
(Flashback berakhir. Kembali ke kehidupan Xiao Xi yang sekarang. 6 tahun setelah pernikahan Hendery gege)
*/
Rumah tak lantas menjadi sepi setelah pernikahan Dery ge. Ayahku sudah pensiun sejak satahun lalu. Karena Li Yu sedang hamil, Dery ge tidak bisa bolak balik pulang ke Shanghai.
Tapi aku cukup senang, karena ada pengganti Dery ge dirumah yang mampu mengisi kekosongan rumah.
Bocah kecil berusia 6 tahun berlari ke arahku sabil berteriak 'Mama'. Bocah itu langsung memeluk pinggangku dengan lengan gemuknya begitu sampai didepanku. bocah ini biasanya tidak akan menurut, tapi beberapa belakangan ini dia begitu patuh padaku.
"Kau jangan lari-lari begitu, kau bisa jatuh" ujarku
Bocah itu adalah Xiao Bai. Bocah berusia 6 tahun yang menjadi obat kekosongan di rumahku. Karena Xiao Bai pula, ayah dan ibuku tidak merasa kesepian.
Nama panjangnya Wong Wubai, dia adalah anak sulung Dery ge dan Li Yu. Xiao Bai akan tinggal di Shanghai bersamaku. Ibunya yang hamil besar kesusahan untuk mengurusnya, jadi aku putuskan untuk mengasuhnya sebagai anak baptisku.
Dia adalah keponakan pertamaku, jadi aku amat sangat menyayanginya. Tatkala aku melihat ayah dan ibuku kesusahan merawat cucu pertamanya ini, Xiao Bai sungguh lincah dan cekatan. Tulang-tulang ayah dan ibu yang mulai lemah kadang menyerah saat berusaha mengejar Wubai.
"Jangan berlarian, kasian Nainai dan Yeye" ujarku lagi
(Nainai/ Yeye \= Kakek/ Nenek)
Xiao Bai mengangguk ketika aku menasihatinya. Xiao Bai terkadang memanggilku 'mama', terkadang juga bibi. Karena dia memanggilku 'mama', banyak orang yang mengira aku sudah memiliki anak.
"Bibi pergi dulu yah. Eh ma, pa, aku pergi ke Rumah Sakit dulu yah. Bye bye" pamitku
"Mama, bawakan aku coklat ketika kau kembali" kata Wubai
"Baiklah" kataku
Entah belajar dari mana, tapi belakangan ini bocah ini semakin pintar bersikap manja. Dengan pipi gemuk dan rambut mangkoknya itu dia mulai merengek padaku.
Aku keluar dari rumah dan menuju halte bus, orang tuaku selalu menyuruhku untuk membawa mobil. Tapi sampai sekarang, aku masih saja tidak bisa membawanya. Aku trauma sejak kecelakaan di Beijing dulu.
*/
*Shanghai United Family Hospital*
"Ehm…tahun ini adalah tahun keberuntunganmu. Kau meraih gelar profesormu dan juga mendapatkan promosi"
Profesor Su sekarang telah resmi menjabat sebagai kepala departemen bedah umum di Rumah Sakit Shanghai ini. Dia berhasil mendapatkan promosi setelah kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Profesor Su menghela nafas, "Aku memang sukses dalam karir. Tapi lihatlah, aku bahkan tidak berhasil menemukan ayah baru untuk anakku"
"Kau jangan rakus, kehidupan berjalan sesuai dengan ritmenya. Eh, bagaimana keadaan anakmu?" Tanyaku
"Dia sudah baikan, dia bahkan sudah pergi ke sekolah hari ini" timpalnya
Profesor Su berbalik menyerangku dengan cemoohan murahananya, "Kau bahkan sudah cukup umur untuk menikah. Kau sudah mapan dan kau juga cantik. Berhentilah memikirkan karirmu yang sudah matang ini, kau juga harus berkeluarga"
Aku menjawab, "Aku tau, kau jangan membahasnya lagi"
Bukan hanya Profesor Su yang mengatakan hal seperti itu padaku. Jing dan kedua orangtuaku juga sama. Sejak putus dari FanFan 7 tahun yang lalu, aku memang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.
Shangyan berulang kali menyatakan perasaannya padaku, tapi aku selalu menolaknya. Hingga akhirnya dia memilih Jing dan menikahinya.
__ADS_1
Jing yang selalu berusaha menjodohkan aku dengan Shangyan kini terkena imbasnya. Boomerang selalu kembali pada orang yang melemparnya, Shangyan yang dulu dia jodohkan padaku kini menjadi jodohnya.
