
"buruan mandi dek"titah Sujarwo yang baru keluar dari kamar mandi.
"I ya mas"Jawab inem yang sudah menunggu di depan pintu kamar mandi.
Dan jarwo pun memasuki kamar dan memakai pakaian yang telah di persiapkan inem di kasur.
Tok… Tok… Tok…
"Asalamu alaikum pak Jarwo"seru seseorang dari luar sambil mengetuk pintu rumahnya Jarwo.
"Wa'alaikum salam, i ya tunggu sebentar"jawabnya sambil berlalu keluar dari kamar menuju pintu depan rumahnya.
Ckrek….
"Maaf pak, ini undangan pengajian dari Dkm masjid buat pak Jarwo"ucapnya sambil memberikan undangan tersebut.
"Nggih matursuwun mas(i ya terima kasih mas)"jawab jarwo yang telah menerima undangan tersebut.
"Ya sudah pak, saya mau lanjut lagi"ucap kurir tersebut.
"Terima kasih pak"jawab Jarwo sambil kembali masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam rumah Jarwo duduk di amben(kursi panjang atau lebar yang terbuat dari bambu) sambil membaca isi undangan yang baru di terimanya.
__ADS_1
"Ohh besok"gumamnya setelah mengetahui kapan acara pengajianya akan di mulai.
Malam pun berganti siang dengan cepat dan seperti biasanya, Jarwo yang baru pulang dari ladang langsung memutuskan untuk membersihkan dirinya.
"Mau kemana mas?"tanya inem yang baru melihat jarwo sudah rapi dengan setelan baju koko dan sarung BHS nya.
"Aku lupa dek, kemarin DKM ngasih undangan pengajian, dan acaranya akan di mulai habis maghrib ini"jawabnya sambil merapihkan pecinya yang sedikit miring.
"Aku gak ikut mas ya, inem lagi kurang enak badan"ucap inem sambil memeluk Jarwo dari belakang.
"Ya sudah kamu istirahat saja Dek dirumah!"titah Jarwo pada inem.
"Aku meluncur dulu Dek, sekalian maghriban di mesjid saja"ucapnya sambil berlalu keluar dari rumahnya.
"Mas Jarwo teng mriki mawon lunggueh luh(Mas Jarwo di sini saja duduknya lo)"ucap DKM masjid sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya.
"Nggih mas"jawabnya sambil mendudukan dirinya tepat di sebelah DKM masjid tersebut.
Dan acara pun pengajian atau siraman rohani pun berjalan dengan hikmat, apalagi kebetulan panitia masjid tersebut mengundang Kyai tersohor untuk mengisi acara tausiahnya.
Sepanjang acara tausiahnya Jarwo sangat meresapi atau menghayati, karena tema yang di bawakan oleh penceramah tersebut berkaitan dengan apa yang sedang di pikirkan Jarwo.
"owh berarti kita harus meminta kepada alloh dengan bersabar dan di barengi sholat"ucap Jarwo dalam batinnya sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Seminggu setelah acara pengajiannya itu, kini Sujarwo atau yang biasa kita panggil Jarwo, kini ia telah berubah menjadi sosok yang rajin beribadah.
Di dalam kewajiban lima waktu, Jarwo tak pernah sesekali meninggalkanya, ia selalu tak bosan bosan ya mengingatkan hal itu kepada istrinya.
Sepulang berjamaah sholat isya, Jarwo menyempatkan dirinya berbincang dan berkonsultasi seputar kehidupan dan masalah yang ia hadapi dalam kehidupannya dengan ustad mudzakir di depan teras rumahnya.
"Mas Jarwo yang sabar"ucap ustad tersebut.
"I ya pak ustad, tapi apakah ada kita kiat, atau langkah apa begitu supaya doa kita cepat di kabulkan alloh?"tanya Jarwo dengan antusiasnya.
"Coba mas Jarwo amalkan sholat tahajud selama empat puluh malam tanpa putus, mas Jarwo di situ berdoa kepada alloh, keluarkan semua unek unek dalam mas Jarwo pada Alloh ketika saat itu"Jawab sang ustad sambil memegang pundak Jarwo.
"Jam berapa pak ustad sholat tahajud itu?"tanya Jarwo yang memang belum mengetahuinya sama sekali.
"Sepertiga malam adalah waktu tepat mas"Jawab sang ustad.
"Berapa roka'at ustad sholat tahajud itu?"tanya lagi Jarwo.
"Mas Jarwo boleh memilih dua atau empat roka'at"Jawab sang ustad.
"Terima kasih pak ustad atas wejanganya"ucap Jarwo sambil mencium punggung tangan ustad dan berlalu pulang menuju rumahnya.
Di rumah Jarwo langsung menyetel alarm jamnya pada pukul 03:00, semua di lakukan agar dia bisa melaksanakan apa yang telah di nasehatkan sang ustad kepadanya.
__ADS_1