bisikku pada Fanfan
Fanfan tidak mendengarkanku dan mendorongku masuk ke ruang ganti. Aku pun masuk ke ruang ganti bersama pelayan toko untuk mencoba gaun yang Fanfan pilihkan untukku.
"Pacarmu baik sekali nona" ujar Pelayan Toko
Aku hanya tersenyum mendengar Ucapan pelayan toko itu. Aku membuka pakaianku dan mencoba dress yang dipilih Fanfan itu. Setelah selesai, aku pun keluar dari ruang ganti...
"Fanfan" kataku
Sesaat Fanfan terdiam dan menatapku..
"Eh?"
"Hah? apa?" Tanya Fanfan
"Aku bertanya padamu, bagaimana penampilanku?"
"Kau, kau terlihat cantik. Kalau begitu, kami ambil yang ini saja yah" ujar Fanfan pada pelayan toko
Akhirnya gaun putih yang mahal itu dibeli Fanfan, dia membelikanku sebuah gaun cantik. Aku bertanya padanya, kenapa dia bisa punya uang sebanyak ini, dengan santainya dia menjawab...
"Aku kan selalu mendapatkan beasiswa, apa kau lupa kalau beasiswa anak kedokteran sangatlah banyak" katanya
Setelah membayar tagihan, kami pun keluar dari toko itu..
"Fanfan, kenapa kau membelikanku gaun?" tanyaku lagi
"Aku ingin kau terlihat cantik di pernikahan Yang gē, aku ingin kau terlihat sangat cantik dan mengalahkan calon pengantin Yang gē" ujar Fanfan
Aku merasa canggung sekaligus terharu dengan ucapan Fanfan, tapi aku juga senang karena dia perhatian sekali padaku.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran juga yah 😉😂
XÌEXÌE 😍
Mohon Dukungannya...
__ADS_1