Love Me Now

Love Me Now
Foolish


__ADS_3

*Kantin Rumah Sakit*


(Gēge ; panggilan untuk kakak laki-laki, Jiejie ; panggilan untuk kakak perempuan)


YangYang gēge datang dan bergabung bersama kami, kami pun memesan makanan di kantin Rumah Sakit.


“Eh kalian sudah jadian yah?” tanya YangYang gēge


“benarkah? kenapa nggak bilang?” timpal Hexin Jiejie


“gē, kau tau dari mana?” Tanya FanFan


“Mama baru saja mengatakannya padaku, Mama tadi menelpon dan menanyakan kabar kalian hehehee, eh Hendery udah tau belum?”


“Belum" kataku


Kami bercerita banyak hal, YangYang gēge memberikan kami nasihat serta tips-tips sebelum bekerja di Rumah sakit ini. Dia menceritakan kalau rumah sakit ini benar-benar tempat yang bagus untuk belajar.


Setelah mengobrol sebentar, YangYang gēge dan Hexin jiejie pun kembali bekerja. Karena buku-buku YangYang gēge masih ada, kami tidak perlu lagi membeli buku.


“Untung saja dia punya beberapa buku, aku juga akan meminta punya Dery gēge..” kataku


“Eh kalau begitu ayo kita pulang..” ujar FanFan


*/


*Apartement*


Aku dan FanFan pun kembali ke apartemen. Kami bersantai sambil menonton TV, sebelum benar-benar sibuk besok.


“Ee FanFan, makan malam nanti mau makan apa?”


“Emm terserah saja deh…”


Aku pun melihat bahan-bahan di kulkas. Kulkas yang kosong dan hanya ada sayur yang kering bak dedaunan yang gugur di musim dingin. Aku pun masuk ke kamar untuk berganti baju, Aku akan pergi berbelanja di super market dekat apartemen.


“FanFan, kau mau titip apa? Aku mau ke supermarket sebentar" kataku


“Ah..eh aku akan pergi bersamamu"


*/


*Super Market*


Kami melihat bahan-bahan apa saja yang akan kami perlukan, kami membeli beberapa ramen, daging, dan sayur. Sementara aku sibuk memilih barang, FanFan yang so sweet pun mendorong kereta belanjaanku.



“Eh ini juga..” ujarku sambil melempar ramen cup ke dalam kereta belanjaan.


"Nona kenapa kau melempar ramen itu ke lantai?" tanya pelayan super market.


Aku menoleh dan kebingngan melihat FanFan yang sudah tidak ada dibelakangku.


“Kemana dia pergi? Kenapa dia tiba-tiba menghilang?”

__ADS_1



Aku pun mencari FanFan dan melihatnya sedang berada di electronic station, dia terlihat sedang berbicara dengan pelayan toko sambil memegang kamera. Aku menghampirinya, dan kaget saat melihat dia memegang beberapa kamera.



“Kau akan membeli semua kamera ini?" bisikku


“Tentu saja, aku menyukai model-modelnya dan lihatlah ini, ini adalah kamera yang salama ini aku cari, ini edisi terbata" seru FanFan yang tampak girang saat melihat kamera.


“Ini kan mahal" bisikku


“Nona kami akan memberimu diskon, tenang saja. Biarlah pacarmu ini membelinya” ujar pelayan toko.


“FanFan kau beli semua kamera itu atau aku pergi” bisikku.


Aku tidak bisa melihat FanFan menghambur-hamburkan uangnya, apalagi dia akan tinggal lama tinggal di Beijing dan itu pasti membutuhkan banyak biaya.



“Tapi aku menyukainya" rengek FanFan


“Beli satu saja" kataku


Dengan sedikit gertakan, seorang Liu FanFan mampu menahan hasrat artistiknya untuk membeli kamera model terbaru yang harganya bisa membuat kita kelaparan selama 3 hari.


*/


*Apartemen*


“Wah ini bagus sekali" katanya


FanFan sepertinya sangat menyukai kamera yang baru di belinya itu. FanFan memang tidak terlalu suka mengambil fotonya sendiri, tapi dia gemar mengambil foto-foto bangunan menggunakan kamera digital. Di rumahnya dia sudah mempunyai 4 kamera dan banyak lensa, tentu saja bukan harga yang murah bagi seorang mahasiswa, FanFan juga tidak meminta uang kepada orang tuanya. Dia menyisihkan uang beasiswa yang di perolehnya untuk membeli kamera.


