Love Me Now

Love Me Now
He left me


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit aku kembali ke apartemen dan melihat kakakku sedang tertawa bersama Li Yu. Aku harap pilihanku ini benar, setidaknya demi Dery ge. Akan selalu ada pengorbanan dalam hidup, lagi pula aku masih tidak tau kemana takdir akan membawa hubunganku dan FanFan.


"Eh kau sudah datang, mana FanFan?" Tanya kakakku


"Dia masih di rumah sakit. Aku masuk ke kamar dulu yah"


Hari ini, dimana hari aku dan FanFan putus. Sebenarnya aku tidak tau apakah kami benar-benar putus atau tidak, kata 'perpisahan' yang aku ucapkan tadi sama sekali tidak sama dengan yang ada di hatiku. Bagaimana perasaan FanFan sekarang? Apa dia juga sama terlukanya denganku?


Saat itu juga aku mendapat pesan dari grup WeChat Rumah Sakit. Semua pesan berisi ucapan selamat untuk FanFan yang berhasil meraih beasiswa program Residen ke Amerika. FanFan menjadi satu-satunya dokter muda yang bisa meraih kesempatan langka itu.


Aku senang karena dia bisa meraih ambisinya, aku pikir ambisinya yang besar itu bisa menjadi kebahagiaan untuknya, walau aku sendiri tidak bisa berdiri disampingnya lagi.


 


\*


 


Sampai sekarang aku hanya berdiam diri di kamar. Kakakku pergi kerja dan FanFan juga masih belum pulang. Tapi tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menekan password pintu. Dery ge baru pergi beberapa jam yang lalu dan tak mungkin kembali secepat ini, itu pasti FanFan.


Tok Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu kamarku, suara FanFan mengikuti suara ketukan itu, "Xiao Xi, ini aku FanFan. Aku mau bicara padamu, aku mohon dengarkan dulu aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikan apa-apa darimu. Aku tadi marah padamu, aku minta maaf"



Dari balik pintu aku diam dan mendengar semua keluh kesahnya, aku mendengarkan semua kata-kata yang mungkin saja dia pendam selama ini. Bohong kalau aku tidak sedih melihatnya seperti itu, aku sendiri tidak bisa menahan perasaanku saat mendengar suara FanFan memohon seperti itu.


Tidak sampai 20 menit mendiamkannya di depan pintu, aku sudah tidak tahan. Aku berdiri dan membukakan pintu kamarku. Aku melihat FanFan tertunduk lesu didepan pintu, aku menghampirinya dan memeluknya.


"Aku sudah tidak marah padamu, aku tau keiinginanmu untuk menjadi seorang dokter bedah jantung sangat besar. Dan aku tidak mau menghalanginya. Aku memang egois, aku mau kakakku terus bahagia walau harus mengorbankan hubungan kita. Aku juga tidak mau hubunganmu dan Dery ge menjadi canggung gara-gara masa lalumu dan Li Yu. Persahabatan kita berempat tidak boleh hancur gara-gara masa lalu. Biarlah semua ini terkubur, cukup kita bertiga saja yang tau" kataku dengan senyum pekat seraya menahan air mata.


FanFan melepaskan pelukan eratnya dan bertanya, "Lalu bagaimana dengan hubungan kita?"


"Tidak ada yang berubah dari hubungan kita, lagi pula kau akan ke Amerika. Kita akhiri saja, aku akan melepaskanmu. Kita bisa terus berteman kan?"


FanFan perlahan melepaskan tanganku yang ia genggam dengan erat sebelumnya. Dia diam dan hanya menundukkan kepalanya



"Aku tidak mau berteman denganmu, orang yang sudah putus tidak akan pernah bisa berteman kalau mereka dulunya saling mencintai"


Setelah menatapku, FanFan melanjutkan, "Aku mengerti, aku tidak mau memaksamu lagi. Aku akan pergi dari apartemen ini. Aku takut kau akan merasa tidak nyaman kalau aku tinggal disini. Dan juga kasihan Li Yu, yang barus sembunyi-sembunyi ketika akan datang kesini" ujar FanFan


Aku diam dan tidak menjawab ucapannya. Dia berbalik, punggungnya menatapku. FanFan masuk ke kamarnya, aku melihatnya mengambil koper dan memasukkan semua bajunya ke dalam koper itu. Aku yang tidak anggup melihatnya memilih masuk ke kamarku.


