Love Me Now

Love Me Now
Broken Heart


__ADS_3

(gë \= panggilan untuk kakak laki-laki)


Aku membuka pintu rumahku. Aku melihat FanFan dan kakaknya datang, memakai pakaian serba hitam membuat mereka terlihat seperti malaikat pencabut nyawa.


"Xiao Xi apa kabar? " suara Yang gē yang lembut menyapaku.


Aku mempersilahkan Yang gē dan FanFan duduk. Mereka berbincang- bincang dengan ayah dan kakakku. Sementara aku dan ibu menyiapkan kudapan dan teh hangat untuk mereka.



"FanFan, Yang gē, silahkan" kataku.


Aku menyuguhkan teh dan kue untuk FanFan dan kakaknya, mataku tak berhenti menatap wajah Yang gē. Wajahnya tak banyak berubah, alisnya yang tebal dan senyumnya yang indah masih sama seperti satu tahun yang lalu.


"Eh, kau akan membuat YangYang tidak nyaman kalau kau melihatnya terus..." ledek Dery gē.


Kakakku yang usil ini membuatku merasa malu di depan Yang gē. Menyebalkan sekali.


"Ah, tidak apa-apa kok" sahut Yang gē.


"Eh Xiao Xi kau sudah baikan, bagaimana alergimu?" tanya FanFan.



"Ah aku baik-baik saja, jaketmu akan aku kembalikan setelah ku cuci ya.." jawabku.


Orang-orang di depanku merasa heran dengan ucapanku tadi,apa aku salah bicara lagi?


"Eh, apa kalian berkencan yah.?" tanya Yang gē


Mendengar ucapan Dery gē itu aku dan FanFan serentak menjawab "tidak". Ayah, ibu, Dery gē, dan Yang gē tertawa mendengar jawaban kami. Sementara aku dan FanFan tersipu malu.


Setelah mengobrol cukup lama, FanFan dan Yang Gē pun pulang. Mereka datang untuk mengundang kami ke acara makan malam dirumah mereka. Hubungan Keluarga kami memang dekat sekali, sama seperti kami, orang tua kami pun berteman.


"Wah, aku pake baju apa yah besok malam? apa aku pake dress yang aku beli bersama FanFan itu? yah itu saja deh.."


Di benakku sekarang hanya terpikir bagaimana caranya tampil cantik di depan Yang gē nanti, aku ingin dia melihatku sebagai wanita dewasa yang cantik, bukan bocah ingusan yang ia kenal dulu.


"Aku harus cepat tidur malam ini, aku tidak mau kantung mataku terlihat besok, pokoknya aku harus terlihat cantik di depan Yang gē" ujarku.


♡♡♡♡♡


Keesokan Harinya...


Aku berdandan se-natural mungkin, aku memakai dress casual berwarna navy yang aku beli bersama FanFan, dan ku biarkan rambutku terurai.

__ADS_1



Aku dan keluargaku akhirnya pergi kerumah FanFan. Keluarga FanFan menyambut kami. FanFan membukakan pintu rumahnya segera setelah mendengar bunyi bel.


"Wah FanFan, kau terlihat lumayan, hahhah" candaku pada FanFan


FanFan melamun saat melihatku. Dia tidak merespon ucapanku lalu ia berkata...



"Kau bilang ini lumayan? kau masih belum melihat ketampananku" dia mulai pamer lagi.


FanFan yang biasanya terlihat biasa-biasa saja malam ini dia terlihat kece dengan memakai setelan jas casual berwarna khaki dengan kaos putih.


Alih-alih melihat FanFan, mataku langsung tertuju pada Yang Gē yang malam itu terlihat tampan sekali.


"Wah Yang gē dia tampan sekali" bisikku ke Dery gē.



"Eh kakakmu ini lebih tampan, lihatlah..." balas kakakku


Kakakku yang narsis mulai lagi, sikapnya sama seperti FanFan, mereka berdua terlalu mencintai dirinya. Kalau di lihat-lihat sih kakakku lumayan, apalagi malam ini. Dia memakai jas berwarna red beer dengan kemeja putih tanpa dasi sebagai dalamannya.



Banyak sekali makanan yang di masak ibu FanFan. Ada jeruk Mandarin juga, ada Yuan Bao jugam Yuan Bao adalah sejenis siomay khas Tiongkok, wajib dimakan saat tahun baru, karena di percaya dapat membawa rezeki bagi orang yang memakannya.


