LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
JELONK JELONK with SULTAN ABDULLAH


__ADS_3

Tempat pertama yang akan di perkenalkan Jon pada sang Sultan adalah pasar tradisional, mengapa Jon melakukan itu?, Author sendiri belum tahu jawabanya.


Sesampai di pasar sanggrahan, pasar tradisional pasar yang super lengkap, segala yang kita cari pasti ada, baik itu perabotan, makan dan lain-lain deh.


Jon, menitipkan motornya di area parkiran yang jaraknya memang tidak jauh dari pasar sanggrahan tersebut.


"Are you ready Sultan? " tanya Jon pada Sultan.


Seraya menepuk bahu Sultan, mencoba menenangkan sang Sultan yang terlihat tegang melihat keramaian orang yang sedang lalu lalang di pasar sanggrahan tersebut.


"Oh, sure. I'm ready for that. " jawab Sultan sambil tersenyum.


Di dalam pasar, Sultan berdecak kagum akan antusiasnya warga yang sedang terlihat tawar menawar harga baik sayur dan ikan.


"Ya Sultan, bagaimana kalau kita makan pecel?" tanya Adien pada Sultan.


"what's do you mean pecel?, I don't no that. " jawabnya sambil mengangkat kedua telapak di sertai gelengan kepala.


"Ok, don't confused like that. Follow me!" ajak Jon pada Sultan.


Jon mengajak Sultan dan Adien pada sebuah warung kecil di pinggiran pasar, yang ukurannya tak begitu begitu besar.


"Please, sit down Sultan!." ucap Jon padanya.


Setelah mereka bertiga duduk, Jon kembali berdiri sambil terlihat mencari si penjual pecel di warung kecil tersebut.


Tak berselang lama, munculah mbok Darmi. Wanita paruh baya datang menghampiri Jon.


"Eh, Den mas Jon. Lama gak kliatan, kemana saja Den mas ini?" tanyak mbok Darmi pada Jon.

__ADS_1


"Ada mbok, gak kemana mana. O ya mbok, pesen pecelnya tiga porsi ya! " pintanya pada mbok Darmi.


"Pedes opo sedang Den mas?" tanya balik pada Jon.


Jon melihat Adien dan Sultan, Seraya menanyakan selera mereka masing masing.


"mbok, bikinin pecel tiga porsi pedas ya!" pintanya lagi pada mbok Darmi.


"Nggih Den, monggo di tunggu!" jawabnya pada Jon.


Terlihat para pengunjung mulai ramai berdatangan ke warung mbok Darmi. Makin lama, kursi panjang yang mereka duduki semakin rapat.


Tak berselang lama, pesanan pecel yang mereka pesan telah jadi. walaupun sedikit terlihat kesulitan dalam memakannya, akan tetapi sang Sultan terlihat menikmatinya.


keringat bercucuran dari wajah Sultan, sesekali Sultan meminum teh hangat yang telah di sediakan mbok Darmi padanya.


Jon melirik pada Adien, dan heran. gerangan apa yang membuat dirinya tertawa seperti itu.


"Kenapa Dien, ada yang lucu?" tanya Jon pada Adien.


Sesaat adien terdiam dan melirikan pandangan pada raut wajah sang Sultan, yang terlihat berkeringat deras laksana orang habis lari marathon.


Sontak jon pun ikut tertawa terbahak melihat Sultan yang kepedasan dalam memakan pecelnya.


"Masya allohu Rob, pedes. " ucap Sultan sambil menyimpan sendok pecelnya.


"Mbok, minta teh botol Sosronya yang dingin tiga ya!" pintanya pada mbok Darmi.


"Nggih Den. "

__ADS_1


Seraya mengambil tiga botol teh sosro dan menuangkannya pada gelas yang sudah terisi es batu dan memberikannya pada Jon.


"Ya Sultan, ini minum.!" titahnya sambil menyodorkan segelas teh sosro dingin padanya.


"Syukron Jon, " jawabnya sambil menyedot teh dingin dengan pipet sampai habis.


Setelah Selesai Jon mengajak Sultan dan Adien berkeliling kembali ke daerah daerah sejuk, tempat nongkrongnya Adien dan Jon.


Cuaca terlihat mendung, menandakan sebentar lagi akan segera turun hujan. Tapi semua itu tidak meredakan niat mereka bertiga untuk melanjutkan tour keliling desanya dengan sang Sultan.


Tibalah mereka di sebuah jembatan besar, Jon memparkirkan motornya di jembatan tersebut, dan mengajak Sultan dan Adien menuju pohon ambon yang sangat besar dan rindang yang jaraknya tak jauh dari jembatan tersebut.


Sesampai di bawah akar pohon ambon yang besar tersebut, hujan tiba tiba turun dengan derasnya. Membuat volume air di bawah jembatan mendadak besar dan membludak.


Air kali yang tadinya tenang kini semakin terlihat menyeramkan, dan air yang tadinya terlihat sedikit bening kini berubah menjadi keruh akibat derasnya volume air yang datang.


"Subhanalloh… 3x, " Sultan berdecak kagum.


Seraya mengusap dadanya sambil memuji nama Alloh.


Jelas semua itu membuat Jon dan Adien merasa heran, dan sedikit ingin mengetahui gerangan apa yang di lihat sang Sultan hingga membuatnya menyebut nama Alloh sambil mengusap dada.


"Ya Sultan Abdullah, apa sebenarnya yang kau lihat?" tanya Jon dan Adien secara bersamaan.


"Bajigur, Bajigur. Aku melihat banyak Bajigur." jawabnya sambil menunjukan ujung telunjuknya pada air kali yang berwarna keruh seperti bajigur.


"Bhua… ha… ha.. ." gelak tawa dari Jon dan Adien setelah mendengar apa yang di ucap sang Sultan.


TINGGALKAN JEJAK LIKE AND COMMENT, KARENA ITU GRATIS!!!

__ADS_1


__ADS_2