“Kau tunggu sebentar yah, aku akan memasakkanmu makan malam" teriakku dari dapur


“Ok" katanya


Dia tampak tak peduli dengan rasa laparnya sekarang, aku rasa kamera barunya itu membuat FanFan kenyang sampai lupa dengan bau masakan yang aku masak.


Aku memasak sup dan menumis daging untuk makan malam, aku membuat porsi agak banyak karena Dery gē juga akan pulang.



Aku menelpon Dery gē dan menanyakan kapan ia akan pulang, tapi katanya malam ini kakakku tidak akan pulang, jadi aku akan tinggal berdua bersama FanFan.


“FanFan, apa kau akan memakan kamera itu? kemarilah lalu makan makananmu" teriakku seperti seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk makan.


“Eh apa tidak tunggu Hendery gēge?” tanya FanFan


“Dia akan tinggal di Rumah Sakit malam ini" kataku


“Jadi hanya kita berdua ya?” goda FanFan


“Kau jangan macam-macam yah! awas kau!”

__ADS_1


FanFan tertawa mendengar perkataanku, kami pun menikmati makan malam berdua sambil mengobrol tentang coass besok. Setelah makan malam, aku dan FanFan belajar bersama di ruang keluarga. Kami belajar bagaimana menangani pasien, kami mencoba cara memasang infus dan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).


▪︎▪︎▪︎▪︎ (sunyi)


Saat suasana hening seperti ini, aku merasa tidak nyaman. Aku jadi tidak fokus belajar. Aku ingat,aku hanya berdua dengan FanFan. Aku tidak mau terbawa suasana dan melakukan hal-hal yang tidak-tidak. Aku memutuskan untuk masuk dan beristirahat di kamar.


"Aku tidur duluan yah, wanān" kataku


Aku meninggalkan FanFan yang masih bergelut dengan buku-bukunya yang menumpuk di ruang keluarga.


*/


Sebelum tidur, aku menyiapkan pakaianku, seragam yang akan aku pakai, id card ku, dan semua hal yang akan aku butuhkan besok


“Ah, akhirnya selesai juga, apa FanFan sudah menyiapkan semuanya?"


Aku keluar kamar untuk menanyakan apa dia sudah menyiapkan keperluannya. Sebenarnya aku tidak perlu terlalu khawatir padanya, dengan IQ nya yang tinggi itu, tidak mungkin dia akan melupakan sesuatu. Tapi kembali lagi ke teori manusia yang hanya sebatas makhluk biasa.


“FanFan kau di mana?” teriakku


“Aku di kamar, kenapa?" teriak FanFan


Mendengar suaranya, aku langsung ke kamarnya, pintu kamarnya terbuka dan aku melihat FanFan sedang merapikan buku-bukunya. Aku tidak langsung masuk, aku hanya mengamatinya dari luar kamarnya.



“Apa sudah tidak ada yang lupa? stetoskopmu? eh id card?” ujarku


“ Kalau kau mau memastikan aku tidak melupakan sesuatu, masuklah" ujar FanFan


Aku yang beriman ini agak sedikit ragu untuk masuk ke kamar FanFan, sementara FanFan terus saja memprovokasiku. Dengan percaya diri aku pun masuk ke kamarnya.


“oh ini, kau lupa buku catatanmu..” ujarku


FanFan tersenyum geli melihat tingkahku, sementara aku juga merasa bingung dengan apa yang aku lakukan ini. Aku terlihat seperti orang bodoh.


“Kau benar-benar lucu Xiao Xi, dari kecil aku mengenalmu tapi aku tidak pernah melihatmu malu-malu kucing seperti ini, hahah kau lucu sekali” ledek FanFan


“Apa katamu?, siapa yang malu-malu kucing..aku..aku hanya”


FanFan perlahan mulai menggodaku, dia menatapku sambil berjalan mendekat padaku.


“Jadi kau tidak malu-malu sekarang Xiao Xi?” Tanya FanFan sambil perlahan mendekat kearahku


“Aku tidur dulu, bye" Aku berlari meninggalkan FanFan di kamarnya.


Aku menutup pintu kamarku dan menguncinya. Padahal FanFan tadi hanya main-main. Aku memang percaya padanya, tapi dia tetaplah laki-laki. Aku harus bisa mengendalikan perasaanku.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉


XÌEXÌE 😍

__ADS_1


Mohon Dukungannya.


__ADS_2