Love Me Now

Love Me Now
Awkward


__ADS_3

Saat sibuk memeriksa laporan yang diberikan Profesor Jiang, tiba-tiba mati lampu, aku dan FanFan pun panik dan mencari ponsel kami.


"Kenapa mati lampu? Apa mama lupa membayar tagihan?"


"Sepertinya terjadi pemadaman deh" ujar FanFan



Aku pun melihat keluar jendela, dan melihat seluruh kompleks gelap.


"Eh, lilinnya kau simpan dimana?" Tanya FanFan


"Di Laci dapur, ada di bagian atasnya"


FanFan pun pergi ke dapur untuk mencari lilin sementara aku menunggunya diruang keluarga. Setelah beberapa lama FanFan pun tak kunjung datang.


"FanFan, kenapa kaj lama sekali" teriakku


"Tunggu aku tak bisa menemukan lilinnya. Di mana kau menyimpannya?" teriak FanFan


Aku pun menyusul FanFan ke dapur untuk membantunya menemukan lilin. Seingatku lilin sisa perayaan imlek masih ada, lilin berwarna merah yang besar itu.


"Tunggu sebentar, eh ini aku menemukannya. Tunggu, aku tidak bisa menggapainya"


"Mana? sini biar aku bantu"


Karena mati lampu dan gelap gulita, aku tidak bisa melihat apa-apa, aku hanya mencium bau persik khas FanFan yang semakin dekat denganku.


"Ah ini, ini aku bisa menggapainya" ujar FanFan.


Baammm!!


Lampu tiba-tiba menyala dan aku melihat FanFan berada tepat di depanku dengan tangannya yang masih meraih lilin, sementara mata kami bertatapan. Sontak saja suasana menjadi kikuk. Aku bingung harus melakukan apa, sementara FanFan masih menatapku.


Sekilas aku perhatikan, wajah FanFan benar-benar tampan, alisnya hitam, hidungnya mancung, dan bibirnya tipis, tatapannya pun tak kalah tajam dari Zhoumi, tahi lalat kecil seperti titik di tengah hidungnya menjadi sangat jelas terlihat. Aku tidak pernah melihat dan memperhatikan wajah FanFan sedekat ini.


"Kenapa wajahnya terlihat berbeda dari sebelumnya? dia tampak lebih dewasa dan tampan." ujarku dalam hati



"Apa kau akan menatapku sampai besok? hah? " ledek FanFan


"Hah? mana mungkin aku menatapmu? hik..hik"


"Oo? kau cegukan, bukankah kau cegukan saat kau sedang nervous?" ledek FanFan


Aku jadi malu dan salah tingkah ketika FanFan menatapku, pipiku memerah bak kepiting rebus.


\*


Kami pun melanjutkan pekerjaan kami dan aku berusaha bersikap seperti biasanya. Aku dan FanFan pun bergegas menyelesaikan laporan yang harus kami periksa, setelah 3 jam akhirnya kami menyelesaikannya. Tak dirasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku benar-benar capek sekali.


"Kalau bukan karena ulah FanFan aku kan nggak akan se sibuk ini" ketusku dalam hati


Aku dan FanFan pun selesai membereskan laporan dan menyimpannya di sebuah map. Setelah selesai, aku pun pergi ke kamarku.


Tapi ada yang aneh....


"Kenapa kau mengikutiku?" tanyaku pada FanFan


(gē: panggilan untuk kakak laki-laki)


"Hah? Sapa yang mengikutimu Xiao Xi. Kamar Dery gē kan bersebelahan dengan kamarmu" jawab FanFan sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


Dengan polosnya aku mengucapkan statemen bodoh yang membuatku malu.


"hahha iya juga, kalau begitu selamat malam" kataku


Aku pun masuk ke kamarku, dan FanFan masuk ke kamar Dery gē. Aku bisa mendengar suara pintu kamarnya tertutup, karena kamarku dan kamar kakakku yang bersebelahan.


\*


*Tengah malam*


Aku terbangun karena perutku yang tiba-tiba keram. Aku menyalakan lampu kamar dan pergi ke kamar mandi. Penyebab perutku sakit karena aku sedang menstruasi. Aku mencari-cari hot pack yang baru aku beli. (kantong hangat yang digunakan saat menstruasi)


"Dimana aku meletakkannya yah? aku kan baru beli kemarin, ah aku baru ingat"


Aku pun keluar kamar dan berjalan ke dapur mencari tas belanjaanku. Aku ingat menyimpan hot pack yang baru aku beli di tas belanjaan.


Aku berbalik dan melihat FanFan yang berdiri di belakang ku membuatku kaget setengah mati. Dengan wajahnya yang putih pucat itu membuatku teringat sosok Jiangshi (vampir Cina). Seketika aku langsung duduk dengan posisi berjongkok.


