
Setelah mendapatkan ilham, sang Raja langsung membersihkan dirinya dengan melakukan mandi tobat, tobat karena dia telah lupa akan sang pencipta yang bisa menolongnya.
Setelah selesai dalam mandinya, sang Raja langsung mensucikan dirinya dengan berwudhu. Sambil menghadap kiblat, beliau memantapkan dirinya dengan sholat taubat yang di sertai sholat istikhoroh dan memperbanyak dzikir sesudahnya.
Dengan mengucap kalimat istighfar, beliau berniat menghabiskan malamnya.Tapi sayang, dua jam sebelum adzan shubuh berkumandang beliau tertidur dengan posisi terduduk sila atau itikaf.
Di dalam tidurnya beliau bermimpi, bahwasanya dia harus segera mengembalikan Jon pada tanah air tercintanya.Spontan beliau terperanjak dalam mimpinya.
"astagfirullohal adzim." ucapnya sambil mengusap mukanya yang berkeringat dengan kasar.
Ke esokan harinya, mochamad John Abdillah atau yang kita kenal sebagai John si ganteng kalem. Di panggil langsung ke kediaman sang Raja besar Arab.
Di lain tempat di waktu yang sama, John sedang terlihat bersiap di depan cermin.Dengan kostume kemeja berwarna putih dia memantapkan dirinya untuk menghadap sang Raja Arab.
"Ada apa ya sang Raja tiba tiba manggil?" gumamnya sambil merapihkan kerah bajunya di depan cermin.
"Ok, fix. berangkat. " ucapnya
Seraya mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja kerjanya dan keluar dari rumah menuju garasi mobilnya.
Dengan mobil ferrary berwarna merah glosing, Jon pergi meninggalkan rumahnya menuju ke kediaman sang Raja Arab.
Sepanjang perjalanan, bayangan kakek dan neneknya selalu membuyarkan konsentrasi dalam mengemudi.Seketika Jon menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kok tiba tiba aku pengen pulang ya?" John berucap sambil mengusap air matanya yang tidak sengaja menetes di pipinya.
"Aku harus cuti, dan menyampaikan semua keinginan ini pada sang Raja." ucapnya sambil mengemudikan kembali mobilnya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk John menuju kediaman sang Raja Arab, kini mobil ferrari yang di kendarainya telah sampai di kediaman sang Raja.
John memarkirkan mobilnya dengan cantik tepat di halam rumah sang Raja yang bagai istananya itu.
"Akhirnya sampai juga. " seraya keluar dari mobilnya dan menuju ke ke istana yang megah itu.
"Assalamu alaikum Mr. John," ucap pengawal yang menjaga pintu depan istana tersebut.
"Wa'alaikum salam. " jawabnya dengan penuh senyum dan keramahan.
Penjaga tersebut langsung mempersilahkan John masuk dan mengantrkanya langsung pada tempat khusus. Dimana John akan berbincang dengan sang Raja.
"Please sit down, Mr John. " ucap Pengawal sambil berlalu meninggalkan John yang kini telah duduk di kursi.
Tak berselang lama, datanglah para pengawal atau pengabdi sang Raja memberitahukan bahwasanya sebentar lagi Raja akan datang.
John yang mendengar itu, langsung berdiri dan merapikan costume kemeja putihnya tersebut.
"Wa'alaikum salam ya Raja agung." Jawabnya sambil mencium punggung tangan sang Raja.
"Duduklah John!" titah sang Raja pada John.
"Syukron ya Raja." seraya duduk di sebelah sang Raja.
Seperti biasa John terlihat gugup, karena yang memanggilnya datang adalah bukan orang biasa.
"John, " panggil sang raja sambil memegang lutut John yang tak jauh dari dirinya.
"I ya, Raja." jawabnya sambil menunduk sebagai tanda hormat pada sang Raja.
__ADS_1
"Sebenarnya berat, untuku menyampaikan ini padamu," ucap sang Raja sambil mengusap lembut janggutnya yang kini sudah terlihat memutih.
John hanya terdiam, sambil matanya tetap memperhatikan sang Raja yang mulai berdiri dari tempat duduknya.
Sang Raja berjalan menuju jendela ruang tamunya, rasa sesak dan sedih membuat lidahnya terasa kelu.
"John, apakah kau masih ingin tetap tinggal disini," tanya Sang raja padanya.
"Maksud sang Raja?" tanya balik John yang belum paham kemana arah pertanyaan sang Raja.
"John, aku ingin kau hidup mandiri. Di usiamu yang kini telah beranjak dewasa, aku yaqin kau bisa menjalankanya," ucapnya sambil mengusap janggutnya.
Mungkinkah sang Raja mengusirku?, tapi apa kesalahanku?, tidak ,mungkin ada maksud lain dari apa yang di ucapkanya.
BRUGGH…
Seketika sang Raja memeluk John, dan mengusap ngusap kepala John sambil menangis.
"John, aku tak mau menahanmu selamanya disini, kembalilah pada tanah Air mu."
"Maksud Baginda Raja,?" tanya John yang kini sedikit mengerti kemana arah pembicaraan sang Raja.
Akhirnya Sang Raja, menjelaskan panjang kali lebar seluruh unek uneknya pada John.
Dan John hanya mengangguk tanda mengerti dan memahami.
"Tak ada yang bisa aku wariskan padamu John, " ucap Sang raja yang kembali memeluk anak angkatnya tersebut.
"Tapi kau jangan bersedih John, aku ingin kau meneruskan cabang bisnisku yang ada di negaramu. " pinta sang Raja padanya.
__ADS_1
"Tapi..., " ucapnya terhenti karena sang Raja langsung memandangnya dengan penuh penolakan.
"Baiklah Raja, Moga alloh membalas semua kebaikanmu berlipat ganda. " ucap John sambil kembali memeluk erat sang Raja yang kini jadi ayah angkatnya.