LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
PRA-WEDDING


__ADS_3

John dan Lusi kini terlihat fresh kembali, perut kenyang membuat semua terlihat dengan jelas.


"Ayo sayang, pakai Helmnya." titah John yang telah menaiki motornya.


"I ya, mas." Lusi naik dan menggunakan Helmnya.


Dengan perlahan kembali, John meninggalkan parkiran pasar menuju kantor KUA.


Sepanjang perjalanan mereka tertawa, menikmati ramainya pemandangan di kiri dan kanan jalan.


John menyalakan lampu sen kirinya, ia kini berbelok dan masuk ke area kantor KUA.


Di parkiran John segera memarkirkan motornya dengan cantik, ia menyimpan Helm, mengunci stang motornya, dan menggandeng tangan Lusiana melangkah untuk memasuki kantor KUA.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu." Petugas penerima tamu menyambut John dan Lusi.


"Begini Pak, saya ingin mendaftarkan diri untuk persiapan pernikahan saya." Jawab John.


"Bisa saya lihat kelengkapan surat andon nikahnya?" pinta petugas tersebut.


Sejenak petugas tersebut mengecek semua data yang di bawa John dan Lusi.


"Ouwh, mari pak. Silahkan masuk ke ruangan Naif." petugas tersebut mengajak John dan Lusi.


Tok.. Tok.. Tok..


"Permisi Pak." petugas itu mengetuk pintu yang sudah terbuka.

__ADS_1


"Mari, silahkan masuk." Naif pun mempersilahkan mereka.


John dan Lusi masuk mengikuti petugas tersebut.


Petugas tersebut menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan John kepada kepala KUA.


Setelah selesai petugas tersebut pun kembali ke tempat asalnya.


"Sodara John dengan Lusiana." Kepala KUA menyebut nama mereka.


"I ya, Pak."jawab Lusi dan John bersamaan.


"Untuk data diri, sudah lengkap untuk wali nikahnya?" tanya si Naif/penghulu kepada John dan Lusi.


"Untuk Wali, akan saya serahkan kepada paman saya, Pak Syu'eb." jelas Lusi.


Beruntun John masih memegang Fotocopy Syu'eb ketika Syu'eb melamar jadi supirnya.


"Ini Pak," John menyerahkan fotocopy Syueb pada si Naif.


Si Naif mengangguk, ia merasa sudah cukup dan lengkap.


" Sebentar sodara John." Si naif melihat kalender sesaat dan membulati dengan spidolnya.


"Sodara John dan sodari Lusi." panggil naif.


"I ya, Pak," jawab mereka berdua.

__ADS_1


"Mungkin satu minggu lagi, insya alloh. Mudah mudah tidak ada halangan, saya akan datang ke tempat sodara John dan Lusi, untuk membantu melakukan Ijab pernikahanya." ucap Naif sambil tersenyum.


John dan Lusi mengangkat kedua tanganya kelangit dan mengusapkanya ke wajah.


"Alhamdulillah, akhirnya." John yang merasa bahagia.


"I ya, mas." di ikuti Lusi yang kini terlihat sumringah.


"Kalau begitu, kami berdua pamit pulang Pak." John tersenyum dan berjabat tangan dengan naif.


Mereka semua berdiri, dan terlihat John mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.


"Maaf Pak, jangan pernah marah, apalagi tersinggung dengan perlakuan saya." John mengisi ceknya senilai 10juta dan memberikannya pada si naif.


"Maaf, Pak. Saya tidak bisa menerimanya." ucap si naif pada John.


"Tidak baik menolak rezeki, anggaplah ini ungkapan rasa bahagia dari kami." John memasukan ceknya dengan paksa ke saku si naif.


"Asalamu alaikum." John berlalu menggandeng Lusiana keluar dari kantor KUA.


"Bagaimana sayang, senang?" Tanya John sambil memberikan Helm pada Lusi.


"I ya, aku senang mas." Lusi memakai helm dan menaiki motornya.


"Pegangan yang erat." John menancap gas motornya dengan sedang, dan perlahan mereka meninggalkan kantor KUA untuk kembali pulang kerumah.


Sepanjang perjalanan Lusi menempel seperti perangko, ia memeluk John dengan erat sambil menyimpan dagunya di bahu John.

__ADS_1


__ADS_2