
Kini tibalah hari yang di nanti nanti John dan Lusiana. Hari dimana John akan melepas status lajangnya dengan menikahi Lusiana secara sah di mata agama dan negara.
Walaupun acara di adakan secara sederhana, tetapi warga tetap berbondong bondong hadir dan menyaksikan acara Ijab Qabul.
Semua kembali pada diri masing masing, karena semasa hidupnya, Jarwo selaku ayahanda John dulu, selalu menebar kebaikan tanpa pandang bulu sedikit pun pada orang orang di kampungnya.
John duduk berhadap hadapan dengan penghulu, yang telah siap menikahkanya.
John berkeringat, ia terlihat gugup dan tegang.
"Tenang saja, tidak usah tegang seperti itu." penghulu menenangkan John.
John mengangguk dan sedikit memaksakan senyumnya.
Tak berselang lama, datanglah Lusiana yang telah selesai di rias, dan kini ia duduk tepat di sebelah John berhadap hadapan dengan penghulu.
"Wow," John yang terpukau dengan Lusi yang telah di mak Up.
"Kamu cantik banget hari ini," John memuji Lusi.
"Apaan sih, kamu itu mas." Lusi merasa malu.
__ADS_1
"Bisa kita mulai acaranya?" tanya si penghulu pada mereka berdua.
"Bisa," mereka mengangguk bersama.
Syu'eb yang menjadi wali nikah Lusi, ia menggantikan Hambali kakaknya yang telah tiada.
Tanpa basa basi lagi, Syu'eb menghulurkan tangan pada John untuk mengajaknya berjabat.
Dan John langsung menerima jabatan Syu'eb.
"Saudara Mochamad John abdillah bin Jarwo, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Lusiana safara bin Hambali.
Krepp...
"Saya terima nikah dan kawinya Lusiana safara bin Hambali dengan Rumah seharga 10 milyar dan dan cincin 200 gram di bayar tunai." John dengan mantapnya mengucap balasan Qabulnya.
"Bagaimana sah?" tanya penghulu pada saksi nikah yang berada disitu.
"Sah, sah." warga menimpali ucapan saksi.
Riuh gemuruh warga yang ikut merasa senang melihat acara kebahagiaan John dan Lusi.
__ADS_1
John terlihat memakaikan cincin pernikahanya di jari manis Lusi, begitu pun Lusi sebaliknya.
Semua keluarga dan warga bertepuk tangan ikut memeriahkan acara pernikahan John dan Lusiana.
Sementara, Robert langsung menggenggam tangan Jumira yang terlihat menangis haru.
John dan Lusiana melakukan sungkem pada orang tua mereka masing masing.
Setelah acara sungkemnya selesai, Adien menghampiri John dan membisikan sesuatu di telinganya.
John mengangguk mengerti dengan apa yang di sampaikan Adien padanya. Ia memerintahkan Adien agar membuat acara tambahan pada warga, agar mereka sedikit bisa merasakan kebahagiaan yang John dan Lusi rasakan saat ini.
Dan tak berselang lama, Adien naik ke atas podium memberi sedikit pengumuman pada warga yang telah hadir disitu.
Adien memberitahukan bahwa besok, pihak Tuan rumah mengundang anak anak yatim dan orang tua jompo agar berkumpul di rumahnya.
Dan pengumuman itu benar benar di sambut antusia oleh warga yang hadir di tempat tersebut.
Sungguh di luar rencana, kini Adien merubah pola jamuan sebelumnya. Dengan mandat dan kepercayaan yang di pasrahkan John padanya.
Dia dan Dul Hamid mengundang bazar dadakan yang menyediakan aneka macam makanan dan jajanan gratis untuk warganya.
__ADS_1
Dan tak kalah Wah lagi, Robert pun turun tangan dan ikut andil dalam acara tersebut. Tidak tanggung tanggung dia menggelontorkan sembako gratis yang akan di kirim ke semua warganya dengan otomatis.