
3 Bulan Kemudian
3 Bulan berlalu sejak perselisihanku dengan dokter Chen dan dokter Zhang. Hari-hariku sebagai coass berubah total. Aku menjadi lebih sibuk di Rumah Sakit, mereka menyuruhku ini dan itu. Mereka bahkan sering mengabaikan pendapatku soal pasien. Tapi aku tidak peduli, aku menjalani hari-hariku seperti biasanya.
Dokter Chen masih tidak menyerah pada FanFan, kadang aku mendapatinya menggoda FanFan. Tapi sekarang aku sudah lebih tenang, aku sudah mulai bisa mengendalikan emosiku.
"Kau kenapa? kenapa melamun? kau diperlakukan tidak adil lagi yah? "tanya FanFan
"Tidak, aku hanya berpikir, kapan kita akan pulang ke Shanghai. Aku merindukan papa dan mama, dan Jing juga" ujarku.
Sejak FanFan tidak bertugas di IGD, aku jarang bertemu dengannya. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di bangsal dan poli, tentu saja dia tidak bisa melihat kelakuan dua senior yang menyebalkan itu.
"Nanti malam kau ikut aku yah?" ujar FanFan.
"Kemana?"
"Ikut saja" FanFan pergi begitu saja setelah mengobrol sebentar denganku.
*/
Aku kembali ke IGD untuk berjaga. Tiba -tiba datang pasien darurat, dokter Yu Tang memeriksa pasian itu dan mendiagnosanya menderita diseksi aorta dan harus segera di operasi.
(Diseksi aorta : kondisi serius berupa robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta)
Tak lama berselang datang pasien darurat yang menderita Kolitis iskemik parah dan juga harus segera di operasi.
(Kolitis iskemik atau stroke usus terjadi saat aliran darah ke usus besar (kolon) berkurang karena pembuluh darah menyempit atau tersumbat)
Dokter Yu Tang yang saat itu adalah satu-satunya GS yang bertugas merasa kebingungan. Ada dua pasien yang membutuhkan dokter bedah umum, sementara saat itu hanya ada satu GS yang bertugas, dia membutuhkan satu dokter bedah umum lagi untuk mengoperasi pasien Kolitis islemik.
Melihat pasien Kolitis Iskemik yang lebih darurat, aku menyarankan agar pasien diseksi aorta menunggu terlebih dahulu, sementara dokter Yu Tang menghubungi departement bedah. Tapi dokter Chen dan dokter Zhang menentangnya. Kami akhirnya berdebat di UGD.
Perdebatanku dengan dua seniorku itu menjadi berita di seantero Rumah Sakit. Dalam sehari aku menjadi sangat terkenal di Rumah Sakit.
"Wah kau hebat sekali, kau memang Xiao Xi. The real Xiao Xi is back" cemooh FanFan.
Tiba-tiba notifikasi muncul di ponselku dan ponsel FanFan. Kode hijau tanda bahwa semua dokter harus berkumpul. Aku yakin green code di maksudkan untuk merapatkan perdebatan yang terjadi di UGD tadi.
"Kau tenang saja, kan ada Dery gē" kata FanFan.
"Hendery bukan kakakku ketika di Rumah Sakit, mana mungkin aku berharap padanya" ujarku.
Aku dan FanFan pergi ke ruang staff, dan melihat para dokter senior sedang berkumpul. Dokter Yu Tang sebagai dokter Konsulenku, dia pasti akan memarahiku. Dan juga ada kakakku, kakak FanFan serta dokter Chen dan dokter Zhang.
"Mengenai perilaku kalian di IGD tadi, tidak seharusnya kalian berdebat di depan pasien. Untuk dokter Zhang dan dokter Chen, kalian tidak bisa mengabaikan pendapat junior kalian, walau mereka hanya coass. Jujur aku tadi sependapat dengan Crystal, pasien darurat haruslah di dahulukan. Dan untuk Crystal, aku paham maksudmu tapi kau harus belajar dari seniormu, dan lebih menghormati mereka. Aku harap hal seperti ini tidak terjadi lagi" ujar dokter Yu Tang.
__ADS_1
Aku tidak menyangka atas apa yang aku dengar tadi, aku kira dokter Yu Tang akan memerahiku habis-habisan. Walau pada akhirnya aku di hukum dengan shift malam selama 3 hari berturut-turut, aku cukup senang karena aku sudah melakukan hal yang benar. Kakakku dan FanFan kompak mengedipkan sebelah matanya padaku. Mereka sepertinya bangga padaku.
"Sepertinya malam ini aku tidak akan bisa keluar denganmu" ujarku pada FanFan.
"Tidak apa-apa, apa kau mau aku menemanimu nanti malam?" tanya FanFan.
