
"Sudah sudah Bu, kasihan jono!" ucap Dirmo yang coba menghentikan aksi Suminah, yang terus membombardir John dengan aksi kangennya.
Lambat laun, Suminah mulai berangsur berhenti dengan aksi sejuta ciumnya pada John.
"Ha.. ha.. ha, Nenek sehat?, Jon kangen banget sama Nenek." ucap John seraya mencium kedua punggung tangan Suminah.
"Sama Jon, Kakek sama Nenek juga kangen banget sama kamu nak." jawab Suminah sambil meneteskan air mata kebahagiaan.
Dering ponsel memecah suasana haru ketiga orang dewasa tersebut, Dengan cepat John langsung mengeluarkan benda pipih didalam saku jasnya.
"Siapa yang telpon nak?" tanya Suminah.
"Ini, vicall Nek." jawab John.
"Apa, kol? tanya lagi Suminah untuk memastikan yang ia dengar.
"Video call Nek, telpon tapi lengkap beserta videonya, jadi orangnya kelihatan."
"Oh, gitu toh." jawab Suminah yang baru memahami apa itu Vicall.
John langsung mengusap tombol hijaunya ke atas, untuk menerima panggilan vicallnya.
"Hallo Asalamu alaikum Brother," tanya Sultan.
"Wa'alaikum salam ya Sultan." jawabnya, seraya mendekatkan dirinya pada Nenek dan Kakeknya.
"Sudah sampai John?" tanya Sultan pada John.
__ADS_1
"Alhamdulillah, aku sudah sampai. Sekarang aku sedang bersama Kakek dan Neneku.
Sultan Abdullah tersenyum ketika melihat Kakek dan Neneknya John.
"Syukurlah, kalau kalian sudah berkumpul lagi." ucap sang Sultan.
Sang Sultan langsung menjelaskan akan maksud dirinya menghubungi John yang baru saja sampainya itu.
"Baiklah, aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk menjalankan amanah itu."
"Bagus John, aku tak bisa lama lama John. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.
"Baiklah Sultan, sampaikan salamku pada sang baginda Raja." pinta John pada Sultan.
"Ok, selamat bersenang senang John." ucap Sultan sambil mengucap salam dan mengakhiri panggilan videonya.
"Memangnya kamu akan langsung menanganinya John?" tanya Dirmo pada John.
"Ya mau tidak mau Kek, ini adalah amanah, sekaligus modal pertama yang di berikan sang Raja Arab padaku, untuk di kembangkan seperti itu.
Suminah dan Dirmo hanya menganggukan kepalanya setelah mendengar jawaban yang terucap dari mulut John.
"Apa tidak terlalu terburu buru nak?" tanya Suminah pada cucunya.
"Ya tidak sekarang juara Nek, John akan memulainya minggu depan." jawab John.
"Maaf, Kek ada yang lupa." ucap John seraya berlari keluar dari kamar Dirmo dan menuju keluar.
__ADS_1
Suasana haru telah membuat John lupa akan Syu'eh yang telah menunggunya di luar cukup lama.
"Maaf Pak Syu'eb, masuk dulu. Duduk ngopi dulu yuk." ajak John sambil menarik salah satu koper yang telah di keluarkan Syu'eb dari dalam bagasi mobilnya.
"Ah, saya jdi tidak enak Tuan." ucap Syu'eb dengan segan.
"Sudah, Ayo masuk ke dalam!" titah John yang sebuah ajakan yang tidak bisa di bantah.
Setelah sampai di teras depan rumahnya, Syu'eb segera duduk di amben teras yang telah di persilahkan John.
Tak berselang lama, Dirmo keluar dari rumah dengan menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalanya.
"Maaf Pak," ucap Syu'eb seratus bangun dan bersalaman pada Dirmo.
"Monggo, silahkan duduk." ucap Dirmo mempersilahkan Syu'eb tuk kembali duduk di tempatnya.
"Jon, tolong bilang sama Nenekmu. Tolong buatkan kopi 3 sekarang!" pinta Dirmo pada John.
"I ya, Kek. Tunggu sebentar."
John berlalu pergi masuk ke dalam rumahnya, dan tak berselang lama Suminah pun telah keluar dari rumah dengan membawa nampan yang berisikan 3 gelas kopi hitam beserta camilannya.
"Monggo, mas Syu'eb di sambi." ucap Dirmo pada Syu'eb.
"Ah, jadi tidak enak. Malah membuat Pak Dirmo jadi repot." ucap Syu'eb.
"Santai mawon mas." ucap Dirmo pada Syu'eb.
__ADS_1