Suaranya terdengar lemas, dia mengetuk pintu kamarku lagi "Aku pergi"


Dua kata itu adalah kata-kata sederhana yang membuatku hancur berkeping-keping. Dari balik pintu aku bisa mendengar langkah kaki FanFan yang perlahan mulai memudar hingga akhirnya terdengar suara "Bip" tanda suara pintu apartemen yang tertutup.

__ADS_1


Dengan air mata yang membasahi pipi aku keluar kamar dan melihat kamar FanFan yang sudah kosong. Tidak ada baju-bajunya lagi, tidak ada tumpukan buku-buku medisnya lagi. Semuanya sudah hilang, sama seperti hubungan aku dan FanFan yang sudah berakhir.


Aku duduk di ranjang yang masih tercium aroma parfum FanFan, berurai air mata tak terbendung. Pikiranku kosong sampai tak menyadari kalau kakakku yang tiba-tiba datang melihatku menangis di kamar FanFan.


"Kau kenapa? Apa yang terjadi?" Dery ge heran


Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Dery ge itu.


"Mana FanFan?" Timpalnya


"Kami putus ge" jawabku sambil menangis tersedu-sedu


"Dia berbuat jahat padamu yah? Tunggu sebentar aku akan menyeret bocah itu kemari"


Dery ge berdiri seolah akan keluar dari apartemen dan benar-benar akan menyeret FanFan kembali. Aku menarik tangan kakakku dan menghentikannya.


"Aku yang memutuskan hubungan kami" kataku


"Hah?"


Kakakku kaget setengah mati mendengar perkataanku ini. Aku kembali menutupi kebohongan dengan kebohongan baru. Aku bilang pada Dery ge kalau alasanku memutuskan FanFan adalah karena aku tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh dengannya, mengingat dia akan pergi ke Amerika.


Aku tidak mau mengatakan kalau awal pertengkaran kami itu karena hubungan kakakku ini dengan Li Yu. Aku takut kakakku akan terluka dan memutuskan hubungannya dengan Li Yu.


"Aku bingung harus bagaimana melihat kalian. Aku mendukung semua keputusanmu asalkan kau bahagia Xiao Xi. Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan FanFan, karena dia hanya ingin mengejar mimpinya" ujar kakakku sembari memelukku.


Fajar menyingsing, dengan mata yang masih bengkak karena menangis aku bangun dan keluar dari kamarku. Seperti hari-hari biasanya, aku keluar untuk membeli sarapan di kedai dekat apartemen. Setelah pulang dengan membawa cakhwe dan susu kedelai, aku tidak sengaja masuk ke kamar FanFan. Kebiasaan pagiku membangunkan FanFan masih ada. Tanpa sadar aku membuka pintu kamarnya dan melihat kamarnya yang kosong dan gelap.


"Kemarin aku masih menemaninya disini. Aku semalaman begadang karena FanFan demam. Setiap pagi aku akan membangunkannya dan melompat-lompat di atas tempat tidurnya, tapi mulai hari ini semuanya akan berbeda" kataku


Mulai hari ini semuanya akan berbeda dari hari kemarin. Tidak ada FanFan, tidak ada ledekan, tidak ada omelan, dan rayuan gombalnya. Aku harus terbiasa dengan semua ini


Waktu terus berlalu, hidup harus terus berjalan. Hari demi hari aku belajar membiasakan diri untuk melupakannya. Melupakan semua kenangan dan kebiasaan yang masih hangat di ingatanku.


Di rumah sakit pun aku bersikap seperti biasa. Saat berpapasan dengan FanFan, kami saling mengabaikan. Seperti orang asing, kami tidak saling menyapa.