Entah bagaimana hubungan mereka berkembang, tapi mereka memiliki akhir yang bahagia. Dua orang pemusik yang selalu mencintai melodi-melodi indah ditakdirkan berjodoh. Aku turut behagia atas pernikahan Jing dan Shanghyan.
Li Yu dulunya adalah teman SMA ku dan sekarang dia adalah kakak iparku yang juga sudah punya anak. Teman-teman seusiaku sudah memiliki pacar dan keluarga. Apa hanya aku yang tersisa?
Usiaku memang sudah cukup matang untuk menikah. Tapi aku tidak pernah serius memikirkan pernikahan. Aku senang dengan hidupku yang sekarang, hidup bersama orangtua dan keponakanku adalah kebahagian yang tak akan pernah mengkhianatiku.
Perlahan-lahan namun pasti, bekas luka karena berpisah dengan FanFan sudah mulai mengering. Selama 7 tahun ini aku fokus mengejar karirku. Aku tidak memikirkan hal lain selain bekerja dan bekerja. Pasien adalah prioritasku, tidak ada waktu untuk berkencan.
Perihal FanFan,aku tidak tau bagaimana kabarnya sekarang. Sudah 7 tahun berlalu, aku yakin dia sudah nyaman di Amerika sana. Dia pasti sudah menjadi dokter yang hebat sekarang, dia tak pernah kembali ke Shanghai selama itu. Bibi dan pamanlah yang selalu mengunjunginya ke Amerika.
*/
Di tengah-tengah IGD aku melihat para coass dan perawat sedang bergerombol. Kebiasaan mereka ini akan menjadi kebiasaan baik jika mereka sedang membicarakan hal yang bermanfaat, tapi mari kita lihat apa yang membuat mereka membuat forum di IGD.
Aku mengayunkan lenganku ke lengan salah satu perawat "Apa tugas kalian hanya untuk bergosip di depan pasien?"
Mereka kaget, separuh dari mereka ingin mencoba kabur sementara yang lainnya menunduk ketakutan.
Aku tertawa, "Apa aku terlihat akan memakan kalian? Aku tidak akan marah kalau kalian bergosip saat jam istirahat. Jadi mari kita lihat selebriti mana yang sedang kalian bicarakan? Apa itu Yang Zi? Hu Yitian? Shen Yue? Oo atau jangan-jangan Xiao Zhan dan Wang Yibo yah?"
Mereka semua melambai-lambaikan tangan, sepertinya dugaanku salah. Dari 5 nama selebriti terkenal yang aku sebutkan tidak ada satupun yang benar.
Salah satu perawat senior maju dan berbicara, "Maafkan kami dokter, kami hanya membicarakan calon wakil direktur Rumah Sakit yang baru"
Aku sedikit bersemangat, "Wakil Direktur baru?"
Seorang coass menyahut, "Benar sekali dokter, dia katanya adalah dokter muda yang tampan. Tapi katanya juga dia orang yang temperamen. Dan menurut berita yang aku dengar, dia lulusan Stanford Medical Collage America. Dia juga meraih gelar Profesornya di usia yang masih sangat muda. Dia jenius sekali"
Aku tidak tau menau mengenai pergantian wakil direktur di rumah sakit tempatku bekerja ini. Aku tidak terlalu tertarik dengan jabatan-jabatan di rumah sakit. Tapi mendengar kata 'Stanford Medical Collage' hatiku sedikit bergetar. Aku ingat FanFan juga menempuh pendidikan kedokteran di Stanford. Tapi tidak mungkin itu dia kan? Dia terlalu muda untuk menjadi seorang Profesor. Dan juga Ibunya tidak pernah bilang apa-apa padaku.
Perawat senior memotongku, "Ha, dokter kau datang pada orang yang tepat. Aku adalah ratu gosip di rumah sakit ini"
Aku, "….hehheheh"
Apa dia sedang membanggakan gelarnya yang menurutku itu agak sedikit memalukan?
Aku kembali melajutkan, " Lalu apa spesialisnya?"
Segerombolan wanita ini kompak menggelengkan kepala mereka, yang artinya tidak seorangpun yang tau. Setidaknya dengan mengetahui spesialis wakil direktur yang baru, aku bisa sedikit memastikan apa itu FanFan atau bukan. Tapi kembali lagi, persentase itu adalah FanFan sangatlah kecil.
Alasan pertama, seseorang tidak akan menjadi profesor muda terkecuali dia sangat, sangat, sangatlah jenius. Alasan kedua, ibu FanFan pasti akan bercerita tentang ini pada ibuku, tapi nyatanya tidak ada gosip beredar. Jadi hanya ada 1 persen kemungkinan, benar kan?
