Love Me Now

Love Me Now
Husband and Wife (Part 1)


__ADS_3

💮Sebelum baca, jangan lupa Like dan vote dulu yah, XieXie💮


*/


Hari ini adalah hari yang aku dan FanFan tunggu-tunggu. Hari dimana penantian kami selama 7 tahun telah berakhir. Hari dimana aku memenuhi janjiku pada FanFan untuk menjadi teman hidupnya.


Aku bersyukur untuk setiap hembusan nafas, untuk setiap kabaikan, dan untuk setiap kesempatan yang telah Tuhan berikan padaku. Dan untuk mengirim FanFan kembali ke sisiku, dia adalah orang yang aku inginkan untuk menjadi teman hidupku.


Kalau aku dan FanFan tidak menyadari perasaan kami, apakah hari ini akan terjadi? Langit menuliskan cerita cintaku dengan FanFan dengan begitu indah, kadang petir menyambar sebagai rintangan hubungan kami, hujan yang selalu turun bagaikan pertengkaran kami dan akan selalu ada pelangi setelah hujan, yaitu hari dimana aku dan FanFan bahagia bersama.


"Apakah kau sudah siap?" Tanya Hexin jiejie.


Aku memegang erat tangan Hexin jiejie,"Aku benar-benar gugup jie, apa yang harus aku lakukan?"


Hexin jiejie menyeringai,"Kau hanya harus tenang, ini adalah momen terbaikmu. Kau harus terlihat menawan hari ini. Jangan khawatir."


Aku masih duduk diruang tunggu mempelai wanita sambil terus memegang gaunku. Aku benar-benar gugup, aku memikirkan beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi. Kemungkinan seperti,'bagaimana kalau aku terjatuh saat berjalan di altar?', 'apa aku kelihatan cantik?', atau parno berlebihan seperti, 'bagaimana kalau aku pingsan karena terlalu gugup?'.


Kakak iparku datang dan membuka pintu, "Xiaogu, upacara pernikahanmu akan segera dimulai. Ayah sudah menunggumu diluar."


Dengan hati-hati aku berjalan keluar. Bucket mawar putih yang sedari tadi aku pegang hampir rusak karena aku terlalu meremasnya.


"Papa.." kataku sambil menatap wajah keriput ayahku.


Ayahku tersenyum, "Kau tetap akan menjadi putri kecil papa."


Entah kenapa senyuman yang keluar dari bibir ayahku itu bisa menjadi obat penenang untukku. Berkat kata-kata sederhananya itu aku merasa sangat rileks, rasanya semua ketakutan dan beban di pundakku sirna seketika.


Aku kembali menatap ayahku,"Pa, pegang aku erat-erat yah? Jangan biarkan aku jatuh saat berjalan di altar."


Ayahku kembali tersenyum, "Tenang saja, kau bisa mengandalkan papa."


Pintu aula terbuka, hamparan karpet putih dan bunga mawar tepat berada di depanku. Bocah laki-laki berusia 6 dan 7 tahun yang memakai setelan tuxedo itu tampak siap melemparkan bunga-bunga kecil yang ada dikeranjang yang mereka pegang. Itu adalah Xiao Lu dan Xiao Bai.


Dengan iringan musik milik Shane Fillan berjudul "Beautiful In White" yang dimainkan oleh Shangyan, aku dan ayahku memasuki altar, berjalan melewati jalan pendek berbunga. Dari balik bridal veil yang aku kenakan, aku melihat di ujung altar sudah ada laki-laki tampan memakai setelan tuxedo tengah berdiri. Senyum menawannya terpancarkan dari jauh, itu adalah FanFan yang sedang berdiri dan menungguku.


Selang beberapa langkah, aku dan ayah berjalan sampai di ujung altar. Tangan FanFan meraih tanganku seraya menggantikan posisi ayahku. Hari ini, di musim semi aku dan FanFan mengikat janji suci kami.


FanFan menatapku "Aku Liu FanFan, berjanji akan selalu mencintai, menghormati, dan menjaga istriku Crystal Wong. Baik dalam keadaan suka maupun duka, mulai hari ini sampai maut memisahkan kami."


Aku menatap FanFan dari balik bridal veil, "Aku Crystal Wong, berjanji akan selalu mencintai, menghormati, dan menjaga suamiku Liu FanFan. Baik dalam keadaan suka maupun duka, mulai hari ini sampai maut memisahkan kami."


FanFan mengambil cincin dari sebuah kotak dan menyematkannya di jari manisku. Cincin ini adalah cincin yang sewaktu hari FanFan berikan padaku, dia bersikeras untuk membeli yang baru tapi aku menolaknya.


Begitu selesai, aku juga menyematkan cincin silver polos di jari manis FanFan. Kedua cincin ini adalah simbol bahwa kami sekarang adalah pasangan suami istri.


