LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
KABAR BAIK


__ADS_3

Setiap hari setiap malam di setiap doanya Jarwo dan minem selalu minta di berikan keturunan.


Ikhtiarnya untuk mendapat keturunan memang tak main main, ibadah sholat tahajud empat puluh malam pun mereka lakoni bersama.


Usaha dalam hal kontak fisik pun mereka tambah takarannya, sebelumnya mungkin kedua pasangan ini hanya melakukan kontak fisik semingu sekali, tetapi kini berbeda dua malam sekali mereka melakukan ikhtiarnya, dengan porsi tiga jam di geber tanpa henti, dengan harapan semakin banyak nandur semakin besar harapan yang di dapatkan.


Hingga pada akhirnya ikhtiarnya, tanda tanda kebaikan yang di inginkan telah muncul kepada mereka.


Pagi itu seperti biasa Jarwo akan melakukan aktifitasnya seperti biasa untuk pergi ke ladang, dia tak lupa dengan membawa cangkul dan sahabat setianya Samson untuk membantunya menggarap ladang.


"Sepertinya pekerjaan kita selesai Son"ucapnya sambil mengusap kepala kerbau nya.


"Son kita pergi ke kali dulu, soalnya sebentar lagi waktu dzuhur akan tiba"ajak Jarwo sambil menarik tali yang mengikat leher Samson.


Di pinggir kali Jarwo sedang menunaikan kewajibannya sholat dzuhur, sedangkan Samson sedang asik berendam di dalam kali membersihkan badanya yang berlumpur.


"Mas…mas!"panggil minem dari kejauhan sambil berlari menghampiri Jarwo yang baru saja menyelesaikan kewajibanya.


"Ada apa sih Dek, kok sampe teriak teriak?"tanya Jarwo yang heran melihat istrinya.


"Mas antar minem ke puskesmas sih"pinta minem sambil merengek pada Jarwo.


"Memangnya kamu sakit Dek, kok minta ke puskesmas segala"tanya Jarwo yang masih bingung dengan keadaan istrinya yang terlihat segar bugar.


"Pokoknya minem pengen periksa kesehatan kesana, kalau mas gak mau, nanti gak bakalan minem kasih jatah!"Jawabnya sambil menatap tajam pada Jarwo.


Sebuah ancaman yang memang perlu di perhitungkan, Jarwo tak mau menderita dengan tak mendapatkan jatah kesukaanya itu.


"Ya wes kita pulang dulu, trus baru ke puskesmas"ucap Jarwo menyanggupi permintaan istri cantiknya itu.


Sesampai di rumah Jarwo langsung menggiring samson kedalam kandangnya, dan dia segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, guna mengantar istrinya ke puskesmas.


"Ayo nduk kita berangkat sekarang"ajak Jarwo pada minem.

__ADS_1


Dengan sepeda motor astrea grandnya, mereka perlahan pergi meninggalkan rumah dan menuju puskesmas kampungnya.


Di puskesmas Jarwo mengantri mendaftar dan mengambil nomer antrian untuk istrinya.


Hingga pada saatnya nomer antrian minem mendapat panggilan dari seorang perawat yang bertugas saat itu.


"Silahkan masuk Bu"ucap Dokter sekalian mempersilahkan minem untuk duduk.


"Keluhanya apa Bu"tanya Dokter tersebut pada minem.


Minem menjelaskan panjang lebar tentang segala keluhannya pada Dokter tersebut.


"Berbaring dulu Bu, biar saya periksa"titahnya pada minem.


Dengan stetoskop sang Dokter memeriksa keadaan minem untuk mencari kepastianya.


"Sudah Bu"ucap Dokter tersebut pada minem.


Demi mencari kepastian yang jelas sang Dokter memberikan sebuah test pack pada minem.


"Bu, pakai ini di rumah ya, nanti besok hasilnya ibu laporkan kepada saya"


"I ya Dok"ucap minem sambil pamit meninggalkan puskesmas tersebut.


Sesampainya di rumah Jarwo langsung mendudukan dirinya sambil meminum kopi yang terasa dingin karena di tinggal lama ke puskesmas.


"Tadi bagaimana kata Dokternya nduk?"tanya Jarwo pada minem.


"Belum tahu mas"jawabnya


"Belum tahu? "ucap lagi Jarwo untuk memastikan apa yang baru saja dia dengar.


"Minem di suruh pake Test pack dl"jawabnya sambil memperlihatkan test packnya pada Jarwo.

__ADS_1


"Ya sudah sana coba buruan"titahnya pada minem.


Tak ingin membuang waktu Minem langsung menjajal keakuratan test pack tersebut di kamar mandi dengan membasahinya dengan air urine.


Tak berselang lama munculah hasil dalam test pack tersebut sebuah hasil berupa garis dua saja.


"Mas… kesini loh mas"teriak minem memanggil Jarwo.


Mendengar namanya disebut, Jarwo spontan berlari ke arah kamar mandi, pikiranya sudah cemas bercampur gelisah takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada istrinya.


Mendapati istrinya yang masih dalam posisi jongkok tak bercelana, spontan Jarwo mencoba mengangkat minem dari arah belakang sambil memegang kedua bahunya agar minem bisa berdiri.


"Kamu kenapa Dek, ngomong sama mas Jarwo?"tanya Jarwo dengan wajah penuh kecemasan.


"Ini loh mas"Jawabnya dengan santai sambil memperlihatkan hasil test pack pada Jarwo.


Dengan wajah planga plongonya, Jarwo masih terdiam tak mengerti dengan hasil yang di perlihatkan istrinya kepadanya.


"Kok diam mas?"tanya minem memecah kebisuan Jarwo.


"Mas belum paham Dek"ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mas minem akhirnya hamil"ucapnya dengan riang sambil bergoyang patah patah membelakangi Jarwo.


"Horeee aku punya anak"ucap Jarwo sambil sambil mengangkat kedua tanganya ke atas dan baru menyadari, istrinya bergoyang patah patah tanpa menggunakan celana.


"Sial kau menguji imanku Dek"ucapnya sambil membuang celananya kolornya entah kemana, author dan reader pun tidak tahu kepastianya bhua.. ha.. ha.


Baru saja kesadarannya tiba dan minem mencoba membenarkan celana yang belum di benarkanya pada posisi melorotnya.


Sayang seribu sayang, ketika minem memalingkan wajahnya kebelakang, dia mendapati Jarwo tersenyum licik dengan senjata yang siap hujam kapan saja.


"Hajarrrr blehhhhh"ucap Jarwo yang menyerang minem dari posisi belakang dan menghujam tanpa ampun

__ADS_1


__ADS_2