
Setelah di rasa hujan telah reda,mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk segera kembali pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan pulang,mereka tertawa gembira penuh canda dan tawa.Merasakan hangatnya kebersamaan dalam arti persahabatan.
Di rumah Dirmo,para pengawal terlihat gelisah menunggu kedatangan Sultan Abdullah yang sudah setengah hari belum terlihat kembali.
"Sampeeeee...." ucap Adien ketika motor telah sampai tepat di depan rumah Dirmo.
Mendengar suara motor yang baru datang,Dirmo segera keluar untuk memastikan bahwa suara itu adalah suara motor cucunya yang baru saja datang.
"Kamu dari mana saja,Jon?" tanya Dirmo yang terlihat cemas pada cucunya dan Sultan.
"Maaf kek,tadi Jon abis muter muter ke pasar cari jajanan tradisional, " ucap Jon.
"Yes,that right." timpal Adien sambil merangkul sang Sultan.
"Ayo,cepetan masuk,ganti baju kalian yang sudah basah kuyup itu." titah Dirmo pada ketiga orang tersebut.
Para pengawal keamanan Sultan,kini telah terlihat tenang setelah mengetahui keadaan sang Sultan yang baik baik saja.
Di kamar mandi yang ukuranya tak begitu besar,ketiga orang yang masih berusia belasan itu memutuskan mandi bersama.
Dengan rasa santai tak mengarah kepada pemikiran negatif,mereka saling menggosok punggung mereka secara bergantian.
"Daki mu parah bener Dien," ucap Jon yang sedang menggosok punggung Adien.
"Masa sih Jon?" tanya Adien.
Seraya memutar lehernya mencoba melihat punggungnya.
"Mana Jon,kok gak keliatan? tanya Adien.
__ADS_1
Jon langsung mengucek ngucek muka Adien dengan sabun spons mandinya.
"Sue..sue loh Jon," Adien yang merasa jengkel telah di kerjain Jon.
"bhua..ha.. ha lagian,siapa juga yang nyuruh Lo mau di bohongi." ucap Jon yang merasa puas dengan ke isenganya.
"Adien,Jon.Kalian malah maenaan air bukanya buru buru." seru Dirmo dari aq arah luar kamar mandi.
Sesaat,mereka bertiga terdiam sambil menatap satu sama lain sambil membungkam mulutnya dengan tangan.
Setelah Dirmo pergi,mereka bertiga menghembuskan nafas kasarnya masing-masing.
"Loh sih Jon,coba kalau Lo gak mulai," ucap Adien.
"Loh,kok.Gue lagi sih yang di salahin." jawab Jon yang setengah tidak terima dirinya di salahkan.
"Hobattttt." Ucap Sultan yang merasa jengkel melihat kekonyolan sahabatnya.
"Ha..ha..ha." Jon dan Adien kembali tertawa.
Selesai dengan mandinya,mereka bertiga telah mengganti pakainya masing-masing.
Sementara Suminah yang sedari tadi telah meracik wedang jahe andalannya,kini telah siap membawa dan menyuguhkannya pada semua tamu agung yang berada di rumahnya.
Tak lupa rebusan kacang tanah dan pisang kepok sebagai pelengkap hangatnya suasana sore hari itu.
Jon,Adien dan Sultan terlihat menikmati semua yang di sajikan Suminah kepadanya.
"What's is this?" tanya Sultan pada Jon.
"Oh,this is Wedang Jahe Sultan.Good for your health."
__ADS_1
Seraya menyruput dengan perlahan di depan Sultan.
"Hem..,this is drinking health." ucapnya membuang keraguan.
Seraya mengikuti cara Jon meminum wedang jahe nya dengan menyeruput secara perlahan.
"This is banana kepok," ucap Adien.
Seraya mengangkat piring dan mempersilahkan Sultan untuk mencicipinya.
Perlahan Sang Sultan melepas kulit pisang rebusan dengan perlahan di karenakan sedikit panas.
Sambil meniup niup pisangnya,sang Sultan kini memakannya sedikit demi sedikit.Seketika Jon dan Adien terdiam melihat sang Sultan yang tiba-tiba terdiam setelah memakan pisang rebus nya.
"Jon,kenapa beliau?" tanya Adien pada Jon.
"Entahlah,gue juga gak tau Dien." jawabnya.
Seraya merangkak mendekati Sultan yang masih terdiam.
"Ya Sultan Abdullah,kenapa?" tanya Jon yang merasa cemas.
Seketika Sultan memandang wajah Jon,dan tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa Jon,kok beliau tiba-tiba tertawa?" tanya Adien yang merasa heran.
"Sultan kenapa tertawa?" tanya Adien dan Jon bersamaan.
Sultan hanya mengangkat pisang rebus nya yang tinggal setengah pada Jon dan Adien.
"This is banana,Gurih gurih nyoy bla'em bla'em." sambil ngakak guling melihat sahabatnya yang telah berhasil tertipu dengan gayanya.
__ADS_1
"Sue....loh Sultan." jawab Jon dan Adien sambil membalas perlakuan Sultan dengan menggelitiki perutnya.