Love Me Now

Love Me Now
A day without rain


__ADS_3

Ding Dong Deng 🔔


Tedengar suara bel rumahku berbunyi.


(gē \= panggilan untuk kakak laki-laki)


"gē, tolong bukakan pintu dong, aku lagi cuci piring nih"



"Kau saja, aku lagi main game nih"


Jengkel aku melihat kakakku, sudah hampir seminggu dia di rumah, kerjanya hanya bermalas-malasan. Aku pun membuka pintu, dan ternyata yang datang itu ibu FanFan.


"Bibi, ayo masuk"


"Halo bibi" sapa Dery gē


"Hendery, mana mamamu? " tanya ibu FanFan


"Ah, dia ada di atas, sebentar biar aku panggilkan"


Ibuku turun dari lantai 2 rumahku dengan tergesa-gesa, dia terlihat sangat antusias. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Ibuku dan Ibu FanFan, mereka sepertinya sedang membahas rencana pernikahan Yang gē.


PYARRR



Aku tak sengaja memecahkan piring, dan membuat orang-orang yang ada dirumahku kaget. Sama seperti piring ini, fokusku benar-benar pecah, saat mendengar rencana pernikahan Yang gē.


"Xiao Xi, kau tidak apa-apa? berhati-hatilah saat bekerja..."teriak ibuku


Dery gē pun menghampiriku dan membantuku membersihkan kekacauan yang aku buat.


"Kau tidak apa-apa? menyingkirlah biar aku yang membersihkannya" katanya


Aku tidak sengaja mengiris jariku saat berusaha membersihkan pecahan piring yang jatuh.


"Aku kan sudah bilang, sini aku obati jarimu" ujar kakakku


Jari-jari kakakku tampah lihai mengobati jariku yang teriris pecahan piring. Banyak kalus di tangannya, itu artinya dia sering memegang pisau operasi.


"Jari dan tangan bagi seorang dokter itu adalah harga mati, jari dan tanganmu ini akan membantu mereka yang sakit. Tangan yang gemetaran saja akan menyusahkan saat kau melalukan operasi. Karena kau seorang calon dokter, kau harus menjaga tanganmu ini" kata kakakku


Setelah mengobrol panjang lebar dengan ibuku, Ibu FanFan pun pulang. Ibu menceritakan rencana pernikahan Yang gē pada aku dan kakakku. Awalnya aku tak mau dengar, tapi aku sudah berjanji pada Dery gē untuk menjadi tegar.


Ibu FanFan tadi datang dan mengatakan kalau pernikahan Yang gē akan diadakan bulan depan di Beijing.


"Hah? di Beijing? kenapa tidak di ShangHai saja? YangYang juga tak pernah bilang sebelumnya?" tanya Dery gē


"Ini permintaan YangYang, dia tidak ingin membuat keluarganya malu, dia akan memperkenalkan calon istrinya minggu depan, dan akan melangsungkan pernikahan sebulan kemudian" timpal ibu


Aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya diam mendengar apa yang ibu katakan. Yang gē benar-benar akan menikah, dia akan pergi.

__ADS_1


Kata ibuku Yang gē akan menetap di Beijing bersama istrinya nanti, dia bahkan sudah membeli apartement di sana, Yang gē memang putra yang baik, dia tidak mau menyusahkan orangtuanya. Bahkan semua biaya pernikahannya ia tanggung sendiri


Aku merasa bersyukur, walau aku akan susah melihat Yang gē lagi, setidaknya aku tidak melihat dia bahagia bersama orang lain, aku harus merelakannya.


*


Aku menelpon Jing untuk meminta bantuannya


"Aku bisa nggak minta id WeChat Shangyan?"


Setelah beberapa saat, Jing mengirimkan id WeChat Shangyan padaku. Aku tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin dia mengajariku bermain piano.


Aku pun mengirim pesan lewat WeChat ke Shangyan.


"Shangyan ini Crystal, temannya Jing ? kau masih ingat kan ?"


tulisku di WeChat


Setelah beberapa saat dia pun membalas pesanku. Aku mrnjelaskan maksud dan tujuanku menghubungi Shangyan. Aku sebenarnya cukup ragu meminta bantuan Shangyan, karena hubungan kami yang tidak terlalu dekat karena aku baru mengenalnya. Tapi pada akhirnya dia mengiyakan permintaanku itu. Kami janjian untuk mulai berlatih besok sore di ruang latihan biasa.


