LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
KEDATANGAN SANG SULTAN


__ADS_3

Seminggu belum berlalu, tetapi utusan sang Baginda Raja Arab telah datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Itu semua sontak membuat kaget Dirmo dan Suminah, yang belum siap akan kehilangan cucu tercintanya. Memang Dirmo dan Suminah telah memiliki empat cucu dari ke empat anaknya, akan tetapi Jono lah cucu yang paling di sayanginya.


Kedatangan utusan Baginda Raja Arab tidaklah sendirian, Sultan Abdullah anak pertama dari sang Baginda Raja Arab beliau juga ikut dalam misi menjemput dan membawa Jono ke Arab.


"Assalamu Alaikum, " seru seseorang pria muda berumur belasan tahun itu.


"Wa'alaikum salam" jawab Dirmo yang kebetulan sedang asik ngopi sambil merokok di amben teras depan rumahnya.


Melihat banyaknya rombongan yang datang, jelas membuat Dirmo sedikit kaget. Mulutnya menganga tanpa di sadarinya.


Halaman depan rumah Dirmo yang terbilang cukup luas, kini mulai terisi beberapa mobil mentereng keluaran terbaru.


Perlahan Dirmo mendekat pada pemuda tampan yang masih terlihat belasan tahun itu.


"Ini, ada apa,?" tanya Dirmo pada Sultan Abdullah.


Seketika seseorang penerjemah yang berada di samping pria tampan itu pun membisikan sesuatu pada telinganya.


"Ana, Sultan Abdullah. " jawabnya pada Dirmo.


"Hahhh, Sultan Abdullah!. " jawab Dirmo yang terkesiap mendengar namanya.


Seraya langsung sungkem mencium punggung tangan Sultan, tapi semua itu batal karena Sultan Abdullah menghargai Dirmo lebih dewasa.


Sang penafsir atau penerjemah menjelaskan maksud dan tujuan Sultan beserta rombongannya datang ke tempat Dirmo.


Dirmo hanya terdiam mendengar dengan seksama sambil menganggukan kepalanya tanda mengerti dan memahami apa yang telah di sampaikan sang penerjemah kepadanya.


"Tunggu sebentar, " ucap Dirmo pada penerjemah.


Seraya berlalu ke gudang belakang rumahnya mencari sang istri tercintanya.


Di dalam gudang akhirnya Dirmo mendapati Suminah yang sedang membersihkan sesuatu.


"Bu, sini Bu sebentar, " ucapnya sambil menghampiri Suminah.


"Ada apa sih Pak?" tanya Suminah yang merasa heran.


Dirmo terlihat membisikan sesuatu pada telinga Suminah.


"Apaaaa…. " sontak kaget Suminah.


"Yang bener Pak, " ucapnya lagi sekaligus meyakinkan apa yang baru saja dia dengar.


"Hemm.., masa Bapak bohong. "

__ADS_1


Mereka berdua segera berlalu keluar dari gudang dan menuju keluar menemui sang Sultan dan rombongan.


"Maaf, membuat anda semua menunggu, " ucap Dirmo yang merasa tidak enak.


"Tidak apa apa. " jawab sang penerjemah pada Dirmo.


"Perkenalkan, ini Suminah istri saya. Kami berdua adalah kakek dan neneknya Jono, " ucap Dirmo pada Sultan yang di bantu sang penerjemah.


"Mari masuk!." ajak Dirmo pada tamu agungnya tersebut.


Sementara Jono dan Adien yang sedang menikmati masa liburnya sambil bermain playstation, tidak menyadari bahwa tamu agung telah memasuki rumahnya.


Mereka berdua terlihat asik sekali bermain game bola ⚽ pada permainanya tersebut.


"Sudahlah, aku bosan, " ucap Adien yang merasa selalu kalah dalam bermain.


"Yeee, kamu kalah, kamu kalah. " jawab jon pada Adien.


Seraya menggeol geolkan pantatnya pada Adien karena merasa puas dalam kemenanganya.


"Asemmm… loh Jon. " jawab Adien yang merasa tidak terima di pantati Jon.


Seraya menggelitiki perut Jon sampe Jon tertawa terbahak bahak.


