LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
HARI YANG SANGAT MELELAHKAN


__ADS_3

Selama Sultan sibuk pertemuan dengan kliennya, Jon sibuk mempersiapkan segala galanya, dia tak ingin menyia nyiakan sisa waktu lima jamnya yang masih tersisa.


Jon menggunakan kekuasaannya untuk melakukan semua itu, dia mempercayakan segala sesuatunya pada Conan.


Di sisi lain di beda tempat Conan sudah seperti orang yang kebakaran jenggot, dia sibuk mengerahkan anak buahnya untuk menjalankan titah mandat sang Bos penguasa kaya se Asia.


"Go.. Go.. Go"teriakan semangat Conan kepada pelayan dan chef chef ternama senusantara dan tersohor di negeri Indonesia.


Setiap pelayan memiliki asisten dan pembantunya masing masing, tanpa perintah aba aba dan komando mereka telah mengerti dengan tugasnya masing masing.


"Empat Jam lagi, Go.. Go.. Go.. kamu bisa!!!"Conan berucap sambil mengedarkan pandanganya ke segala arah dengan tangan menunjuk kesana dan kemari.


Author gak bisa ngebayangin, setiap pelayan memiliki dan Koki masing memiliki dua puluh lima asisten atau yang membantunya, reader tinggal ngali in aja berapa jumlah semua orang yang datang dan bekerja di rumah Jon ketika saat itu.


Jarum jam telah menunjukan tepat, jam tujuh malam, mengartikan sisa waktu tinggal dua jam lagi yang mereka punya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.


Di waktu yang sama tapi tempatnya berbeda, Lusiana, Juna dan Jumira masih di buat pusing dengan acara dadakan Jon Abdillah.


Dari siang ketiga orang itu masih terlihat sibuk di muslimah centre fashion, toko busana muslim terlengkap di indonesia dengan segala macam perlengkapanya.

__ADS_1


"Bu, lihat ini! apa ini cocok? "tanya Lusi pada Jumira ketika mencoba busana hijabnya.


"Kau terlihat sangat anggun dan cantik Lusi"jawabnya berdecak kagum melihat aura yang terpancar ketika Lusi menggunakan Hijab.


"Benarkah Bu, baik Lusi akan mengambilnya kalau begitu"ucap Lusi sambil memutar mutar badanya di depan cermin.


Aura kecantikan Lusi terpancar ketika busana Hijab berwarna merah maroon yang bertabur Permata model anyar dan keluaran terbarunya itu membalut tubuh dan menutupi auratnya.


Sedangkan Jumira dengan model yang hampir sama dengan Lusi, hanya beda motif dan warna saja, karena Jumira lebih memilih warna greynya, ternyata kecantikanya hampir sebelas dua belas dengan Lusi.


Setelah puas dengan belanjaanya, Jumira dan Lusi kini beralih ke tempat busana muslim khusus anak anak.


Untunglah Jon datang tepat pada waktunya, Jon menghampiri kedua orang dewasa yang masih terlihat bingung memilih apa yang akan di belinya.


"Bagaimana sudah dapat apa yang kalian cari? "tanya Jon pada Jumira dan Lusi.


"Kami sudah Jon, tapi kami belum menemukan costume apa yang tepat untuk Juna"ucapnya sambil mengusap kepala anaknya.


Setelah terdiam beberapa saat, Jon menemukan ide yang tepat untuk memecah. kebuntuanya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku dan juna menggunakan busana couple ayah dan anak saja"ucapnya sambil mencium pipi Juna.


"Ide bagus"jawab Jumira sambil menganggukan kepalanya.


John langsung menggendong Juna mengajaknya mencari, sedangkan Jumira dan Lusi hanya mengekor di belakang.


Jon masih mengedarkan pandanganya mencari model yang sesuai dan yang di sukainya.


"Lusi warna apa yang kau suka"tanya Jon pada Lusi.


"Merah Maroon"jawab Lusi dengan cepat.


Jon menjatuhkan pilihan busana muslim prianya yang elegan dan tidak katro dengan warnanya yang di sesuaikan dengan warna kesukaan Lusi.


"Ayo kita coba"ucap Jon yang memandang Juna yang masih ada pada gendongannya.


Tak berselang lama Jon dan Juna keluar dari ruang fittingnya, Jumira dan Lusi hanya bisa ternganga melihat aura pesona yang terpanca dari Jon dan Juna.


"Kalian luar biasa"Ucap Lusi dan Jumira. secara bersamaan"

__ADS_1


__ADS_2