Ingin sekali aku menangis di momen mengharukan ini, tapi aku tidak bisa. Aku hanya bisa tersenyum bahagia saat pendeta berkata,"Kalian telah resmi menjadi suami istri."


FanFan melangkah satu langkah ke depan, tangannya meraih bridal veil yang menutupi wajahku. Dengan lembut dia membuka bridal veil itu hingga akhirnya wajahku terlihat jelas. Begitu bridal veil itu terbuka, aku bisa melihat dengqn jelas wajah laki-laki yang kini resmi menjadi suamiku itu.


Dengan senyum tipis di wajahnya itu FanFan meraih wajahku, kedua tangannya memegang daguku. Dia kemudian mendekatkan wajahnya padaku, dengan matanya yang juga tersenyum FanFan menciumku di depan semua tamu undangan.


Riuh dari teriakan tamu undangan seolah-seolah menghilang secara perlahan-lahan begitu aku menutup mataku. Dunia serasa hanya milik aku dan FanFan, aku tidak bisa merasakan apapun kecuali sentuhan bibirnya yang lembut dan hembusan nafasnya yang hangat.


Sorak-sorakan tamu undangan perlahan-lahan terdengar begitu FanFan melepaskan bibirnya dari bibirku. Wajahku memerah seperti kepiting rebus karena malu, tapi FanFan masih santai. Dia menggenggam tanganku begitu erat, mengunci jari-jariku tanganku dengan jari-jari tanganya yang panjang.


*/


Pesta resepsi yang berlangsung selama setengah hari itupun selesai. Aku yang masih mengenakan gaun pengantin itu berdiri bersama FanFan didepan hotel, tak lama berselang sebuah mobil limusin berwarna hitam berhenti didepan kami.

__ADS_1


"Ini kejutan darimu lagi?" Kataku pada FanFan.


FanFan menggeleng-gelengkan kepala,"Bukan."


Dua laki-laki menjawab serentak,"Itu dari kami."


Mereka adalah YangYang gege dan Dery gege, mereka sengaja menyiapkan mobil mewah ini untuk membawa kami kembali ke apartemen.



YangYang gege, "FanFan sudah menyiapkan semuanya, jadi hanya ini yang terpikir oleh kami."



Hendery gege, "itu benar."


Aku benar-benar dibuat terharu oleh kakak dan kakak iparku itu. Mereka benar-benar penuh kejutan.


Xiao Bai meronta-ronta ditengah-tengah percakapan kami, "Bibi, ayo pulang!"


Li Yu segera menarik lengan putra sulungnya itu dan menutup mulut kecil Xiao Bai menggunakan kedua tangannya, "Eh, malam ini kau tidur bersama mama saja."


Xiao Bai komat kamit,"Aku mau tidur dikamar baruku Ma. Paman FanFan sudah membelikanku banyak mainan."


Kami tertawa mendengar ucapan bocah 6 tahun itu. Semua keluarga segera menyuruh kami masuk ke dalam mobil limusin itu. Aku dan FanFan pergi meninggalkan keluarga besar kami yang masih melambai-lambai itu.


FanFan bergeser, sedikit mendekat ke arahku, "Sekarang adalah waktu kita."


Aku dengan refleks segera menyikutnya dengan sikuku, "Kita masih dijalan."


Selang beberapa menit menyusuri jalanan kota Shanghai, kami pun sampai di apartemen kami. FanFan membantuku turun dari mobil, hingga saat yang tidak pernah aku bayangkan terjadi.


"Eh apa yang kau lakukan?" Kataku yang kaget setengah mati.


Secara tiba-tiba FanFan meraihku dan menggendongku, gendongan seperti princess-princess yang ada di negeri dongeng. FanFan terus berjalan menyusuri lobi, memasuki lift dengan aku yang masih berada dalam pelukannya.


Awalnya aku takut, aku takut kalau banyak penghuni apartemen yang nantinya akan terganggu ketika melihat kami. Tapi nyatanya, tidak ada satu manusia pun yang muncul.


"Eh, kenapa kosong?" Aku keheranan saat berada di lift.


Aku kembali melanjutkan,"Di lobi tadi juga kosong."


FanFan menyeringai, "Aku yang melakukannya."


Entah apa yang sudah dilakukan manusia penuh kejutan ini sampai-sampai seluruh apartemen nyaris terlihat kosong tak berpenghuni. Aku berani bertaruh, FanFan pasti telah menghambur-hamburkan uangnya lagi.


Lift yang kami tumpangi terus naik, melewati beberapa lantai dibawahnya. Sampai akhirnya kami pun sampai didepan pintu apartemen kami.


"Turunkan aku, bagaimana caramu menekan password?" Kataku.


