
*Apartement Yang gē*
"Aiyo Xiao Lu, keponakanku. Bibi punya sesuatu untukmu"ujarku
Aku benar-benar tidak bisa menahan rasa senangku ketika melihat bayi kecil itu, dia benar-benar lucu. Aku membelikan sebuah kaos tangan bayi yang lucu berwarna peach untuk Xiao Lu.
Kami menghabiskan waktu bersama, family gathering kali ini kurang lengkap karena tidak ada ayah dan ibuku. Aku harap bisa berkumpul dengan mereka saat natal nanti.
"Xiao Xi, Hendery, ini titipan dari ibu kalian" ujar Ibu FanFan sambil memberikan sebuah box untukku dan kakakku
"Dan ini untuk FanFan" Ibu FanFan juga memberikan box untuk FanFan.
Entah apa isi dari box berwarna pink yang ibu berikan untukku dan kakakku itu. Seperti pandora box yang misterius, aku sudah tidak sabar untuk membukanya. FanFan juga menerima hadiah dari ibunya, melihat box kami bertiga yang kembar, aku yakin ibu FanFan dan ibuku membeli hadiah ini bersama.
Setelah mengobrol bersama,kami pun pamitan pulang. Kami harus segera pulang karena besok harus bekerja. Ayah dan Ibu FanFan akan kembali ke Shanghai 3 hari lagi, kami berencana mengunjunginya lagi sebelum mereka pulang ke Shanghai.
*/
*Apartment*
Aku masuk ke kamar untuk melihat barang apa yang dikirim ibuku untukku,aku membuka box yang terbungkus plastik berwarna putih itu. Aku membuka box itu dan melihat mantel dan kaos laki-laki berwarna gelap. Hanya ada dua kemungkinan, box punyaku tertukar dengan Dery gē atau FanFan.
Aku memeriksa kembali box itu dan melihat name tag nya, tertulis di name tag nya "untuk putra kesayangan mama Liu FanFan".
Aku berlari keluar dari kamar dan masuk ke kamar FanFan untuk mengembalikan kotaknya. Aku berharap bukan FanFan yang mendapat box mililku, karena aku sendiri tidak tau apa yang ibuku kirimkan untukku.
Aku membuka pintu kamarnya dan melihat raut wajah FanFan yang kebingungan melihat isi kotak itu. Aku tersipu malu saat melihat FanFan yang sedang memegang pakaian dalam berwarna pink milikku.
"Ini.." ujar FanFan dengan wajahnya yang kebingungan.
"Berhenti, berhenti bicara, kau jangan bicara lagi. Kemarikan itu punyaku, dan ini punyamu" balasku seraya mengambil kotak itu.
Aku masuk ke kamarku dengan raut wajah memerah karena malu. Ibuku mengirimkan pakaian yang sebenarnya bisa aku beli sendiri. Ah memalukan sekali rasanya~
*/
"Siapa sih di dalam kenapa lama sekali?"
Perutku sakit sekali setelah banyak somay di apartemen Yang gē tadi. Alhasil perutku mulas dan aku tidak berhenti bolak-balik ke kamar mandi. Untuk ke 3 kalinya aku ke kamar mandi. Tapi sepertinya ada orang di dalam. Dengan rambut yang masih basah FanFan keluar dari kamar mandi.
FanFan keluar dari kamar mandi dengan handuk pink yang masih berada dia tangannya, dia mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Dengan senyum tipis yang melengkung dari sudut bibirnya, FanFan mengeringkan rambutnya bak model iklan sampo. Saat itu juga aku terpesona dengannya. Seketika celotehan FanFan menghentikan lamunanku.
"kau membayangkan yang tidak-tidak yah?" ledek FanFan
"eh enak saja, minggir aku mau masuk"
Seketika suasana menjadi canggung antara aku dan FanFan karena kejadian box yang tertukar tadi.
*/
Aku berusaha mengubah suasana agar tidak canggung lagi, aku melihat FanFan yang sedang asyik bermain game di komputernya. Aku menghampirinya dan duduk di sofa sambil memakan buah.
"Kau sedang apa?" tanyaku pada FanFan
"Aku lagi main game…" jawab FanFan dengan raut wajah yang serius.
Wajah seriusnya terlihat seperti pemain profesional CTF yang sedang berjuang demi nama Cina. Konsentrasinya hanya terfokus pada layar komputer dan keyboard.
