
30 menit lagi John akan sampai di tanah airnya, tanah air dimana ia sebenarnya di lahirkan. John terlihat sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan orang orang yang sangat di sayanginya.
John memang merahasiakan waktu kepulangannya, semua itu di lakukan semata mata agar menjadi surprise untuk orang-orang yang sangat di sayanginya.
dengan headset yang terpasang di telinganya, sesekali John memalingkan pandanganya pada kaca pesawat yang berada tepat di samping tempat duduknya.
Sedang apa ya mereka sekarang? , aku yakin pasti mereka sedang duduk manis di ruang tamu sambil menonton acara televisi.
Tak berselang lama, para pramugari datang dan mengingatkan kepada seluruh penumpang agar segera memasang safety beltnya, di karenakan pesawat akan segera mendarat.
Sambil tersenyum, John terlihat memakai safety beltnya, dan membenarkan posisi duduknya seperti semula.
Setelah pesawat mendarat dengan selamat, John melepas safety beltnya, dan perlahan para penumpang kini terlihat antri untuk turun dari pesawat.
Setelah turun dari pesawat, John langsung melakukan sujud syukur dengan menempelkan kening dan mencium tanah.
"Alhamdulillah ya alloh, akhirnya aku bisa kembali pada tanah airku." ucap John sambil meneteskan air matanya.
Seketika John langsung bangun dari sujudnya, dan membersihkan debu yang menempel bekas dirinya bersujud syukur.
__ADS_1
Aku tak boleh berlama lama, aku harus segera sampai dan menemui Kakek dan neneku.
John segera bergegas meninggalkan bandara, di luar bandara John memalingkan pandanganya mencari sebuah mobil yang bisa mengantar dirinya pulang kerumah.
"Ada yang bisa saya bantu?" ucap seseorang sambil tersenyum menyapa John.
"I ya, tentu. Bisakah anda mengantar saya ke xxx?" tanya John pada supir tersebut.
"Bisa, tapi ini jauh tuan." jawab supir tersebut.
"Memang berapa biayanya? , tenang aku pasti membayarnya!" tegas John pada supir tersebut.
Sang supir pun membawa koper yang di pegang John, sang supir langsung memasukan kopernya ke dalam bagasi mobilnya. Dia terlihat berlari kecil menuju kursi supirnya.
"Beristirahatlah Tuan, karena perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup lama," ucap sang supir pada John.
John hanya menganggukan kepalanya, dan meng iya kan apa yang telah di ucapkan sang supir, karena tidak di pungkiri, perjalanan yang sangat jatuh kelas jelas sangat melelahkan bagi John.
Tujuh Jam berlalu, John terlihat masih tertidur pulas di kursi belakang, san terlihat sang supir menepikan mobilnya di sebuah area starbuck yang berada di pinggir tol.
__ADS_1
Ramainya suara dari orang-orang yang sedang beristirahat di starbuck, membuat John terbangun dan mengerjapkan matanya.
Sambil mengucek ngucek matanya John mencoba mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul di raganya.
"Anda sudah bangun Tuan?" tanya supir tersebut sambil melirik kebelakang memandang John yang baru bangun dari tidurnya.
"I ya, Kita dimana?" tanya John pada supir.
"Kita berada di starbuck daerah xxx." jawab supir tersebut.
"Kebetulan sekali, perutku terasa lapar. Bagaimana kalau kita makan dulu? " ucap Jon menawari supir tersebut.
"Baiklah, tapi alangkah baiknya. Kalau kita sholat shubuh terlebih dahulu." saran sang supir pada John.
"Memang sekarang jam berapa?" ucap dirinya sambil melihat pada jam tangan yang ada di pergelangan tanganya.
"Ya Alloh, sudah subuh ternyata. Lama sekali aku tertidur." John menepak jidatnya heran akan tidurnya sampai lupa waktu.
"Ayo tuan, kita ke mushola dulu." ajak supir pada John.
__ADS_1
"Baiklah, Ayo." jawab John. sambil berlalu pergi bersama supir menuju mushola.