
*Mall, Shanghai*
"Eh, kau tidak mau membeli setelan jas? kau membelikanku pakaian,tapi kau sendiri tidak. Eh apa uangmu tidak cukup yah? pake uangku saja" ujarku
"Eh, bukan masalah uang sih, itu karena aku punya banyak setelan jas dan tuxedo" ujar Fanfan
"Belilah, untuk hari spesial kakakmu"
"Baiklah, kau yang pilihkan yah. Sebenarnya apapun itu, kalau aku yang pakai pasti akan terlihat bagus" pamer Fanfan
Aku dan Fanfan pun pergi ke sebuah toko baju yang menjual pakaian khusus pria, aku melihat-lihat dan merekomendasikan sebuah setelan jas modern untuk Fanfan.
"Cobalah" ujarku sambil menyerahkan setelan jas itu untuk Fanfan
Fanfan pun masuk ke ruang ganti. Sementara aku menunggunya sambil melihat-lihat aksesoris.
Setelah beberapa saat, Fanfan pun keluar,dengan malu-malu dan dia berpose di depanku. Aku memperhatikan Fanfan dengan saksama, dari ujung kaki hingga kepala. Dia sangat tampan …
"Nona pacarmu sungguh tampan" ujar pelayan toko
"Eh, aku bertanya bagaimana penampilanku? Tapi kau malah bengong, aku tau kau pasti terpikat dengan ketampananku yah?" ujar Fanfan
"Kau cocok memakainya" kataku
" Tentu saja, aku bahkan terlihat seperti Hu Yi Tian" pamer Fanfan sambil bercermin.
(Hu Yi Tian; aktor ternama di China)
"Terserah kau saja" kataku
"Kalau begitu kami ambil yang ini saja" ujar Fanfan
Kami pun membayar tagihan dan pergi meninggalkan toko itu. Hari semakin malam dan kami pun pulang. Kami masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat. Kami akan ke Bandara besok pagi untuk berangkat ke Beijing.
♡♡♡♡♡
Keesokan harinya
"Pukul 08:00"⏰
"Fanfan, Fanfan ayo bangun kita terlambat, cepatlah" teriakku membangunkan Fanfan
Kami bangun kesiangan, pesawat kami akan berangkat dalam 2 jam sementara kami belum bersiap-siap. Dengan tergesa gesa, kami membawa koper masing-masing kami masuk ke taksu dan bergegas ke Bandara.
"Yakk, kenapa kau terlambat?" ujar Fanfan
"Kau menyalahkan aku? Kau sendiri terlambat bangun" keluhku
*/
* Shanghai Pudong International Airport *
"Huff..untung kita tidak terlambat" ujarku dengan nafas yang masih ngos-ngosan
"Eii, dimana Fanfan?" Ujarku
Aku tidak melihat Fanfan. Apa aku meninggalkannya di mobil?
"Wei, kau kenapa meninggalkanku?" Tanya Fanfan
__ADS_1
"Kau yang lambat.." ujarku
"Apa kau bilang?" Teriak Fanfan
"Kau lihat ini? aku membawa dua koper, dan kopermu berat sekali, apa kau mau pindahan?" gerutu Fanfan
Setelah memasukkan barang dan Check in, kami pun bergegas masuk ke Waiting Room.
"Eh Fanfan, sini sebentar. Ayo selfie dulu" ujarku
"Kenapa?" Tanya Fanfan
"Mama memintaku mengirimkan foto kita berdua"
"yī èr sān (1,2,3) cheese.."
Kami pun berfoto dan aku mengirimkannya ke Ibu, ibu ingin memastikan kami benar-benar sudah di bandara.
"Eh, kirimkan aku fotonya yah" ujar Fanfan
"Kau mau apa?"
"Mamaku juga memintanya" ujar Fanfan
"Baiklah" kataku
Tak lama berselang terdengar pengumuman keberangkatan ..
"Pesawat Shanghai tujuan Beijing akan segera berangkat, di mohon kepada seluruh penumpang untuk masuk ke dalam pesawat"
*/
"Eh, Ini tempat duduk kita? apa tidak salah?" tanya Fanfan
"Memangnya kenapa?" Balasku
"Kau lihat, orang tua kita memesankan tiket kelas bussiness untuk kita, ini kan sangat mahal. Mereka menghabiskan berapa Yuan? " seru Fanfan
Aku dan Fanfan pun duduk di kursi kami, aku duduk di dekat jendela sementara Fanfan duduk di sampingku.
