
setelah selesai menunaikan kewajiban dua raka'atnya, John mengajak sang supir untuk menemaninya makan. Dan ajakan itupun tak mendapat penolakan, karena perjalanan jauh membuat sang supir butuh asupan makanan sebagai energi.
"Mau pesan apa, pak?" tanya John pada si supir.
"Apa saja Tuan, yang penting nasi saya mau." jawabnya sambil tersenyum segan.
"Ternyata selera anda tak sulit, dan aku suka itu." ucap John sambil memberikan book menu pada pelayan starbuck.
Sambil menunggu pesananya datang, John terlihat berkutat dengan ponselnya, dan tak berselang lama, makanan yang di pesan pun datang.
"Ayo makan, setelah ini kita lanjutkan perjalanan!" titah John pada supir tersebut.
"Baik tuan." jawabnya sambil memasukan nasi kedalam mulutnya.
Sambil makan mereka terlihat berbincang kecil.
"O ya, dari tadi kita ngobrol, tapi saya belum tahu nama anda, siapa nama Anda?" tanya John pada si supir tersebut.
"Nama saya Syu'eb Tuan." jawabnya dengan sopan.
"Ouwh, Pak Syu'eb." jawab John yang baru mengetahui nama si supir.
"Namaku John, Pak Syu'eb. Panggil saya John saja jangan Tuan." pinta John pada Syu'eb.
"Ah, tidak apa apa, sebaiknya saya tetap memanggil anda tuan." sanggah Syu'eb.
Acara makan di pagi hari pun berjalan dengan khidmat, mereka berdua terlihat sekali menikmati makanan yang mereka makan sambil berbincang.
__ADS_1
Sementara itu, di lain tempat sndri sebuah rumah minimalis, terlihat seorang pemuda sedang bersiap menata barang dagangan yang akan di bawanya ke pasar untuk di jual.
Pemuda itu bersiul sambil mengecek barang barang dagangannya, mengantisipasi jangan sampai ada barang yang ketinggalan nantinya.
"Dien, sudah semua di bawa?" tanya Dul Hamid pada Adien.
"Sudah pak, sudah semua." jawab Adien.
"Ya sudah, ayo kita berangkat. mungpung masih pagi,"
"Ayo Pak." jawabnya sambil membuka pintu mobil losbak.
"Tunggu!" seru Syarifah yang sambil berlari kecil menghampiri Adien dan Dul Hamid.
"Ada apa Bu?" tanya Dul Hamid pada istrinya.
"Ini loh, sarapan buat Bapak sama Adien ketinggalan." jawabnya seraya memberikan rantang yang sudah tersusun rapi yang berisi makanan pada Adien.
"Ya sudah, sana berangkat mungpung masih pagi!" titah Syarifah pada mereka berdua.
Sementara itu juga, di kediaman Dirmo. Suminah masih setia melayani dan menjaga Dirmo yang kini di ketahui kesehatanya kurang baik.
"Pak," ucap Suminah sambil mengelap tangan Dirmo dengan kain yang sudah di celupkan pada air hangat.
"I ya, kenapa Bu? jawab Dirmo.
"Semalam, Ibu kok rasanya denger suaranya Jono ya." ucapnya sambil memeras lap yang telah di gunakanya.
__ADS_1
Sudirmo sejenak terdiam dan menatap Suminah dengan dalam, dengan membuang nafas secara perlahan Dirmo sedikit berfikir.
"Mungkin itu perasaan Ibu saja, Bapak tahu Ibu sangat kangen dengan Jono." jawab Dirmo padanya.
"Mungkin Ibu terlalu berharap Pak," ucap Suminah sambil mengelap punggung Dirmo.
"Yang penting, cucu kita baik baik saja keadaanya Bu." jawab Dirmo mencoba menenangkan hati Suminah yang selalu memikirkan cucunya.
"Tapi, asal Bapak tahu. Ibu tidak akan pernah bosan meminta pada sang maha kuasa, agar Jono cepat pulang." ucap Suminah sambil turun dari tempat tidurnya membawa baskom dan berlalu meninggalkan Dirmo.
Ya Alloh, kabulkanlah apa yang di inginkan istriku, karena aku juga sangat merindukan kehadiranya.
BACK TO JOHN
John kini tak lagi duduk di bangku penumpang, kini ia duduk sejajar dengan Syu'eb di kursi depan.
"kira kira, berapa lama lagi waktu yang kita butuhkan untuk sampai Pak Syu'eb?" tanya John yang terlihat sudah tidak sabaran lagi.
"Mungkin Satu jam lagi Tuan." jawabnya sambil fokus menyetir mobilnya.
"Oh, begitu ya." jawab John.
Karena cuaca cerah dan sangat mendukung, apalagi di tambah jalan lenggang dan tak macet seperti biasanya.Memudahkan Syu'eb dalam mempercepat laju kendaraannya.
Semua dilakukan Syu'eb, karena dia menyadari John sudah tidak sabaran lagi untuk sampai di kampung halaman tercintanya.
"Wah, ternyata Pak Syu'eb hebat juga sebagai driver," puji John pada Syu'eb.
__ADS_1
"Ha.. ha.. ha, Tuan bisa saja."
Perjalanan yang di taksir satu jam pun kini mungkin 30 menit saja, mobil yang di tumpangi John kini sudah mulai masuk area tempat di mana John di lahirkan.