"Kau mengagetkanku saja, aku hampir menempelkan jimat Fulu (符籙) ke jidatmu" kataku


(Fulu (符籙) : jimat untuk menangkal vampir di cina)



"Kau, apa yang kau cari malam-malam begini? kenapa wajahmu pucat? " tanya FanFan


"Aku tidak apa-apa" jawabku sambil memegang perutku


FanFan masih saja bertanya apakah aku baik-baik saja. Dia tidak mau menyingkir dari hadapanku.


"Apa perlu kita kerumah sakit?" Tanya FanFan lagi


"Aku tidak apa-apa aku hanya menstruasi" jawabku dengan nada kesal sembari menundukkan kepala karena malu


"Ah.." responnya


"kau, kau harus berbalik dulu" bisikku


"kau bilang apa?aku tidak dengar?"


"Aku bilang balikkan badanmu"



"Kenapa? aa...kau mau mengerjaiku yah?aku tidak akan tertipu" ujar FanFan



"Aku tidak memakai dalaman! Apa kau tidak mengerti?" teriakku


"Ah..." katannya


"Kau, kau tidak seharusnya bertanya terus! kau membuatku malu tau" ketusku


"Kenapa kau harus malu? aku kan calon dokter. Bukankah kau sudah tau itu, kita bahkan belajar anatomi manusia bersama?" ujarnya


"Ah baiklah, baiklah"


Aku memotong pembicaraan FanFan sebelum dia mulai ceramah dan bicara yang tidak-tidak. FanFan menyuruhku beristirahat sementara dia menyiapakan air hangat untukku.


Aku menempelkan hot pack itu di perutku, agar rasa sakitnya berkurang. Di hari pertama haid seperti ini aku memang sering sekali merasa kesakitan, parahnya aku pernah pingsan. Biasanya ibu yang akan mengurusku, tapi sekarang aku malah diurus oleh bocah laki-laki yang menjengkelkan itu.


Tok tok tok.

__ADS_1


FanFan masuk dan membawakan air hangat untukku


"Ini air hangat untukmu, minumlah agar perutmu tidak keram" ujar FanFan sambil meletakkan gelas berisi air hangat di meja samping ranjangku


"Terimakasih FanFan. Maafkan aku yah FanFan, aku jadi merepotkanmu, kau jadi terbangun gara-gara aku padahal kau kan lelah" kataku


"Tidak apa-apa, lagian ini kan bukan kali pertama kau merepotkan aku" balasnya


♡♡♡♡♡


Keesokan harinya...


Pukul 07:00 pagi


Aku terbangun setelah mendengar suara alarmku. Setelah mencuci muka, aku bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Aku lewat kamar Dery Gē, dan melihat pintu kamar masih tertutup.


"FanFan pasti masih tidur. Nanti saja aku bangunkan" ujarku



Aku pun turun dan berjalan menuju dapur. Aku melihat pemandangan langka di dapur, aku melihat FanFan sedang memegang kol.


"Wei, kau sudah bangun ? apa yang kau lakukan?" Tanyaku


"Ah, aku membuatkanmu sup tapi tampaknya ada yang aneh deh" ujar FanFan


Aku pun mencicipi sup yang di masak FanFan itu. Rasanya benar-benar menakjubkan, hanya orang-orang yang tidak memiliki indera pengecap yang bisa memakan sup buatannya itu.


"FanFan apa kau memasaknya dengan air laut? ini asin sekali. Berapa sendok garap yang kau pakai?" ujarku


"3 sendok makan" katanya


"Kau sudah kehilangan akal sehat" kataku


"Mana aku tau, disini hanya tertulis 3 sendok. Mana aku tau kalau maksudnya 3 sendok teh untuk sup porsi banyak" jawab FanFan sambil menunjukkan resep yang ia lihat di internet.


*


Setelah selesai sarapan, kami pun bersiap-siap pergi ke kampus untuk mengantarkan laporan Profesor Jiang yang selesai kami periksa semalam.


Tiba-tiba ibuku menelponku..


"Halo?" jawabku


"Ah, mana FanFan, apa kalian bersama?" Tanya Ibuku..


"Iya ma. Kami sekarang di jalan mau ke kampus"


Ibuku menyuruhku mengeraskan volume ponselku, katanya ada hal penting yang ingin ibuku bicarakan padaku dan FanFan.


"Xiao Xi, FanFan, mami mungkin tidak akan pulang minggu ini. Itu karena orang tua calon istri YangYang meminta pernikahan mereka di percepat, jadi kami sibuk di sini. Kalau lalian sudah selesai dengan urusan kampus kalian, kami akan pesankan tiket pesawat ke Beijing untuk kalian. Jadi kalian yang ke Beijing yah, nanti kita pulang ke Shanghai sama-sama" ujar Ibuku


"Baik bibi, kami mengerti" ujar FanFan


Ibu pun menutup telponnya, dan aku termenung memikirkan pernikahan Yang gē.


"Secepat inikah? sanggupkah aku melihatnya mengikat janji dengan wanita lain ? sanggupkah aku? " tanyaku pada hati nuraniku.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran juga yah 😉😂

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya


__ADS_2