"Penumpang di persilahkan memasang seat belt (sabuk pengaman) karena pesawat akan segera take off (lepas landas)" ujar salah soeorang pramugrari
Aku mulai kebingungan, aku tidak tau bagaimana cara memasangnya. Aku hanya tau memasang sabuk pengaman mobil.
"Ada apa?" Tanya Fanfan
"Fanfan aku tidak tau cara memakainya" bisikku pada Fanfan
"Apa? kau bercanda ya? Xiao Xi yang pintar tidak bisa memasang sabuk pengaman?" ledek Fanfan
"Yak, kalau kau meledekku terus biar aku meminta kakak pramugari itu menolongku"
"Baiklah,aku minta maaf. Aku akan membantumu" ujar Fanfan
Fanfan menundukkan kepalnyan dan menarik sabuk pengamanku. Saat dia membantuku memasangkan seat belt, aku kembali merasakan hal yang sama persis ketika dia menatapku di toko pakaian kemarin, jantungku jadi berdebar tak karuan.
*/
1 Jam kemudian…🛬
Setelah 1 jam penerbangan kami pun sampai di Beijing Capital International Airport. Aku dan Fanfan pun keluar dari pesawat.
__ADS_1
(gē: panggilan untuk kakak laki-laki)
Aku menelpon kakakku untuk menjemput kami di Bandara .
Aku dan Fanfan memutuskan untuk menunggu Dery gē di sebuah cafetaria yang ada di Bandara. Hingga beberapa saat kemudian Dery gē datang.
"Kalian udah lama menunggu yah?" katanya
"Nggak kok" balasku
Kami pun masuk ke mobil Dery gē dan pergi dari Bandara.
Dari dalam kaca mobil melihat kota Beijing. Ibu kota China ini punya jutaan hal indah. Beijing memiliki banyak tempat menarik mulai dari keindahan alam yang mempesona, bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh, hingga pusat perbelanjaan murah meriah dan kuliner ekstrem. Saat di jalan kami melihat rumah sakit besar nan megah.
"Beijing United Family Hospital. Bukankah itu Rumah Sakit tempat Dery gē dan Yang gē bekerja? Tanya Fanfan
"Iya, kami bekerja disini" balas Dery gē
"Kami akan menjalani coass kami disini gē" ujar Fanfan
"Itu benar, jadi mungkin aku akan tinggal bersama Dery gē lagi" ujarku
"Tidak apa-apa, Fanfan juga bisa tinggal di apartemenku lagi pula setelah YangYang menikah, dia akan pindah. Dan apartemen menjadi kosong, kalau ada kalian kan ramai, dan lagi ada yang membantuku membersihkan apartemen. Iya kan Xiao Xi ?" Ujar kakakku
"Terserah kau saja gē" balasku
"YangYang, bocah itu bahkan sudah pindah dari 3 hari yang lalu" timpal Dery gē
Mendegar hal itu dari Dery gē aku merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Sebelum berangkat ke Beijing, aku merasa cemas akan bertemu Yang gē, tapi setelah tau dia pindah ke apartemen barunya, aku merasa agak lega.
Dan juga Rumah Sakit yang akan kami tempati coass nanti sangatlah besar, jadi kemungkinan bertemu dengannya sangatlah kecil.
Mobil Dery gē pun berhenti di sebuah apartemen yang cukup bagus
"Nah, kita sudah sampai" ujar Dery gē
"Wah apartemenmu bagus gē, kau pasti hidup mewah di Beijing"
"Yah, gajiku lumayan" balas Dery gē
Aku melihat unit apartemen Dery gē, apartement untuk kelas menengah ke atas ini cukup mewah. Ketika masuk, ada ruang keluarga dan TV ekstra besar, 3 kamar dengan 1 kamar utama, di tambah dapur dan 1 kamar mandi.
"Tapi bagaimana kami akan tinggal disini? dimana mama dan papa tinggal ?" tanyaku
"Mereka di rumah keluarga Fanfan, kalian disini saja. Xiao Xi kau bisa pake kamar sebelah sana, Fanfan bisa pake kamar YangYang, dan ini kamarku.."
"Aku pergi dulu yah. Aku masih ada jadwal di Rumah Sakit. Makanan ada di lemari pendingin, makanlah kalau lapar. Beristirahatlah, eh kalian jangan bertengkar yah. Bye" ujar Dery gē sembari menutup pintu
Aku dan Fanfan pun masuk ke kamar kami masing-masing dan beristirahat. Aku tertidur begitu cepat karena semalam aku tidak cukup tidur.
♡♡♡♡♡
Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐
Saran juga yah 😉😂
XÌEXÌE ♡
__ADS_1
Mohon Dukungannya...