"Aku bisa melakukannya." kata FanFan.


Dengan tangannya yang lihai FanFan memasukkan kombinasi password pintu apartemen kami. Bunyi 'bip' mengikuti selang beberapa saat FanFan menekan angka-angka itu. Pintu akhirnya terbuka.


Aku meregangkan badanku, seolah rasanya sudah mati rasanya. Ingin sekali aku melompat turun dari gendongan FanFan ini dan meregangkan badanku dengan bebas.


Aku memelas,"Sekarang kau bisa menurunkan aku."


FanFan dengan tatapan elangnya menolak dengan keras," Tidak mau!"

__ADS_1


"Eh,eh.." aku sedikit meronta-ronta dan mencoba lepas dari gendongannya itu, tapi gagal.


FanFan terus berjalan dan membawaku ke kamar, melepaskan gendongannya dengan cepat begitu kami sampai di depan tempat tidur. Ini adalah malam pertama kami setelah pemberkatan, wajar kalau hewan buas seperti FanFan sangat bersemangat.


Aku masih membatu ditempat tidur, sementara FanFan masih bermain-main. Matanya terus menatapku, jari-jarinya terus bermain dengan rambutku.


"Jangan tersenyum begitu padaku, sekarang kau terlihat sangat menakutkan." kataku.


FanFan,"…."


Aku kembali mengoceh, "Aku tau kau begitu bersemangat, tapi apa …"


FanFan segera menyelaku,"Aku memang bersemangat, tapi sebaiknya kau hapus riasanmu dulu itu. Aku akan mandi, perias macam apa yang membuat wajah imut istriku menjadi seperti ini?"


Aku membenamkan wajahku ke bantal karena tersipu malu. Apa riasanku sudah berantakan?



FanFan bangkit dan melepaskan setelannya, dia berbicara lagi, "Jangan mengusapnya ke bantal, nanti kotor."


Aku, "…"


Sementara suara air pancuran mengalir dari dalam kamar mandi, aku masih sibuk membersihkan riasan wajahku. Beberapa helai kapas sudah kotor karena make up, make up remover yang tadinya terisi penuh kini telah berkurang sebagian. Benar kata FanFan, perias ini telah mengibaratkan wajahku seperti tembok. Entah berapa lapisan bedak yang ia oleskan di wajahku sampai-sampai aku kesulitan untuk menghapusnya.


Tak lama berselang FanFan keluar dari kamar mandi, biasanya dia akan keluar dengan memakai kaos atau semacamnya, tapi kali ini dia hanya memakai handuk. Membiarkan perut sixpacknya itu terekspos.


Aku menelan ludah,"Kau sudah mandi?"


FanFan,"Tentu saja, kau mandi sana"


Kedipan mataku semakin cepat. Ini bukan kali pertama FanFan bersikap tidak sopan padaku. Sejak kami resmi mendaftarkan pernikahan kami, dia sudah bersikap seperti binatang buas. Tapi kenapa kali ini aku benar-benar gugup yah?


Dengan air hangat yang mengalir di bathub aku membersihkan tubuhku. Air hangat ini lama kelamaan membuatku mengantuk dan tanpa sadar membuatku tertidur.


Suara ketukan dari balik pintu kamar mandi terdengar cukup keras,"Eh, apa kau tidur disana? Kalau kau tidur aku akan masuk dan menyeretmu keluar."


Itu adalah suara FanFan, suaranya sontak langsung membuatku terbangun, "Jangan masuk atau aku akan menendangmu. Aku akan keluar sebentar lagi."


Dengan jubah mandi yang masih aku kenakan aku keluar dari kamar mandi. Di luar, FanFan masih terjaga dengan sebuah buku ditangannya, sepertinya cukup serius.


Dengan malu-malu kucing aku mengeluarkan beberapa pakaian dari dalam lemari. Berniat kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaian itu, tapi tiba-tiba FanFan bersuara.


"Aku akan mengatakannya sebagai dokter. Aku yakin kau juga sudah tau." katanya.


Kata-kata absurd macam apa yang barusan keluar dari mulutnya itu? Apa yang aku ketahui? Lalu apa hubungannya dengan profesi kami?


"Apa maksudmu?" Tanyaku yang heran.


FanFan tampak ragu-ragu, " Jangan memakai pakaian dalam saat tidur. Itu tidak baik untuk kesehatanmu."


Aku tidak bisa tidak menelan ludah saat mendengar ucapannya itu. Terdengar sedikit cabul, tapi itu memang kenyataanya. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku melakukan apa yang FanFan katakan atau tidak? Ah ini benar-benar memalukan sekali.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan VOTE yah


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢

__ADS_1


Mohon Dukungannya.


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰


__ADS_2