"Kau kenapa bisa putus dengan FanFan? Kalian ada masalah apa sih? Kalian masih muda, jadi aku rasa kalian hanya bertengkar biasa. Aku mengira FanFan hanya emosi sesaat, tapi ini sudah 2 minggu dan dia tidak kembali padamu" ujar Hexin jiejie


Aku tersenyum pahit, "Aku terlalu bersalah padanya. Aku tidak bisa membuatnya semakin tersiksa lagi"


Orang-orang di sekitarku terus bertanya padaku, mereka melihat dengan jelas bagaimana renggangnya hubunganku dan FanFan. Mulai dari Hexin jiejie, Yang ge, hingga Dery ge dan Li Yu.


Li Yu datang menemuiku di rumah sakit, dia terus-terusan meminta maaf padaku. Begitu melihatku, dia akan mulai merasa bersalah.


"Kau melakukan semua ini karena aku dan kakakmu yah? Maafkan aku" ujar Li Yu


"Bukan kok, aku hanya tidak bisa berhubungan jarak jauh dengan FanFan. Lebih baik seperti ini"


Joker menutupi rasa sakit hatinya dengan make up aneh dan nyentrik. Tapi aku menutupi luka hatiku dengan kebohongan, senyum palsu yang terpancar dari wajahku hanyalah kedok belaka.

__ADS_1


Aku membohongi orang-orang disekitarku tak terkecuali diriku sendiri. Saat ada acara makan malam staff rumah sakit aku tidak datang. Begitu pula saat Hexin jiejie mengundangku ke apartmennya, aku memilih tidak datang, agar aku tidak melihatnya.


Kata orang 'yang bersalah akan selalu merasa takut', itulah aku sekarang. Seorang Crystal Wong yang selalu mantap melangkah dengan kepercayaan diri tingkat dewa langsung terpuruk karena cinta.


*/


Satu bulan berlalu, aku sudah mulai terbiasa hidup tanpa FanFan. Hari-hariku tidak seceria sebelumnya, rasanya sama seperti hotpot tanpa garam, hambar dan tidak enak.


Aku sering mendengarkan cerita Hexin jìejie tentang FanFan yang mulai berubah. Dia sekarang lebih kurus, kata Hexin jìejie FanFan terlalu menyibukkan dirinya, sampai lupa untuk menjaga kesehatannya. Bukan ini yang aku harapkan.


" Permisi aku perawat baru di IGD. Aku harus menemui dokter magang Liu FanFan, apa kau tau orangnya yang mana?" tanya seorang perawat yang tiba-tiba datang menghampiriku


"Ah, iya. Sebentar.."


Aku mengeluarkan ponselku untuk menelpon Yang ge. Aku tidak berani untuk menghubungi FanFan. Aku menelpon Yang ge untuk menanyakan keberadaan adiknya itu.


"Hah?" Aku terkejut mendengar ucapan Yang ge di telepon


Tanpa pikir panjang aku langsung pergi dari IGD. Aku meninggalkan perawat tadi dan tidak menghiraukan teriakannya. Pikirku hanya satu, aku bisa tepat waktu ke bandara.


Kakak FanFan bilang FanFan akan berangkat hari ini ke Amerika, jadwal keberangkatannya di majukan satu bulan lebih cepat. Dengan tergesa-gesa aku pergi ke bandara dengan naik taxi.


Sesampainya di bandara aku langsung mencari FanFan. Berlari kesana kemari dengan ponsel yang menempel di telinga, aku mencari dan berusaha menghubunginya. Karena tidak ada jawaban, aku memutuskan pergi ke information station untuk menanyakan keberangkatan pesawat.


" Maaf, apa pesawat tujuan San Francisco sudah berangkat?"


"Benar sekali nona, pesawat tujuan San Francisco, Amerika, sudah berangkat 10 menit yang lalu" jawab petugas bandara


Mendengar jawaban petugas bandara itu kakiku langsung lemas, tanganku mencengkram meja informasi yang ada didepanku.


"Nona, kau tidak apa-apa?" Tanya petugas bandara itu


"Aku baik-baik saja, terima kasih"


Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untukku bertemu dan mengucapkan selamat tinggal pada FanFan. Aku hanya ingin meminta maaf padanya, tapi sekarang dia sudah pergi. Penyelasan hanya akan datang saat sudah terlambat.



♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢


Mohon Dukungannya.


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰

__ADS_1


__ADS_2