Aku merasa jengkel saat FanFan mengabaikanku. Alhasil, aku terus mengganggunya bermain game, hingga akhirnya terdengar suara "Game Over" dari komputernya.
"Kau sengaja menggangguku yah? lihatlah aku jadi kalah" kata FanFan.
Aku berusaha menghindar dan melarikan diri, aku berhasil mengganggunya tanpa berpikir akibat perbuatanku. FanFan beranjak dari depan komputernya dan tiba-tiba menarikku hingga aku terhempas ke sofa.
__ADS_1
"Kau mau apa?" tanyaku
"Bukankah kau harus bertanggung jawab?" balas FanFan
"Kau kan kalah karena memang kau tidak bisa bermain, iya kan?" ledekku pada FanFan sambil tertawa.
"Aku tidak bisa fokus karena kau.."
"lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyaku
FanFan berbaring di sampingku, di sofa yang sempit dia melingkarkan tangannya dan memelukku.
"Tetaplah seperti ini sebentar saja" katanya.
Aku menatap FanFan, saat dia menutup matanya, aku bisa melihat dengan jelas hidungnya yang mancung, lesung pipitnya yang akan nampak saat ia marah, dan kulitnya yang bersih bahkan mungkin lebih bersih dari kulitku.
Tak sadar aku terbawa suasana,aku menyentuh wajahnya,aku menyentuh pipinya yang tirus tapi kemudian tangannya tiba-tiba meraih tanganku.
"Bukankah aku sudah pernah bilang, kau jangan mengujiku terus, aku juga laki-laki Xiao Xi "bisik FanFan padaku.
Aku terdiam mendengar perkataan FanFan, jantungku berdetak tak karuan dan aku pun mulai kehilangan kesadaran diri.
"Ah…" teriak FanFan.
"Maafkan aku"
"Kenapa kau menedangku? apa kau pegulat wanita?" ujar FanFan yang jatuh dari sofa karena ku tendang.
Aku hanya tidak mau terbawa suasana dan bertindak lebih jauh. Jadi aku menendangnya, dengan raut wajah memerah bak kepiting rebus, aku berlari masuk ke kamarku.
♡♡♡♡♡
Keesokan Harinya 🌞
*Beijing United Family Hospital*
Kami berangkat kerja bersama seperti biasa. Aku berjaga di IGD dan FanFan memeriksa pasien di bangsal. Tidak ada yang spesial hari ini, semuanya berjalan dengan lancar seperti biasanya.
"Crystal, bisa kau antarkan sampel darah ini ke laboratorium?" tanya dokter Zhang.
Aku pergi ke laboratorium untuk mengantarkan sampel darah yang akan diperiksa. Tiba-tiba seseorang berteriak memanggilku dan menanyakan letak departemen ortopedi dan traumatologi.
(Ortopedi ; cabang ilmu bedah yang fokus pada kondisi-kondisi yang melibatkan sistem muskuloskeletal. Traumatologi ; cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang Iuka dan cedera karena kecelakaan atau kekerasan terhadap seseorang)
Sambil membaca laporan, aku menjelaskan letak departemen ortopedi pada laki-laki itu. Setelah itu, aku pun berjalan meninggalkan laki-laki yang bertanya padaku itu tanpa melihat wajahnya
"Kalau begitu di mana kau tinggal?" tanya laki-laki yang mempunyai suara indah itu.
Aku berbalik dan menoleh ke arah laki-laki itu.
"Shangyan"
"Kau benar-benar keterlaluan, kau bahkan tidak mengenaliku? " sapa Shangyan.
Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Shangyan di Beijing. Dia datang ke rumah sakit untuk memeriksakan jarinya, dia mengalami cidera saat bermain piano.
"Kau harus lebih berhati-hati" ujarku
Aku pun mengantar Shangyan ke departemen Ortopedi dan Traumalogi, hingga aku lupa untuk kembali ke lab dan mengambil hasil pemeriksaan, sampai akhirnya dokter Zhang pun menelponku dan marah-marah padaku.
"Shangyan, maafkan aku. Aku harus pergi, bye bye" aku berlari dan meninggalkan Shangyan.
Aku buru-buru ke Laboratorium untuk mengambil hasil lab, dan bergegas menuju IGD tempat dokter Zhang bertugas. Dia benar-benar marah padaku, aku bisa melihat dari raut wajahnya.
"Kau kenapa lama sekali,?" tanya dokter Zhang
"maafkan aku dokter Zhang"
Aku menyingkir dari IGD dan pergi ke bangsal untuk memeriksa pasien. Aku tidak melihat FanFan, dia tidak ada di bangsal dan di IGD, lalu kemana dia?