"Dien, ampun. Ampun Dien, aku minta maaf. " ucap Jon yang merasa tidak tahan dengan rasa geli yang menderanya.


Kegaduhan tersebut, jelas terdengar oleh sang Sultan yang baru saja duduk di ruang tamu Dirmo.


"Siapa di atas,?" tanya Sultan pada penerjemah yang kemudian disampaikan pada Dirmo.


"Oh, itu cucu saya. Jono dan temanya Adien. " jawabnya.


Sang Sultan berucap sesuatu pada sang penerjemah, dan penerjemah itu pun menganggukan kepalanya.


"Begini pak, bolehkah sang Sultan langsung menemui Jono, katanya beliau kangen, karena dulu beliau pernah bertemu dengan Jono di jakarta.? "


"Tentu, tentu saja boleh. " jawabnya sambil mengantar sang Sultan untuk naik ke lantai atas menuju kamar Jono.


Pintu kamar yang posisinya terbuka, memudahkan sang Sultan masuk dan duduk di sebelah Jono dan Adien yang posisinya masih terlihat maen game.


"Asalamu alaikum, " sapa sang Sultan pada kedua orang tersebut.


kedua orang tersebut sontak kaget, dan menjatuhkan joystick yang ada pada tangannya masing masing.


Jono yang memiliki ingatan tajam, seketika memandang tak percaya pada seseorang yang telah mengucap salam kepadanya.


"Wa'alaikum salam. " Jawab Jon.

__ADS_1


Seraya berhambur memeluk teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu.


Sedang Adien, masih terlihat heran dan bingung dengan mulut ternganga dia pun mengucap balasan salam.


"Kayfa haluk, ya Sultan?" tanya Jon pada Sultan.


"Ana khoir, Jon. " jawab Sultan sambil memeluk erat kawan yang sudah seperti saudaranya tersebut.


Jon, mengenalkan Adien pada sang Sultan, tak di sangka ternyata respon sang Sultan begitu hangat dan bersahabat kepadanya.


Tak berselang lama, datanglah Suminah membawa pisang dan kacang rebus dan minuman hangat yang terbuat dari santan kelapa berwarna coklat, yang biasa kita kenal dengan nama Bajigur.


Ketiga orang tersebut benar benar terlihat menikmatinya, Sultan Abdullah sedikit merasa heran dengan minuman yang baru di temui dalam hidupnya.


"Ini, apa?" tanya Sultan pada Jon dan Adien.


"Oh, ini namanya Bajigur. Minuman yang terbuat dari santan kelapa.


"Ohh. " jawab sang Sultan yang baru mengetahuinya.


Seraya mengangkat gelas bajigurnya, perlahan dia meniup dan menyeruputnya dengan penuh kenikmatan.


Karena merasa jenuh, Sultan meminta kepada Jon dan Adien, untuk membawa dirinya berkeliling desa.


"Baiklah, ayo kita berkeliling desa, aku akan mengenalkanmu beberapa jajanan kuliner khas Indonesia punya, yang pastinya kamu belum pernah mengetahuinya. "


"Ok, Ana mau. Mau banget. " jawabnya dengan penuh antusias.


Ketiga orang tersebut berlalu meninggalkan kamar menuju ke depan rumahnya, ketika di luar Jon dan Adien meminta izin kepada Dirmo dan Pihak keamanan yang bertugas melindungi Sultan. Dan mereka memperbolehkannya.


"Tunggu sebentar, " ucap Jon pada Sultan dan Adien.


Seraya berlari ke gudang belakang rumahnya dan mengeluarkan motor peninggalan Bapaknya.


Sesaat Jono memanaskan mesin motornya terlebih dahulu selama 5 menit, agar sirkulasi oli dan bahan bakar menjadi lancar.


"Ayo," ajak Jon pada Adien dan Sultan.


"Woy, kita gayor nih,? tanya Adien.


"I ya, ayo gak usah cerewet. " ucap Jon pada Adien.


Kini Adien mulai duduk di tengah dan Sultan duduk di belakang sedang Jon jadi drivernya.


"Are you ready?" tanya Jon pada mereka berdua.


"Of course. " jawab Sultan.

__ADS_1


"Ok, berangkaaaaattttt. " ucap Jon dan Adien yang di sertai tawa sang Sultan.


__ADS_2