LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
UNGKAPAN HATI


__ADS_3

Jon yang akan berlalu meninggalkan Boutique, tiba tiba terhenti karena seseorang menarik tanganya dengan erat.


"Bos Jon tolong maafkan kelancangan karyawan saya?? "ucap manager Boutique memohon.


Lusi masih menatap Jon yang enggan dan tidak mau menggubris manager tersebut.


"Apa kau ingin usaha boutique mu aq buat bangkrut hahhh!!! "bentak Jon.


"Jangan Bos, saya mohon ampuni beri saya kesempatan sekali lagi"pinta manager itu sambil memeluk kaki Jon.


Tanpa menunggu perintah dari John, Lusi malah membantu manager itu bangun dari sujudnya pada Jon.


"Sudah pak tidak apa apa"ucap Lusi sambil tersenyum cantik.


"Terima kasih Bu Bos, selain cantik ternyata anda adalah manusia berhati malaikat"puji manager tersebut.


"Baiklah Kuberi kalian kesempatan sekali lagi, lain kali tak ada ampun untuk kalian, camkan itu"Jon berlalu melanjutkan langkahnya kembali.


"Lusi apa kamu lapar? "tanya Jon.


"I… i..i ya aku lapar"jawab Lusi terbata.


"Baiklah kita cari restoran terdekat disini"ucap Jon sambil melajukan mobilnya.


Di restoran Lusi tak begitu neko neko dengan keinginannya, menu semua di samakan dengan menu yang di pesan Jon.


Tak berselang lama pelayan datang membawa menu makan yanga telah mereka pesan sebelumnya.


"Makanlah yang banyak Lusi, aku tak mau kau sakit? "ucap Jon sambil menatap Lusi.


Lusi hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dan tak akan pernah membantah apa di perintahkan Jon.


"Tuan apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"ucap Lusi sedikit ragu.

__ADS_1


"Boleh"jawab Jon dengan santai.


"Kenapa Tuan bilang dan mengaku kepada orang orang kalau aku calon istri Tuan?"tanya Lusi dengan menatapa tajam Jon.


Uhuk.. uhuk..


Jon sontak kaget dan tersedak makanannya,


Sungguh di luar dugaan Jon, dia tak menyangka bahwa Lusi akan bertanya seperti itu.


"I..i..itu"Jon bingung, jawaban apa yang harus di lontarkan pada Lusi.


"Kenapa Tuan tidak menjawabnya!? "tanya Lusi seriu sambil menghentikan garpu dan sendoknya.


"Aku kan menjawabnya di rumah, ayo cepat habiskan makananya"ucap Jon sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Acara makan di restoran pun selesai dan mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.


Sepanjang perjalanan pulang tak ada percakapan sama sekali di antara mereka berdua.


"Lusi baru pulang? tanya Jumira yang baru membukakan pintu.


"I ya Bu, maafkan Lusi tadi menunggu hujan reda"jawab Lusi.


"Ya sudah cepat sana bersihkan dirimu"titah Jumira


"Dimana Tuan Jon Lusi? "tanya Jumira.


"Saya disini Bu"ucap Jon mencuri jawaban dengan cepat sebelum Lusi sempat menjawabnya.


Jon berlalu masuk menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas.


Lusi masih melihat setiap langkah Jon yang mulai menjauh dari dirinya dengan tatapan kurang menyenangkan.

__ADS_1


"Apa kalian sedang bertengkar Lusi? "tanya Jumira.


"Tidak Bu"Jawab Lusi sambil berlalu menuju kamar mandi.


Di dalam kamar Jon masih berperang melawan pikiranya, dia takut Lusi akan menagih jawaban yang sempat di dia gantung td sore.


Setelah selesai dengan mandinya Lusi segera memakai pakaian dan menuju kamar ibunya untuk memindahkan Juna ke kamarnya.


"cup.. cup.. anak mama tidurnya nyenyak bener"ucap Lusi sambi menggendong Juna.


Juna sempat terperanjak kaget ketika Lusi menidurkanya secara perlahan di kasurny.


"Mamama"ucap juna sambil mengusap usap pipi Lusi.


Sambil mencium dan mengusap kepala Juna, Lusi menyanyikan lagu pengantar tidur yang memabukan membuat Juna dengan mudah tertidur kembali.


Lusi tidak menyadari sepasang mata telah memperhatikanya dengan seksama sampai menjatuhkan air mata.


"Tuan…. apa yang sedang anda lakukan disini, kenapa anda bisa masuk?


Jon lebih memilih memeluk Lusi daripada menjawab pertanyaanya yang dianggap konyol dan membombardirnya itu.


"Tuan kau masih punya hutang penjelasan kepadaku"tagih Lusi dengan sambil melepas pelukan Jon.


"Lusi... se.. sebenarnya.. "lidah Jon terasa kaku tak bisa berucap.


Lusi masih bersabar menunggu hutang jawaban Jon sambil meneteskan air mata.


"Lusi aku.. aku mencintaimu"ucap Jon yang langsung memeluk Lusi.


Lusi masih menangis tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan Jon.


Jon menjelaskan kepada Lusi akan ketertarikannya di awal perjumpaan hingga saat ini.

__ADS_1


perlahan Lusi membalas pelukan Jon dengan erat.


mereka berdua tidak menyadari sepasang mata kini sedang mengawasinya dari pintu.


__ADS_2