Love Me Now

Love Me Now
The Definition of "Happiness"


__ADS_3

Aku melihat jam dan sekarang sudah jam 9, aku kesiangan bangun. Saat membuka mataku aku tidak melihat FanFan. Badanku rasanya sakit semua, dan aku masih mengantuk. Pikirku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri teringat kejadian semalam.


Suara kaki mendekat dari balik pintu yang tertutup, aku terlalu malu untuk melihatnya sekarang. Jadi ku tutup kembali mataku dan berpura-pura tidur. Aku mencium bau susu kedelai, semakin mendekat dan lebih dekat lagi.



“Kelopak matamu bergetar, kau sudah bangun. Jangan membongiku, bangunlah aku bawakan sarapan untukmu..” ujar FanFan


Aku, "…."


The power of genius, aku sama sekali tidak bisa menipunya.


Aku dengan suara memelas, " Aku tidak lapar, aku hanya ingin tidur. Aku mengantuk dan lelah, bukankah dokter Chen mengizinkan aku untuk libur?”


FanFan duduk di sisi ranjang, menarikku dan membuatku duduk, “Eh, kau harus minum obatmu. Sekarang sudah jam berapa? Lihatlah matahari sudah terang sekali”


Mataku nyaris tertutup, "Aku lelah karena tadi malam. Aku tidak lapar"



FanFan, "…."


Aku membuka mataku dan melihat FanFan menelengkan kepalanya dengan wajah kepiting rebus. Wajahnya memerah karena tersipu mendengar ucapanku barusan.


"Kau calon dokter, kenapa kau malu?" Kataku


"Eh, tidak..kenapa aku harus? Eh ini minumlah. Aku akan bersiap-siap ke Rumah Sakit"


FanFan bangkit dan keluar dari kamar dengan wajah merona. Aku pikir dia akan tetap mempertahankan wajah pokernya itu, tapi kali ini dia kalah.


*/


Aku menelpon Dery ge untuk menanyakan hasil MRI nya, aku harap hasilnya bagus dan dia bisa cepat pulang. Dia akan mati karena bosan.


Dery ge bilang hasilnya sudah keluar, dan sesuai harapan kami hasilnya semua bagus. Tidak ada masalah dengan otak atau pun saraf lainnya, semuanya normal. Dery ge juga bilang kalau besok pagi dia sudah bisa pulang.


Dery ge merasa tenang sekarang, di tambah lagi pelaku yang menabrak kami itu sudah di temukan. Dia adalah laki-laki paruh baya yang mabuk saat mengendarai truk, alhasil truk nya menabarak kami.


Fokusku terpecah setelah ingat kalau FanFan sudah ada di Rumah Sakit, aku khawatir dia akan bertemu dengan Li Yu. Beberapa hari ini aku terus memikirkan skenario terbaik untuk masalah ini. Skenario yang tidak akan merugikan kami berempat.


"Li Yu ini aku. Kau, bisa tidak datang ke apartemen kakakku nanti?"


Aku rasa aku harus berdiskusi panjang dengan rubah licik yang mencintai kakakku ini. Menyuruhnya datang untuk menemaniku pusing.


Selang beberapa jam, bel berbunyi. Itu pasti Li Yu, aku pun keluar untuk membukakan pintu. Li Yu berdiri di depan pintu apartemen dengan membawa sebuah parsel buah. Aku pun menyuruhnya masuk.


"Ini untukmu" katanya sambil memberikan buah untukku


"Xìe Xiè, ehm..aku mau bertanya padamu, apa kau sudah memberitahu Hendery gege?" Tanyaku


Li Yu menjawab, "Apa kau begitu membenciku Crystal? Aku minta maaf atas kejadian di masa lalu. Beri aku waktu, izinkan alu merawat Hendery. Setelah dia sembuh, aku berjanji..aku akan mengatakan sendiri padanya" balas Li Yu

__ADS_1


Aku, "Aku tidak membencimu dan juga..kau tidak perlu memberitahunya. Aku ingin mengubur semua masalah ini, selama yang kita bisa."



Li Yu, "kau…"


Panjang lebar aku menjelaskan alasanku pada Li Yu. Aku tidak mau hubungan kami semua rusak hanya karena masa lalu. Biarlah semuanya terkubur, biarkan semuanya berjalan mengikuti garis takdir. Aku yakin seiring berjalannya waktu, baik FanFan maupun Hendery gege akan menerimanya.


"Eh sebentar, aku harus mengangkat telpon" ujarku


Ternyata FanFan, dia bilang harus berjaga malam di rumah sakit.


Suaranya terdengar cemas "Aku sudah menghubungi coass yang bertugas. Tapi sepertinya mereka sibuk, lagian juga aku merasa tidak enak kalau harus terus-terusan libur"


"Aku mengerti. Lagi pula aku baik-baik saja" aku menutup telponku


Aku, "sampai dimana tadi? Eh, maafkan aku seharusnya aku menyiapkan minuman untukmu, sebentar yah"


Dengan kaki kiri yang tidak sepenuhnya menyentuh lantai, aku berjalan menuju dapur untuk mengambilkan Li Yu minuman. Membuka kulkas dan menuangkan jus jeruk ke dalam gelas.


