LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
REQUEST JUNA


__ADS_3

"O ya Lusi jangan lupa nanti siang ok"ucap Jon sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Jumira masih diam tak mengerti dengan apa yang di tugaskan Tuan Jon nanti siang kepada Lusi.


"Memangnya nanti siang kenapa Lus? "tanya Jumira


"Nanti pada jam istirahatnya Tuan Jon Lusi harus mengantarkan makan siang kepadanya"jawab Lusi.


Jumira masih menatap mata Lusi mencari kebenaran dengan dari jawaban yang di berikan Lusi.


"Kamu tidak bohong kan Lus?"tanya Jumira sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Gak Bu, Lusi mana berani bohong sama Ibu"jawab Lusi sambi mengangkat peace✌️.


"Ya sudah kalau begitu"ucap Jumira sambil mengambil Juna dari gendongan Lusi.


Seperti biasa sebelum menyiapkan masakan, Lusi akan mengerjakan tugasnya sebagai pembantu pada umumnya.


Lusi akan mencari pakaian bekas dan kotor yang telah di pakai Jon di dalam kamarnya.


Setelah di rasa tak di temukannya lagi pakaian kotor, barulah Lusi memasukanya ke dalam mesin cuci dan meninggalkannya.


"Tinggal aku timer saja waktunya 35 menit, beres deh"gumam Lusi


Sambil menunggu mesin cucinya selesai, Lusi membersihkan lantainya dengan vacum cleaner dan tak hanya itu juga Lusi akan mengepelnya sampai bersih, sungguh aktifitas yang sangat melelahkan bagi Lusi.


Tetapi semua itu tak pernah jadi keluhanya, karena Lusi sadar sebagai single parent dia harus bekerja keras untuk kehidupan anaknya di masa depan.


Setelah semua selesai, kini Lusi tinggal menjemur pakaian yang sudah di cuci dan di keringnya di luar.


"Taraaaa beres deh"ucap Lusi sambil tersenyum setelah menjemur cucianya.


"Sudah beres Lus? "tanya Jumira yang baru keluar dari kamarnya sambil membawa Juna.

__ADS_1


"Sudah Bu, aku tinggal masak saja untuk menu makan siang Tuan Jon"jawab Lusi sambil memalingkan pandanganya ke arah Jam Dinding.


"Apa perlu ibu bantu Lus? "tanya Jumira yang merasa kasihan melihat Lusi kelelahan.


"Tidak usah Bu, ibu jaga juna saja sebentar biar Lusi yang mengerjakanya"jawab Lusi.


"Ya sudah, ibu mau buatkan Susu buat juna dulu ya"ucap Jumira sambil memberikan Juna pada Lusi.


Sambil meunggu Jumira membuatkan susu, Lusi bermain dan bercanda sebentar dengan malaikat kecilnya itu.


Jumira yang melihat kejadian itu bersedih dan merasa iba, tak terasa bulir air mata jatuh membasahi pipinya.


Lusiana yang melihat dari jauh, seketika menghampiri Jumira sambil mengusap air mata Jumira dengan tanganya.


"Ibu kenapa menangis? "tanya Lusi.


"Ibu sedih melihat hidupmu yang seperti ini Lus, di usiamu yang masih muda kau harus bekerja keras untuk ibu dan juna"ucap Jumira sambil mengusap kepala Lusi.


"Ibu jangan bersedih ya, Lusi kuat kok menjalani semua ini"jawab Lusi sambil menatap mata Jumira.


Menu siang ini Lusi memasak capcay di tambah beef selera pedas dan sebuah Jus pencuci mulut sekaligus sebagai penutupnya


Setelah selesai Lusi bergegas membersihkan dirinya yang sudah berbau keringat dan tak sedap di pandang mata.


Sedikit foundation bedak dan polesan lipstik yang ringan di rasakan Lusi sudah cukup rapih untuk penampilannya saat ini.


"Mamama.. ma mama."ucap Juna sambi menarik narik telunjuk Lusi.


"Kenapa sayank"tanya Lusi yang sedikit tidak mengerti dengan keinginan malaikat kecilnya.


Lusi yang masih bingung dan penasaran dengan keinginan anaknya, hanya bisa patuh mengikuti kemana arah juna menarik telunjuknya.


Hingga sampai lah pada kamar yang memang tidak asing bagi Lusi, karena dia sering mondar mandir mengambil cucian kotornya.

__ADS_1


Di dalam kamar Jon, Juna berlari kecil dan naik ke kasur menuju foto berfigura yang tersimpan di atas laci.


"papapa"celoteh Juna sambil menciumi foto Jon sampai basah dengan liurnya.


Lusi hanya bisa tertawa melihat tingkah polah lucu malaikat kecilnya, tak habis pikirnya juna kecil menganggap Jon sebagai papanya.


Lusi perlahan mendekati dan membungkukan dirinya agar sejajar dengan malaikat kecilnya.


"Mamama iyum.. iyum"celoteh pinta Juna.


Bukan menuruti keinginan Juna, Lusi malah tertawa terbahak mendengar permintaan konyol anaknya untuk mencium foto Jon.


Merasa Lusi tak menggubris keinginanya, Juna seketika meneteskan air mata kesedihanya dan bersiap untuk berteriak menangis.


Lusi yang menyadari akan hal itu, langsung menciumi foto Jon di depan Juna.


"Tuh udah mama cium"ucap Lusi dengan bibir yang masih menempel di fotonya Jon.


Akhirnya Juna tersenyum dan membatalkan niatnya untuk menangis histeris.


"Udah yuk"ajak Lusi pada Juna setelah menyimpan foto Jon pada tempatnya.


Lusi berlalu keluar dari kamar Jon sambil menggendong Juna.


"Bu.. "panggil lusi


"I ya Lus, "jawab Jumira.


"Aku titip Juna lagi ya Bu, Lusi harus mengantarkan makanan ini ke kantor Tuan Jon"pinta Lusi sambil menyerahkan Jon pada Jumira.


"I ya Lus, kamu hati hati di jalan"jawab Jumira.


Setelah semuanya di rasa telah siap, Lusi bergegas keluar menuju mobil Syu'eb yang sudah siap menunggunya sedari tadi.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat paman"ucap Lusi yang sudah duduk di bangku penumpang.


"Berangkattttt"ucap Syu'eb sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan perlahan membelah keramaian jalanan.


__ADS_2