♡♡♡♡♡


Keesokan Harinya


*Di Lab*


"FanFan, setelah dari sini kita ke Profesor Jiang yah ? kita ambil surat rekomendasi untuk menjalani Coass"


Setelah selesai di Lab, Aku dan FanFan pun pergi ke ruangan Profesor Jiang


"Permisi Profesor"


"Oo jadi bagaimana? Apa kalian tertarik menjalani Coass kalian di Beijing? Aku benar-benar merekomendasikan kalian berdua, melihat kemampuan kalian" tanya profesor Jiang


"Kami sudah bicara pada orang tua kami, dan mereka mengizinkan. Jadi kami akan menerimanya" jawab aku dan FanFan


"Baguslah, ini surat rekomendasi kalian, kalian jaga baik-baik, setelah wisuda nanti kalian boleh pergi, tapi untuk sementara ini kalian bantu aku di Lab yah hahah"


"Baik Profesor"


Aku dan FanFan pun menerima tawaran Profesor Jiang. Kami akan menjalani koas di salah satu rumah sakit di Beijing setelah wisuda nanti.


"Kira-kira di rumah sakit mana ya?" Tanyaku


"Bukankah itu tertera di surat rekomendasimu, baca dan lihatlah" ujar FanFan


"Hah? Beijing United Family Hospital? Ini kan..."


"Ini Rumah Sakit tempat Yang gē dan Dery gē bekerja" ujar FanFan


Aku benar-benar kaget, aku tidak tau tempatku magang nanti adalah di Beijing United Family Hospital. Jika tau akan seperti ini, aku pasti tidak akan mau menjalani coass ku disana.


Tapi aku sudah mengambilnya, jadi tidak enak rasanya pada Profesor Jiang jika membatalkannya. Lagi pula, rumah sakitkan besar, tidak mungkin aku akan ketemu Yang gē setiap hari.

__ADS_1



"Ayo kita pulang..." ajak FanFan



"Aa, FanFan kau duluan saja yah. Aku ada janji dengan Shangyan hari ini, sampai ketemu besok, bye bye"


Aku pun pergi meninggalkan FanFan dan pergi ke ruang latihan musik.


*Ruang Latihan Musik*



Tampak Shangyan sudah menungguku di dalam, aku jadi merasa tidak enak padanya.


"Maaf aku terlambat"


"Tidak apa-apa," ujar Shangyan


"Eh..kita mulai dari mana" tanyaku


"Apa kau sebelumnya pernah main piano?" tanya Shangyan


"Ahh, iya aku bermain piano sejak kecil, tapi sempat berhenti ketika Lulus SMA" ujarku


"Hmm..jadi tidak akan terlalu susah mengajarimu, karena pada awalnya kau sudah tau tuts piano, kau hanya perlu mengingatnya kembali" balas Shangyan


"Aa..baiklah..."


"Oh iya, jadi lagu apa yang ingin kau pelajari, melihatmu mendadak ingin bermain piano, kau pasti punya target kan?" tanya Shangyan


"Aku ingin memainkan instrument lagu A day without rain by Enya..."


"Ah..bukankah itu lagu romantis yang biasanya ada di pernikahan?" Tanya Shangyan


"Ah..iya..."


"Emm..baiklah...ayo mulai berlatih" timpal Shangyan


Aku dan Shangyan pun mulai berlatih. Jari-jariku yang awalnya kaku, mulai terbiasa mengingat tuts piano yang pernah aku mainkan dulu.


Agak lecet memang, resiko bagi pianis. Aku juga melihat tangan Shangyan mengalaminya. Tapi aku bertekad, aku akan memberikan kado ini sebagai hadiah perpisahanku dengan Yang gē. Aku sendiri yang akan mengiringinya menjemput kebahagiannya di altar nanti. Di hari itu aku tidak boleh bersedih, aku akan bahagia melihat orang yang aku cintai bahagia.


Bukankah ini adalah definisi cinta yang sebenarnya, menempatkan kebahagian orang yang kita cinta sebagai prioritas yang utama, walau terkadang pedih di hati.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran juga yah 😉😂


XÌEXÌE 😍

__ADS_1


Mohon Dukungannya


__ADS_2