LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
LELAH MEMBAWA NIKMAT


__ADS_3

Lepas setelah acara pernikahan sederhana, John dan Lusi kini kembali ke rumah asalnya. Tempat di mana mereka pertama kali bertemu. Karena di situlah John dan Lusi berencana mengadakan resepsi pernikahanya.


Di dalam acara resepsi sakralnya, John tidak tanggung tanggung, selain mengundang sanak family, John juga mengundang beberapa presiden dan juga para menterinya dari manca negara. Tiada lain dan tiada bukan, John hanya ingin momen kebahagiaanya bisa di ketahui dan di rasakan orang banyak.


Untuk mengisi acara hiburanya, John mengundang dan meminta pihak Angkatan udara RI agar mempertontonkan akrobat jet udara pada tamu undanganya.


Dan tak kalah lagi, John juga mengundang beberapa band papan atas dan ternama, untuk berkolaborasi menampilkan aksi panggung terbaiknya, untuk di suguhkan pada tamu kehormatanya.


Semua tamu undangan kehormatan, terlihat tersenyum puas dengan layanan dan hiburan yang di suguhkan tuan rumah kepada mereka.


Wajah lelah terlihat dari jelas pada Lusi dan John, bagaimana tidak, seharian mereka di haruskan berdiri menyambut semua tamu undangan yang hadir padanya.


Setelah jam 7 malam, akhirnya John Lusiana menyerah. Mereka pamit undur diri pada semua tamu undangan di karena lelah yang teramat sangat.


"John, kau beristirahatlah!, sepertinya Lusi sudah terlihat kelelahan sekali." Adien yang baru saja datang menghampiri memberitahu John.


John beralih memandang Lusiana, dan memang benar adanya, wajah Lusiana memang benar benar kelelahan.


"Baiklah, aku titipkan sisanya padamu. Kau atur semuanya, dan kalau ada apa apa, kau bisa langsung menghubungiku." John menepuk pundak Adien dan berlalu mengajak Lusiana agar turun dari panggung dan beristirahat.


Lusiana dan John melangkah meninggalkan ramainya pesta, mereka berdua lebih memilih ingin segera berendam di air hangat, untuk membuang rasa pegal dan lelahnya.


John menggandeng Lusiana masuk ke dalam kamar mandi, dan John menghidupkan kran air hangatnya pada bathub.


"Kenapa kamu masih berdiri mematung seperti itu?" John yang merasa heran melihat Lusi terdiam.


"Maksud mas John, kita akan berendam bersama?" Lusi yang masih ragu dan malu.


"I ya, memang kenapa?" John tersenyum menggoda Lusi.

__ADS_1


Nanti yang ada bukan berendam lagi.


"Ayo sayang, kok malah melamun sih." John mwnyadarkan kembali lamunan Lusi.


John yang merasa greget pada istrinya, dirinya langsung melucuti semua pakain yang melekat di badan Lusi.


"Mas, jangan. Aku malu tahu." Lusi menutup dada dengan tanganya.


John kembali tersenyum memandang istrinya.


"Sayang, kita ini sekarang sudah sah sebagai suami istri, di mata negara dan agama. Jadi semuanya akan menjadi halal untuk kita." John kembali mengingatkan Lusi.


John menggendong Lusi dan membawanya melangkah masuk ke dalam bathub yang sudah berisi air hangat.


Dengan percaya dirinya John melepas dan melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya hingga ia terlihat jelas di depan Lusi.


Lusiana hanya bisa menelan salivanya memandang pemandangan sexy suaminya yang memiliki perut seperti roti sobek dan pentungan Yang ukuranya panjang dan besar.


Tidak, mataku suciku kini telah ternodai.


John perlahan mendekatkan mulutnya di telinga Lusi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya John di telinga Lusi dan sukses membuat Lusi merinding geli di buatnya.


"A.. Ku..aku tidak apa apa," Lusi terbata.


John bangkit dan dan ia melangkah keluar dari bathub dan mencoba mengambil handuknya.


"Mas John, mau kenana?" Lusi memberanikan bertanya pada John.

__ADS_1


"Kau berendamlah sendiri, aq kan pindah ke kamar mandiku yang di atas." John mencoba melangkah, namun Lusi langsung berdiri dan menghentikanya.


"Tunggu mas John, apa itu artinya kau akan meninggalkanku sendirian disini?" tanya Lusi yang Lusi yang langsung di balas anggukan oleh John.


"Mas, aku mohon, maafkan aku. Mungkin aku belum terbiasa, biasakah mas John tetal disini menemani aku?" Lusi memohon dengan sangat pada John.


"Bagaimana ya." John menimbang nimbang permintaan Lusi yang memelas padanya.


"Baiklah, aku akab menemanimu berendam disini, tapi dengan satu syarat..." John melepas handuk kembali dengan tanpa sehelai kain dia kembali menghampiri Lusi.


Lusi terkaget lagi melihat pemandangan indah di depan matanya.


"Syarat apa itu, mas?" tanya Lusi seraya menundukan kepala.


John mengangkat dagu Lusi dan mengecup manis bibir Lusiana yang kini menjadi istrinya..


"Bercintalah denganku disini, maka aku akan menemanimu." pinta John yang tak mungkin bisa Lusi bantah sekarang.


Tanpa menunggu aba aba lagi, John naik ke bathub, dia memeluk Lusi dari belakang dan mendudukanya.


Sesuatu yang mengeras seperti batu, jelas terasa di pantat Lusiana. Dirinya makin ketakutan membayangkan bahwasanya, senjata itu akan di tusukan padanya.


John memang cerdik dan pandai, dengan rapihnya dia menciumi Lusiana yang kini statusnya sudah menjadi istri sahnya tanpa ampun.


John membuat Lusi duduk di pangkuanya dengan hidung yang kini saling mengadu.


John mengangkat paha Lusiana dan menurunkan kembali dengan perlahan.


"Aku akan melakukannya dengan lembut, sayang." John yang telah berhasil menancapkan senjata biologisnya pada Lusiana.

__ADS_1


Lusiana mengerang menahan sedikit sakit yang kini berubah menjadi sebuah kenikmatan.


Acara berendam mandi yang harusnya selesai dalam waktu 30 menit, kini berubah menjadi 3 jam, semua itu terjadi karena aksi aksi tambahan dari pasangan suami istri yang baru melepas lajangnya.


__ADS_2