Aku pergi mencari FanFan untuk mengajaknya makan siang, tapi tiba-tiba dokter Zhang memanggilku lagi dan menyuruhku untuk mengambil laporan di ruangan staff.
__ADS_1
Aku pun berlari ke ruangan staff untuk mengambil laporan itu. Karena terburu-buru aku pun masuk ke ruangan staff tanpa mengetuk pintu, aku membuka pintu dan betapa terkejutnya aku melihat dr. Chen yang sedang memeluk FanFan.
"Xiao Xi" ujar FanFan
Sementara dokter Chen diam, aku bingung harus berkata apa, aku pergi tanpa mengambil laporan yang disuruh oleh dokter Zhang. Aku tidak memikirkan laporan dokter zhang, aku bahkan tidak peduli bagaimana marahnya dokter Zhang padaku nanti. Aku hanya berjalan tanpa menoleh kebelakang sambil memikirkan apa yang aku lihat tadi, aku berharap apa yang aku lihat tadi tidaklah nyata.
Sesampainya di IGD...
"Mana laporannya?" tanya dokter Zhang
"Maafkan aku dokter, aku..aku.."
"Apa kau ingin bermain-main,hari ini kau kenapa?" bentak dokter Zhang.
Aku pergi ke ruangan staff untuk mengambil laporan yang tidak sempat aku ambil tadi.
*/
Saat itu,aku bahkan tidak mau mendengar penjelasan FanFan,aku marah dan kecewa padanya. Aku tidak mau melihat wajahnya dan aku pun menghindarinya.
Ketika jam pulang, aku pulang tanpa FanFan dan kakakku. Aku berjalan keluar rumah sakit dan menunggu bus, aku melihat ponselku yang berdering karena FanFan yang terus menelponku. Rasanya aku tidak ingin pulang, aku hanya ingin sendiri saat ini.
*/
*Apartmen*
Aku sampai di apartmen dan tidak ada seorang pun disana. Tampaknya FanFan dan kakakku belum pulang.
Di sudut kamar aku merenung sambil terus memikirkan kejadian tadi. Hati siapa yang tidak sakit melihat pacarnya berpelukan dengan perempuan lain. Perasaan kecewa, marah dan cemburu bercampur menjadi satu.
Suara FanFan yang mengetuk pintu kamarku membuyarkan semua asumsi yang sedang berkecamuk di benakku.
"Xiao Xi, ini aku FanFan. Boleh aku masuk?" ujar FanFan dari balik pintu kamarku
"Kau pergi saja, aku ingin tidur" balasku
Aku hanya ingin waktu sendiri, aku belum siap mendengar penjelasan dari FanFan, mataku masih dibutakan rasa cemburu. Hatiku ingin berpikiran positif, tapi akalku tidak bisa menerimanya.
♡♡♡♡
Keesokan harinya 🌞
Aku pergi ke Rumah Sakit lebih awal, bahkan lebih pagi dari biasanya. Aku tidak ingin pergi bersama FanFan. Aku tau berusaha menghindari masalah seperti ini bukanlah jalan yang tepat.
"Crystal ikut aku ke Rumah Sakit Peking yah? ada seseuatu yang harus aku urus" pinta dokter Yu Tang.
Tanpa banyak bertanya aku pun ikut dokter Yu Tang ke rumah sakit besar itu. Aku rasa menyibukkan diri seperti ini akan membantuku sedikit melupakan kejadian kemarin.Aku menemani dokter Yu Tang bertemu dengan dokter yang ada di Rumah Sakit Peking, dokter Yu Tang terlihat sibuk mengurus beberapa dokumen. Aku melihat jam di ponselku dan tidak terasa sudah malam, ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari FanFan.
Setelah menyelesaikan semua urusannya dokter Yu Tang mengajakku ke restoran Italia untuk makan malam. Setelah makan malam, dokter Yutang pun mengantarku pulang.
*/
*Apartment*
Ketika aku masuk tidak ada seorang pun di dalam unit apartemen.
Tengah Malam ⏰
Aku duduk di ruang keluarga dan menunggu mereka pulanh. Aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi mereka belum juga pulang. Tiba-tiba terdengar suara password pintu.
"Itu pasti mereka" ujarku
Pintu pun terbuka dan aku melihat Yang gē datang.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍
__ADS_1
Mohon Dukungannya.