Aku menemui Profesor Su yang sedang sibuk membaca di ruangannya. Aku duduk sambil memperhatikan bola matanya yang bergerak naik dan turun.
"Apa? Kau mau apa? " Tanya Profesor Su
"Apa benar wakil direktur akan di ganti?" Tanyaku
Dia tersentak, "Oh ho, kau kan tidak pernah tertarik dengan jabatan di Rumah Sakit? Kenapa tiba-tiba bertanya? "
Aku, "…."
Setelah jeda sejenak, Profesor Su menutup bukunya dan mulai bercerita, " Kau benar, wakil direktur akan segera di ganti. Oh iya, besok malam kau datang ke Shanghai Hotel yah"
"Kenapa?" Tanyaku
__ADS_1
"Besok penyambutannya. Eh kau jangan lupa berdandan. Berhentilah memakai pakaian seperti gelandangan. Apa kau anak-anak? Kau bahkan sangat kaya, apa perlu aku membelikanmu pakaian yang mahal dan seksi? " ledek Profesor Su
" Iya, iya aku memang pelit. Aku pergi yah bye bye" balasku sambil pergi dari ruangan Profesor Su
Aku tidak terlalu tertarik untuk pergi ke pesta penyambutan seperti itu. Menurutku terlalu ramai dan bising. Tapi semua staff dokter dan perawat senior akan pergi, aku merasa tidak enak kalau hanya aku yang tidak pergi.
Tahun lalu aku juga tidak pergi saat penyambutan direktur rumah sakit. Mereka mungkin akan menganggapku sombong, mungkin lebih baik untukku pergi kali ini.
*/
Keesokan Harinya…
Niatku untuk pergi ke pesta penyambutan meningkat sampai 90 persen. Itu karena nyonya Wong, ibuku kembali menyuruhku untuk kencan buta. Lebih baik pergi ke pesta penyambutan dari pada harus duduk berdua dengan laki-laki yang tidak aku kenal.
Setelah mengambil setelan yang aku pesan, aku menuju ke salon. Di salon aku melihat profesor Su yang sedang dirias, aku memang sudah janjian dengannya. Aku memintanya untuk memberiku tumpangan, karena aku sendiri terlalu malu untuk pergi sendiri.
Begitu selesai berhias, kami langsung berangkat menuju Shanghai Hotel, tempat pesta penyambutan di adakan. Di dalam aku melihat banyak sekali staff Rumah Sakit yang datang.
"Sepertinya dia orang yang penting, biasanya kan para perawat malas datang ke acara seperti ini" kataku
Profesor Su menjawab, "Itu karena gosip yang beredar. Aku juga tak sabar melihat wakil direktur yang baru, katanya dia tampan sekali"
Kami masuk ke aula utama yang sudah dipenuhi staff rumah sakit. Beberapa perawat senior, dokter kepala, dan juga direktur rumah sakit sudah ada didalam aula.
"Aku tadi melihatnya, dia tampan sekali" kata seorang dokter yang berdiri disampingku.
Mendengar mereka berbicara begitu, membuatku semakin penasaran. Dibenakku seseorang yang telah meraih gelar profesor pastilah botak, gendut, dan tua. Tapi apakah wakil direktur ini benar-benar tampan?
"Eh aku angkat telpon dulu yah" ujarku pada Profesor Su
"Oh, kau cepatlah"
Dengan tergesa-gesa aku keluar untuk mengakat telepon. Suara yang bising dari dalam aula membuatku tidak fokus.
"Siapa sih yang menelpon? Mama? Aku kan sudah pamit tadi" ujarku sambil terus melihat layar ponselku.
Karena terlalu fokus dengan ponselku, aku tidak sengaja menabrak seseorang dan menjatuhkan ponselku.
Dengan posisi membungkuk aku meminta maaf pada orang yang aku tabrak itu, "Maafkan aku, aku tidak sengaja.."
Aku melihat tangan seseorang memungut ponselku yang terjatuh, jari-jarinya ramping dan putih. Aku menegakkan badanku ketika mendengar suara riuh di Aula. Orang tanpa wajah yang mengambil ponselku itu juga bangkit. Dengan mataku sendiri aku melihat sosok laki-laki tinggi yang sangat akrab sedang berdiri di depanku, tampan dan mempesona.
"FanFan.." kataku sembari terus menatap laki-laki yang aku tabrak itu
Laki-laki yang memakai setelan jas berwarna hitam yang aku tabrak itu adalah FanFan. Liu FanFan mantan pacarku yang juga sahabat kecilku. Dia telah kembali.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran dan Kritik juga 😉
XÌEXÌE 😍 谢谢
__ADS_1
Mohon Dukungannya.
SEHAT SELALU READERS 🐰🦁🥰