"Tidak perlu, kau pulang saja"
Malam ini aku hanya akan pulang berganti baju, lalu kembali lagi ke rumah sakit untuk menjalani hukumanku.
"Eh ayolah biar aku antar, aku juga mau keluar.." ujar kakakku.
"Eh gē, kau mau kemana? rapi sekali malam ini?" tanya FanFan.
"Ah..aku..aku" jawab Dery gē tergagap-gagap.
"Dia pasti ada kencan" ledekku.
Aku pun pergi ke Rumah Sakit diantar oleh kakakku. Tapi bukannya langsung pergi setelah mengantarku dia masih tinggal di depan Rumah Sakit, seperti dia sedang menunggu seseorang.
"Kau menunggu siapa gē?" tanyaku
"Kau jangan banyak tanya, cepat pergi sana" kata kakakku.
Ketika hendak masuk ke rumah sakit, aku bertemu dengan dokter Yu Tang yang tampak terburu-buru.
"Ha..? aku mau pulang" jawab dokter Yu Tang yang tampak tidak fokus.
Dengan tergesa gesa dia keluar dari rumah sakit.
"Oh..dia menjatuhkan sesuatu"
Aku memungut dompet yang jatuh dari tas Dokter Yu Tang. Aku berusaha mengejarnyan dan aku melihatnya akan masuk ke dalam mobil Dery gē.
"Dompet ini punya dokter?" tanyaku pada dokter Yu Tang.
Tak lama kemudian kakakku juga turun dari mobilnya..
"Oo…kalian akan kencan yah?" ledekku.
"Eh..bukankah kau terlambat cepat pergi…" seru kakakku.
"Aku mengerti. Aku mendukungmu gē. JiaYou!"
Aku akan senang jika kakakku bersama dokter Yu Tang. Aku akan mendukung hubungan mereka, aku rasa sudah waktunya untuk kakakku menikah dan berkeluarga. Apalagi dokter Yu Tang adalah perempuan yang baik.
♡♡♡♡
__ADS_1
Keesokan harinya, aku kembali dari rumah sakit pagi-pagi sekali untuk mandi dan ganti baju. Begitu aku masuk, aku mencium bau wangi makanan. Tidak biasanya FanFan bangun pagi,apalagi kakakku, mustahil sekali.
"Eh..adikku. Kau sudah pulang? kau pasti lapar. Kemarilah aku membelikan sarapan favoritmu, dòujiāng (susu kedelai) dan yóutiáo (Cahkwe). Aku membelinya dari kedai di dekat apartemen, ayo duduk.." kata kakakku.
Aneh sekali, dia bahkan rela bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untukku. Dia pasti mempunyai niat tersembunyi.
"Cepat katakan, gē kau mau apa?" ujarku.
"Heii..aku kan kakakmu, apa salahnya merawat adik kesayangannya" kata kakakku.
"Aku akan diam soal hubunganmu dengan dokter Yu Tang" ujarku yang langsung peka.
"Apa? jadi kau berpacaran dengan dokter Yu Tang gē?" seru FanFan yang baru bangun.
"Apa maksudmu? Aku dan Yu Tang? aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Dia bahkan sudah memiliki calon suami. Aku hanya mengantarnya tadi malam " ujar kakakku.
"Hah? lalu tadi malam kau pergi kencan sama siapa gē? dan juga kenapa kau bersikap baik padaku?"
Kakakku bercerita tentang hubungannya dengan dr. Yu Tang yang hanya sebatas teman. Alasan dia baik padaku pagi ini, karena dia ingin membeli mobil baru. Dia ingin aku tidak memberitahu ayah dan ibu.
Awalnya aku agak kecewa, tapi mau di apa? hati seseorang tidak ada yang tau. Mungkin saja Dery gē punya pacar di luar sana, karena tadi malam aku lihat dia berdandan sangat rapi. Setelah sarapan, aku memutuskan tidur sebentar. Aku kelelahan karena shift malam, dan akibatnya alergiku kambuh.
*/
FanFan datang dan membawakanku teh hangat.
"Kau sudah minum obat? suhu badanmu tidak terlalu tinggi" tanya FanFan sambil memeriksa suhu tubuhku.
"Sudah, aku hanya butuh istirahat sebentar"
FanFan pun meninggalkanku untuk berisitirahat.
Setelah 1 jam tidur, alarmku berbunyi, aku bersiap-siap dan bergegas ke Rumah Sakit. FanFan menuliskan memo di meja kamarku, dia bilang dia tidak membangunkanku karena tidak ingin aku kelelahan bekerja. Dia ingin aku untuk beristirahat dan mengambil cuti hari ini. Tapi aku tetap harus pergi, aku tidak ingin dokter Zhang dan dokter Chen merendahkanku lagi karena mengabaikan tugas.
"JiaYou!" ujarku dengan semangat penuh tekad.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍
Mohon Dukungannya
__ADS_1