LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
PEMAAF


__ADS_3

Tak terasa sang surya yang seharian menyinarkan senyumnya, kini mulai membenamkan dirinya di ufuk barat.


Beranjak dari tempat duduknya, tak lupa juga Jon mengambil Jasnya yang bertengger di kursi dan kunci mobil yang berada di meja.


Jon memastikan tak ada yang tertinggal sebelum dirinya meninggalkan ruanganya.


"Linda pulang lah jika pekerjaanmu telah selesai! "titah Jon sambil berjalan pergi menuju area parkir di mana mobilnya berada.


"Baik pak"jawab Linda.


Suasana sore hari yang kurang mendukung, bagaimana tidak di luar hujan lebat sekali bercampur angin yang bertiup kencang, tingkat kecelakaan akan sering terjadi jika cuaca se ekstrim ini.


Jon mulai memasuki mobil dan menghidupkannya, perlahan Jon keluar dari dari area perusahaanya dengan kecepatan pelan membelah kemacetan.


Sambil menyetir dengan lambat Jon mengaktifkan wifer agar pandanganya tak terganggu, sesekali pandanganya dia arahkan ke kiri dan kekanan.


Pandangan Jon seketika terhenti pada sebuah Halte yang di kerumuni orang banyak, di tengah kerumunanya Jon melihat seorang gadis cantik yang sedang menggigil kedinginan.


Tak ingin membuang waktu lagi Jon menghentikan mobilnya tepat di depan Halte tersebut.


Jon melepas Jasnya dan keluar dari mobilnya untuk menghampiri gadis cantik yang sedang memeluk dirinya sendiri karena kedinginan.


Brugh…


Jon langsung menutupi tubuh Lusi yang kedinginan dengan jas sambil memeluk dan membiarkan dirinya basah di terpa hujan yang melanda.

__ADS_1


"Lusi mengapa kau tidak menungguku? "tanya Jon sambil meneteskan air mata dan mengusap kepalanya Lusi.


Lusi yang mendapat pelukan hangat dari seorang Jon Abdillah hanya bisa menangis dan memilih membenamkan mukanya pada dada bidang Jon.


"Gunakanlah Jasnya untuk menutup kepalamu Lusi"titah Jon


Di tengah hujan lebat bercampur angin yang kencang Jon berjalan perlahan menutupi kepala Lusi dengan Jasnya menuju mobilnya.


Dengan cepat Jon membuka pintu mobil dan menyuruh Lusi masuk ke dalam mobilnya, Jon berlari kecil memutar menuju bangku kemudinya.


"Hufffff akhirnya"ucap Jon sambil membuang nafas kasarnya.


Jon kembali menghidupkan mesin mobil dan melanjutkan perjalananya yang sempat terhenti.


Rute perjalanan pulang berbeda dengan yang biasanya Lusi tempuh dan membuat sebuah tanda tanya.


"Nanti kau akan tahu? "jawab Jon sambil tersenyum tampan.


Tiba lah mereka pada salah satu boutique yang terkenal tersohor dengan harganya yang melejit di kota tersebut.


Hujan lebat dan angin yang bertiup kencang akhirnya tak menampakan dirinya kembali, tentunya itu semua membuat dua insan ini bebas melenggang keluar dari mobilnya.


Lusi masih berjalan mengekori Jon dari belakang dengan kepalanya yang menunduk karena malu.


Duk...

__ADS_1


Jon yang menghentikan langkahnya secara tiba tiba membuat Lusi menabrak punggungnya karena tak melihatnya.


Semua pelayan Boutique tertawa melihat kejadian konyol tersebut.


"Siapa dia? "bisik pelayan tersebut pada teman pelayan lainnya.


"Entahlah sepertinya gadis itu berasal dari kampung"jawab pelayan lainya sambil berbisik.


Seketika tatapan Jon berubah seperti singa yang melibas musuh yang mengganggunya.


"Apa kalian di bayar untuk menggunjingkan calon istriku hahhh!!!! "bentak Jon sambil mengepal tanganya


Jon mengambil benda pipih yang berada pada saku celananya dan mencoba menghubungi seseorang.


"Cepat!!! "bentak Jon pada akhir kalimat sebelum dia menutup panggilanya.


Tak berselang lama ponsel dari para pelayan yang asik manggunjing kompak berdering, tatapan pucat para pelayan tersebut sudah tidak bisa di sembunyikan lagi.


"Maafkan saya Tuan"ucap pelayan memohon belas kasihan Jon.


"Apaaa. ..kau minta maaf!!! inilah hukuman yang pantas untuk kalian"bentak Jon.


"Sudah Tuan lebih baik kita jangan memperpanjang masalah ini"pinta Lusi sambil menggenggam tangan Jon.


Emosi yang meledak ledak seketika luluh setelah melihat wajah cantik bidadari idamannya itu.

__ADS_1


"Beruntung kalian mendapat pengampunan dari calon istriku!!! kalau tidak binasa lah nasib kalian!!! "bentak Jon sambil membawa Lusi pergi dari boutiq tersebut.


__ADS_2