LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
KAMU KETAHUAN


__ADS_3

Ke esokan harinya Lusi dan Jon masih tertidur di kamarnya dengan posisi masih berpelukan satu sama lain.


Arjuna yang sudah terbangun dari tidurnya, mengucek pelan matanya, dia turun dari tempat tidurnya setelah menyadari Lusi tidak ada di tempat dan mencarinya tanpa sepengetahuan Jumira yang masih tertidur pulas.


Setelah bersusah payah menggapai gagang pintu kamarnya, akhirnya juna berhasil juga keluar dari kamarnya.


Entah kenapa mata dan langkah Juna tertuju menuju Kamar Jon yang berada di lantai dua.


Perlahan sambil memegang pegangan tangga, Juna menaiki anak tangga dengan pelan dan hati hati.


Nafasnya terengah engah, ka­rena untuk ukuran seorang anak kecil, sangatlah payah dan berat dan menguras banyak tenaga.


Setelah berhasil naik ke lantai dua Juna berlari kecil menuju kamar Jon yang masih terlihat sepi.


Lagi lagi Juna harus menemui kesulitannya lagi untuk membuka pintu kamar Jon, dia memutar otak bagaimana caranya agar dia bisa menggapai gagang pintu yang lebih tinggi dari pada tinggi badannya tersebut.


Tapi bukanlah Juna kalau dia tak pandai mencari solusi memecahkan masalahnya itu.


Juna kembali menuruni tangga menuju kamarnya kembali di mana Jumira masih tertidur lelap.


Di dalam kamar Juna berlari kecil menghampiri Jumira yang masih memejamkan matanya.


"Nyek...Nyek.. "panggil juna sambil menciumi pipi Jumira.

__ADS_1


Berulang ulang Juna menggerak gerakan tangan Jumira sambil sesekali memanggil dan mencium pipinya .


"Juna udah bangun? "ucap Jumira dengan suara serak khas bangun tidur.


Jumira yang memperhatikan bahasa tubuh Juna tentulah memahami, dia mengangguk dan mengikuti kemana juna melangkah.


Sambil menarik narik telunjuk Jumira Juna mengarahkan telunjuknya ke arah kamar Jon yang berada di lantai dua.


Dan pada akhirnya Jumira merasa penasaran menuju kamar Jon sambil mengendap menggendong Juna.


"Mamama"ucap Juna sambil menunjuk ke arah pintu kamar Jon.


Jumira baru menyadari bahwa semalam dia tidur bersama Juna dan tidak mendapati Lusi tidur di sampingnya.


Klek.. Klek


"Sial pintunya di kunci"batin Jumira sambil memutar otak mencari kunci serepnya.


"Oh ya aku baru inget, Lusi mempunyai kunci serepnya di kamarnya"gumam Jumira.


"Juna tunggu disini bentar ya, nenek mau ambil kunci"ucap pelan di telinga Juna.


Jumira berlari kecil menuju kamar Lusi yang berada di lantai dasar sebelah kamar Jumira.

__ADS_1


Di dalam kamar Lusi, Jumira membuka setiap lacinya satu persatu tapi tetap tak menemukannya.


Dan pada akhirnya Jumira terduduk di kasur Lusi sambil menghembus nafas kasarnya.


"Dimana Lusi menyimpan kuncinya ya? "gumam Jumira yang masih mengedarkan pandanganya ke segala arah.


Dan pada akhirnya pandanganya Jumira tertuju pada sebuah kunci yang berada tepat di sebelah TV LED yang berukuran besarnya.


"Akhirnya aku menemukanya"ucap Jumira sambil menggengam kunci tersebut dan berlari kecil keluar dari kamar Lusi.


Juna masih setia menunggu Jumira di depan pintu kamarnya Jon.


Dengan cepat Jumira memasukan kunci pintu kamar dan dan membukanya secara perlahan.


"Hahhhhhh"Jumira terkesiap setelah mendapati dua insan yang masih tertidur dengan keadaan telanjang dada.


Tapi di luar dugaan Juna malah berlari masuk le dalam kamar Jon sambil berteriak teriak memanggil mama pada Lusi.


"Lusi yang mendengar Juna memanggil manggilnya dengan keras sontak kaget sambil mengerjap ngerjapkan matanya.


Dengan kepala yang terasa masih pusing Lusi mendudukan dirinya dengan menutup dadanya dengan selimut.


"Lusi!!!! "bentakan nyaring yang membuat Lusi dan Jon terkesiap.

__ADS_1


__ADS_2