
Untuk menghindari perdebatan, David memilih pergi meninggalkan John.
"Lusi, apa kau sibuk hari ini?" John mengambil Juna yang di gendong Lusi.
"Tidak, aku tidak sibuk." jawab Lusi.
"Bagus, ikutlah denganku!" ajak John
Lusi hanya pasrah mengikuti langkah John dari belakang.
John berhenti di depan meja Linda.
"Linda, berikan bonus tambahan 3% pada seluruh karyawan!" John melangkah pergi menuju lif khusus Bos.
"Kita mau kemana?" tanya Lusi yang tanganya di gandeng John di depan lif.
"Kita cari hiburan sayang." John tersenyum memandang Lusi dan menatap Juna sambil mencium pipi gembulnya.
"Pak Syu'eb cepat siapkan mobilnya!" titah John yang baru keluar dari lif.
Sepanjang jalan menuju lobi, semua karyawan tertunduk segan menatap John.
Tak butuh lama, Syu'eb kini telah siap di depan lobi menunggu kedatangan John dan Lusiana.
Di lobi John langsung masuk ke dalam mobil. Memangku Juna dengan Lusi yang duduk telat di sebelahnya.
"Pak, time zone!" titah John pada Syu'eb
"I ya, Pak." Syu'eb menangguk dan melajukan mobilnya.
Lusi memegang tangan John.
"Bukankah mas John sedang banyak kerjaan?" Lusi khawatir.
"Hari ini kita akan bersenang senang sayang." John mencubit pipi Lusiana.
"Aw, sakit." Lusiana tersenyum melihat John memangku Juna dengan penuh perhatian.
Syu'eb yang mendengar kata 'sayang' yang di ucapkan John sedikit berfikir.
Apa aku tidak salah dengar?, mudah mudahan saja aku salah dengar.
Di Time Zone, John menuruti semua yang di inginkan juna. Hingga terlihat Lusi tertawa melihat John yang memegang pinggangnya.
"Mas udah, kita istirahat dulu." ajak Lusi sambil memeluk tangan John.
__ADS_1
"Ok, kita istirahat sebentar." John turun dari komedi putar yang baru berhenti.
Mereka bertiga terlihat sedang duduk manis, layaknya sebuah keluarga kecil yang harmonis.
"sayang, kamu lapar?" John membelai wajah Lusi.
"Sedikit, mas." Lusi merasa malu.
"Baiklah, ayo kita makan dulu." John mengajak ke restoran yg jaraknya tak jauh dari mereka.
Di dalam restoran Lusiana mendadak terdiam.
"Kamu kenapa sayang?, apa kau tak suka dengan restorannya?" John bangun dari tempat duduknya.
"Bukan, bukan seperti itu maksudku mas." Lusi memegang tangan John agar duduk kembali.
"Lantas?" John kembali bertanya.
"Bolehkah paman Syu'eb ikut makan bersama kita?" Pinta lusi penuh harap.
"ouwh, aku kira apa." John memberikan ponselnya pada Lusi.
"Hubungi dia agar datang kesini!" titahnya.
"I ya, kau hubungi dia sekarang." John senang melihat Lusi riang.
Lusi mencari kontak Syu'eb di ponsel John dan menghubunginya. Tak berselang lama panggilan pun terhubung.
"I ya, Bos." sapa Syu'eb.
"Ini aku Lusi paman." jawab Lusi.
"Hah, Lusi? Syue'eb merasa heran.
"I ya, ini aku Lusi paman. Cepatlah paman naik dan ikut makan bersama kami di restoran lantai 3, sekarang ya!" Lusi mematikan ponsel dan mengembalikanya John.
"Tapi.. Tapi Lusi..." Syu'eb tak sempat menolak karena Lusi telah mematikan panggilanya.
"Bagaimana, sudah kau hubungi Pak Syu'eb?" tanya John.
"Sudah mas, dia sedang menuju kesini." Lusiana tersenyum.
"Baguslah." John menurunkan Juna di sebelah tempat duduknya.
"Pelayan." panggil John.
__ADS_1
"I ya, Pak. Mau pesan apa?" pelayan itu memberikan book menu pada John.
"Saya pesan ini," John menunjukkan menu pilihannya pada pelayan.
"Kalau kamu Lusi, pesan apa?" John masih melihat Lusi masih bingung dengan pilihannya.
"Aku pesan ini saja ya." Lusi menunjukkan menu makanan yang di inginkanya pada pelayan tersebut.
"Maaf, Pak Bos. Saya terlambat." Syu'eb yang baru datang dan berdiri di sebelah Lusi.
"Tidak apa apa, Pak Syu'eb. Kebetulan silahkan duduk dan pesan makanan yang anda suka." titah John.
"Syu'eb memesan makanannya pada pelayan yang masih berdiri di sebelah Lusi.
"Terima kasih Pak Bos" Syu' eb duduk di sebelah Lusi sedikit jauh.
"Pak Syu'eb mulai dari sekarang, panggil saja aku John." ucap John pada Syu'eb.
Syu'eb terdiam dan memandang Lusi meminta kebenaran.
"Pak Syu'eb, aku berencana akan menikahi keponakan anda tidak lama lagi." ucap John dengan serius pada Syu'eb.
Syu'eb kembali menatap Lusi tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Saya ingin, anda menjadi Walinya nanti di acara pernikahan kami." Pinta John pada Syu'eb.
Sejenak Syu'eb terdiam sambil menunduk. Ia kembali mengangkat kepalanya menatap John.
"Apa semua ini bukan main main?" tanya Syu'eb yang meminta kejelasan.
"Saya serius Pak, apakah terlihat aku seperti bercand?" Jawab John.
Syu'eb memperhatikan John dan mencari kebenaran semua yang telah di katakan John padanya.
"Sebagai paman, sekaligus Wali. Jujur saya senang mendengar kabar ini." ucap Syu'eb.
"Karena bagi saya, kebahagiaan Lusi adalah kebahagiaan saya juga." tegasnya.
Munculah pelayan dengan membawa makanan yang telah mereka pesan sebelumnya.
"Ayo Pak, kita makan dulu." John mempersilahkan.
"I ya, nak John." jawab Syu'eb
Senyum tersirat di wajah Lusi, restu dari seorang Paman sekaligus ayah yang akan menjadi walinya nanti telah ia dapatkan.
__ADS_1