LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
TANGGUNG JAWAB


__ADS_3

"Lusi..!!! "bentak Jumira dengan murka membuat kedua insan yang masih berada pada tempat tidur itu kaget dan tersadar dari tidurnya.


"Tak kusangka kalian akan melakukan hal di luar dugaanku dan memalukan ini!!! "teriak Jumira yang memecah keheningan pagi saat itu.


Dengan perasaan sedih dan kecewa Jumira menangis meninggalkan kedua insan yang telah berbuat kenistaan di luar batas kewajaran.


Di dalam kamar tamu Jumira masih terlihat menangis sambil memasukan pakaiannya ke dalam covernya.


Setelah selesai mempacking pakaiannya Jumira dengan hatinya yang hancur memutuskan pergi meninggalkan kediaman Jon.


Lusi yang menyadari suatu hal buruk akan terjadi segera pergi menyusul Jumira di lantai bawah.


"Bu… Lusi mohon jangan pergi tinggalkan Lusi"ucap Lusi yang tiba tiba datang memeluk kaki Jumira.


"Lepaskan ibu Lusi, Ibu kecewa kepadamu!!!"sambil menggerakan kakinya karena tertahan oleh Lusi.


"Bu jangan pergi, Lusi mohon Bu"ucapnya sambil menangis tak melepas dekapan pada kaki Jumira.


Jumira sebenarnya tak sampai hati meninggalkan anak semata wayangnya, Jumira hanya kecewa dengan perbuatan Lusi yang tidak bisa menjaga kehormatannya.


Entah dari sebelah mana datangnya Jon tiba tiba duduk bersujud kepada Jumira, dia mengakui segala kesalahan yang telah di perbuatnya dan berjanji tidak akan lari dari kenyataan.

__ADS_1


"Bu, Jon mohon, Ibu tetaplah tinggal di rumah ini, rumah ini terasa hidup semenjak Ibu, Lusi dan Juna ada disini.


Jumira masih menimbanga nimbang keputusanya untuk pergi meninggalkan mereka.


"Apakah kau mau bertanggung jawab atas perbuatanmu Jon? "tanya Jumira sambil menatap Jon.


"Ibu, Jon akan menikahi Lusi dan Jon mau jadi ayah Juna, percayalah padaku Bu"jawabnya sambil memohon pada Jumira.


"Baik…. Ibu pegang apa yang kau katakan hari ini!!! "ucap Jumira sambil berlalu kembali masuk ke dalam kamarnya.


Juna yang tak mengerti akan konflik orang dewasa hanya bisa memandang heran kepada Lusi dan Jon.


"Papapa… "ucap berganti menuju Jon yang masih terduduk di lantai.


Dengan tangan kecilnya Juna menarik kerah kaos Jon agar lebih mendekatkan dirinya kepada Lusi.


Setelah jarak antara pipi Lusi dan pipi Jon sangat dekat, Juna mengalungkan tangan kanan di leher Jon dan tangan kirinya di leher Lusi.


"Mamama...yank"ucapnya Juna sambil mencium ibunya"


"Papapa...Yank"ucapnya berganti pada Jon sambil mencium pipinya.

__ADS_1


Mungkin menurut Author, ntu bocah mo bilang sayang mama dan sayang pada Jon yang di anggap telah menjadi papanya, kurang lebihnya mungkin reader bisa menerkanya sendiri.


Karena adegan yang baru saja terjadi Jon jadi terlambat pergi ke perusahaanya.


Dering ponsel Jon terdengar nyaring di telinga Lusi dan Jon, setelah di lihat ternyata Adien lah yang menelpon.


Dengan tanpa pikir panjang lagi, Jon menggeser papan hijaunya untuk mengangkat panggilanya.


"Ya Hallo"ucap Jon.


"Jam berapa ini? "tanya Adien yang di seberang sana.


"Maaf aku terlambat"sesal Jon.


"Cepatlah kau datang, nanti siang akan ada pertemuan klien besar"titah Adien sambil menutup panggilanya.


"Sialan gayanya sudah seperti Bos"gumam Jon.


"Lusi aku akan pergi ke kantor, nanti siang kau tak perlu mengantar makanan kesana"ucap Jon sambil berlalu pergi menuju kamarnya.


Dengan cepat Jon mengganti pakaianya dengan costume kerjanya, sedikit minyak rambut agar terlihat rapi dan sedikit semburan parfum paris agar dia terlihat wangi, Cool, dan elegant

__ADS_1


__ADS_2