Li Yu berteriak, "Kau tidak perlu repot"


Aku, "tidak apa-apa, eh…"


PYARRR


Ini adalah gelas kedua yang aku pecahkan. Aku memecahkan 2 gelas dalam selang waktu beberapa jam saja. Apartemen ini mungkin akan terbakar kalau aku terus bergerak dalam kondisi begini.


Dia menarikku duduk ke kursi makan, menyeka pecahan beling yang aku buat. Tadi malam FanFan, dan sekarang mantan pacarnya yang melakukannya untukku. Sungguh memalukan.


"Maafkan aku, aku berniat mengambilkannya untukmu. Tapi malahan kau yang harus repot"


"Tidak apa, aku mengerti. Aku bukanlah rubah licik yang dulu lagi" Li Yu tersenyum


"Ah?"


"Aku tau sejak SMA dulu kau memanggilku rubah licik. Mungkin lebih banyak dari itu, wanita ular? Itu kau kan? " katanya sambil tersenyum tipis.


Dari mana dia tau? Apa dia peramal? Apa dia mendengar semua olokanku dulu? Aku memang sering menyebutnya 'rubah licik' dan panggilan-panggilan aneh lainnya, tapi itu hanya saat aku bersama Jing.


"Kau tau dari mana?"aku canggung


"Aku mendengarnya, suaramu cukup keras" imbuhnya


Li Yu meletakkan pecahan gelas itu di tempat sampah dan mulai mengepel lantai yang terkena jus. Aku meliriknya, tidak ada topik untuk memulai pembicaraan. Burung gagak akan lewat diatas kepala kami karena canggung, sama ketika tidak ada dialog antara dua tokoh di drama-drama televisi.


Aku memulai, "Maaf, itu karena aku masih muda dan kekanak-kanakan"


"Tidak apa-apa, dulu aku juga menjengkelkan kok"


Li Yu membawaku ke kamar, membantuku naik ke atas tempat tidur. Menyiapkan air minum dan menaruhnya di meja samping ranjangku.

__ADS_1


"FanFan sepertinya sibuk yah? Apa kau mau aku untuk mengasuhmu? Kau sepertinya tidak leluasa bergerak karena cideramu itu"


Aku melambai-lambaikan tanganku seraya menolak niat Li Yu itu, "ah tidak apa-apa, kau harus menjaga kakakku"


"Hmm..kalau begitu apa masih ada yang kau butuhkan?" Tanya Li Yu


"Tidak, semuanya sudah kau siapkan. Terimakasih"


"Kalau begitu aku pergi"


Aku mengangguk, dia keluar dari kamarku. Dari kamar aku mendengar suara pintu tertutup. Dia sudah pergi, akhirnya aku bisa bernafas normal. Berada dalam satu ruangan dengannya membuatku kekurangan oksigen, dia tiba-tiba baik padaku dan membuatku canggung.


*/


Hingga siang hari Dery ge belum juga pulang, padahal tadi malam saat ia menelponku dia bilang akan pulang pagi hari. Aku berniat menelpon Dery ge, tapi tepat sebelum menelpon Dery ge, aku menerima WeChat dari FanFan. FanFan bilang tidak bisa pulang dulu karena masih ada pekerjaan di rumah sakit, dia bilang akan pulang bersama Dery ge nanti malam.


Seseorang menekan password pintu, itu pasti Dery ge dan FanFan. Aku keluar kamar dan terkejut melihat semua orang datang. Tidak berdua, ada YangYang gege, Hexin Jiejie, dan Xiao Lu juga.


"Xiao Lu, bibi merindukanmu" kataku sambil mengambil Xiao Lu dari gendongan ibunya.


Hexin Jiejie bilang mereka semua ingin merayakan kepulangan aku dan Dery ge. Mereka ingin mengadakan acara kumpul keluarga dan makan malam bersama di apartemen kami.


“Jìe kau bahkan belanja banyak..” ujarku


“Kau duduk saja, aku yang akan menjadi Chef hari ini..” ujar Hexin Jiejie


Aku bergabung dengan yang lain di ruang keluarga. FanFan dan Yang ge sepertinya asyik bermain game, mereka mengingatkanku masa-masa remaja saat di Shanghai.


Saat hanya ada satu-satunya anak perempuan, Dery ge, Yang ge, dan FanFan tidak mau mengajakku bermain karena mereka pikir aku akan menyusahkan mereka.


Tapi saat aku melihat Hexin jìejìe yang sedang memasak itu, aku merasa sangat beruntung. Hexin Jiejie bahkan sudah seperti kakakku sendiri, dulu aku merasa bingung harus bagaimana dengannya. Aku berpikir aku pasti akan membencinya, karena dia yang sudah membuat Yang ge pergi dariku. Tapi sekarang, aku malah sangat menyayanginya. Sikap Hexin jiejie yang lembut membuatku luluh dan percaya padanya.



"ayo berhenti bermain, makanan sudah siap" seru Hexin Jiejie


“Wah kau masak banyak sekali? Kita benar-benar berpesta…?” seru Dery ge


Malam menjadi malam yang sangat membahagiakan bagiku, aku berkumpul dengan saudara-saudaraku. Kami makan malam dan menghabiskan waktu bersama. Aku berharap pada Tuhan, aku berharap akan selalu bersama mereka, aku harap kami semua akan selalu bahagia seperti ini.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍 谢谢


Mohon Dukungannya.


SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰

__ADS_1


__ADS_2