LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
BAHAGIA


__ADS_3

Sesampai di dalam garasi rumah, Jon langsung mematikan mesin mobilnya, dia keluar dan berjalan membukakan pintu mobilnya untuk Jumira dan Lusiana.


"Ayo kita sudah sampai"ucapnya Jon pada mereka berdua.


"Terima kasih Tuan maaf selalu merepotkanmu"ucap Jumira sambil keluar dari mobil dengan menggendong juna yang sudah tertidur lelap.


Tak ada ucapan apapun yang keluar dari mulut Lusi, setelah Jumira berlalu pergi mendadak suasana diantara mereka berdua menjadi canggung.


"A..ak.. aku"ucap mereka bersamaan.


"Tuan duluan saja"ucap Lusi.


"Tidak kamu duluan saja, kau kan wanita"ucap Jon sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Teri..terima kasih Tuan"ucap Lusi sedikit terbata dengan kepala tertunduk malu.


"Apahhh…. terima kasih doank??? jawab Jon mengangkat alisnya sebelah.


"A..ku.. harus bagaimana Tu... "ucapnya terpotong karena Jon berhasil membungkamnya dengan ciuman.


Dengan lembutnya Jon menyesap menyusuri dan mengabsen deretan gigi putih Lusi, tak bisa di pungkiri oleh seorang Lusi yang telah lama tak mendapat perhatian dan sentuhan lebih dari seorang lelaki.


Sungguh permaian goyang lidah yang rapih dan epic dari seorang Jon, hingga membuat Lusiana terbuai dan lupa akan segalanya.


"Hah.. hah..hah.."deru nafas kasar mereka berdua setelah melepas pagutan bibirnya yang hampir kehabisan oksigen dalam pernafasannya.


"Itulah Hukuman yang pantas untukmu, karena kau selalu memanggil kekasihmu dengan sebutan"Tuan", camkan itu"ucap Jon yang masih memegang dagu Lusi.


Jon berlalu pergi meninggalkan Lusi yang masih terdiam sendiri.

__ADS_1


"Ta… ta.. tapi"ucap Lusi dengan Lirih tapi sempat terdengar di telinga Jon."


Jon menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Lusiana kembali yang masih terlihat menunduk.


"Ohhhh… kamu sudah berani melawan padaku rupanya, ingat Lusi aku tidak menerima penolakan"ucap Jon sambil marah penuh akting kepalsuan.


"Baiklah aku akan memanggilmu Jon"jawab Lusi yang kaget karena Jon menggendongnya secara tiba tiba dengan gaya bridal stylenya.


"Kemana kita"tanya Lusi yang menyadari pintu kamarnya telah terlewati mereka berdua.


"Aku harus menghukumu lebih berat Lusi"ucap Jon sambil tersenyum licik.


"Ampuni aku Jon, kumohon? "Ucap Lusi memelas dalam gendongan Jon.


"No.. no.. no, sudah terlambat Lusi, kau tetap harus ku hukum! "ucap Jon yang berhasil masuk ke dalam kamar dan menutup dengan tungkak kakinya.


Jon menurunkan Lusiana pada tempat tidurnya yang king size.


Luis masih berperang melawan pikiranya yang sedang kacau saat ini, dia menerka nerka hukuman apa yang akan di berikan Jon padanya.


Jon berlari kecil dari garasi menuju kamarnya dengan sebuah kotak berwarna maroon di tanganya.


"Bhua...ha.. ha"tawa Jon dengan puasnya yang mendapati Lusi sudah seperti seekor kelinci yang pasrah di makan pemangsanya.


Lusi masih duduk di pinggir tempat tidur dengan kepala yang masih tertunduk, sedang Jon memutar arah mendekati Lusi dari belakang.


Dengan perlahan Jon menyentuh leher Lusi yang putih dengan tanganya, Lusi hanya terdiam dan memejamkan matalah yang bisa di lakukanya saat ini.


"Aku rasa ini cantik untukmu"ucap Jon yang berhasil mengelabui Lusi.

__ADS_1


"Bukalah matamu Lusi"titah Jon yang kini telah berada di depan Lusi dengan setengah berjongkok.


Perlahan Lusi membuka matanya, dia menangis bahagia ketika menyadari sebuah kalung berlian limited edition melingkar di lehernya.


Lusi yang masih menangis bahagia seketika berhambur memeluk Jon dengan erat.


"Terima kasih sayank"ucapan itu lolos dari mulutnya.


"Aku ingin selalu membuatmu bahagia Lusi"ucap Jon sambil membalas erat pelukan hangat Lusi.


Perlahan Lusi melepas pelukan dan mengusap air mata di pipinya sambil menatap Jon dengan senyum cantiknya.


celepot…… cups..


Dengan mata terpejam Lusi mendaratkan ciuman hangatnya pada Jon, tentunya Jon tidak menyia nyiakan momen tersebut, Jon melahap habis bibir seksi nan merah milik Lusi hingga berujung pada ciuman panas.


Perlahan tapi pasti Jon membawa Lusi serasa terbang ke alam nirwana, secara tidak di sadari kini Lusi berada tepat di bawah kungkungan Jon.


"Lusi sayank aku ingin memilikimu seutuhnya"bisik Jon tepat di telinga Lusi.


Merasa tak ada jawaban Jon melancarkan segala jurus mautnya untuk membuat Lusi serasa terbang.


Jleb...


"Uhh...."desah lirih keluar dari mulut Lusi yang menikmati permainan Jon.


"Ternyata kau menikmatinya juga sayank"batin Jon sambil memompa pinggulnya.


"A… ah..ah"Jon berhasil melakukan pelepasannya dengan sempurna.

__ADS_1


Keringat bercucuran dari kedua insan yang telah melakukan hubungan suami istri sebagaimana umumnya


__ADS_2