
Lepas dari pertarungan yang sempat gagal,John mengajak Adien untuk ke sebuah cafe yang jaraknya tak jauh dari tempat Adien berjualan.
Dengan tanpa basa basi lagi, sambil menikmati kopi dan menghisap sebatang rokok. John langsung mengutarakan maksud dan keinginannya menemui sang sahabat kentalnya.
Tiada lain dan tiada bukan,ingin merekrut sang sahabat menjadi tangan kanannya untuk membantu menangani proyek besar,yang sebagai mana telah di pasrahkan sang raja Arab padanya.
"Yang benar John, Lo gak lagi bercanda,atau ngigau gt?" tanya Adien pada John.
"Gue serius Dien!, emang dari wajah gue kelihatan sedang bercanda." tegas John seraya menghisap rokok dan mengepulkan asap putih dari mulutnya.
"Ok John,asal Lo percaya.gue siap bantu loh." tegas Adien pada John.
"Nah,gitu donk." ucap John sambil menghabiskan kopi dalam gelasnya dan mengajak Adien untuk kembali pulang.
Di perjalanan menuju parkiran,John melempar kunci kontak motornya pada Adien.
"Ini apaan John?,maen lempar aja." ucap Adien pada John.
"Udah, ayo buruan kita cabut!" titah John pada Adien.
Sesampainya di parkiran,Adien terkesiap kaget melihat sebuah kendaraan motor yang sangat keren berwarna hijau,terparkir diantara motor motor butut lainnya.
"John,ini beneran motor loh?" tanya Adien sambil mengelus body motor yang masih terlihat kinclong.
__ADS_1
"Hmmm...,"Jawab John dengan singkat sambil melipat tangannya di dada.
Dengan tak sabar lagi,Adien langsung memasang kunci kontak motor dan menghidupkanya.
Dengan gesit dia langsung menunggangi motor sahabatnya,sambil menarik narik gas di tangan kanannya.
"C'mon Bos." ajak Adien pada John.
"Bisa aja loh." jawab John sambil tersenyum dan duduk di jok belakang.
Kalau kaya gini terus,bisa bisa cewek pada klepek klepek liat performance gua ha..ha..ha.
John yang yang sudah bisa membaca pikiran sahabatnya,hanya tersenyum kecil.
Sesampai di rumah Dirmo,John langsung turun dari motornya.Dan Adien pun terlihat mematikan mesin motor dan memberikan kunci kontaknya tersebut pada John.
"Thanks John," ucap Adien pada John.
John hanya tersenyum mendengar sahabatnya mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Terima kasih untuk apa?" tanya John padanya.
John mendekati Adien,dan membuka telapak tangan sambil memberikan kunci motornya pada Adien.
__ADS_1
"Ini, maksudnya apa John?, kenapa Lo balikin ma gua kuncinya?" tanya Adien yang masih merasa bingung dan belum mengerti.
"Buat loh Dien!, anggap ini hadiah persahabatan dari gue buat loh." ucapnya sambil tersenyum.
"tapi, tapi...." ucapnya berhenti karena kini John menatapnya dengan tajam.
"gue gak menerima penolakan!" ucap John.
Seraya berlalu masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan sahabatnya yang masih terdiam dalam terpaku.
Air mata tak sengaja menetes dari mata Adien,dengan menggenggam kunci kontak di tangannya dia memantapkan segala niat hatinya untuk membantu temannya yang berhati mulia tersebut.
"Gua bersumpah John,gua akan selalu berada di barisan paling depan untuk membantu loh." ucap Adien.
Adien pun berlalu pergi meninggalkan kediaman Dirmo dan berniat langsung menuju pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah,Adien menghampiri kedua orang tuanya yang kebetulan sedang duduk santai di ruang tamu.
"Baru pulang nak?" tanya Syarifah pada anaknya.
"I ya,Bu." jawab Adien sambil menyimpan kunci kontak motor barunya di meja.
"Ya sudah,sana mandi terus makan." ucap Dul Hamid.
__ADS_1
"I ya,pak." jawab Adien. seraya pergi berlalu meninggalkan ke dua orang tuanya