Keluargaku dan Keluarga FanFan memang terbiasa berkumpul saat Tahun baru. Karena kami tidak punya saudara dekat, kami juga tidak mudik. Jadi kami saling menganggap sebagai keluarga. Apalagi kami telah lama bertetangga. Kalau di hitung-hitung mungkin sudah 27 tahun.


Setelah makan malam, kami berkumpul diruang keluarga, dan seketika itu terdengar suara merdu piano. Aku melihat Yang Gē dengan badan tegapnya sedang memainkan piano. Dia memainkan instrumen Yiruma "River Flows in You". Betapa indahnya pemandangan ini.


"Wah kau hebat sekali YangYang" puji ayahku pada Yang gē.


"terima kasih paman" balas Yang gē sambil membungkuk.


Kami pun bertepuk tangan untuk Yang Gē. Aku, Dery gē, dan FanFan pun tak mau kalah. Kami menyanyikan lagu populer Cina Teresa Teng Tian Mi Mi. Kami bernyanyi dan menari dengan semangat membuat orang tua kami yang melihatnya menjadi tertawa.


"Ayo kita makan Jeruk mandarin..." timpal ibu FanFan


Jeruk mandarin adalah salah satu makanan wajib bagi kami orang Cina. Dalam bahasa Cina, kata jeruk dan emas memiliki kemiripan dalam pengucapan dan penulisannya (金子 (jīnzi) \= emas, 橘子 (júzi) \=Jeruk) itu sebabnya buah ini dianggap sebagai simbol pembawa keberuntungan dan kekayaan bagi orang Tionghoa.


"Wah Jeruk ini sangat manis bibi" kataku.


"Benarkah? bibi membelinya di pasar kemarin, ini makan lagi, biar bibi kupaskan..."

__ADS_1


"Terima kasih bibi" balasku.


"Ma, kau tak pernah mengupaskan jeruk untukku, tapi kau mengupasnya untuk Xiao Xi. Anakmu ini aku atau Xiao Xi sih.." gerutu FanFan dengan muka cemberut.


"Hahaha Xiao Xi itu putriku, sedangkan kau putraku" ujar ibu FanFan sambil mencubit pipi FanFan.


"FanFan, ini bibi kupaskan untukmu" ibuku mengupaskan jeruk dan memberikannya pada FanFan.


Malam itu kami sungguh senang, udara yang dingin karena salju turun tidak membuat kami kedinginan, justru Family gathering seperti ini membuat hati kami hangat.


Yang gē yang sedari tadi diam akhirnya membuka mulutnya..


"Ma, pa dan kalian semua yang ada disini, aku mau bicara. Aku mau menyampaikan sesuatu" ujar Yang gē yang terlihat serius.


Kakakku, Dery gē mulai bersikap aneh, dia mencubit perut Yang Gē, ada apa ini?. Suasana saat itu tiba-tiba menjadi serius.


"Ada apa putraku? apa yang ingin kau sampaikan? ayo bicaralah" Sahut ayah FanFan.


"YangYang Kau serius? apa kau siap melihat reaksi orang tuamu?" Bisik Dery gē.


Aku mulai merasakan keanehan di antara mereka.


"Apa yang sebenarnya ingin Yang Gē katakan?" ujarku dalam hati.


"Aku serius, aku harus mengatakan ini. Aku harus berani bertanggung jawab atas perbuatanku" timpal Yang gē dengan tegas.


"Tanggung jawab apa? apa yang sudah kau perbuat putraku?" Tanya Ibu FanFan.


Perlahan-lahan suasana yang mencair tiba-tiba membeku dan seketika menjadi sangat serius. Aku masih bingung atas perkataan kakakku dan Yang gē itu. Sebenarnya apa yang ingin Yang gē katakan?


"Ma, pa aku ingin menikah"


Mendengar kata-kata Yang gē, sontak kami semu kaget. Belum selesai Yang Gē bicara, ibu FanFan memotong perkataannya.


"Tentu saja putraku, kau harus menikah. Tapi bukankah ini sangat tergesa-gesa? kau bahkan belum punya calon istri, lalu apa maksudmu dengan tanggung jawab?" tanya ibu FanFan


Aku hanya bisa diam mendengarkan percakapan mereka, aku hanya berharap hal yang aku takutkan itu tidak terjadi aku masih berpikiran positif hingga saat ini, sampai pada akhirnya aku mendengar...


"Aku bertemu dengan seorang wanita di Beijing, dan aku menjalin hubungan dengannya. Dia adalah perawat di Rumah Sakit tempat kami bekerja dan sekarang dia tengah mengandung anakku ma..." jawab Yang Gē dengan tegas


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya...


__ADS_2